لومړۍ 200 کرښې.
'Oh Dewi Kali'
Aku takkan tinggalkan tubuh ini.
Tidak!
'Oh Dewa Shiva'
Tinggalkan tubuh ini!
Kenapa kau mengganggunya?
Kenapa kau mengganggunya?
Tinggalkan tubuh ini!
Tidak. Aku tak mau tinggalkan tubuh ini!
Aku tak mau tinggalkan tubuh ini!
Siapa di dalam tubuh ini?
- Aku Alibkutty! - Ya, Allah!
Itu suara suamiku!
Ini rumahku!
Bagaimana matinya kau?
Dia membunuhku!
Aku kenal dia!
Meskipun kedengarannya memang sulit dipercaya,
arwah almarhum dipanggil untuk memecahkan kasus,
telah didokumentasikan dalam catatan polisi.
Mungkin, anak itu berbicara soal...
...tuduhan yang ada di alam bawah sadarnya.
Namun, kasus ini tetap berada dalam berkas kasus kami,
meskipun cukup sulit dipercaya.
Berhenti di sini, di titik ini.
Dan...
Tempatkan agar Tuan terlihat disebelah sana. / Oke.
Jangan lupa berikan rekaman yang kuberitahu sebelumnya.
Tidak!
Halo?
Ya, pak. Aku berangkat kesana sekarang.
20 menit lagi akan sampai, pak. Kau ada disana, kan?
Oke pak.
Dah.
Hei!
Pernah kubilang aku sedang cari rumah sewa, kan?
Pemilik rumah barusan menelepon.
Dia sudah lama menunggu.
Aku mau lihat rumah itu.
Oke. / Rampungkan episode itu.
Oke!
Apa aku terlihat mabuk saat kerja malam?
Ya, benar! Kau kelihatan segar sekali!
Pergilah. / Oke.
Ngomong-ngomong...
'Harimau' tak ada di sini, kan? / Tidak. Dia belum datang.
Dia ke Singapura menerima penghargaan, kan?
Tapi harimau betina keluar dari sarangnya.
Ibu Roshni! Dia datang pagi-pagi sekali.
Kenapa dia sering kemari,
mungkin karena dia istri Kepala Programer?
Dia ikut campur dalam semua pekerjaan!
Dan terkadang aku cuma...
Dia putri anggota dewan direktur juga, kan?
Dia harus tunjukkan tanggung jawab? / Cukup! Kumohon!
Hei! Bukan begini caranya.
Kau harus ubah, oke?
Halo! Medha Padmaja!
Bagaimana pertunjukanmu?
Kudengar ratingnya turun sedikit?
Tak bisa temukan cerita hantu baru?
Jika tidak, kau karang sendiri, dan buat acara yang lebih baik.
Mengerti?
Jika rating dan pendapatan iklan turun, semuanya sia-sia, bukan?
Akan kuusahakan.
Aku mau pulang cepat.
Shiftmu sudah selesai, Medha?
Aku cuma bertanya.
Jika berhubungan dengan pekerjaan,
tak apa. Jangan lama-lama!
Ya, baiklah.
Emangnya aku mau kembali nanti!
Halo?
Ini Vasudha, sayang. / Ada apa?
Apa Ajay menghubungimu?
Tidak. Tak ada yang meneleponku.
Aku tahu dia tak bakal meneleponmu tanpa sepengetahuanku.
Aku menelepon...
...mau memberitahumu sesuatu.
Setelah perceraian, kau akan bebas, Medha.
Di sela-sela jadwal sibukmu,
mungkin kau tak bisa lagi rawat Chinnu dengan baik.
Terutama setelah kau menikah lagi.
Sebaiknya Chinnu terawat saat itu.
Aku tak setuju putra putriku...
...ada yang menggantikan posisi ayahnya.
Sekarang, aku tak punya rencana semacam itu.
Mungkin saja kedepannya, kan?
Akan kuberitahu kau saat aku sudah ada niat.
Aku sedang sibuk sekarang.
Dah.
Param Guruji selalu bilang...
...kemarahan bisa menghilangkan beberapa hal.
Pikirkanlah dengan pikiran yang tenang.
Kesejahteraan pada anak sendiri,
harapan bagi setiap ibu, kan?
Tolong jangan hubungi aku lagi membicarakan hal ini.
Hei! Keluar, keluar!
Telepon untukmu, bu!
Halo?
Ya, pak.
Aku belum melihatnya, pak.
Akan kuperiksa dan menghubungimu kembali, pak.
Pak, oke.
Nelayan Mariyadasan menemukan selimut di danau kota.
Dia kaget melihat tengkorak yang terjebak di jaringnya,
dan segera beri tahu orang-orang di dekatnya,
dan mereka melaporkannya ke kantor polisi terdekat.
Karena dekat daerah rumah Menteri Aalathur Raghuthaman,
dia langsung hubungi polisi untuk menyelidiki informasi itu.
Lagi pula, Boat Club sudah direnovasi
yang rencananya akan diresmikan oleh Menteri dalam beberapa hari ini,
cuma berjarak beberapa meter dari tempat ditemukannya tengkorak tersebut.
Ada spekulasi bahwa pelantikannya mungkin ditunda,
dalam kondisi seperti ini.
Karena Menteri Dalam Negeri telah terlibat dalam kontroversi akhir-akhir ini,
secepatnya akan memecahkan kasus tersebut,
yang akan menjadi tantangan besar bagi Pemerintah.
Sumur ini punya sejarah besar.
Kami biasanya memetik mangga dari pohon,
mencampurnya dengan minyak kelapa, garam dan merica.
Lalu saat kami mengambil air jernih dari sumur ini...
sungguh luar biasa!
Aku sudah lama tak meninggalkan rumah ini dalam keadaan kosong.
Ini adalah foto nenek buyutku.
Biarkan fotonya tetap di situ.
Ini rumah leluhurku.
Warisanku.
Aku tak mau sewakan rumah ini untuk menghidupiku.
Dan ya, kamar ini ber-AC.
TV, kulkas, sambungan gas...
Fsilitas rumah ini lengkap.
Jika kau butuh sesuatu yang lain, beritahu aku.
Oke.
Pak, haruskah kita ajukan di bawah Pasal 302?
Tenang, Sathish.
Nanti kita putuskan pasalnya.
Pasal ini bisa jadi masalah, pak.
Karena,
ada isu yang terkait dengan anak Menteri.
Apa itu? / Baik, pak...
Kasus seorang gadis yang hilang 2 tahun lalu.
Gadis itu jatuh cinta dengan putra Pak Menteri Alathur Raghuthaman.
Tapi dia mencampakkannya.
Gadis itu tak menyerah begitu saja.
Meski Menteri pergi ke rumahnya dan mengancamnya, dia tak berhenti.
Beberapa hari kemudian, gadis itu hilang.
Meskipun ada pengaduan rutin dan penyelidikan...
tak ada bukti.
Kenapa kau baru meragukannya?
Pak, klub perahu ini tempat persembunyian Putra Menteri dan teman-temannya.
Kau paham maksudku?
Menyeret anggota keluarga Menteri ke dalam kontroversi,
cuma dianggap sebagai kebangkrutan politik bagi orang-orang tertentu.
Begitu aku menangani kasus Kementerian Dalam Negeri,
saat ada tuduhan seperti itu,
langsung kuperintahkan kepolisian untuk membentuk tim khusus
dan menyelesaikan penyelidikan secepatnya.
Tim terbaik dari kepolisian akan menyelidiki kasus ini.
Kebenaran akan segera terungkap.
Anand, tengkorak itu ditemukan 200 meter dari klub perahu.
Tak ada mayat lain yang ditemukan di sana...
Dengar!
Bahkan media nasional pun meliput berita ini.
Pak, aku sudah bicara dengan SHO.
Ada orang yang foto dan mempostingya di media sosial,
sebelum polisi tiba di TKP.
Begitulah penyebarannya.
Sekarang TKP telah dijaga.
Dan tim forensik sudah tiba di TKP.
Oke.
Bagaimanapun, Dirjen akan meneleponku.
Akan ada tekanan besar dari kantor Menteri Dalam Negeri.
Instruksikan secepatnya membentuk tim khusus.
Kusarankan ACP Sathyajith dan timnya.
Halo? Kau dimana, bu?
Aku mau menemui peramal dengan horoskopmu.
Aku juga mau tanyakan tentang masa depanmu.
Bagus!
Kenapa kau begitu konyol, bu?
Andai kita memikirkannya atau tidak...
Jika kau tak percaya, biarlah.
Dan aku sudah lihat foto-foto yang kau kirim padaku.
Rumah itu lumayan juga.
Makanya aku langsung mengirimnya.
Aku menyukainya.
Jika kau menyukainya, bayar DP-nya dan perbaiki.
Chinnu sudah mengemasi tasnya.
Benar, sayang? / Ya.
Aku ada telepon, bu. Nanti kuhubungi lagi.
Beritahu Chinnu, nanti malam kutelpon.
Oke.
Hei! Hei! Minggir!
Pak! Pak! Kumohon! / Nanti! Nanti!
Pak, ada informasi.... / Hentikan.
Rajeev, beritahu aku.
Pak, selain tengkorak, ditemukan sisa-sisa rambut, tisu dan gumpalan darah,
dari tas.
Namum karena mayatnya sudah membusuk,
pengambilan DNA akan sulit.
No comments yet. Be the first to leave one.