لومړۍ 200 کرښې.
Tadi ibu bilang mau ubi bakar?
Mau aku ambilkan?
Ya
Biar saya yang buka.
Siapa ya?
Lama tidak ketemu
Apakah kamu baik baik saja nak?
Lihat betapa gantengnya kamu sekarang
Kamu kelihatan lebih muda dari usiamu. Sama seperti ibumu
Sepertinya semakin tua kamu semakin mirip mirip dengan ibu ya?
Oh, dingin sekali
Berapa lama kamu akan membiarkan ibu berdiri di luar kedinginan begini?
Ayo masuk
Apakah kamu akan membiarkan ibumu mati kedinginan di cuaca musin dingin yang menakutkan begini?
Hey, mau kemana kamu?
Episode 14
Kenapa kamu bawa ibu kemari?
Kenapa kamu bawa ibu kemari bukannya membiarkan ibu masuk ke dalam rumahmu, rumah anakku yang seperti istana
Dari mana ibu tahu rumahku?
Apakah itu penting?
Aku tanya ibu, bagaimana ibu bia tahu rumahku?
Apakah salah buat seorang ibu mengunjungi rumah anaknya?
Wanita jalang itu yang hidup dan menganggap anak kesayangan orang lain sebagai anaknya. Wanita itu gila kan?
Kamu bodoh
Kenapa kamu hidup seperti ini?
APa alasan kamu untuk menjalani hidup seperti ini?
Kamu punya masa depan yang baik, jadi kenapa?
Kenapa kamu harus melakukan ini untuk seorang wanita gila?
Apakah kamu sedang memelototi ibumu?
Kenapa?
Apakah kamu tersinggung ibu memanggil wanita gila itu sebagai wanita gila?
Bagaiamana lagi aku harus memanggil seorang wanita gila?
Apakah ibu tidak punya tempat tinggal?
Apakah ibu benar benar tidak punya tempat tinggal?
Tidak. Aku tidak punya rumah.Apa yang akan kamu lakukan untuk ku?
Aku akan carikan ibu tempat tinggal, jadi untuk sementara ibu tinggal di sini saja
ajak aku bersama mu
Aku ingin pergi ke rumahmu juga
Apakah ibumu tidak boleh pergi ke rumah anaknya?
Aku ibumu, ibumu
Kamu belum lupa siapa ibumu kan?
Aku bilang aku ibumu. aku!
Aku tidak tahu pasti bagaimana dan dalam konteks apa kata "ibu" digunakan, tetapi
tetapi bukan ibu sudah melepaskan semua sebutan itu dan pergi lama sekali
3 tahun lalu ketika ibu menggandeng tangan suami orang lain yang punya istri, punya anak,dan meninggalkan Sancheong,
Cinta adalah segala galanya buat aku. Aku tidak butuh hal lain
Anak anakku adalah hal yang tidak berguna buat aku
Bukankah ibu pergi setelah memutuskan semua itu?
3 tahun lalu,ketika aku pakaikan sepatu ibu dan membiarkan ibu pergi
Ketika aku tidak memperdulikan semua etika dan akal sehat
Rasa sakit hati yang akan diderita oleh orang lain, Ketika aku pasang kupingku
ketika aku membiarkan ibu pergi begitu saja
Mulai sekarang, aku tidak akan melihat orang ini lagi. Ini akhir dari semua.
Itu yang aku pikir ketika aku membiarkan ibu pergi
Selama 3 tahun terakhir
Ibu tidak pernah menghubungi kami
Ibu sembunyi dengan baik sampai aku dan BooSAn tidak bisa menemukan ibu. Ketika ibu lakukan itu...
Ya, dia tidak jauh beda dengan ayah ayah kami yang menelantarkan kami
Dia benar benar orang yang hanya perduli pada dirinya sendiri
Dia sama seperti ayah ayah kami yang
bahkan tidak mau tahu bagaimana keadaan anak anaknya
Baiklah.Kalau begitu kita tutup saja bagian hidup kita yang itu
Kita tutup bagian hidup kita yang itu dengan baik
Aku lepaskan dan bersihkan seperti itu
Apakah aku melakukan hal yang salah?
Seharusnya ada beberapa botol alkohol di kulkas
Minumlah beberapa kaleng bir kalau ibu tidak bisa tidur
terjemahan ini dipersembahakan kepada anda oleh Tim WISFC dari Viki
Apakah hasilnya sudah keluar untuk pasien dari ruang 7?
Ya. Sebentar
Permisi, apkah saya bisa bertemu dengan dokter magang, Han JIWan?
Ya
Apakah anda tahu di mana nona HanJiwan?
Oh, Han JiWan...
Oppa Kang Jin...
Kau malas sekali untuk seorang mahasiswa magang...
Apa ini tempat di mana kau berada untuk membolos pekerjaan setiap hari?
Apa yang membawamu ke rumah sakit kami?
Hanya ingin saja...
Aku sedang lewat.
Aku akan duduk di sini selama tiga detik, lalu pergi.
Apa sesuatu terjadi?
Tidak...
Tapi sepertinya suatu terjadi.
Sungguh, sepertinya sesuatu terjadi.
Sudah tiga detik.
Aku akan pergi.
Apa kau tahu ini adalah pertama kalinya?
Waktu itu kau pergi begitu saja hingga tidak masuk hitungan.
Kau datang untuk bertemu denganku di rumah sakit seperti ini,
apa kau tahu ini pertama kalinya?
Kalau kau ingin tidur, masuklah ke dalam.
Kalau sampai kau ketiduran di udara dingin, mulutmu bisa bengkok dan kaku.
Oppa!
Oppa Kang Jin!
Cha Kang Jin!
Ji Yong...
Ji Yong?
Apa kau tidur di sini?
Kau tidur di sini, bukannya di kamarmu?
Ini.
Jus.
Kau bergadang sepanjang malam, ya? Kerja bagus.
Tidurlah sekarang.
Semoga harinya menyenangkan.
Aku akan duduk saja di sini selama tiga detik, lalu aku akan pergi.
Sudah tiga detik.
Aku akan pergi.
Apa kau tahu ini adalah pertama kalinya?
Kau datang untuk bertemu denganku di rumah sakit seperti ini, apa kau tahu ini pertama kalinya?
Kalau kau ingin tidur, masuklah ke dalam.
Kalau sampai kau ketiduran di udara dingin, mulutmu bisa bengkok dan kaku.
Wah, hati-hati! - Ah!
Aku tahu kau bisa melakukannya, Woo Jung! Aku tahu kau akan melakukan sesuatu yang sangat besar.
Hey, apa aku pernah bilang? Kakaknya masuk ke kampus dengan orang tuanya yang menyumbang kuda dan gedung,
tapi dia masuk universitas prestisius di Jepang dengan usaha sendiri.
Hentikan.
Hentikan.
WooJung, kita merasa sangat hebat. Bagaimana kalau ciuman ucapan selamat dengan oppa yang ini?
Kenapa kau selalu berlebihan?
Apa ada sesuatu yang baik terjadi?
WooJung mendapatkan proyek lain untuk kita.
Anak anjing imut, anak anjing imut.
Oh, kau tahu, yang sudah kita lepaskan sebelumnya.
Kau ingat, yang itu. Bangunan korporat Cheongdamdong dari Sekyung.
Iya, iya yang itu. WooJung mendapatkannya kembali dari bapak tua yang rewel itu.
Bukankah ini kemampuan yang gila?
Dia orang yang patut dipuji. Harusnya dia dibanjiri pujian oleh ketua kan?
Tapi... kita melepaskan itu karena ada masalah kan?
Kau tahu, ibu dari keluarga itu...
Kenapa kau tiba-tiba berhenti bicara?
Bukan apa-apa. Aku akan kembali nanti.
Kalau tidak penting, bisakah setidaknya kau beri dia pujian sebelum pergi?
Hey, WooJung sedang menunggu
dengan maskara baru, untuk mendengar pujianmu.
Wanita itu masuk tadi malam.
"Apa yang terjadi?"
"Hyung, apa kau tidak kangen Ibu?"
Oh, KangJin!
Dimana BooSan?
Hyung!
Tatap mataku lekat-lekat. Jangan berpikir untuk berbohong.
Kau bertemu dengan Ibu kan?
Tidak.
Dimana Madam Cha?
Aku tak tahu.
Aku benar-benar tidak tahu.
Hanya Nona Shin yang melihatnya hari itu. Aku tidak.
Serius. Aku tidak melihatnya.
Aku belum memaafkan ibu, Hyung.
Dimana Madam Cha?
Aku tak tahu...
Bagaimana aku bisa tahu? Aku tak tahu.
Noona!
Kalian bilang tidak kangen ibu kalian. Kalian bahkan bilang katanya tidak ingat dia, hah?
Bilang segala omong kosong, tak tahu kalau ibu kalian sedang mendengarkan. Kenapa tiba-tiba mencari dia?
Apa yang kau bicarakan?
Ketika kau ada di rumah sakitnya JiWan, meracau tentang bagaimana kalian tak ingin menemui ibu kalian lagi,
dia lagi mendengarkannya, tahu? Dasar tak tahu diuntung!
Kenapa ibuku ada di rumah sakitnya JiWan?
Apa Madam Cha sakit?
Apa hubungannya denganmu?
Kau sudah punya ibu sendiri, si wanita gila itu. - Aku bilang, apakah Madam Cha sakit?!
Disektomi lumbar hernia.
Ugh, tak tahulah! Tanya JiWan untuk lebih lengkapnya.
Ini untukmu oppa yang cantik. Selamat menikmati! Dah! - Terima kasih.
Kalau selanjutnya kau disini, aku akan memberimu banyak gratisan!
Iya, ini Madam Cha di Kafe pinggir jalan.
Oh, Iya, Ketua Seo.
Tunggu sebentar, aku tulis dulu.
Empat cangkir kopi,
dua cangkir teh citron, teh obat herbal...
Hey!
Aku tahu kau akan melakukan ini, aku tahu itu!
Apa gunanya memakai uang dan waktu untuk menyembuhkanmu?
Kau memundurkan semua prosesnya, sesaat setelah keluar dari rumah sakit.
Hey.
Apa kau pikir kau ini Mazinger Z atau sesuatu?
Apa kau punya lengan besi, kaki besi dan tangan roket?
Apa kau tahu bahwa berdiri lama di tempat dingin buruk untuk penyakitmu?
Mau aku membuat pasta dari kacang adzuki atau mencongkel gigi pakai tiang telepon,
apa hubungannya denganmu?
Aku harus membuat penghasilan.
Pergi sana urusi urusanmu sendiri.
Kalau kau berakhir di rumah sakit lagi karena ini, aku hanya akan mengancurkan wajah rumah sakit kami.
Kalau begitu, beri aku makanan
Dukung dan beri aku makanan supaya aku tak perlu lagi bekerja.
Bagaimana aku harus mendukungmu?
Haruskah kita makan lebih dulu?
Apa kau tak membenciku?
Aku membencimu.
Orang-orang bilang kau harus memberi orang yang kau benci satu kue beras tambahan.
Apa kau bertahan denganku karena aku ini ibunya Kang Jin?
Iya. Berterima kasihlah kepadanya.
Kau akan sakit karena amarah.
Terima kasih. Kau seperti seekor kucing yang khawatir terhadap seekor tikus.
Kalian berdua tak bisa seperti ini.
Ibumu yang tak waras, kalaupun dia berhasil pulih,
Apa dia kelihatan bakal merestui dirimu dan Kang Jin?
Kalau kewarasannya pulih, dia akan menolaknya habis-habisan.
No comments yet. Be the first to leave one.