لومړۍ 200 کرښې.
Tubuh manusia mengandung sekitar 37 triliun sel.
Setiap jenis sel memiliki perannya masing-masing.
Misalnya, sel darah merah bertugas mengangkut oksigen.
Sel darah putih melawan zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Sel-sel kita bekerja sama satu sama lain setiap hari tanpa henti
yang memungkinkan kita, manusia, untuk bertahan hidup.
Ini adalah Sumsum Tulang Merah.
Tempat sel darah lahir dan menghabiskan masa kecilnya.
Ini adalah kampung halaman bagi sel darah.
Di sini, sel darah dilahirkan oleh Sel Punca Hematopoietik dan dipilih menurut jenisnya.
Di sini, Sel Darah Merah lahir sebagai sel prekursor
akan tumbuh menjadi sel yang disebut eritroblas
dan dididik oleh Makrofag.
Ini.
Terima kasih
Bu Makrofag?
Kau...
Kenapa kau di sini sendiri?
Diriku amat suka merundung Sel Darah Merah!
Diriku amat suka merundung Sel Darah Merah!
Ancaman ditemukan!
Sel Darah Putih kecil mencoba membunuhku?
Aku akan melindungimu.
Aku akan menjadi Sel Darah Putih yang hebat!
Kakak!
Diriku amat benci sel payah ini!
Sudah tidak apa-apa.
Syukurlah.
Ibu sangat khawatir.
Bu Makrofag, aku diganggu.
Jangan menangis.
Ayo kembali.
Selamat atas kelulusan kalian.
Mulai hari ini, kalian akan menjadi Sel Darah Merah
yang menerima oksigen di paru-paru
dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
Selamat atas nukleasi-mu.
Jangan sampai tersesat dan sukseskanlah tugasmu.
Ya! Saya bersumpah akan menjadi Sel Darah Merah yang hebat.
Papa, waktunya bangun.
Ya ampun.
Papa, ayo bangun!
Papa ayo...
Cepat bangun!
Idih.
Ayo bangun! Bangun...
Selamat makan!
Apa ini?
Oh, tahu orak-arik. Lauk yang sehat dan rendah kalori.
Kenapa harus menu sehat? Biasanya juga telur dadar.
Tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol.
Hasilnya sudah keluar. Tidak ada gunanya disembunyikan.
"Pemeriksaan ulang diperlukan. Anda perlu memperbaiki pola makan Anda."
Aku jadi merasa bertanggung jawab.
Lalu "positif darah samar dalam tinja" ini apa? Bukankah ini buruk?
Itu bukan apa-apa. Cuma ambeien.
Tidak lucu sama sekali.
- Periksalah lagi ke rumah sakit. - Oke oke.
Aku berangkat.
Mengantarkan karbon dioksida ke paru-paru,
menerima oksigen, lalu mengedarkannnya ke sel-sel di seluruh tubuh.
Bisa.
Aku pasti bisa.
- Ah, merepotkan! - Ah, maaf.
Itu dia! Pembuluh darah besar.
Hei, kau mau ke mana?
Maaf.
Apa? Kembali lagi?
Serang!
Mulai sekarang, tempat ini adalah milik kami.
Aku akan membunuh siapa saja yang menghalangi jalanku.
Aku akan melindungimu.
Jadi, ini tempat yang kau kunjungi?
Kau kelihatan lezat. Aku akan melahapmu.
Ini adalah Sel Darah Putih Divisi Neutrofil, nomor U-1146.
Bakteri penyerang telah berhasil diberantas.
Kakak!
Terima kasih atas bantuannya.
Saat besar nanti, aku pasti akan menjadi Sel Darah Merah yang hebat.
Aku janji.
- Hei, apa yang kau lihat? - Bukan apa-apa.
Terima kasih atas bantuannya.
Aku hanya menjalankan tugas.
Oh, maksudku,... sama-sama.
Ya!
Bunuh. Pokoknya akan kubunuh!
- Ngeri, ngeri, ngeri - Dia keren.
Bukan dia, ya?
Sel T Pembantu melaporkan.
Kami menerima laporan bahwa pneumokokus berhasil masuk ke dalam aliran darah.
Oleh karena itu, kami mengerahkan Sel T Pembunuh.
Sel T pembantu dan Sel T pembunuh.
Sel T Pembantu.
Saat saya, Makrofag, menginfokan bahwa virus atau bakteri telah memasuki tubuh,
mereka menyusun strategi serangan dan mengerahkan Sel T Pembunuh untuk melawan.
Sel T Pembunuh.
Mereka akan langsung menyerang dan menghancurkan sel yang terinfeksi bakteri mau pun virus.
Mereka sel yang dapat diandalkan.
Jangan lambat!
Siap, Pak!
Kalian dengar!
Jika kalian melihatnya, bunuh dalam waktu dua detik.
Pengecut yang membiarkannya lolos akan dikirim ke limpa dan takkan pernah kembali!
Siap, Pak!
Mereka adalah Sel T Pembunuh.
Ini buruk! Jika tidak segera kubunuh, mereka akan membelah diri.
Apa?
Hati-hati!
Target pneumokokus adalah Sel Darah Merah yang membawa nutrisi.
Tapi, aku sedang menuju paru-paru?
Pneumokokus.
Mereka akan menyerang organ-organ vital, lalu menghancurkan tubuh ini.
Menghancurkan? Tunggu dulu. Jangan tinggalkan aku!
Paru-paru:
Organ yang berperan dalam mengambil oksigen dari udara ke dalam tubuh
dan melepaskan karbon dioksida ke udara.
Sudah sampai. Inilah paru-paru.
Wah, luas sekali, ya.
Reseptorku sedang merespons.
Apa artinya?
Radar ini mendeteksi kejadian terkini.
Dia di sekitar sini.
Di mana?
Akan kubunuh!
Desainnya apa tidak bisa lebih baik?
Dia pasti di sekitar sini, aku akan lanjut patroli.
Oke, aku akan lanjut mengambil oksigen.
Itu arah ruang mesin.
Maaf.
Dasar ceroboh.
Akhirnya sampai juga.
Alveolus:
Tempat di mana pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi antara udara dan kapiler.
Baiklah, waktunya pertukaran gas.
Terima kasih, ya.
Sudah membawaku ke sini.
Tempat ini cocok sekali untuk menyergap Sel Darah Merah.
Pertama-tama, aku akan melahap...
...dirimu!
Sel Darah Putih?
Begitu aku menjauh darimu, reseptornya berhenti merespons.
Awalnya aku ragu. Tapi, ternyata dia bersembunyi di muatanmu.
Bagaimana bisa kau kemari?
Kau perlu belajar lagi.
Kami, Sel Darah Putih, memiliki diapedesis yang memungkinkan
kami menembus dinding pembuluh darah
dan pergi ke tempat musuh.
Takkan kubiarkan diriku terbunuh setelah sejauh ini!
Ayo lari.
Tunggu!
Jangan lari dariku! Dasar pengecut.
Sel Darah Merah, berlindung di belakangku.
Baik.
Ada apa Sel Darah Putih?
Tinggal kita bertiga.
Tamatlah riwayat kalian!
Matilah!
Kaulah yang akan berakhir.
Hei, apa-apaan ini?
Bakteri berhasil ditangkap.
Pemberantasan bakteri dimulai.
Apa-apaan ini?
Baiklah.
Apa lagi, ya?
Kau bercanda?
Hei, apa-apaan ini? Keluarkan aku!
Percuma.
Kapsul itu takkan bisa dihancurkan dari dalam.
Lalu, di sini adalah lokasi mesin pembunuhnya.
Apa kau paham artinya?
Banyak bacot! Keluarkan aku.
Mau ke mana kau? Keluarkan aku!
Kau mau minum juga?
Ya.
Turunkan aku.
Apa-apaan ini?
Ke mana dia akan dibawa?
Sudah kubilang. Ini adalah mesin pembunuh.
Ke mana kau membawaku? Turunkan!
Hei, hentikan!
Bersin?
Hitung mundur dimulai.
Tiga, dua, satu, nol.
Apa yang sedang terjadi?
Hei, hentikanlah! Hei!
Selamat tinggal, bakteri.
Kak Arata.
Selamat pagi.
Oh, selamat pagi, Niko.
Selamat pagi.
- Matematika, ya? - Iya, Kak.
- Semangat, ya. - Baik.
Dah.
Peringatan darurat!
Adrenalin meningkat!
Lawan jenis...
Dopamin dan endorfin waktunya meledak!
Ayo kita semangat!
dan meningkatkannya!
Lawan jenis.
No comments yet. Be the first to leave one.