Sea of the Woman

Sea of the Woman (그 여자의 바다)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

A Sea of Her Own E092-094
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

other
په خپور شو: 2017-07-09
ډاونلوډونه: 14
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

CEO Tepung Chungil, Pak Kim,

adalah putraku.

Apa?

"Episode 92"

Apa maksudmu?

Seon Woo

adalah putraku. Aku yang melahirkannya.

Dia putra yang kukira meninggal saat terjadi perang.

Bagaimana...

Kamu bilang suami dan putramu sudah meninggal.

Itu yang kukira. namun ternyata tidak.

Mertua, suami, dan putraku.

Mereka semua selamat.

Namun aku hidup dengan berpikir mereka sudah meninggal.

Astaga... Bagaimana ini mungkin?

Di mana suamimu?

Pak Kim bilang hanya tinggal bersama neneknya.

Suamiku

tewas saat Seon Woo berusia delapan tahun.

Nyonya Cho tahu tentang aku dan Soo In.

Itulah kenapa dia menentangnya.

Tolong hentikan apa pun yang sedang kamu lakukan.

Soo In adalah putriku dan Seon Woo putraku.

Bagaimana mereka bisa menikah?

Mereka tidak boleh menikah. Itu salah.

Apakah Pak Kim tidak tahu semua ini?

Ya. Dia tidak mengetahuinya.

Dan dia tidak boleh tahu

demi dirinya sendiri.

"Terminal Bus Incheon"

Kamu mau ke mana? Ke toko?

Ya.

Pergilah. Aku akan ke restoran.

Kenapa kamu lama sekali?

Kamu pergi ke toko Kakak lalu tidak kembali.

Aku sangat khawatir.

Maaf, Dal Ja.

Ada masalah?

Tidak. Apakah sulit melayani semua orang sendiri?

Tidak seburuk itu. Kamu yakin tidak apa-apa?

Kamu tidak tampak baik-baik saja.

Aku baik-baik saja.

Bagaimana semuanya?

Istrimu datang tidak lama setelah kamu pergi.

Apa? Benarkah?

Ya. Dia mencarimu dan kuberi tahu kamu pergi ke mana.

Ada apa? Terjadi hal buruk?

Apa? Tidak terjadi apa-apa.

Bagaimana keadaan di sini?

Baik. Aku akan pergi mengantar ini.

Baiklah, sampai nanti.

Sampai jumpa.

CEO Tepung Chungil, Pak Kim,

adalah putraku.

Apa maksudmu?

Dia putra yang kukira meninggal saat terjadi perang.

Kamu setuju dengan nenekku mengenai cabang di luar negeri?

Kamu sangat paham kenapa dia seperti ini.

Saat dia memberitahuku kemarin, kubilang tidak mau pergi.

Namun sekarang aku berpikir itu bukanlah ide buruk.

Apa maksudmu?

Kalau nenekku tidak menerima Soo In,

mungkin lebih baik bagi kami untuk pindah ke Jepang.

Soo In, Ji Hoon, dan aku bisa menjadi keluarga di sana.

Bukankah itu akan lebih baik bagi Soo In dan nenekku?

Bagaimana bisa kamu berpikir begitu?

Kamu tidak bisa melakukan itu.

Maksudku adalah aku tidak mau ke mana-mana

kecuali bersama Soo In.

Itu juga berarti aku bisa ke mana saja kalau bersamanya.

Haruskah kamu melakukan ini?

Kamu sungguh mempertimbangkan melawan nenekmu?

Kalian bisa berusaha semau kalian untuk memisahkan kami,

namun aku tidak akan melepaskan Soo In.

Pak Kim.

Kamu boleh pergi.

Masuklah.

Halo, Nyonya.

Halo. Bagaimana kabarmu?

Silakan duduk. - Terima kasih.

Kenapa kamu kemari?

Aku ada urusan di sekitar sini

dan memutuskan mampir untuk menyapa.

Syukurlah kamu melakukannya. Kabarmu baik?

Orang seusiaku biasanya melemah,

namun aku baik-baik saja.

Kamu juga baik-baik saja?

Ya. Kurasa kita sama-sama terlalu sibuk

sampai-sampai tidak sempat untuk sakit.

Kudengar kamu mencari menantu wanita Master Kim.

Kenapa kamu mau bertemu dengannya?

Apa? Apa maksudmu?

Kamu tidak tahu? Pak Jang menghubungi Komite Kepulangan.

Kupikir dia melakukannya karena diminta olehmu.

Benarkah?

Kurasa itu pasti urusan pribadi.

Kurasa begitu.

Sudah hampir waktunya makan siang. Bagaimana jika makan siang denganku?

Aku sungguh minta maaf karena sudah ada janji temu.

Bagaimana kalau kita makan bersama di lain kesempatan?

Kita harus melakukannya. Dan aku yang akan mentraktir.

Pak Ko memintaku memberikan berkas ini kepada Bapak.

Begitu rupanya. Aku memang mau mengunjungi pabrik suatu hari.

Kamu menghemat waktuku. Terima kasih.

Sama-sama. Kalau begitu, aku pergi dahulu.

Kamu cucu Nyonya Cho?

Ya. Boleh aku tahu siapa kamu?

Aku ketua Komite Kepulangan Haeju.

Aku baru saja bertemu nenekmu.

Begitu rupanya. Senang bertemu. Aku Kim Seon Woo.

Kamu sangat mirip dengan ibumu.

Kamu mengenalnya?

Tentu saja.

Kami satu kampung halaman dan sangat dekat.

Aku terakhir melihatmu ketika kamu baru lahir.

Kamu tumbuh dengan baik.

Ibumu akan sangat bangga kalau bisa melihatmu sekarang.

Benar.

Andai saja tidak terpisah dari keluargamu saat perang,

maka dia pasti bisa melihatmu tumbuh besar.

Dia pasti tidak tahu bagaimana keadaanmu.

Aku penasaran di mana dia sekarang.

Apa maksudmu?

Aku diberi tahu kalau ibuku sudah meninggal.

Apa? Dia tidak meninggal.

Begitukah menurutmu?

Maksudmu ibuku masih hidup?

Kudengar kamu mencari menantu wanita Master Kim.

Apa perihalnya?

Aku mau membebaskan Nyonya dari kesalahpahaman.

Kesalahpahaman apa?

Menantu wanita Master Kim adalah saksi

yang bisa menjamin Nyonya Lee tidak kabur dengan uangnya.

Kamu masih percaya cerita dia? Aku tidak mengerti.

Nenek, katanya ibuku masih hidup?

Aku bertemu ketua komite dan dia bilang

ibuku masih hidup.

Apakah kalian menipuku selama ini?

Apa maksudmu? Dia salah.

Berhentilah berusaha membohongiku.

Nenek bohong soal dia meninggal karena sangat membencinya?

Begitukah? - Tidak!

Kamu lebih percaya orang asing daripada nenekmu sendiri?

Kenapa Nenek terus berbohong?

Nenek tidak berbohong.

Baiklah. Kami kira dia masih hidup dan mencarinya ke mana-mana.

Kami hanya mendapat kabar kalau dia sudah meninggal.

Nenek tahu kenapa kamu bersikap seperti ini,

namun walau kamu marah, kenyataan bahwa dia meninggal tidak berubah.

Tidak. Aku tidak bisa memercayai Nenek lagi.

Seon Woo!

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Dia sungguh masih hidup?

Bagaimana ini mungkin?

Young Sun, aku tidak mengerti.

Kenapa kamu tidak mau Soo In menikah dengan CEO Chungil?

Maaf.

Aku tahu kamu berpikir pikiranku dangkal karena langsung setuju

jika ide Soo In menikah dengan CEO perusahaan,

namun aku mau dia hidup dengan layak dan dihormati

sebagai istri seorang CEO.

Dia belum bisa ke Incheon karena anaknya,

terlebih lagi pulang untuk menemui keluarganya.

Bukankah dia bisa melakukan itu kalau menikahi pewaris Chungil?

Aku menginginkan Soo In bahagia melebihi siapa pun.

Lalu kenapa tidak mengizinkannya?

Kamu tidak akan menolak karena mau mencelakakannya.

Bisakah kamu memberitahuku apa sebenarnya yang kamu pikirkan?

Maaf.

Semuanya salahku.

Young Sun, apa yang terjadi?

Aku mau menanyakanmu sesuatu.

Apa itu?

Ini kisah yang kudengar.

Ada wanita yang mengira mertua dan putranya sudah meninggal,

karenanya, dia menikah kembali dan membesarkan putri tiri.

Putri tirinya bertemu seorang pria

yang ternyata putra yang dikira si wanita itu sudah meninggal.

Putra kandung dan putri tirinya jatuh cinta?

Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?

Tidakkah itu aneh? Jadi, dalam keadaan seperti itu,

bisakah keduanya menikah?

Menikah?

Aku bersimpati bagi keduanya, namun mereka tidak bisa lakukan itu.

Mereka keluarga.

Kenapa tidak? Kalau dipikir-pikir,

keduanya tidak berhubungan darah.

Kurasa begitu. Mungkin bisa menikah karena tidak berhubungan darah.

Benar, bukan?

Keluarga siapakah ini?

Entahlah. Aku hanya mendengar kisahnya.

Ayo minum. - Baiklah.

Ini obat flu.

Karena kamu tidak mau libur.

Minum obatnya dan cepatlah sembuh dari flu.

Terima kasih.

Kamu tidak boleh sakit.

Setiap kali kamu sakit, hatiku sedih.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left