لومړۍ 200 کرښې.
Apa masalahnya, fuck chop?
Hei, Fred.
Kau siap?
Deb hamil lagi.
Selamat?
Hei, apa aku mampu biayai anak kelima?
Tuhan Maha Kuasa!
Kau cuma tak peduli?
Entahlah.
Kau tahu bagaimana rasanya.
Begitu si mayat itu di gampar...
Bejat.
Ah.
Fantastis.
Tunggu, apa maksudmu soal mayat tadi?
Paman Jesse.
Memangnya itu salah?
Emang salah kok?
Itu sudah kelewatan.
Sekiranya kau hormati mayatmu (pamanmu).
Bagaimana aku mau tunjukkan rasa hormat?
Paman Jesse itu paman yang cepat emosi.
Michael, bantu aku.
Apa?
Lakukanlah sendiri, kawan.
Terima kasih.
Dengar.
Tak semua orang tak bermoral sepertimu, Justin.
Sekiranya kita ambil gambaran tentangnya
- orang itu seperti apa tahun lalu. - Ya Tuhan.
Ya.
Dia harus dihadapkan sama keluarga dan meminta maaf.
Dia si mata hitam pekat yang masuk sekolah keperawatan.
Lagipula, kita akan bedah pelvis paman jesse...
Ah.
Mari aku beri tumpangan.
Di luar sangat dingin.
Ayolah.
Biarkan aku memberimu tumpangan.
Apa aku harus menelepon polisi lagi, Bob?
Membuat pekerjaan untukku malam ini.
Hei, Fuck You Bob.
Fuck You Bob.
Fuck You Bob.
Oke, tenanglah.
Ayolah.
Diam.
Kenapa mereka memanggilnya "Fuck You Bob"?
Tunggu saja.
Kau bersiaplah, Bob.
Persetan denganmu.
Hei, dimana posisimu?
Eh, aku ada tepat di luar loop.
Aku baru saja mengambil Bob di sini, dan dia
melarikan diri malam ini.
Si Bob tua keras kepala.
Sampaikan salamku untuknya.
Dia mungkin mendengarmu.
Dia titip salam.
Dapat tujuh, yang berarti mohon undur diri.
Lihatlah dia.
Dia kelelahan.
Aku suka Justin.
Dia yang terbaik.
Ya.
Dikampusku tak punya bus mabuk.
Ini ide yang bagus.
Apa yang membuatmu memilih menjadi sopir bus?
Ini bagaikan dua model bugil
pekerjaan yang bergaji tinggi di kampus.
Jangan tersinggung, kawan.
Kurasa aku akan memilih model bugil.
Aku rasa, kecil kemungkinan untuk muntah.
Mungkin.
Justin bilang kau sangat menyukai film.
Dulu aku sering pakai kamera Polaroid.
Kau kuliah fotografi?
Foto jurnalistik.
Tapi, aku, aku sudah tidak melakukan itu lagi.
Aku baru saja dipindahkan ke sini untuk penelitian museum.
Proyek besar kami semester ini untuk mengkurasi pertunjukan seni orisinal.
Membuatku tak begitu terinspirasi.
Aku tak sabar melihat pekerjaanmu kapan-kapan.
Jadi kau punya pacar?
Apa?
Oh ya.
Tidak.
Aku baru saja, putus cinta.
Ya.
Usaha 9 bulan lalu.
Oh, aku tahu kau berpura-pura.
Maaf.
Pasti menyebalkan.
Kalian sudah lama pacaran?
Ya.
Sejak SMA.
Amy mendaftar ke KIT, jadi aku juga mendaftar.
Berencana mau menikah.
Aku memang bodoh.
Kurasa itu bukan hal yang bodoh.
Apa?
Jika begitu, sebaiknya kau tunggu.
Ini emang bodoh.
Masa bodo.
Jadi apa yang terjadi?
Maksudku, setelah, setelah lulus,
dia pindah ke New York dan bilangnya
sebaiknya carilah orang lain.
Ugh.
9 bulan lalu.
Terima kasih, Justin.
Kawan.
Harusnya tetap bersama-sama, kan?
Sebaiknya kau tetap berada di belakang garis kuning.
Hari ini aku putus dengan pacarku.
Hei, kau mau minum?
Dia, oh, seorang mahasiswa.
Kami tak seharusnya berkomitmen.
Persetan dengannya.
Ya.
Serius. Persetan dengannya.
Aku lagi menyetir.
Kau tak boleh menyentuh tanganku, aku...
Perutku sakit.
Ini.
Ambil airnya.
Kurasa dia menyukaimu.
Hei.
Ya.
Aku mengenalmu.
Kukira kau sudah lulus.
Rasanya aku mau muntah.
Tidak, tidak, tolong, tolong jangan muntah di sini.
Kumohon.
Kumohon, duduklah kembali.
Ya Tuhan.
Oh, dia berak!
Dia berak!
Ya Tuhan!
Oke.
Letakkan itu.
Makanlah.
Apa itu daging donat?
Itu donat karamel.
Donat ini berbeda dari yang lainnya.
Ini enak sekali.
Baiklah.
Kau emang luar biasa, dan kurasa kita harus melakukannya.
Ayo cari tempat.
Kukira kau mau bilang kau belum siap.
Aku siap, dan kau benar.
Kita melakukannya, kita bekerja sama dengan baik.
Keren.
Ya.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Woo hoo!
Apa malam ini akan menjadi malam yang besar?
Nona, kau perlihatkan aku
semua air mata yang kau bawa untukku.
Melanggar satu aturanku.
Kau perlakukan aku dengan kejam.
Halo.
Oh. Wah.
Kau sudah bangun.
Akan kutinggalkan pesan suara untukmu.
Bagaimana kabarmu?
Baik.
Ibu mau kau meneleponnya.
Oh ya.
Harus kulakukan itu.
Oke.
Jadi dengar, magang berbayar baru saja dibuka di kantorku.
Berminat?
Kawan.
Dia sudah pergi.
Kau tak bisa tinggal di kota itu selamanya, menunggu,
tinggal bersama pecundang tua itu.
Maksudku, kau sudah lulus.
Sudah waktunya pergi ke Chicago dan melanjutkan hidup.
Kumohon.
Pembicaraan cinta antara kita.
Ayolah.
Tidak, aku harus pergi.
Ayolah.
Hei sayang! Dalam beberapa minggu lagi aku akan kembali ke Kent, orang tuaku.
Kawan.
Aku mau sekali buang air kecil.
Ayolah.
Ayolah.
Ayolah.
Ya Tuhan.
Hei sayang! Dalam beberapa minggu lagi aku akan kembali ke Kent orang tuaku.
Oh.
S
Si
Sia
Siap
Siapa
Siapa
No comments yet. Be the first to leave one.