لومړۍ 200 کرښې.
10 TAHUN LALU
EPISODE 2
Permisi.
Begini...
Shibasaki?
- Sial! - Mutiara Hitam.
Mulutmu jadi kasar sejak kali terakhir kita bertemu.
Bulgae.
Dasar berengsek.
KOTAK PERALATAN PENYELAMATAN
Angkat tanganmu dan bangun perlahan.
Aku hanya mendengar desas-desusnya.
Aku tak tahu Bulgae seorang wanita.
Jangan berbuat macam-macam dan serahkan tas itu.
Periksa kamar mandi.
- Bos. - Ada apa?
Sial.
- Hei, Gong-bok. - Ya?
- Awasi mereka, geledah tiap kamar. - Baik.
Kau akan menyerahkannya?
Siapa kau?
- Kau laki-laki? - Ternyata kau tak buta.
Bukankah kau agen terbaik Korea Utara?
Apa itu? Seperti orang mesum!
Kau tak tahu penyamaran untuk misi?
Meski untuk misi, ini keterlaluan.
Sial. Saat kau mengangkat kaki...
Aku tak bisa bertarung sambil memejamkan mata. Menjijikkan.
Seharusnya kau mencukurnya dahulu!
Kau bertarung dengan mulut?
Jangan banyak bicara dan serang aku.
Bajingan keparat!
Apa yang kau lakukan? Cepat tarik aku ke atas!
Siapa kau, Berengsek?
Paman.
HEO NAM-IL HAGUN-RO BAR 64, YEONGSEON-GUN
Kita harus segera pergi.
Berengsek.
HOTEL HEAVEN
KEJAKSAAN WILAYAH IMCHEON
Diska lepas yang kau berikan hanya berisi rekaman CCTV ini.
Kapal feri tahun 2016.
Artikel ini sepertinya dari waktu yang sama.
Baik videonya maupun pistolnya...
Orang macam apa yang membuat ruang rahasia
untuk menyembunyikan ini?
Dia bukan warga sipil biasa.
Pistol di ruangan itu buatan Rusia yang digunakan tentara Korea Utara.
Maksudmu, wanita yang tewas itu tentara Korea Utara...
Itukah maksudmu?
Namun, kenapa wanita seperti dia bunuh diri di negara kita?
Alih-alih bunuh diri
sepertinya dia dibunuh setelah terlihat dalam video NewTube.
Teori itu lebih masuk akal.
Sepertinya dia hidup dalam persembunyian.
Secara diam-diam.
Mari kita selidiki berkas-berkas yang ada di sini.
Pertama-tama, mari kita identifikasi orang-orang di CCTV.
Kita harus mendapatkan daftar penumpang kapal hari itu.
Baik.
Ya, ini Jaksa Gang Yeong-ae.
Ya, Kepala Jaksa.
Sekarang?
Jaksa Gang, apa kau sudah gila?
Kau baru dipindahkan
tapi sudah buka kembali kasus bunuh diri yang ditutup
secara sepihak
lalu mendatangi tempat kejadian?
Jika kau membuat masalah seperti itu
kau tahu apa yang orang katakan tentang para jaksa?
Jaksa menyusahkan polisi yang sibuk bekerja di lapangan!
Kau tak mendengar itu?
Ya.
Aku tak tahu.
Apa? Kau tak tahu?
Aku sangat minta maaf. Aku tak bisa membaca situasi.
Semangatku terlalu menggebu-gebu.
Aku sungguh sangat menyesal
karena telah membuatmu khawatir.
Baik surat pernyataan maaf maupun pemotongan gaji
aku akan menerimanya.
Hanya untuk kali ini
aku akan membiarkanmu dan menanggung kesalahannya.
Namun, jika Jaksa Gang mengusik kasus ini lagi
dan kabar itu sampai ke telingaku
aku akan memindahkanmu ke kantor cabang terpencil.
Baik.
Aku sudah memastikan dia tak bisa mendekati kasus ini lagi.
Si pembuat onar baru itu sepertinya terlalu bersemangat.
- Apa kau yakin? - Ya.
Kepolisian juga sudah sepakat dengan kita.
Apa yang mungkin terjadi sekarang?
Seharusnya aku bertemu langsung dan mentraktirmu makan
tapi ini masa pemilu.
Sebagai gantinya, malam ini
aku akan menitipkan salam melalui Pak Kepala Baek. Baik.
Anggota Dewan Kim Jung-hyeok sudah datang.
- Persilakan masuk. - Baik.
Astaga. Pemandangannya bagus, ya?
Kita bisa lihat seluruh Kota Imcheon.
- Pemandangan yang luar biasa, bukan? - Kau terlalu memuji.
KIM JUNG-HYEOK, KETUA FRAKSI PARTAI SAEHANJIN
Namun, saat aku berdiri di sini
ada satu hal yang tak kumengerti.
Kenapa Han Gyeong-wook yang hebat
meninggalkan kantor berpemandangan indah ini
dan begitu menginginkan
gedung balai kota yang sudah usang itu?
Apa yang kau dapatkan dari menjadi wali kota di desa terpencil?
Lagi pula, Kota Imcheon
sudah dikuasai penuh Kim Seon-jung yang juga mencalonkan diri kali ini.
Saat kau menolak jalan yang mudah dan memilih berkubang dalam lumpur
demi mengikuti pemilu ini
pasti ada alasan yang sepadan.
Mari kita bicara sambil duduk dan minum teh.
Kebetulan aku punya teh yang enak.
Lihat dirimu. Selama masa pemilu
kau pikir hanya kau yang mengajakku minum teh?
Jawab pertanyaanku dahulu, baru kuputuskan tentang tehnya.
Astaga.
Wawasanmu memang tak tertandingi, Pak.
Pak, apa kau pernah
- mendengar tentang Pulau Yeongseon? - Pulau Yeongseon?
Maksudmu, hanya karena sebuah pulau, kau memulai semua ini?
Biar kujelaskan dengan mudah.
Silakan duduk.
Pulau Yeongseon
memang agak jauh dari daratan, tapi dekat Tiongkok dan Jepang.
Pulau ini titik strategis optimal untuk pertukaran maritim.
Sumber daya wisatanya juga tak buruk.
Hanya ada satu kekurangan.
Terlalu terikat berbagai peraturan soal lingkungan dan warga lokal.
Karena itu, saat ini
hanya satu kasino lokal yang beroperasi.
Namun, jika orang asing kaya membuka usaha tanpa peraturan...
Jika kita melonggarkan yang bisa dilonggarkan
dan mengabaikan yang tak perlu
menurutmu apa yang akan terjadi?
Pulau Yeongseon akan mudah menjadi pulau hiburan terbesar di Asia.
Jangan-jangan...
- Sudah? - Bagi pengembang wisata Asia Timur.
Pulau Yeongseon adalah lokasi optimal untuk dijadikan basis bisnis.
Sudah banyak perusahaan yang berminat untuk bergabung dalam rencana ini.
Jika kita jual pulau itu per kaveling
kita bisa meraup keuntungan sekitar 25 triliun won.
Dua puluh lima triliun?
Dengan uang sebanyak itu, jika kau mau jadi presiden berikutnya
bukankah itu bisa jadi batu loncatan yang bagus?
Apa rencananya akan berjalan lancar seperti yang kau pikirkan?
Kim Seon-jung tak mudah ditangani.
Jika kau bisa memberi sedikit bantuan
bukankah akan jadi lebih mudah?
Hampir lupa, apa tehnya sudah disiapkan?
Kudengar kau punya teh yang bagus.
Kim Jong-il menjual ini ke Tiongkok selama Maret yang Berat.
Sebuah teko perunggu.
Aku mendapatkannya berkat koneksi saat masih di BIN.
Jika kau tak keberatan
aku ingin memberikannya sebagai hadiah untukmu.
Maukah kau menerimanya?
Ini wanita yang akhir-akhir ini ditemui oleh Kim Jung-hyeok.
Dia memberikan kafe tiga lantai di Gangnam
tanpa sepengetahuan keluarganya
dan sepertinya dia mengemplang pajak.
Penting untuk kendalikan pak tua itu, jadi simpan baik-baik.
- Baik. - Selain itu
bagaimana progres pembebasan lahan di Pulau Yeongseon?
Sedikit terlambat karena penolakan dari penduduk cukup kuat.
Yoo In-gu sedang menanganinya
- jadi mohon tunggu... - Joong-gi.
Kau bicara terlalu panjang. Mengerti?
Maafkan aku.
Akan kuperintahkan untuk mendesak semaksimal mungkin.
Paman, kubilang cap jempol di sini dan selesaikan saja.
Sudah kubilang itu makam leluhur, jadi tak akan pernah kujual.
Pria tua ini masih belum mengerti.
Uang yang kupinjam itu...
Kuselesaikan pekan ini. Kumohon...
Hei, dia belum cukup dipukuli. Habisi dia.
- Kkot-nim. Apa pekerjaanmu lancar? - Bos!
Seharusnya kau mengabariku sebelum datang.
- Ada apa tiba-tiba datang? - Aku juga harus bertindak, kan?
Pak Kepala Han membuat keributan, menyuruhku mempercepat pekerjaan.
Bos, kami sedang mengupayakannya.
- Sektor A akan segera selesai. - Kulihat begitu.
- Kau mengikuti perintahku, kan? - Tentu saja, Bos.
DENDENG
Bisnis dendengmu makin berkembang, ya?
Namun, Bos, apa tak masalah berbisnis diam-diam seperti ini?
Pak Kepala Han bukan orang yang bisa dikelabui.
Hei, dia terlalu sibuk naik truk dan berpidato di mana-mana sekarang.
Setelah ambil alih Pulau Yeongseon, kita akan mendapat bagian besar
jadi aku khawatir ini malah akan menimbulkan masalah yang tak perlu.
Dasar orang setia.
Setelah pengambilalihan Pulau Yeongseon
menurutmu Pak Kepala Han dan Pimpinan Do yang licik
akan memberi imbalan atas kerja keras bawahannya?
Kita beruntung jika tak dituntut dengan tuduhan palsu.
Sebelum itu
kita harus mengambil yang bisa diambil.
No comments yet. Be the first to leave one.