لومړۍ 200 کرښې.
KEPADA SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH APAPUN KONTEN SUB INI
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di r e c e h o k i . n e t
Daftar sekarang di re c e h o k i . n et Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!
FILM INI ADALAH KISAH TENTANG PENYERANGAN TEROR DI COPENHAGEN, 14-15 PEBRUARI 2015
Kau tak apa-apa, Rico?
Rico?
Ya.
Ayo kita lanjutkan lagi.
INTROGASI BADAN INTEL DENMARK
Kau sudah keluar mobil. Kemudian bagaimana?
Aku mulai berdiri dan jalan,
kusepak senjata itu jauh-jauh.
Kusaksikan dia mati.
Apa yang dilakukan Jan?
Dia mengamankan perimeter.
Dan memberitahu orang-orang terkait. / Mm-hm.
Siapa yang dia ajak bicara di HS?
Aku tak tahu.
Apanya yang tak tahu?
Seolah kayak...
ada gelombang menabrak kami.
Baik, Rico. Tetap fokus di situ.
Lantas apa yang kau lakukan?
Rasanya aneh.
Aneh apanya? / Perasaan...
saat mengingat masa kecil seseorang
dan menganggap bila semua sama saja.
Tak ada yang berubah.
Kurasa anak-anakku...
tak akan mengalami hal itu.
Karena semua berubah begitu cepat.
Itu bergerak sangat cepat.
Apa kita bisa kejar?
Apa kita bisa mempertahankan diri kita sebagai manusia?
Dia... dirinya. Omar.
Dia tak bisa.
Bagaimana dengan kami semua?
HIDUP CEPAT BERUBAH HIDUP BERUBAH DALAM SEKEJAP _Joan Didion
Teror di jantung kota Paris
Orang-orang bertopeng dan bersenjata berat memasuki gedung
di pusat ibukota Prancis sampai pagi ini dan mulai baku tembak.
terjemahan broth3rmax
Orang-orang bersenjata berat memakai topeng kepala
di jantung kota Paris.
Ya Tuhan. Ini mengerikan.
Saat ini jalanan makin membara,
namun disaat yang sama berita situasi sandera yang lain
mulai menyebar di Paris.
Kami mendengar baku tembak.
Di bawah, ada yang teriak, "Allahu Akbar, Allahu Akbar."
Tiga hari teror ini telah melumpuhkan Prancis.
Pihak berwenang mengatakan para penyerang akan segera diidentifikasi,
cari dan tembak mati.
Perburuan tiga bersaudara sedang berlangsung.
Unit Tangggap Darurat bersenjata dan pasukan khusus berada di luar gedung
tempat yang kita yakini ketiga pelaku...
Baik, kita langsung saja.
Gambar-gambar ini baru tiba di ruang berita
setelah penembakan di kantor Charlie Hebdi di Paris.
Dua orang bersenjata dengan tenang masuk ke kantor mereka
saat mereka sedang ada rapat editorial.
Setelah pembantaian tersebut, mereka pergi,
terlibat baku tembak dengan polisi,
dan itulah gambar yang kami saksikan.
THE DAY WE DIED
Kau menyesalinya, ayah?
Apa aku menyesal telah melanggar hukum?
Ya, karena kau tak bersama kami, kau ada disini.
Ya, aku menyesalinya.
Sengsara berada disini dan kepikiran tentang nasibmu.
Kau merindukan kami?
Ya.
Apa yang di benak ayah?
Harusnya aku sudah tahu ini bakal tiba.
Tak ada istilah uang cepat.
Berjanjilah kalau ayah bebas, tak akan berbuat kejahatan lagi.
Ayah akan berusaha.
Ayah berusaha.
Terima kasih. Aku tahu ini sulit. Kau tak apa-apa?
Ya. / Kalian hebat.
Terima kasih.
Aku sudah bicara sama para eksekutif studio.
Mereka ingin satu potongan film ini besok pagi.
Kita baru kasihkan ke mereka.
Besok pagi?
Ya. Kubilang pada mereka kita tak sanggup.
Bukankah kau juga mengeditnya tadi malam?
Ya.
Sudah, tapi sekarang mereka menginginkan versi yang baru.
Hey.
Entah kenapa deadline ini tiba-tiba begitu penting.
Kau tak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Kuingin berikan yang mereka mau sampai mereka menyetujui proyek selanjutnya.
Terima kasih. / Sama-sama.
Besok akan lebih baik.
Ya.
Aku pergi dulu. Da-dah.
Dah.
Aku akan ke ruang editing.
Sudah selama 4 minggu sejak serangan di Charlie Hebdo.
Di dunia dimana pihak sayap-kiri
semakin benar secara politis, terus memprovokasi Charlie Hebdo tanpa kompromi.
Tapi apakah editor di pimpinan Charb,
dan kartunis Georges Wloinski Cabu, Tignous, Philipple Honoré,
menyesali provokasi mereka...
...saat mereka diberondong oleh Islamis yang murka
disaat mereka berdoa demi keselamatannya.
Tak lama setelah itu, kematian melanda para seniman tak berdaya, sekretaris, editor dan pengrajin.
Pada hari itu, bukan tinta namun darah yang mewarnai kantor editorial jadi merah.
Hari itu, semua orang harus mati.
Kapan kita terakhir ngobrol?
Beberapa bulan lalu.
Apa kau mengirim lamaran kerja?
Ya, tiap saat.
Apa kau sudah jabarkan?
Maksudmu?
Kau lulusan ilmu politik, iya 'kan?
Pergi ke bank dan bicara sama manajer HRDnya
dan bilang, "Inilah saya!"
Inilah saya. / Inilah saya.
Inilah saya!
Ya.
Ya, bukan begitu gayaku, kurasa.
Kau harus cari bantuan dana kalau tak menemukan sesuatu.
Pengangguran usia 37 tahun lulusan ilmu politik.
Hm.
Ya.
Pernahkah kau pikirkan mengapa sesulit ini?
Yah, kulamar posisi di Universitas Teknik
sebagai kepala logistik.
Sedang kutunggu jawaban dari mereka.
Aku kepikiran soal namamu.
Memang kenapa? / Apa tak berniat merubahnya?
Maksudmu? Dan atau Uzan?
Uzan, tentu saja.
Tidak, aku tak kepikiran itu.
Pengalaman kami kalau nama Timur Tengah itu
susah untuk cari kerja.
Itu nama ayahku.
Hanya itu pemberian darinya.
Dia pergi bersama keluarganya dari Tunisia ke Israel.
Saat itu dia masih bocah.
Dia mengajari saudariku dan aku menjadi manusia yang pantas.
Apa aku harus membuang namanya?
Tidak, aku tak akan mau.
Maaf, kawan.
Kami main poker di rumahku.
Mau ikut?
Tak bisa. Aku ada tugas sif di sinagoga.
Mampirlah kalau sempat.
Mungkin.
Dan Tuhan berkata pada Musa...
"Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat ujung kain penutup tubuhmu.
dan saat kau mengambilnya,
harus kau ingat semua perintah Tuhan,
dan jangan menuruti kata hatimu
dan hasrat matamu."
Jihad itu takdir dari Tuhan.
Lawan mereka semua sampai tak ada lagi pemberontakan.
Hukum hanya bisa dikenalkan melalui paksaan.
Kaulah rosul kami, diutus membawa kebenaran.
Berdakwah dan menyebarkan kebenaran, menggunakan kekuatanmu...
Ini kebebasan, saudaraku. Di sanalah harusnya kita.
Abu Bakr akan mengakhiri ketidakadilan ini.
Menciptakan surga kita.
Khalifah adalah masa depan. Mengerti?
Tuhan Maha Adil.
Omar.
Kemarilah saat aku bicara denganmu.
Kau akan dibebaskan besok.
Dijemput jam 08:00, lalu pergi ke gerbang.
Kau mengerti?
Kau mengerti? / Ya.
Bilang sama si Smurf yang nari itu dia harus kembali ke selnya 10 menit lagi.
Selamat ya, nikmatilah.
Kau tahu yang harusnya terjadi.
Rico disini.
Tidak.
Tidak, aku tak masuk hari ini. Aku libur.
Ya.
Tes? Tes apa?
Oh. Bukankah itu...?
Baiklah.
Dia 'kan bosnya, jadi kalau dia...
Ya, aku akan masuk. Jam berapa?
Jam 3:00, baiklah. Sampai ketemu jam 3:00.
Oh...
Hm.
"Ini jodoh!"
"Kau ingin keluar bareng? Minum segelas anggur?"|
"Hai, Eva. Nanti kuSMS setelah rapat."
Hai. / Hai.
Halo.
Hai, Rico.
Halo.
Kau tahu Lars.
Halo. / Ini Pia, dari Badan Hukum.
Silahkan duduk.
Rico, ini terlihat kurang bagus buatmu.
No comments yet. Be the first to leave one.