لومړۍ 200 کرښې.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Rasa bersalah.
RASA BERSALAH.
Apa sebenarnya rasa bersalah itu?
Berapa kalikah kita merasa bersalah
atas sesuatu yang telah kita lakukan, baik perkataan maupun pikiran?
Selain itu,
berapa kalikah kita merasa bersalah
karena tidak melakukan atau mengatakan sesuatu pada waktunya.
Kesalahan kita penderitaan kita sejak kecil, karena saat itulah
kita dibesarkan menjadi orang baik.
Untuk melakukan hal yang benar.
Apa aku salah?
Aku tahu. Aku tahu.
- "Gila," Profesor. - Tidak mungkin.
"Keberanian"
Sebagian besar masyarakat berpikir
membuat serangkaian aturan yang wajib
kita ikuti dan menerima sebagai kebenaran absolut, tapi...
kebenaran, seperti halnya rasa bersalah, itu relatif.
Tapi,
disaat kita melakukan kesalahan yang tak bisa diperbaiki,
rasa bersalah akan menyebabkan penderitaan yang luar biasa.
"Penderitaan harus dihilangkan dengan cara apapun,"
kata filsuf Jerman Robert Spaemann.
"Dan ketika penderitaan itu tidak dapat dihilangkan,
orang yang menderita harus dilenyapkan."
Bagaimana menurut kalian?
Wilayah yang baik, buruk, adil, tidak adil,
itu tidak ada dalam pikiran, tidak ada.
Itu berada di sini.
Di dalam hati.
Itulah sebabnya aku bilang
abaikan semua yang telah kalian pelajari
dan carilah dalam diri kalian,
cari...
nalurimu.
Susunya bau, asam.
Akan kuberikan segelas lagi.
Tidak peduli apa yang kau lakukan,
lakukan dengan hatimu.
Ini tak akan pernah membohongimu. Tidak akan pernah.
Tidak akan pernah.
PEMBUNUH YANG TIDAK BERSALAH
DUA TAHUN KEMUDIAN
- Mereka tidak akan membiarkanmu masuk. - Mereka tidak mau?
Mereka bilang aku yang terakhir.
Siapa yang bilang?
Orang yang melakukan wawancara.
Dia pamanku.
- Tidak ada orang lain lagi? - Sudah tidak ada.
Namamu?
Francisco Javier Garralda.
Nogales!
Apa yang kau lakukan?
Di jalan, kau?
Bekerja seperti biasa.
Hei, kudengar kau merayakan kelulusanmu malam ini.
Oh, ya?
Ya, di McKinley.
Nilainya sudah keluar?
Kau begitu lugu. Hei, apa pacarmu ada di sana?
- Pacar apa? - Itu yang sedang kau buru...
Berikan padaku! Kembali bekerja, sialan!
- Monkiki, kaukah itu? - Julian.
- Aku baru saja memikirkanmu. - Ledakkan dirimu.
Sungguh. Dengar, aku tidak bisa kembali. Aku punya pekerjaan yang harus kulakukan.
Hey, Monkiki. Bagaimana menurutmu?
- Aku tidak memperhatikannya? - Perhatikan apa?
Perhatikan apa? Tagihan dari pemasok sudah datang.
Tidak heran kita punya banyak sekali pelanggan.
Sudah berapa banyak kau menagih temanmu?
Aku tidak bisa katakan ini...
Kau menipuku. Kau tahu berapa banyak uang yang kumliki?
Berikan uangku.
Saat mereka mulai membayarku. Aku sedang dalam masa percobaan.
Mungkin aku bisa membayarmu kembali bekerja siang hari secara gratis di toko.
Gratis?
Apa maksudmu, gratis? Apa maksudmu, gratis?
Kau sudah diberikan panjar! Aku mau uangku.
- Julian, aku tidak bisa mendengarmu. - Aku imau sekarang.
- Aku mendengarmu dengan jelas! - Julian?
Julian, aku tidak bisa mendengarmu.
Ayah?
Apa kau menerima surat?
Banyak surat, tapi tidak satupun surat cinta.
Ayah...
Ada apa?
Ibumu tidak mau aku berakhir hidup sendirian.
Apa aku tidak termasuk?
Dengan apa yang sudah ku...
Ini bagian promosi.
Paquito.
- Bagaimana kerjamu hari ini? - Baik, Ayah.
Aku bilang bagaimana pekerjaanmu hari ini?
Bagaimana dengan wawancaranya?
Melelahkan. Mereka semua minta ijazah.
Tapi kita baru saja mengikuti ujian terakhir.
Sesuai dengan resumeku aku akan dinyatakan lulus.
- Kenapa kau memasukkan itu? / Karena itu permintaan!
Entah aku masuk atau aku keluar.
Sialan.
Kau bisa mengulangnya kembali.
- Aku tidak bercanda. - Kau mau kemana?
Mau bicara dengan Profesor. Ini tidak adil. Manu, bro...
Aku menyalinnya darimu.
Coba lihat.
Apa yang kau ingin aku katakan, Garralda?
Aku ingin kau katakan padaku apa yang salah dengan itu.
Tidak ada yang salah dengan itu.
Bisa lebih lengkapi lagi, tapi tidak ada yang salah.
Baiklah kalau begitu?
Kenapa kau tidak meluluskanku? Aku layak lulus.
Garralda,
kau anak yang baik. Kau baik,
cerdas, dengan kualitas pemimpin,
tapi kau tidak bertanggung jawab dan egois...
karena kau memanfaatkan semua orang,
untuk bisa menjadi yang terbaik.
Kenapa kau curang?
Kenapa kau mengikuti ujian jika kau belum siap?
Gimana solusinya, Profesor.
Ikuti kembali ujian ini.
Ini sudah yang ketiga kalinya?
Kau tak tahu betapa pentingnya ini bagiku.
Semua teman sekelasku sudah lulus dan aku...
Kau berharap aku memberikannya padamu?
Tidak, aku tidak bisa lagi bayar uang kuliah. Aku bangkrut.
Beasiswa?
Batas waktu berlalu.
- Kau kacau sekali, Garrada. - Akan kulakukan apa saja.
Apa saja?
Ya.
Kau akan melakukan apapun.
Ya, ya. Aku akan bekerja untukmu jika kau mau.
Tak peduli berapa lama.
Akan kupegang kata2mu.
Kau dapat 5, Garrada.
- Terima kasih, sungguh. - Jangan berterima kasih padaku.
Nilai kelulusan ini tidak akan resmi
sampai tugas selesai.
Aku akan menunggumu malam ini jam 10.
Jangan mengecewakanku.
Jangan pergi, karena kau akan masuk kedalam.
Ayo, semangat.
Ingat? Kita akan pergi ke...
Jangan minum terlalu banyak, bisa menyesal nantinya.
Kenapa kau bilang seperti itu?
A-a-apa yang aku lakukan?
Canda, bodoh.
- Selamat! - Terima kasih.
Sekarang aku resmi menjadi psikolog.
Sekarang kau bisa mengobati psikologis orang. Selamat.
- Terima kasih. - Dimana temanmu?
- Siapa, Garrada? - Ya.
Dia akan tiba sebentar lagi.
- Dia datang, kan? - Ya.
Bagus. Sampai nanti.
Hei, gadis2, terima kasih sudah datang.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Kau lihat? Sudah kubilang dia akan datang.
Ya?
Profesor, itu...
Apa yang kau katakan? Tak satupun dari mereka memanggilmu?
Tidak, tapi mereka punya resumeku.
Jadi mereka akan menelepon. Mereka akan menelepon.
- Permisi. - Apa itu?
- Punya minuman lemon? - Tidak, da habis.
Jangan lemon... Minuman jeruk.
Aku akan segera kembali.
- Bro! - Nogales!
Lama tidak bertemu.
Mesin yang hebat. Lulusan Universitas!
Kau harus ambil... gelar juga.
Perkiraanku kau akan menyuruhku mengambil jurusan yang lain.
- Apa Garralda sudah datang? - Tidak, belum.
Lihat, ada Sanchez.
Dia orang paling aneh
yang pernah kulihat.
Hei, siapa mereka?
Aku tidak tahu, mereka ada di luar. Tunggu.
Gadis-gadis, Ballesteros. Pecinta latin.
Jangan konyol.
Dia menggantung seperti kuda. Kau bisa bilang "menggantung seperti kuda?"
Seperti kuda?
Bagus sekali! Kau di dalam sana.
Profesor, teman2ku sedang menungguku.
Siapa?
Teman-temanku, mereka ada di McKinley,
merayakan kelulusan Ballesteros. Masih ingat dia?
Ballesteros, siswa yang baik. Anak yang baik.
Apa kau mau menjelaskan pekerjaan untukku?
Apa ini sudah kau rahasikan seperti yang kuminta?
Ada yang tahu di mana kau
saat ini?
Tidak, tidak ada.
Bagus.
Bagus, Garralda, bagus.
Aku baru mengantar istriku di rumah kakaknya selama beberapa hari.
Jadi... kita hanya berdua.
No comments yet. Be the first to leave one.