لومړۍ 200 کرښې.
Kamu tahu ibumu datang ke rumahku tadi pagi, bukan?
Kudengar dia mampir sebelum ke kantor.
Minta ibumu untuk berhenti.
Apa?
30 tahun sudah berlalu. Mungkin dunia sudah berubah tiga kali.
Aku tidak tahan melihat ibumu
membuat ibuku kesulitan karena sesuatu dari masa lalu.
Jika memang hanya masa lalu, seharusnya berakhir di masa lalu.
Kenapa dia terus menemui ayahku dan memprovokasi ibuku?
Kamu tidak tahu alasan mereka bertemu?
Ibuku adalah model untuk iklan perusahaanmu.
Aku memercayai ibuku.
Dia jelas-jelas mengatakan
semua sudah berakhir sejak lama dan kini tidak ada hubungan apa pun.
- Kamu percaya itu? - Kenapa tidak?
Bagaimana bisa seseorang memercayai orang lain?
Tidak ada hal yang lebih bodoh daripada itu.
Bagaimana bisa seseorang tidak memercayai orang lain?
Itu hanya membuat hidupmu makin sulit.
Bahkan jika pernah dibohongi karena suatu alasan,
aku tetap ingin punya rasa percaya.
Aku ingin melakukan itu.
Selain itu, dia ibuku.
Meski dia berbohong, aku akan tetap memercayainya
sebagai putrinya.
Itulah yang dilakukan seorang anak.
Aku ingin tahu sampai kapan kamu bisa memercayainya.
Omong-omong, ponselmu sudah diperbaiki?
Dari mana kamu tahu ponselku rusak?
Itu tidak penting.
Seharusnya kamu bertanya kenapa aku menanyakan itu.
Baiklah, kenapa kamu menanyakan itu?
Aku mengirimkan sesuatu yang menarik.
Kamu bisa melihatnya jika ponselmu sudah berfungsi lagi.
Tunjukkan klip wawancara keseluruhannya kepada Hwa Kyung.
Baik.
Akan membantu jika kamu menonton seluruh klip sebelum disunting.
Kamu bisa menelaah
keadaan mereka lebih dalam dan memahami perasaan mereka.
Ya, itu akan membantuku nanti saat mewartakannya.
Mari kita akhiri di sini.
Kerja bagus.
Tunggu, kamu sudah mendengar?
- Apa? - Soal "Terlepas dari Pengangguran".
Tim mereka dalam masalah.
Aku mendengarnya saat mau ke kantor, tapi tidak tahu detailnya.
Ada apa? Kenapa mereka bermasalah?
"Terlepas dari Pengangguran" adalah program yang membantu
para pengangguran berusia 20-an mendapat kerja di usia itu.
Astaga. Langsung ke intinya saja.
Orang yang diwawancarai palsu.
Mereka merekayasa wawancara dalam acaranya?
Produsernya tidak menemukan orang yang dia sukai,
jadi, salah satu yang diwawancara adalah adik penulis.
Pria berbakat yang belajar di luar negeri berlagak menjadi pria
yang gagal mendapat pekerjaan di stasiun TV selama 5 tahun.
Semua orang juga melakukannya.
Mungkin mereka membutuhkan orang cakap untuk diwawancara.
Apa maksudmu?
Meski begitu, mereka tidak boleh merekayasa.
"Semua orang juga melakukannya"?
Jangan pernah berpikir untuk melakukannya.
Aku tidak akan menerima acara palsu.
Baik, tentu saja.
Kita tidak boleh merekayasa hal sekecil apa pun dalam program.
Bu Han, bagaimana perasaan Anda?
Aku tidak ada jadwal lain, bukan?
Anda tidak ada pekerjaan lagi.
Tapi harus ke salon dan menemui penata rambut.
Tolong batalkan pertemuannya.
Anda mau ke tempat lain?
Kamu juga boleh pulang.
Tidak apa-apa. Aku akan mengantar Anda ke mana pun.
- Apa? - Berikan kunci mobilnya.
Anda mau ke mana?
Sampai jumpa besok.
Astaga, semoga dia tidak menemui Presdir Shin lagi.
Dia marah karena aku memberi tahu Woo Jung
soal hubungan mereka?
Dia mengabaikanku?
Hwa Kyung!
Nona Shin!
Dia masih marah kepadaku?
Tapi aku harus mempertahankan posisiku.
Ada apa dengan mereka? Kenapa semuanya marah kepadaku?
Astaga.
"Resep lasagna"
Hari ini aku akan membuatkan lasagna untuk Woo Cheol.
Do Bin?
Jae Hee?
Jae Hee?
"Deposito, 30.000 dolar"
Astaga.
Sulit kupercaya isi tabunganku begitu banyak.
Apa ini nyata? Apa aku bermimpi?
Sakit. Ini memang nyata.
Omong-omong, bisakah aku menyimpannya sendiri?
Ini Yoon Chang Soo.
Halo, Chang Soo.
Sudah 30 tahun berlalu
dan aku senang sekali bisa bertemu denganmu.
Hatiku masih berdebar kencang, tangan dan tubuhku gemetar.
Tangan dan tubuhnya gemetar?
Sudah pasti dia berselingkuh.
Omong-omong, aku tidak yakin bisa menyimpan...
Maksudku, menerima uang itu.
Apa? Wanita itu memberinya uang?
Astaga, tentu saja, aku paham.
Aku tahu itu bukan milikku. Itu milik kita.
"Kita"?
Tidak kusangka dia mengatakan itu.
Ayah!
Astaga, Jae Hee. Kamu benar-benar mengagetkan ayah.
Kamu di rumah rupanya. Kenapa meneriaki ayah?
Siapa itu?
Ayah langsung menutup teleponnya saat aku berteriak.
Tampaknya dia wanita.
Wanita dalam hidup ayah hanya kamu dan ibumu.
Kenapa menatap ayah seperti itu?
Jangan begitu.
Kamu membuat ayah merinding karena tampak seperti ibumu.
Ibumu mungkin mencari ayah karena ayah menghilang.
Sayang, aku segera datang.
Ini bukan hanya kecurigaan. Aku yakin.
Ini gawat. Tidak bisa kubiarkan.
"Yongsan"
- "Sungguh" - Astaga.
Andai saja ada uang jatuh dari langit.
30.000 sudah cukup membuatku senang.
Jangan menggunakan tisu. Itu harus dibeli.
- Ibu. - Kenapa?
Ayah berselingkuh.
Baguslah.
Sepuluh tahun lalu mungkin saja. Tapi sekarang?
Ini serius.
Ibu ingin berterima kasih kepada siapa pun wanita itu.
Akan ibu buatkan makan siang untuk siapa pun yang mau dengan ayahmu.
Ibu bahkan mau membayarnya
dan memohon kepadanya untuk membawa ayahmu.
Kenapa tidak percaya kepadaku?
Jangan menyesalinya. Aku sudah memperingatkan.
Hampir saja.
Jika mau berselingkuh, bayar aku dahulu.
30.000 cukup.
Jangan menggunakan tisu!
"Sup Ikan Buntal Dongrae"
Kakak pulang lebih awal.
Semua wanita dalam hidup kakak menolak kakak. Kakak sedih sekali.
Kakak bermulut besar, ya?
Apa? Kakak tidak begitu.
Kakak pandai menjaga rahasia.
- Ayah berselingkuh. - Apa?
Itu konyol.
Kakak sedang tidak ingin bergurau.
Seorang pria butuh uang untuk berselingkuh.
Tampaknya wanita itu memberi Ayah uang.
Wanita itu memberi Ayah uang?
Hanya wanita gila...
Lupakan saja. Kakak terlalu lelah untuk bergurau.
Ini serius.
Masa bodoh. Meski Ayah berselingkuh,
kakak tidak ingin mengetahui rahasia siapa pun.
Di rumah pun, kakak akan pura-pura tidak dengar atau lihat apa pun.
Ya.
Minggir.
Aku berkata jujur, tapi tidak ada yang percaya.
Sial.
Syukurlah failnya masih ada.
Aku mengirimkan sesuatu yang menarik.
Apa? Siapa yang datang?
Han Joo Won.
Halo.
- Bagaimana kabar Anda? - Aku sehat.
Selamat datang. Silakan duduk.
Kamu tampak cantik.
Sangat cantik.
Kamu juga tampak tampan.
Apa katamu?
Kamu ingin berhenti menjadi model Miseong?
Ya, Pak.
Kamu tahu apa yang akan terjadi?
Aku tahu. Aku akan membayar tiga kali lipat uang penalti.
Tidak akan berakhir hanya dengan penalti.
Dunia bisnis mirip dengan industri penyiaran.
Reputasimu bisa menyelamatkan atau menghancurkanmu.
Semua orang tahu kamu setuju menjadi model Busana Miseong.
Lalu kini kamu mau mundur?
Usai satu pemotretan?
Anda tahu alasanku melakukan ini.
Mana kepercayaan diri yang kamu tunjukkan
saat menerima tawaran?
Aku tidak memikirkannya matang-matang.
Kukira menerima tawaran Anda
akan membantu mengakhiri karma buruk ini.
Menurutmu tidak?
Kurasa keadaan malah memburuk dan aku tidak tahan.
Kamu tahu kenapa dan bagaimana aku bisa sesukses sekarang?
Aku memisahkan urusan pekerjaan dan urusan pribadi.
Tentu saja banyak yang ingin kusampaikan kepadamu.
Putri kesayanganku
No comments yet. Be the first to leave one.