لومړۍ 200 کرښې.
Sol Kyung-Gu
Moon So-Ri
Kim Yeo-Jin
Written and Directed by Lee Chang-Dong
Darmawisata
Darmawisata Musim Semi 1999
Hei, kau! Kau Young-ho, bukan?
Sudah sangat lama.
- Senang bertemu denganmu, Young-ho. - Aku, juga.
Apa pekerjaanmu sekarang?
Ini benar-benar dia!
- Selamat datang kembali. - Kalian masih mengingatku.
- Tentu saja kami mengingatmu. - Benar-benar sudah sangat lama.
Kau ingat perempuan ini?
Chong Ok-sun, yang selalu tertidur di kelas.
- Bagaimana kabarmu? - Ini Kim Mihwa bersama Si Bibir Katak.
- Ini Lee Mihwa. - Lee Mihwa.
Dr. Jerawat, Shin Jong-ja.
Sekarang, isteri dari kepala perusahaan bis.
Hai!
Senang bertemu denganmu lagi.
Ayo duduk dan minum.
- Hei. - Duduklah. Ayo minum.
Kami sungguh-sungguh ingin menghubungimu,
Tapi kami tak bisa.
Tidak apa-apa.
Akulah yang seharusnya minta maaf karena tak pernah menghubungimu.
Pria ini adalah pimpinan asosiasi persahabatan kita yang sekarang.
- Bong-woo club. - Benar, Bongwoo club.
Aku sungguh-sungguh minta maaf karena tidak pernah menghubungimu.
Sudah ku bilang tak apa-apa.
Aku sungguh-sungguh mencoba menghubungimu, kau selalu ada dalam benakku.
Tapi tak ada yang tahu kau dimana.
Aku minta maaf.
Ini jauh lebih sulit dari yang ku duga.
Mengumpulkan teman-teman setelah 20 tahun berlalu.
Ya, betul.
Andai aku tahu dimana kau...
Sudah ku bilang tak apa-apa, sungguh.
Jangan hiraukan aku.
Kita perlu santai sejenak disini.
Boleh aku menyanyikan sebuah lagu?
Tentu, boleh. Ayo nyanyikan.
Na na na na Na na na Na na na
Na na na na Na na na Na na na
Apa yang harus ku lakukan, kau pergi tanpa ku duga,
Apa yang harus ku lakukan, aku tak bisa hidup tanpamu.
Apa yang harus ku lakukan, kau meninggalkanku,
Jangan lakukan itu, sungguh. Ku mohon jangan pergi.
Apakah kau punya rahasia yang tak seorang pun tahu?
Dulu kau begitu lembut...
Sekarang kami menghadirkan penyanyi berikutnya.
Nyonya Jung, Nyonya! Nyonya! Silahkan!
Nil li li ya Nil li li Nil li li Mambo
Nil li li ya Nil li li Nil li li Mambo
Pacar tersayangku tak pernah datang,
Tak ada tanda-tanda dan aku benci itu.
Ku harap ku tahu dimana kekasihku,
Untuk mengirimkannya sebuah payung.
Nil li li ya Nil li li Nil li li Mambo
Kau ingat dimana pria itu dulunya bekerja?
Dulu dia bekerja di Tae-hwa Electronic, sebelum bergabung di angkatan darat.
Itu sudah 20 tahun yang lalu.
Oh, wajahku memerah!
Kau mendapat daun musim gugur di musim semi ini.
- Terlihat mengagumkan. - Terlihat mengagumkan.
Lihat itu! Bagaimana kalau kita menyuruhnya turun?
Biarkan saja dia. Ia akan berhenti dengan sendirinya.
- Kau benar. - Berbahaya.
Turunkan dia.
- Turunlah! - Turunlah, ayo minum!
Turun, kataku!
- Lakukan sesuatu! - Ada kereta datang! Cepat turun!
- Hei! Cepat turun! Bahaya! - Jangan pedulikan dia lagi.
- Hei! Cepat turun! - Ada kereta! Cepat turun.
- Kim Young-ho! - Ia tak mau mendengar kita.
- Turunlah, bangsat! - Cepat turun, ayolah.
Jangan khawatir. 1 dari 10 orang yang terjun ke sungai Han
dengan tujuan bunuh diri tidak berhasil mati.
Kim Young-ho!
Kim Young-ho, turunlah!
Pria itu sudah keterlaluan!
- Hei! Turunlah, bajingan! - Aku menyerah.
Kau menang. Lakukan saja semaumu, dasar sinting!
Ayo menari.
Ayo rayakan!
Hei! Turunlah!
Apa masalahmu? Turunlah dan mari bicarakan.
Kim Young-ho.
Kim Young-ho!
Aku kembali!
Kamera
Kamera 3 hari yang lalu, Musim semi 1999
Grup ini terbentuk ketika kita bekerja di pabrik.
Aha, itu asosiasi bernama Bongwoo club, kan?
Benar, jadi untuk pertama kalinya kami memutuskan mengadakan reuni.
Sudah sekitar 20 tahun
- Untuk melakukan piknik. - Tadi kau bilang piknik?
Ya. Itulah mengapa aku memanggilmu, untuk mengumumkan acara ini.
Lalu, kau pilih tempat yang tepat
Untuk kau umumkan kepada anggotamu.
Terima kasih.
Ku harap semua anggotamu...
Mendengarkan program ini.
Dan ikut bergabung di pikinik.
- Kau siap? - Ya.
Ok. Mulai.
Para anggota Bongwoo club
Yang pernah tinggal di Garibongdong
20 tahun yang lalu,
Mari berkumpul lagi,
Untuk melakukan piknik ke tempat
Dimana dulu kita melakukan wisata pertama kita.
Jadi, para anggota Bongwoo club
Mohon dengarkanlah program ini...
- Apa anda dari Seoul? - Ya.
Aku disini untuk menjual barang itu kepada anda.
- Uangnya dulu. - Biar ku lihat barangnya dulu.
Ada disini. Uangnya dulu.
Berikan padaku, bangsat!
Tak terlalu mahal untuk 1000 won.
Harganya 50.000 won
Di ujung daerah di bawah sana, tapi pemakaman disini jauh lebih bagus.
Kau benar. Pemakaman adalah untuk mati,
Dan kopi ini benar-benar enak.
Tunggu sebentar...
Oh tidak, ada yang salah!
Apa?
Aku lupa membawa uang.
Kecuali kartu kredit.
- Jadi bagaimana? - Periksa lagi, dengan cermat.
Aku tadi lupa menarik uang dari bank.
Aku minta maaf.
Kau tak percaya aku akan membayarmu nanti, ya?
Ini, biar ku kembalikan lagi padamu.
Ini sudah tidak ada gunanya lagi.
- Teruskanlah, habiskan sisanya. - Terima kasih.
Aku janji akan membayarnya nanti.
Tahan dan senyum. Bilang Kim-chi.
- Permisi. - 1, 2, 3!
- Selamat siang, pak. - Hai.
Uh... Kim!
Apa yang kau lakukan?
Apa anda pemiliki mobil ini?
Ya.
Anda tak diizinkan untuk parkir disini.
Silahkan perlihatkan SIM anda.
- Perlihatkan SIM anda. - Ini bukan mobil saya.
Tadi anda bilang ini mobil anda.
Ini mobil curian, bukan?
- Keluarkan KTP anda! - Untuk apa?
KTP anda, sekarang juga!
Berhenti! Berhenti disitu!
- Siapa? - Ini aku.
Mengapa kau ada disini?
Sae-min?
Dia sedang tidur.
Aku bertanya, kenapa kau tiba-tiba datang.
Poppy. Aku ingin bertemu Poppy.
Poppy...
Sudah cukup. Poppy! Pergi! Masuk kembali!
Kenapa? Kenapa?
Kim Young-ho.
Anda Kim Young-ho, kan?
Minggirlah. Biar ku coba.
Mengapa anda membawa kunci sebanyak ini?
Sekarang, kau boleh masuk.
Ayo masuklah!
Duduklah. Maaf berantakan.
Benar-benar pekerjaan sulit menemukan anda.
Bocor yang baru. Kemarin malam, hujan mengenai...
Dahiku, sembari aku berbaring.
Kau, duduklah! Sialan!
Ini bukan permainan, duduk!
Hidupku menyedihkan, bukan?
Bertanya-tanya mengapa aku hidup seperti ini?
Walaupun ku tak tahu siapa yang mengirimmu,
Aku ingin berbicara denganmu.
Mood kita sedang bagus, bukan?
Mau minum?
Tapi tak ada minuman keras disini.
Dengan sisa uangku, aku membeli ini.
Menggunakannya untuk membunuh seorang pria.
Aku tak ingin mati sendirian.
Aku ingin satu orang bajingan juga ikut denganku.
Satu orang bajingan saja diantara bajingan-banjingan itu yang sudah mengacaukan hidpuku.
Tapi...
Siapa yang harus ku bunuh?
Ini masa-masa yang sulit bagiku, kau tahu.
Pilih saja satu yang paling sulit dibunuh.
Pialang saham sialan.
Yang sudah membuatku bangkrut melarat?
Vampire yang sudah meminjamiku uang
Dengan bunga yang menggelikan?
Atau...
Bagaimana dengan mitra bisnis
Yang membawa kabur uangku?
Atau haruskah aku mengajak istriku
Dan anakku...
Untuk mati bersamaku?
No comments yet. Be the first to leave one.