The Last Word

The Last Word (Das letzte Wort)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

The Last Word S01E06 Episode 6 1080p NF WEB-DL DDP5 1 H 264-NTb
د لخوا تبصره UFSIMV
EPS 06

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
په خپور شو: 2022-01-03
ډاونلوډونه: 15
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Tonio!

Tonio?

Tonio!

Tonio!

Ibu.

Ibu.

Ibu.

Aku...

- Ada kabar? - Tadi aku bicara dengan orang tua Maryam.

Dia sudah pulang setengah jam lalu. Dia dan Tonio berniat naik bus ke Hamburg,

dan tinggal bersama teman.

Lalu di mana Tonio?

Entahlah. Tonio meninggalkannya di taman. Maryam mencarinya.

- Apa? - Tonio menghilang.

Baiklah.

- Kita naik mobil ke taman itu, dan... - Ibu.

Ajak Maryam. Dia tahu di mana Tonio menghilang.

- Kau tetap di sini. Hubungi polisi. - Ibu.

- Jika Tonio pulang... - Ibu...

- Apa? - Bisakah kita kali ini

- berpikir baik-baik dengan tenang? - Ya.

Baiklah.

Kalau begitu, beri tahu aku kita harus bagaimana!

Halo?

Kau tak apa-apa?

Itu tergantung.

Ada delapan pemakaman hari ini, dan banyak lagi.

Saat cuaca berubah, biasanya kami lebih sibuk.

Orang tua punya masalah tekanan darah.

Itu terdengar buruk.

Kau akan terbiasa.

Bagaimana jika kenalanmu meninggal?

Kalau itu...

berbeda.

Apa yang bisa kubantu? Mau kutelepon seseorang?

Baiklah.

Terserah. Kau sudah besar.

Aku harus bekerja.

Tonio.

Untunglah kau tak dibakar di perahu.

Dari mana kau?

Aku pergi membeli rokok.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Para pelayat yang budiman.

Di sinilah kita.

Kita melihat kembali kehidupan,

kematian, dan duka.

Kita tertawa, menangis, bernyanyi, dan mengutip perkataan orang bijak.

Mungkin kalian ingin aku pergi

dengan kata-kata terakhir yang menyentuh hati.

Berengsek!

Kita semua pasti merasakan kesedihan, kemarahan, penyangkalan, atau apa pun.

Jangan lupa beri makan ikan!

Semua akan berjalan baik.

Akhirnya ini akan menjadi wajar jika kita berusaha keras.

Namun tahukah kalian?

Persetan.

Terus terang, aku juga tak tahu. Aku masih baru dalam bidang ini.

Sudah tiga bulan, suami berengsek itu meninggal.

Meski rasanya baru seperti kemarin.

Aku bisa bercerita banyak tentang dirinya.

Namun kesimpulannya ialah...

dia punya seorang putra remaja, seorang putri yang labil...

dan istri yang tidak ramah.

- Stephan? - Mungkin dia sungguh berbahagia.

Siapa tahu?

Aku sudah berpikir.

Aku ingin meninggal di ulang tahunku tahun depan.

Dua acara bisa diadakan sekaligus,

dan batu nisanku akan terlihat lucu.

Ibu.

Aku butuh terapis baru.

Ada apa?

Aku membuka baju di depan Zina, dan mencium bibirnya.

Astaga! Itu mengerikan.

Kenapa?

Apa Ibu tahu putra pengurus pemakaman yang mempekerjakan Ibu?

Aku memotret jenazah di sana.

Apa? Kenapa?

Entahlah.

Itu spontan. Aku mau membantunya.

Aku bisa merahasiakannya. Entahlah. Dan Ibu?

Aku?

Entahlah.

Aku tak tahan berada di ruang persiapan itu.

Ibu.

Mau makanan manis?

Kurasa kuemu yang penyok masih ada.

- Ibu? - Ada apa dengan kalian?

Kenapa ayah merahasiakannya?

Jika dia tak mau jadi dokter gigi, kenapa dia melukisnya?

Kurasa itu bukan gigi.

Jadi?

Bagaimana kita mengurusnya?

Entahlah.

Ibu takkan membuangnya, 'kan?

Pagi!

Terima kasih. Kau membersihkannya.

Kenapa ada pohon itu?

Bukankah ini ada tiap tahun?

Sudah normal kembali?

Ya.

Seberapa bugar dirimu?

Kenapa?

Ada yang menelepon tadi.

Mereka ingin jenazah di rumah sakit dijemput.

Kubilang akan kuhubungi lagi.

Biarkan saja.

- Kenapa? - Aku sedang tak mau bekerja.

Baiklah.

Apa tokomu mau ditutup atau...

Andi ada di dalam?

Ya.

Baiklah.

Apa-apaan...

Dia di dalam, tetapi hati-hati.

Baiklah.

Sialan kau, Andi!

Maaf.

- Kau baik-baik saja? - Sangat baik.

- Mau mencobanya? - Tidak! Singkirkan itu!

Halo?

Kurasa saat ini, aku harus mengurus keluargaku.

Aku ingin berfokus saja pada satu hal.

Sepertinya itu bukan dirimu.

Kalau kau?

Usiaku 55 tahun.

Menjadi perokok aktif,

peminum alkohol. Apa lagi?

Lalu aku kena strok, memakai alat bantu jalan, ditabrak truk...

jika tak cepat menyeberang jalan. Tetapi mungkin aku bepergian dahulu.

- Bagaimana dengan Frauke? - Itu sudah berakhir.

Itu sudah berlalu.

Cukup tatap ke depan.

Ya, namun kita tak bisa menggantung semua sketsa dan lukisannya.

Ruangannya terbatas.

Lalu pahatannya...

- Apa yang sedang kau buat? - Ini bukan urusanmu.

Pergilah.

Dengar, aku berniat berpidato seperti malam itu.

Maksud Ibu, eulogi?

Bukan, hanya beberapa kata tentang ayahmu.

Kukira kita akan mengadakan pameran. Ini bukan pemakaman.

- Itu bukan eulogi. - Jangan emosional lagi.

Apa rencana Ibu? Maukah Ibu menjadi penyampai eulogi lagi?

Untuk saat ini, aku akan menemani kalian.

Tak ada gangguan, proyek besar baru.

Baiklah, tetapi Ibu harus punya penghasilan lagi.

Judith, ayolah.

Kini aku tak mau memikirkannya.

- Baiklah. - Takkan ada masalah, 'kan?

- Ya. - Tentu. Ya.

Diamlah atau kuhubungi polisi!

Bagus sekali.

Senang kau suka.

Itu untukmu.

Terima kasih.

Manfaatkanlah lagu itu.

Entahlah.

Aku serius.

Teman kakakku itu DJ. Aku bisa memberinya jika kau mau.

Sungguh, jika kau mau.

Ya, mungkin.

Atau kita bisa menemuinya dan memberikannya.

Dia bekerja dua kali dalam sepekan, dan di akhir pekan...

Ronnie!

Sial.

Halo.

Berapa usia nenekmu?

Usianya 98 tahun?

Pada usia itu, hal itu bisa terjadi.

Sayangnya, aku tak bisa membantumu karena...

Pak Borowski juga mati mendadak tadi pagi.

Tidak, aku bukan kerabatnya. Aku polisi.

Ketahuilah. Ini tak sedap dipandang.

Pak Borowski pasti...

sangat gendut.

Terlihat dari serpihan yang menempel di semua dinding ini.

Ya, dia mungkin membentur benda tajam, lalu meletus.

Betul, seperti balon, tetapi banyak isinya.

Astaga, rekanku terus muntah.

Herbert, sudah membaik?

Baguslah.

Ya, Pak Borowski juga meninggalkan pesan. Mau kubacakan? Tunggu. Di sini tertulis,

"Ketakwaan ialah konsep alien."

Ya, sepertinya dia pria yang cukup aneh.

Halo?

Akhirnya.

Dari mana kau?

Aku barusan menjemput jenazah Pak Weber.

Kenapa?

Bisa bantu aku mengangkatnya ke bawah?

Tidak hari ini.

Besok saja. Dia tak membusuk dalam cuaca ini.

Sebentar saja.

Aku akan bersih-bersih setelah itu.

Atau kau bisa membakar tempat ini,

bersama jenazahnya sekaligus.

Ronnie.

The Last Word subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left