لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Ayah, bisakah ayah berhenti menjalankan arcade game ini?
Kenapa?
Ayah tidak menghasilkan banyak uang, juga di sini ribut.
Aku rasa itu tidak terlalu bagus.
Kau pikir ayah melakukan ini untuk mendapatkan uang?
Lalu kenapa ayah melakukan ini?
Ayah bekerja di tenaga kerja manual,...
...bekerja di pasar, dan yang lainnya,...
...tapi sekarang, ini adalah pekerjaan paling berisik.
Saat ayah tinggal di tempat yang berisik,...
...itu membantu ayah tidak memikirkan mendiang ibumu.
Ayah tidak bisa memikirkan ibu?
Kenapa ayah harus melupakannya?
Menurutmu itu lebih baik jika terus mengingatnya?
Itu hal yang paling menyakitkan.
Setelah ibumu meninggal,...
...ayah menjadi tidak karuan.
Ayah ingin...
...menghapusnya dari ingatan ayah agar ayah bisa tetap hidup.
Kau tidak akan mengerti.
Saat kau menjadi setua ayah dan memikirkan ini...
...kau akan menyadari yang ayah maksud...
...dengan apa yang baru saja ayah katakan.
Kalau tidak diingat, ya tidak perlu diingat.
Dasar.
Sudah kubilang istirahat dulu.
Bagaimana bisa kau fokus pada pekerjaan jika kau banyak mikir?
Jika kau berada di arcade game, kau tak bisa berpikir apa-apa.
Apa? Apa maksudmu?
Operasi selanjutnya sudah siap.
Kumpulkan semua anggota tim kita.
Kau sudah membuat keputusan?
Ayo kita main game.
Apa?
Kita akan ke Joybuster.
Tunggu.
Kau mau ambil alih Joybuster?
Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran?
Orang-orang cenderung berubah pikiran.
Kau yang disebut "orang-orang itu"?
Aku bukan dewa.
Wow, jadi kau fix mengambilnya?
Berarti memang kau berbeda.
Kita tak ada waktu. Suruh Kang Daeri bawakan semua dokumen...
...untuk solusi intensif dan tetaplah fokus.
Apa? Kang Daeri bukannya mau berhenti, ya.
Dia mungkin sibuk menyerahkan tugasnya pada Song Daeri.
Jadi dia sudah berhenti?
Dia 'kan masih digaji oleh kita.
Suruh dia kumpulkan semuanya dan siapkan hari ini.
Aku masih ragu dia bisa selesaikan hari ini.
Kalau dia tak bisa, maka tak kupekerjakan dia.
Itu sebabnya dia berhenti karena dia muak terhadap semua ini.
Maka kau bisa membuatnya lebih baik.
Sana pergi.
Ya. Terserah darimu.
Selamat menikmati.
Nak, kenapa wajahmu muram begitu?
Entahlah.
Pasti karena Agassi cantik itu, ya?
Eeiy, Ibu. Bukan seperti itu.
Benarkah?
Cuma orang yang menganggur biasanya mengalami depresi.
Oh iya, Aggasi cantik tadi meminta Ibu berikan sesuatu padamu.
Apa? Apa itu?
Ini dia.
Ini.
Ah, Ibu.
Ibu tak henti-hentinya seperti itu padaku?
Makanya carilah pekerjaan dan kembalilah ke Seoul.
Kau perlu meraih bintang untuk mengambil bintang itu.
Cari pekerjaan susah gila ketimbang meraih bintang.
Jangan bilang begitu.
Masuk.
Kau sudah kumpulkan semuanya?
Ya, ini.
Kerjamu bagus. Kenapa niat berhenti?
Aku menyesal mendadak berhenti.
TK Electronics digaji lebih dari kami.
Aku paham kenapa kau pergi.
Bukan cuma karena uang.
Bonbujangnim...
Kang Daeri, kau sudah selesai?
Kami perlu memberikanmu pesta perpisahan.
Memangnya buat apa pesta perpisahan untuk orang yang mau meninggalkan perusahaan kita?
Kita berhak merayakannya? Atau kita mengutuknya saja?
Dia 'kan ada di sini. Jangan buat dia merasa tak enak.
Dan aku tak bicara denganmu.
Kita minum, ya.
Ya.
Kenapa mau ke sini?
Oh, iya. Aku bawa resume baru...
...dari kandidat yang akan menggantikan Kang Daeri.
Tim SDM sudah memeriksanya dua kali.
Kau bisa selenggarakan tes wawancara.
Aku suruh mereka untuk berhenti mempekerjakan orang...
...hanya melalui kualifikasi mereka di atas kertas.
Tunggu! Meski kau pilih secara acak,...
...setiap orang cocok dengan kualifikasi ini sekarang.
Orang yang ada di bawah itu bahkan tidak cocok.
Aw! Ah.
Aish.
Ya, ini direktur Divisi Satu.
Kirimkan aku berkas setiap resume pelamar.
Ya, semuanya.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau mau tim SDM tak ada kerjaan gitu?
Berapa banyak perusahaan yang kau lamar sampai dapat kerja di sini?
Aku? Aku melamar––
Aku tak tanya pada orang yang punya koneksi.
Aku tanya pada seseorang yang menulis aplikasi secara normal.
Termasuk beberapa pemburu Kepala yang memanggilku...
...itu sekitar 30 perusahaan.
Dan hasilnya?
Aku dipanggil kembali setidaknya setengah dari itu.
Wow, berkat kualifikasimu...
...kau bisa berada di puncak kesuksesan.
Aku melamar pekerjaan ke semua 269 perusahaan keuangan...
...yang berada di bawah manajemen Korea...
...Lembaga Penjamin Simpanan.
Dan cuma satu tempat...
...perusahaan kami memanggilku kembali./ Benarkah?
Kompetisi itu terlalu tinggi untuk seorang pria yang tidak berpengalaman...
...yang hanya memiliki Ijazah Paket C.
Beda sekali denganmu...
...di mana kau bersikap keras pada dirimu sendiri.
Setelah dapat kerja, kau harus gertakkan gigi.
"Aku tak percaya tidak ada yang mengenali potensiku.
Aku akan balas dendam pada perusahaan-perusahaan yang menolakku."
Aku tak berpikiran seperti itu.
Maaf.
Hei, Kang Daeri.
Jika itu adalah sesuatu yang biasa...
...dia tak mau cerita pada kita.
Aku yakin dia akan memberi kita kesimpulan yang dramatis...
...agar menunjukkan betapa hebatnya dia.
Dengarkan.
"Jika aku naik di posisi yang kuat,...
...aku tidak akan menyingkirkan tangga yang telah kunaiki.
Aku akan membiarkannya jadi seseorang yang punya latar belakang sepertiku bisa naik lagi."
Bravo.
Itu sungguh sikap mulia.
Belum kukatakan kesimpulanku.
Berarti kita masih nyimak.
Rekrutmen terbuka?
Kita seperti itu untuk menghindari kontroversi publik.
Lihat.
Inilah kenyataannya.
Kenapa kita persoalkan pengalaman mereka jika kita bisa merekrut rekrutmen baru?
Dan pegawai yang berpengalaman juga banyak kualifikasi sepertimu...
...pindah dari perusahaan ini ke perusahaan lain...
...dan menaikkan gajimu berkali-kali...
...membuat itu lebih sulit bagi semua orang.
Jika seseorang menuliskan banyak hal di resume mereka...
...itu juga berarti orang itu...
...bisa selalu bekerja di tempat lain.
Kau memainkan peran dalam budaya itu.
Maaf.
Kau baik sekali pada pria yang akan pergi.
Sudahlah. Pergilah.
Tidak perlu kecewa dengan yang dikatakannya.
Ya.
Setelah aku artikan melalui penerjemah Ahn Dan Te...
...katanya dia tidak ingin melepasmu yang dia sudah anggap kau keluarga.
Aku tahu. Aku sudah cukup lama bekerja dengannya.
Astaga. Dia pasti kesepian.
Harusnya dia pamitan sama keluarganya.
Akan kuurus orang itu.
Setelah bekerja, ayo kita...
Baiklah.
Kau yang traktir, 'kan?/ Tidak lah.
Ini logo perusahaan kami.
Kubilang tidak apa kau jatuhkan.
Siapa bilang kau boleh menghancurkannya?
Pokoknya terima kasih.
Kau sungguh seperti pengawalku.
Astaga.
Kenapa kau biarkan dia seperti orang bodoh?
Sial.
Saya ingin melamar kerja di posisi manajemen.
Jurusan Seni?
Ini tantangan terbesar bagi pemalu seperti saya.
Tapi saya sudah memutuskan...
...dan saya siap menghadapi kesulitan apa pun.
Hei!
Benar.
Kau berani menghadapi musuhmu.
Dia mungkin akan marah padaku karena kusentuh barang-barangnya.
Hei, di belakangmu! Di belakangmu!
Oke, bagus.
Apa?
Kenapa tak datang ke sekolah?
Sampai kapan kau di rumah terus?
Aku tak mood untuk ke sana.
Jangan ngelantur dan cepat datang.
Apa? Hei, aku tutup.
(Menyerang musuh di arah tertentu...
...menyebabkan kerusakan tambahan pada HP terendah)
Aish, di saat genting begini dia malah nelepon.
No comments yet. Be the first to leave one.