لومړۍ 200 کرښې.
- Kita harus... - Apa ini lelucon lainnya?
- Tidak. - Ini semua karena Jang Hoon.
- Kita harus... - Sedang apa dia?
Sedang apa dia?
"Dia tanpa alasan mencengkeram kerah baju Jang Hoon"
- Kyung Hoon, lepaskan dia. - Jang Hoon.
- Kenapa anak begitu pada ayahnya? - Jang Hoon.
- Ada apa ini? - Kamu kenapa?
- Kyung Hoo. - Kamu!
Tunggu.
Hari ini kamu kenapa?
Tunggu, ini...
Aku benar-benar terkejut.
Ini semua...
Sedang apa kamu?
- Apa yang kulakukan? - Apa yang kamu lakukan
hingga kita mendapat
komplain tertulis ke sekolah kita?
Komplain ke sekolah kita?
- Kita lihat dahulu. - Kupikir...
Aku tidak tahan lagi.
Aku benar-benar tidak tahan lagi.
- Apa dia sedang berakting? - Lihat itu.
- Sedang apa dia? - Aku takut.
Pasti dia melakukan kesalahan.
- Ini komplain tertulis. - Kyung Hoon tidak berakting.
Benar-benar ada. Memang apa saja yang kamu lakukan?
Kenapa dia tiba-tiba mencoba memakai dialek?
Apa masalahmu?
- Apa ini? - Apa?
Sudah kubilang.
"Jangan lupakan kami."
- Apa itu? - Yonsei Milk?
Itu sudah lama sekali.
- Ingat saat Kei ke sini? - Ya, saat Kei ke sini.
"Jang Hoon ditantang mencari susu bermerek Yonsei"
"Semua bilang dia harus kembalikan gelar Yonsei jika dia gagal"
"Dia gagal menemukan susu bermerek Yonsei"
Kamu bahkan bintangi iklan mereka, tapi tidak bisa menemukannya.
- Benar. - Saat Kei ke sini...
- Hei, ini bukan Jang Hoon. - Dia tidak bisa temukan susu itu.
Ini bukan Jang Hoon.
Bukan dia.
Tertulis, "Tidak apa-apa jika kamu lupa, itu 23 tahun lalu."
"Tidak apa-apa, kamu bisa mencoba mengingatnya lagi."
Dia bahkan memegang botol susu itu.
"Jang Hoon, kamu jahat sekali"
Aku tahu mereknya, tapi tidak dengan rasanya.
Tetap saja kamu mengiklankannya.
Jujur saja, kamu ingat pernah membintangi iklan?
Tentu saja tidak ingat, tapi aku tidak dibayar.
- Uang lagi, uang lagi! - Uang yang terpenting bagimu.
- Uang! - Uang!
- Berhenti membicarakan uang. - Uang!
- Yang terpenting adalah uang. - Karena waktu itu aku siswa Yonsei,
aku membintangi iklan secara cuma-cuma.
Karena itulah aku tidak terlalu ingat.
Tetap saja, meski tidak dibayar, kenapa berekspresi seperti ini?
Sama sekali tidak masuk akal.
- Juga... - Tetap saja itu iklan.
Jang Hoon, lihat.
Semua bisa melihat bahwa kamu tidak dibayar.
"Bahkan Jang Hoon juga mentertawai dirinya di masa lalu"
- Lucu sekali. - Pemirsa sangat sedih
hingga dia mengirimkan foto ini ke staf kita.
- Benar. - Pasti mereka sangat repot.
Benar, aku sangat bersyukur karenanya.
Tapi kenapa kartonnya besar sekali? Isinya berapa liter?
Lima liter?
Bagaimana bisa karton susu itu terlihat sangat besar di tangannya?
Yang terpenting adalah
Yonsei Milk sangat terpikat, mereka menangkap layar acara ini
dan tulis kalimat menenangkan untuk Jang Hoon, katanya tidak apa-apa.
Mereka bahkan mengirimi kita susu.
- Apa? - Mereka mengirim susu.
- Serius? - Dia tidak akan lebih tinggi lagi.
Mereka mengiriminya susu agar dia bisa lebih tinggi.
Maafkan aku, almamaterku, Universitas Yonsei,
tapi aku juga berprestasi saat kuliah,
- jadi, kumohon, - Dia pamer.
jangan terlalu sedih.
Mulai sekarang aku akan minum banyak susu Yonsei Milk.
Jadi, kamu tidak bisa menjadi model jika bukan siswa di sana?
Tentu bisa, tapi kamu terlalu tua untuk menjadi siswa.
Berapa usiamu?
- Lucu sekali. - Sebelumnya dia sangat muda,
tapi sekarang dia pria tua.
"Sebelumnya dia sangat muda, tapi sekarang dia pria tua"
Apa?
"Mengagetkan saja"
"Siswa hari ini tiba"
- Jung Eun Ji. - Kyu Hyun.
"Siswa ini terlihat sangat senang"
- Saudaraku! - Eun Ji.
- Saudaraku. - Saudaraku.
Sudah lama sekali aku menantikanmu.
"Aku kembali!"
Selamat datang, Eun Ji.
- Selamat datang kembali. - Selamat datang.
- Baik! - Baik.
Ayo mulai.
Kamu terlihat canggung sekali.
Dia tenang sekali di ruang tunggu, tapi sekarang begitu riuh.
Dia sangat senang.
Aku dari SMA Aku Terlalu Merindukan Kalian Semua
Hingga Harus Datang Ke Sini.
Aku Kyu Hyun dari Super Junior.
Selamat datang
Halo, aku dari SMA Aku Bisa Mengatasi
Kalian Semua Sendirian. Aku Eun Ji.
"Kali dia kembali dengan film! Eun Ji dari Apink"
Tunggu, ini acara pertamamu setelah wajib militer?
Ya, benar.
- Kamu memilih kami yang pertama? - Ini acara pertama yang tayang.
Sebelumnya kamu syuting "Kang's Kitchen", bukan?
- Aku syuting itu lebih dahulu. - Tapi kami tayang lebih dahulu.
- Begitu rupanya. - Ada alasannya.
Yang kukatakan ini sungguhan.
Begitu Kyu Hyun menyelesaikan masa wajib militernya,
tim produksi semua acara berbondong-bondong mencarinya,
berusaha mengundangnya ke acara mereka.
- Benar. - Luar biasa.
Dia tenggelam dalam panggilan undangan,
tapi di antara semuanya, dia memilih acara kita.
Semua karena ada aku di sini.
Karena itulah dia memilih acara ini.
- Soal kamu lagi. - Menurutku seperti itu.
Tolong jelaskan detailnya.
- Yang ingin kudengar adalah... - Katakan dari awal.
Kamu tahu Ho Dong menyebut Lee Seung Gi sebagai adiknya, bukan?
- Tentu saja. - Saat Seung Gi wajib militer,
- Ho Dong hanya hubungi sekali. - Tidak mungkin.
- Serius. - Dia bilang dia sayang Seung Gi.
Apa Ho Dong menghubungimu setidaknya sekali?
Boleh kukatakan yang sebenarnya?
- Katakan semuanya. - Kenapa?
Kali pertamaku melihat Ho Dong sejak memulai
masa wajib militerku adalah di "Kang's Kitchen".
Dia memang menghubungi,
tapi Hee Chul yang menghubungi, bukan dia sendiri.
Aku mengingatnya.
Aku juga bicara dengannya di telepon saat aku bersama Ahn Jae Hyeon.
- Telinga Ho Dong memerah. - Saat itu aku bicara dengannya.
Karena itulah Ho Dong memarahiku
keesokan harinya usai aku membiarkan dia
berbicara dengan Kyu Hyun di telepon.
Dia marah karena aku membuatnya berbicara dengan
- orang yang sedang tidak ada. - Serius?
Tapi dia terdengar sangat senang saat bicara denganku.
Dia memarahiku setelahnya.
Dia bilang seharusnya aku mengiriminya pesan teks dahulu.
Ini salah paham.
Ho Dong mengirim pesan masal beberapa hari lalu.
- Apa katanya? - Dia bilang
semuanya harus berkumpul makan di rumahnya pada Juni nanti.
Ada daftar tamu,
di dalamnya terdapat nama Seung Gi, Jong Min, dan aku.
Kutanya soal Kyu Hyun, dia bilang tidak perlu.
- Tunggu. - Mengecewakan sekali.
- Kamu kemarilah. - Menyedihkan sekali.
"Selesai sudah"
Mengecewakan sekali.
"Saatnya berpamitan dengan Ho Dong"
Kamu jahat sekali.
- Tunggu. - Aku akan pergi.
- Jahat sekali. - Selamat tinggal.
- Senang bisa berada di sini. - Tunggu, kita bicara dahulu.
Senang bisa berada di sini.
Jaga diri, semuanya!
- Cepat keluar. - Tunggu.
Selamat tinggal, Eun Ji.
Bukan bagian itu yang penting.
Rekaman "New Journey to the West"
- memakan waktu 10 hari, bukan? - Ya.
Mereka pergi 10 kali ke beberapa negara.
Kita bertemu sepekan sekali selama empat tahun,
tapi kenapa kami tidak diundang untuk makan di rumahmu?
Apa arti kami bagimu?
- Apa arti kami bagimu? - Kupikir kamu...
"Daripada makanan, kuberikan semburan air saja"
Astaga.
Yang benar saja.
- Dia pasti tidak tahu. - Kenapa kamu melakukannya?
Jangan membuatku tertawa tiba-tiba begitu.
- Tunggu. - Hentikan.
- Ayo ke sini. - Dia ingin bagian ini disunting.
- Semuanya, ayo ke sini. - Dia mau bagian ini disunting.
Bukan kamu. Jangan ke sini.
- Kenapa? - Kamu diundang.
- Ke sini. - Aku yang memulai topik ini!
- Pergilah. - Akulah yang memberitahukannya!
Pergilah.
Kamu ke sana, "New Journey to the West".
Kamu juga ke sana. Benar juga. Kamu tidak diundang. Di sini saja.
Hei.
- Hei. - Eun Ji, kamu di sisi mana?
- Aku di sini. - Dia di sini.
Apa yang kamu lakukan?
Aku bahkan tidak tahu di mana rumah Ho Dong.
Sedih sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.