لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 1"
"Kamu tulus, tulus, tulus"
"Kamu sangat tulus"
"Cinta sejatiku akhirnya datang"
- Sudah selesai. - Cepatlah ke sana.
Aku yakin Nona Jin marah sekarang.
Baik, aku mengerti. Sampai nanti.
"Peragaan Busana Perayaan Mode Lara ke-10"
Apa kamu serius?
Seharusnya kamu memeriksa semuanya dahulu.
Astaga, aku lupa.
Apa pakaiannya sudah datang? Belum?
Astaga.
Ini pakaiannya.
Kenapa lama sekali?
Cepat ganti pakaianmu. Cepat.
Nona Jin, gawat.
Salah satu model mengalami kecelakaan mobil,
jadi, dia ada di UGD sekarang.
Apa? Ini membuatku gila.
Astaga.
Hei. Kamu yang termuda dalam tim, bukan?
Apa? Ya.
- Berputarlah untukku. - Apa?
Putar.
Aku ingin kamu berjalan dari sini ke sana.
Berjalan dengan langkah lebar, penuh percaya diri,
lihat ke depan, dan tegakkan punggungmu.
Ayo.
Baiklah, ikuti aku.
Persiapkan dia untuk acara ini.
- Tata rambut dan riasannya. - Baiklah.
- Cepatlah. - Baiklah.
Kamu akan berdiri di paling belakang.
Perhatikan gadis di depanmu dan berjalanlah seperti dia.
Berputarlah begitu kamu tiba di tengah panggung.
Berhenti selama dua detik. Lalu kembali.
Sekarang ulangi perkataanku.
Berputar begitu aku tiba di tengah panggung.
Berhenti selama dua detik. Lalu kembali.
"Peragaan Busana Perayaan Mode Lara ke-10"
Berputar di tengah panggung.
Berhenti selama dua detik. Lalu kembali.
Berputar di tengah panggung.
Baik.
Kamu tahu kamu hampir mengacaukan acara ini, bukan?
Syukurlah itu bukan kesalahan besar.
Bagaimanapun juga, terima kasih.
Aku sangat bodoh.
Kenapa aku tidak bisa melakukannya dengan benar?
Apa sulitnya melakukan ini?
- Aku kembali. - Gadis beruntung itu kembali.
Bagaimana debutmu sebagai model?
Aku membuat kesalahan di atas panggung.
Untungnya bukan kesalahan fatal.
Tapi aku merasa sangat kesal.
Tentu saja kamu membuat kesalahan.
Coba kamu minta para model memakai mesin jahit.
Mereka tidak akan sehebat kamu.
Dengan semua riasan itu, kamu tampak berbeda.
Berhentilah mengejekku.
Halo, semuanya.
Selamat datang di Dunia Seo Woo.
Banyak orang tampak sangat tertarik
dengan gaun yang kukenakan sebelumnya.
Hari ini, aku akan mengajak kalian ke ruang kerja ibuku,
yakni tempat pembuatan gaun itu.
Aku yakin kalian tidak sabar.
Ini ruang kerja ibuku.
Bahkan sekarang, ibuku sibuk membuat sesuatu.
Astaga, hentikan.
Kalian pernah melihat tangan ibuku, bukan?
Ibuku pandai memasak dan desainer interior yang hebat.
Banyak orang terus memintaku
untuk menunjukkan wajahnya, bukan hanya menunjukkan tangannya.
- Astaga. - Tapi maafkan aku.
Ibuku sangat pemalu.
Ibu membuat apa hari ini?
Astaga.
Ini. Ini dia.
Akhirnya musim semi dengan bunga sakura di mana-mana.
Dan berkat ibuku yang berbakat yang membuat banyak hal seperti ini,
kita akan bisa menikmati musim semi sepenuhnya.
Apa yang kamu lakukan?
Itulah inti dari lagu ini.
Jika kamu ingin melakukan sinkronisasi bibir,
setidaknya pakailah penyuara jemala.
Kamu menyakiti telingaku.
Kamu tidak punya selera musik.
Tidak punya selera? Yang benar saja.
Apa energiku sudah habis?
Astaga, aku lapar.
Yeon Hee.
Bapak serius?
Aku sudah selesai memilih orang.
Aku tidak mau pergi ke bandara untuk memilih seseorang.
Kita sungguh harus memilihnya kali ini,
dan hanya kamu harapan kami.
Lagi pula, kamu dekat dengannya.
Kami hanya dekat saat dia tampil di acaraku.
Kamu tahu dia lemah terhadap pria tampan.
Ini salahmu karena terlalu tampan.
Astaga.
Baiklah.
Pukul berapa dia tiba?
Kamu mau pergi ke mana di hari libur ini?
Aku harus pergi bekerja.
Kenapa tiba-tiba sekali?
Makan siang hampir siap,
jadi, makanlah sebelum pergi.
Aku tidak punya waktu untuk makan.
Ibu pikir akhirnya kamu bisa bersantai sedikit
setelah mendapat promosi.
Kami baru saja meluncurkan acara baru.
Banyak hal yang harus kuperiksa.
Kenapa kamu harus bekerja di stasiun penyiaran
padahal kamu bisa mengelola bisnis ayahmu?
Kamu hanya dipromosikan sebagai kepala departemen.
Kamu pikir mengelola bisnis itu mudah?
Sudah kubilang
aku tidak akan mengubah bisnisku menjadi bisnis keluarga.
Aku juga tidak tertarik dengan bisnis Ayah.
Jadi, tenanglah, Ayah.
Sampai jumpa.
Ayah.
Tunggu. Bisa kita bicara sebentar?
- "Bicara"? - Ya.
Astaga, ayah sibuk.
Tidak akan lama.
Pembaruan sumpah?
Jangan bilang Ayah melupakan hari jadi pernikahan.
Seo Woo.
Ibumu dan ayah tidak pernah mengadakan pernikahan.
Suatu hari, ayah akan memakaikan cincin di jari ibumu,
dan memutuskan bahwa itu akan menjadi hari jadi pernikahan kami.
Bagaimana ayah bisa ingat tanggal berapa?
Itu alasan lain kenapa Ayah tidak boleh lupa.
Ayah bahkan tidak memberi Ibu kesempatan memakai gaun pengantin.
Apa Ayah tidak merasa bersalah?
Ditambah lagi, tahun ini adalah perayaan pernikahan perak kalian.
"Perayaan pernikahan perak"?
Ibu akan memakai gaun dan berfoto dengan Ayah.
Hei, jangan konyol.
Dia sudah tua dan keriput.
Ibu tidak berkeriput.
Saat kami keluar bersama,
orang bertanya apa Ibu adalah kakakku.
Pastikan Ayah menyiapkan semuanya.
Menyiapkan apa?
Omong-omong, Yeon Hee.
Teman-temanku dan aku akan berkumpul besok di rumah.
Bisakah kamu memasak hidangan Tiongkok untuk kami?
Apa?
Besok ulang tahun ibuku.
Sudah kubilang pekan lalu aku akan pergi hari ini.
Benarkah?
Ada restoran Tiongkok yang terkenal dengan hidangan lengkap.
Mau kupesankan dari sana?
Aku yakin koki lebih pandai memasak daripada Ibu.
Lihat dirimu.
Kamu sungguh tahu cara membuat nenekmu kesal.
Seo Woo benar.
Kenapa kamu memintanya memasak itu di rumah?
Ada banyak restoran Tiongkok.
Kamu akan bekerja besok,
jadi, kupikir akan bagus jika kami menghabiskan waktu di rumah.
Jangan khawatir, Ibu.
Aku tidak akan bisa memasak hidangan lengkap,
tapi aku akan memasak beberapa hidangan.
- Kamu mau melakukan itu untukku? - Ya.
Aku begitu bersemangat hari ini
- setelah Pak Han ada di sini. - Tentu saja.
Benarkah? Itu bagus.
Bayangkan apa yang akan terjadi
jika Pak Han tidak pensiun dan akhirnya menjadi
pemain golf PGA yang terkenal.
Dengan begitu, kita tidak akan bisa
diajari golf olehnya.
Setelah selesai,
kami berencana ke sumber air panas dan makan malam bersama.
Kamu mau ikut?
Tidak perlu bertanya.
Dia harus mengurus putranya.
Itu sebabnya dia tidak pernah minum dengan siapa pun sepulang kerja.
Bersiaplah, Kawan-kawan.
Baiklah.
Pertama, kalian harus membidik dengan benar.
Itu menentukan 70 persen ayunanmu.
Jangan lupakan itu.
Lihat.
Kamu terlalu banyak mengerahkan tenaga
karena kamu ingin bola melaju jauh.
Tapi itu membuat tubuhmu kaku.
Lemaskan bahumu
dan ayun dengan halus.
Aku sudah menasihatimu lebih dari 100 kali.
- Kamu mengerti sekarang? - Harus kuakui,
kamu menyadari banyak hal.
Biar kutunjukkan caranya.
- Kamu bisa melihatnya dari sana. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.