Headspace Guide to Meditation

Headspace Guide to Meditation

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

ㅡHeadspace Guide To MeditationㅡS1 Complete NF-360P/720P/1080P
د لخوا تبصره DD_Movie
NF Retail [ EPISODE 1-8 END ] | dongdotmovie.my.id

تګونه

720p
720
1080
په خپور شو: 2021-01-05
ډاونلوډونه: 26
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 131 کرښې.

Hidup kita penuh dengan gangguan, penuh dengan rangsangan.

Namun, bayangkan jika ada cara untuk memperlambat segalanya

agar pikiran beristirahat dan tubuh melepaskan stres.

Kapan kali terakhir kau berhenti, kau diam,

kau meletakkan ponselmu, menyingkirkan gangguan di sekitarmu?

Kapan kali terakhir kau tak melakukan apa pun?

Maksudku, benar-benar tak melakukan apa pun.

Hai, aku Andy, dan selamat datang di Headspace Guide to Meditation.

Aku akan memandumu menjelajahi benak

dan mengetahui manfaat meditasi bagi hidup kita.

Entah kau pernah melakukan meditasi atau benar-benar pemula,

aku akan memandumu melalui tiap tahapan.

Melalui serial ini,

aku akan memperkenalkanmu pada berbagai teknik

dan menjelaskan bagaimana tiap teknik bisa digunakan dalam hidupmu.

Di akhir tiap episode,

kau bisa melatih teknik itu

selagi aku memandumu lewat meditasi.

Aku ingin menunjukkan bagaimana meditasi bisa membantumu lebih fokus

dan minim gangguan,

bagaimana itu membuat hidupmu lebih bahagia,

serta membantu kita terhubung dengan orang-orang tersayang.

Jadi, kau mungkin bertanya, "Apa itu meditasi?"

Sebenarnya, itu hal yang sangat sederhana.

Pada dasarnya, meditasi adalah kemampuan atau cara melatih benak kita

agar benak kita lebih tenang dan bersih, serta terasa lebih nyaman

di benak, tubuh, dan kehidupan kita.

Kau bisa bermeditasi sendirian atau bersama orang lain.

Pada dasarnya, kita hanya melepaskan diri selama beberapa menit,

mungkin sedikit lebih lama, secara teratur,

saat kita berhenti dan melatih benak

untuk lebih fokus, minim gangguan.

Usiaku sekitar sepuluh tahun saat kali pertama mengenal meditasi.

Namun, baru pada akhir masa remaja, mungkin awal usia 20-an,

meditasi berdampak lebih besar pada hidupku.

Seiring bertambah usia, aku mengalami kehilangan dalam hidupku.

Orang-orang dekat denganku…

dan aku tak tahu cara menghadapinya,

jadi, aku kewalahan dengan emosi.

Aku mendapati benakku sangat sering sibuk.

Pada tingkat tertentu, kupikir aku bisa mencari jalan keluar.

Ternyata, aku tidak bisa.

Aku butuh sesuatu yang lebih radikal.

Jadi, aku memutuskan berhenti kuliah

dan menjadi biksu Buddha.

Aku pergi ke Himalaya

dan memulai perjalanan bertahun-tahun dengan tinggal di berbagai biara

di berbagai negara.

Selama itu, aku beruntung bisa

belajar dari para master terhebat di banyak tradisi berbeda.

Aku berharap bisa membagi kebijaksanaan dan pengetahuan mereka kepadamu

agar kau tak perlu pergi ke Himalaya.

Kau tak perlu menjadi biksu atau biksuni

dan tak perlu melakukan kesalahan yang kulakukan dalam perjalananku.

Saat mulai berlatih di biara,

aku berasumsi bahwa meditasi berarti mengendalikan benak,

mengubah benak,

mampu menyingkirkan pikiran dan gangguan.

Namun, penjelasan guruku berbeda.

Dia bilang, "Bayangkan kau duduk di pinggir jalan."

Dia bilang, "Kau hanya perlu duduk di sana dan melihat mobil.

Mobil adalah pikiranmu."

Terdengar mudah, 'kan?

Namun, hal yang bisa terjadi

adalah kita merasa agak gelisah

karena pergerakan lalu lintas.

Jadi, kita berlari ke jalan dan mencoba menghentikan mobil

atau mungkin kita mengejar beberapa mobil,

melupakan gagasan bahwa kita hanya duduk di sana.

Semua pikiran yang berkeliaran ini

menambah perasaan gelisah dalam benak kita.

Jadi, melatih benak

berarti mengubah hubungan kita dengan pikiran dan perasaan yang berlalu…

belajar melihat semua itu dengan lebih banyak perspektif.

Saat melakukan ini, kita secara alami menemukan ketenangan.

Akankah terkadang kita lupa

gagasan dari latihan dan menjadi terganggu?

Tentu saja.

Namun, begitu kita ingat, di sinilah kita,

kembali ke pinggir jalan, hanya melihat lalu lintas berlalu,

merasakan kenyamanan di tubuh dan benak.

Salah satu teknik dasar untuk menanamkan tempat tenang itu

disebut Perhatian Terfokus.

Saat melatih benak,

memfokuskan perhatian pada sesuatu sangatlah penting.

Itu bisa berupa visualisasi, pertanyaan, kata, frasa,

mungkin sesuatu dari luar.

Objek fokus yang paling umum adalah napas.

Tempat untuk perhatian terfokus itu memberi kita tumpuan.

Itu sesuatu untuk kembali saat kita menyadari

benak kita berkelana,

yang tentu saja, pasti terjadi sesekali.

Saat fokus pada objek seperti napas,

kita tak berusaha terbebas dari pikiran

atau menutup dunia di sekitar kita.

Kita belajar mengakui

saat kita terjebak dalam pemikiran

atau gangguan apa pun,

lalu perlahan keluar dari situ, melepaskannya,

dan kembali ke tempat tenang itu, perhatian terfokus.

Teknik seperti Perhatian Terfokus bukanlah hal baru.

Itu bagian dari tradisi Buddha yang sudah ada ribuan tahun.

Dalam pratiknya,

ada tradisi mewariskan ajaran

dari guru ke murid dan seterusnya.

Aku sangat beruntung bisa mengalami hal itu.

Aku merasa sangat terhormat bisa membagikan ajaran ini kepadamu.

Aku berharap saat kau bermeditasi, kau melakukannya dengan keyakinan

bahwa ini sesuatu yang telah diteliti dan dikembangkan

selama ribuan tahun.

Fokus pada napas sebenarnya

berkembang dari berbagai teknik

sejak hampir 3.000 tahun lalu.

Tentu saja, orang yang berlatih bertahun-tahun

telah merasakan manfaatnya,

tetapi tentu tak bisa menjelaskan dampak fisiologisnya.

Namun, dalam 20 tahun terakhir, para ilmuwan bisa melakukan itu,

mengukur dengan teliti

apa yang terjadi pada detak jantung, tekanan darah,

tingkat stres, dan bahkan struktur otak itu sendiri.

Saat menjadi biksu, aku tak tahu

ada sesuatu bernama neuroplastisitas,

bahwa otak itu fleksibel, mudah dibentuk, dan bisa berubah.

Para ilmuwan menyaksikan ini

dengan menempatkan biksu di pemindai fMRI

dan melihat apa yang terjadi di otak

sebelum, selama, dan setelah meditasi.

Kini kita tahu bahwa bermeditasi memiliki cara kerja yang sama

seperti latihan otot di pusat kebugaran agar lebih tebal dan kuat.

Sama halnya dengan otak, bagian otak yang bertanggung jawab

atas perasaan kebahagiaan dan kesejahteraan

Headspace Guide to Meditation subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left