لومړۍ 200 کرښې.
Ayah belum makan apapun!
Toshimi-san, bagaimana keadaan Guru?
Giginya sakit jadi beliau tidak nafsu makan.
Dingin sekali.. Aduh sakit..
Dingin sekali.. Aduh sakit..
Sudah kubilang kan!
Ayah seharusnya pergi ke dokter gigi untuk mencabut gigimu yang sakit.
- Kyosuke. - Iya.
Anak tidak tahu bagaimana perasaan orang tuanya.
Sedih sekali jika orang tua tidak mengetahui perasaan anaknya.
Hah?
Sedih, sedih.
Maaf saya tidak mengerti.
- Yoshio! - Aku pulang bu.
- Kamu baik-baik saja kan? - Hah? Apa maksudmu?
Tapi katamu, kamu menyebabkan kecelakaan...
Kamu menelponku dan meminta uang untuk membayar ganti rugi.
- Aku tidak menelponmu sama sekali. - Apa ini?
Hah? Oh, ini sebuah drama buatan MPD,
untuk memberitahukan orang-orang tentang hal semacam itu.
Aku akan segera tampil.
- Oh, benarkah! - Oh, benarkah, sebagai kriminal?
Ngawur, sebagai detektif tentunya.
Lihat itu aku.
Tolong ceritakan kejadiannya
bagaimana anda ditipu?
- Hebat. Kamu masuk TV. - Biasa saja.
Aktingmu norak sekali.
Benar juga.
Penipuan seperti itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
- Tak akan ada akhirnya kejahatan seperti itu. - Benar.
Mereka berusaha keras untuk menghindari polisi.
Aku heran kenapa masih ada saja orang yang terkena jebakan mereka?
Sebagai orang tua, kamu seharusnya tahu tentang anakmu kan?
Itulah intinya!
Orang tua akan selalu memikirkan yang terbaik untuk anaknya, tidak perduli seberapa tua anaknya.
Kejahatan seperti itu seharusnya bisa diketahui dengan mudah.
Itulah kejahatan yang tak bisa dimaafkan.
Ada apa denganmu?
- Apa yang terjadi? - Tidak ada apa-apa.
Kehadiran inspektur semakin menambah kekuatan kita
semenjak aku menempatkanmu di Divisi Investigasi Pertama.
Iya.
Ini hanya akan memberikan lebih banyak dorongan untuk mereformasi organisasi, seperti yang Jenderal harapkan
- jika kita membiarkannya. - Iya.
Menurut saya itu tidak benar. Dibawah kepemimpinan saya,
kami telah meningkatkan jumlah dan kecepatan penangkapan.
- Saya tidak berpikir kalau pekerjaan yang Inspektur Umizuki... - Alasan saja!
Aku ingin lihat hasilnya.
Maafkan saya! Tolong beri waktu lagi.
Kamu ingin waktu lagi?
Tidak ada lagi waktu yang tersisa untukmu.
Oh, Jenderal.
Terimakasih atas kerjamu Inspektur Umizuki. Ada apa?
Tenang sekali rasanya sekarang soalnya tidak ada kasus.
Saya berharap setiap hari bisa seperti ini.
Kamu benar. Ini adalah hal yang hebat jika kita tidak beraksi.
Kita seharusnya tidak menunggu sebuah kejahatan terjadi.
Untuk menciptakan dunia di mana tidak ada kejahatan.
Itulah tujuan polisi yang sebenarnya untuk eksis.
Iya.
Baiklah! Mari lanjutkan bekerja.
Iya.
- Kyosuke. - Iya.
- Ayo minum? - Sepertinya menyenangkan.
Aku akan pergi menemuimu setelah pekerjaan ini selesai.
- Tempat yang biasanya. - Baiklah.
- Sampai jumpa. - Terimakasih banyak.
Terimakasih atas kerja samanya.
- Hei, kenapa? - Bukan apa-apa...
Kitazato-san apa ada yang salah?
Akhirnya ada seseorang yang menanyakannya!
Masalahnya adalah tiba-tiba ibuku yang dari Hakata mengunjungiku.
Bagus dong.
Jadi kamu bisa melakukan yang terbaik untuk ibumu.
Bukan itu masalahnya...
Oh, Aku tahu!
Kamu berbohong kepada ibumu kalau kamu dipromosikan, tapi sebenarnya tidak kan.
Dan sekarang ibumu ingin pergi ke tempat kerjamu. Bagaimana?
Ayolah... Hal semacam itu hanya terjadi di drama...
Cerita yang sudah banyak kulihat.
Kamu benar, tidak mungkin ini masalahnya. Maaf.
Tidak mungkin kamu akan berbohong seperti itu.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin.
- Aku berbohong padanya. - Apa!!
- Apa? Kamu? Kepala Bagian? - Maaf.
- Bagaimana kita melakukannya? - Hei!
Apa yang harus kita lakukan?
"Kita"? Apa musti kita lakukan?
Jadi kita harus berakting kalau Kitazato
adalah Kepala Bagian ketika ibunya di sini?
Kita? Menjadi bawahannya?
- Ayo lakukan! - Apa?
Kita bisa melakukannya.
Ada apa denganmu Shitara? Kamu semangat sekali?
Jadi.. Tiba-tiba ibunya datang dari Hakata.
- Iya kan Inspektur? - Hah? Oh... Iya.
Baiklah kalau begitu. Ayo kita lakukan.
Apa!?
Kepala Bagian!
Kita tidak melakukan ini untukmu!
- Kita melakukan ini demi ibumu. - Baik.
- Apa gak papa kalau detektif menipu? - Ini kan untuk menolong seseorang.
Terimakasih banyak semuanya!
Jadi, kapan ibumu akan datang?
- Besok. - Apa!
Brendi sekali lagi.
- Brendi sekali lagi. - Baiklah.
di sini rupanya.
Maaf telah membuatmu menunggu.
Terimakasih sudah datang.
- Selamat datang. - Terimakasih.
Apa yang terjadi padamu senor Take?
Note: senor sama artinya dengan Pak atau Tuan.
Gitarmu terdengar lebih sedih dari biasanya.
Aku tidak becus menjadi orang tua.
Kenapa?
Sulit sekali sekarang menemukan ayah yang sepertimu.
Masalahnya adalah aku mudah tertipu.
Aku merasa "Papa, tolong aku".
Oh..!?
Inspektur, aku ingin menanyakan sesuatu...
Apa?
Sebenarnya aku berbohong pada ibuku lebih dari satu kali.
Apa?
Soalnya ibuku selalu khawatir padaku gara-gara aku jomblo.
Kubilang kalau aku sudah punya tunangan
dan akan segera menikah, biar dia tenang.
Oh.
Hanya sementara saja kok.
Maukah kamu menjadi tunanganku?
Aku?
Aku tahu kalian berdua adalah polisi.
Iya.
Bisakah kamu menjelaskan lebih detail lagi apa yang barusan kamu katakan?
Kami ingin membantumu senor Take.
Ini terjadi seminggu yang lalu.
- Halo? - Hai, Papa? Ini aku.
- Chinami? - Iya, aku Chinami.
Tolong aku papa!
Setelah putriku menelponku, seorang pria mulai berbicara...
Halo, namaku Muramoto, seorang pengacara.
Putrimu melakukan kesalahan...
Apa yang terjadi dengan putriku?
Kupikir putriku melukai sesorang,
jadi kuberitahu dia alamat kami. Lalu kemudian,
seorang pemuda berstelan datang ke rumah kami, mengaku kalau dia asistennya pengacara Muramoto.
Dia pasti seorang "Kolektor"
Waktu itu mereka langsung ke rumahmu tanpa disangka
dan tidak meninggalkan jejak apapun.
Berapa kerugianmu?
500.000 yen
Note: sekitar 56jt
aku memasukkannya ke amplop dan menyerahkannya.
Kapan kamu menyadarinya kalau dia penipu?
Aku sangat prihatin dengan apa yang terjadi setelah kecelakaan itu.
Lalu aku memanggil nomor yang tertera di kartu namanya.
Tapi nomornya tak bisa dihubungi.
Apa kamu bertanya pada putrimu tentang hal itu?
Aku tak bisa bertanya pada putriku.
Masalahnya adalah putriku bekerja di kepolisian..
Apa?
Dia bekerja di kepolisian dan dipanggil... Chinami?
Tidak ada kemiripan.
Benar juga.
Apakah ada sesuatu?
Tidak... Apakah kamu sudah melaporkannya?
Aku tidak berniat untuk melaporkannya.
Aku malu karna memiliki putri
yang bekerja di kepolisian
gara-gara kena tipu.
Aku merasa bersalah pada putriku...
Kamu baik-baik saja kan Kitazato-san?
Kenapa kamu minum terlalu banyak?
Aku senang sekali soalnya kamu setuju.
Kemana lagi kita akan minum?
Ayo... Kemana jalan menuju rumahmu?
- Itu~ - Apa?
Um... Bisakah...
Maaf telah merepotkan kalian.
Dia tidak bisa menahan diri ketika teringat tentang masalahnya.
Kami ingin membantunya ketika kami tau kejadiannya.
Kami akan menemukan pelaku yang telah menipu suamimu.
Aku senang sekali atas bantuan kalian berdua.
Terimakasih.
Oh, maaf. Silahkan duduk.
Terimakasih.
Apakah kalian berdua sudah menikah?
- Aku masih sendiri. - Aku juga.
Oh, sungguh!
Oh... Masalahnya adalah putriku sudah saatnya memikirkan hal itu.
Aku tidak akan keberatan jika dia berkencan dengan orang seperti kalian...
Ngomong-ngomong, di mana putri senor Take?
Terasa aneh jika kalian memanggilnya "senor Take".
Sebenarnya..
Nama aslinya adalah "Carlos Friedrich Take".
Tapi dia sudah menjadi orang Jepang kok.
- Oh begitu... - Aku pulang.
Nah putriku pulang. Selamat datang.
No comments yet. Be the first to leave one.