Eighteen, Twenty-Nine

Eighteen, Twenty-Nine (열여덟 스물아홉)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

18 vs 29 Ep04
د لخوا تبصره Vladiz
Manual Translate. Please rate us as "good"

تګونه

other
په خپور شو: 2014-08-22
ډاونلوډونه: 41
د اوریدلو معیوبیت: Yes

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

FuBuKi-Subs

Hye Chan...

Kau mau apa?

Tidak apa-apa, kemarilah.

Hei, Kang Bong, sudah kubilang sebelumnya...

Aku akan melakukan ciuman pertamaku dengan pria yang kucintai, mengerti?

Tapi kau sudah melakukannya denganku!

Kau bohong lagi...

Episode 4

- Selamat pagi. - Ya.

Kenapa dengan wajahmu, cucu menantu?

Kau benar... Sepertinya dia kehilangan berat badan dalam semalam.

Hyung, punggungmu sakit?

Jangan terlalu melebihkan.

Tidak, semalam kami itu...

Oh, Kakek ini, kau membuat anak-anak malu...

Mereka sepertinya akan segera membuatmu menggendong cicit seperti yang kau harapkan selama ini...

Bong Kyu, kau juga harus segera menikah...

Agar semua orang di rumah ini senang...

Makan saja sana, kau merusak nafsu makanku.

Tidak... Aduh!

Cepatlah makannya, kita bisa telat nanti.

Ini lobak, kau sangat menyukainya...

Apa penyusunan skripsimu berjalan lancar?

Masuk ke perguruan tinggi sungguh menyenangkan, ya?

Kalau kau masuk jurusan teknik komputer, kau pasti sangat hebat dalam komputer.

Kau ini bicara hal yang sudah pasti, duduk kembali ke sana dengan tenang.

Adik ipar, maukah kau mengajakku berkeliling di sekitar kampusmu suatu hari nanti?

Kapan pun kau mau.

Hei, Yoo Hye Chan, kau sudah pernah kuliah. Aku bahkan tak bisa lulus, tapi kau berhasil.

Aku tak ingat hal itu!

Kenapa kau malah berteriak?!

Turunkan saja aku di sini.

Aku akan mengantarkanmu sampai ke kampus.

Ya, ayo kita pergi ke kampusmu!

Kita akan pergi ke kampus, 'kan?

Hei! Yoo Hye Chan!

Tenangkan dirimu...

Kau baik-baik saja?

Apa kau bermimpi?

Kenapa... kenapa aku mengalami kecelakaan hari itu?

Aku ingat... Saat itu aku mengendarai mobil...

Kau benar, apa kau sudah ingat?

Ingatanmu sudah pulih, Hye Chan.

Benar? Itu benar...

Saat itu aku mengendarai mobil... Aku ingat itu!

Oh, syukurlah...

Ini semua salahmu, 'kan?

Apa?

Apa yang kau bicarakan?

Kau yang menyebabkan aku kecelakaan, Kang Bong Man!

Itu semua salah paham.

Itu semua cuma masa lalu...

Salahpaham? Tidak, itu sudah direncanakan!

Apa? Direncanakan?

Kau membuatku menggunakan kartu kredit untuk membeli mobil...

dan kemudian membuatku mengemudi sehingga aku akan mengalami kecelakaan...

Apa?

Kalau tak direncanakan, bagaimana bisa seseorang yang bahkan tak punya SIM, mengemudi dan mengalami kecelakaan?

Hei!

Bagaimana kalau dia tetap seperti itu...? Pasti ada cara...

Setidaknya dia ingat kecelakaan saat itu.

Hal itu tak membantu sama sekali...

Mungkin dia perlu sebuah kejutan untuk bisa ingat kembali.

Atau mungkin pergi ke suatu tempat untuk membantunya mengingat lagi.

Kakak ipar harusnya lebih berusaha...

Kau bicaralah dengan kakakmu, ya?

Oh, sungguh sia-sia sudah membeli tiket film ini!

Apalagi ini tiket nonton jam pagi.

Kita bisa melakukannya lain kali.

Tidak mau, kita pergi saja sekarang.

Hei, bagaimana kalau ada seseorang yang melihat kita!

Siapa?

Tak ada apapun yang bisa dikatakan... Hah? Aku tahu kau menyukainya...

Hei, Kang Bong!

Aku pergi kemana saat kecelakaan waktu itu?

Bagaimana aku tahu... Mungkin saja belanja...

Dan jangan terlalu dipaksakan... Itu akan membuatmu sakit kepala...

Semuanya akan segera kembali normal...

Kau tak percaya padaku?

Aku benar-benar ingat mengalami kecelakaan mobil itu!

Hye Chan... Kau tak ingat apa-apa lagi, 'kan?

Apa?

Bukan tentang kecelakaan itu tapi tentang kenangan yang indah...

Misalnya, memberiku ciuman di pipi setiap pagi?

Tidak!

Aku tak ingat apapun yang seperti itu!

Kalau begitu cobalah.

Mungkin saja kau akan ingat... Ini, kau lakukanlah...

Astaga!

Aku mau berolahraga dulu.

Si Kang Bong itu sungguh mesum...

Apa yang dia coba lakukan padaku yang sedang tak ingat apapun ini?

Halo?

Oh, ini Noon?

Ya, ini aku... Ada sesuatu yang ingin kutanyakan...

Di sini.

Seseorang yang kukenal memenangkan hadiah untuk bisa masuk ke sini.

Benarkah? Tapi apa mereka akan mengijinkanku masuk...

Tentu saja, ayo kita masuk.

Kelas kami hanya untuk siswa SMA.

Aku juga seorang siswa SMA kok.

Aku siswi kelas 5 di SMA Myung Sung, benarkan, Noon?

Ya, itu benar. Dia sekelas denganku.

Aku sungguh tidak tahu apapun mengenai perfilman.

Tapi... mulai sekarang, aku ingin belajar dengan menonton banyak film terutama film cinta...

Karena... aku merasa akan lebih bahagia setelah menonton film itu.

Halo semuanya, Aku Yoo Hye Chan, siswi kelas 5 di SMA Myung Sung.

Apa dia benar-benar siswi SMA...?

Dia pasti masuk sekolah malam...

Atau mungkin siswi SKD (Sekolah Khusus Dewasa)...

Aku ingin membuat film yang bisa membuat orang bahagia.

Kalian tahu seperti film yang baru-baru ini dirilis, "Two Cops".

"Two Cops"?

- Itukan film jadul... - Wanita itu pasti sedang bercanda.

Meminum kopimu adalah impianku.

Aku pun ingin meminum impianmu...

Oh, merinding...

Bagaimana mungkin kita mengambil adegan yang kotor begitu... Apalagi denganmu...

Memang semua iklan kopi sekarang seperti itu.

Apa kau pikir kita akan membuat iklan tentang pertengkaran kita?

Tidak, aku tidak mau melakukannya!

Berhenti bicara omong kosong dan berdirilah.

Kita tak ada waktu lagi.

Kau ingin mempermalukan diri sendiri di lokasi syuting?

Dansa Waltz dilakukan dalam tiga ketukan.

Satu, dua, tiga... Satu, dua... Mengerti?

Ayo kita coba... Letakan lenganmu di bahuku...

Kenapa kau menyentuhku?

Kita hanya melakukan sesuai storyboard-nya.

Dan kau dulu selalu jadi guru tariku.

Kau yang sudah mengajariku semua teknik...

Guru tari? Aku?

Itu tidak masuk akal! Tidak mungkin!

Kemarilah...

Apa yang kau lakukan?

Apa maksudmu dengan itu?

Itu semua cuma akting! Jangan berpikir hal lain.

Lupakan saja, aku tak bisa melakukannya. Kau lakukan saja sendiri.

Hei, Yoo Hye Chan!

Hei, Yoo Hye Chan! Cepatlah keluar!

Kenapa jantungku berdebar begitu cepat... Apa aku benar-benar menyukai Bong Man?

Dan apa itu sebabnya dia memiliki bantalku ini?

Tidak... tidak... Itu semua bohong.

Tenangkan dirimu! Tenangkan dirimu, Yoo Hye Chan!

Oh, karena tagihan kartu kredit itu...

Aku jadi selalu bekerja sekarang... Oh, sungguh menyulitkan saja...

Hah? Apa ini?

Inikan kamera!

Adik ipar!

Adik ipar. Sekali ini saja! Hanya sekali ini...

Kalau kau mundur sekarang, Sang Young akan ada dalam situasi yang sangat sulit...

Kami bahkan sudah menandatangani kontrak...

Aku tidak mau... Selalu saja karena Bong Man...

Ini bukan karena Sang Young...

Presiden Jang yang secara pribadi memilihmu. Dia menginginkanmu sebagai model iklannya.

Model iklan?

Tentu saja.

Kau bisa menghasilkan uang juga. Ini kesempatan besar.

Tapi kalau melakukannya karena uang saja...

Oh, ayolah... Kau juga bisa pergi ke Busan...

Busan? Kita akan pergi dengan kereta api?

Dengan pesawat terbang.

Pesawat terbang? Aku belum pernah naik pesawat terbang sebelum...

Oh, benarkah?

Bagus dong, kalau begitu kau bisa naik pesawat terbang ke Busan untuk pertama kalinya!

Kapan?

Hae Won, sekali saja, ya? Hanya sekali saja...

Oh ya ampun... Kau itu tak syuting iklan denganku.

Lakukankan saja dengan Kakak ipar.

Apa gunanya berlatih denganku...

Pergilah, aku harus bertemu dengan anak-anak.

Kau keterlaluan...

Kau tak akan dapat satu sen pun saat aku dibayar nanti!

Aku tak membutuhkannya.

Kau harus melakukan perawatan wajah.

Kalau kau ingin terlihat bagus di depan kamera,

Make up-mu harus dilakukan dengan baik dan untuk itu kau memerlukan kulit yang bagus.

Aku punya kulit yang bagus kok!

Kau bicara tentang masa lalu lagi.

Kau tak akan bisa berbohong mengenai usiamu. Tidakkah kau lihat di cermin?

Terserah saja... Oh ya, kau sebaiknya menghubung Sun Mi Eonni.

Dia itu seorang koordinator, jadi dia pasti tahu hal-hal semacam itu.

Sun Mi?

Selamat.

Terima kasih...

Kau menulis sendiri "Romance", kan?

Maaf? Tentu saja.

Aku menulisnya selama tiga tahun,

Anda bisa katakan itu berdasarkan kisah nyata.

Benarkah?

Tak heran, karakter di dalamnya seperti nyata.

Andaikan terbukti itu plagiarisme, kau mungkin akan digugat oleh penulis aslinya.

Ugh... Maafkan. Oh, saya mengerti itu.

Perusahaan kami akan mengambil penuh hak cipta dari skenario yang kau buat itu.

Bagaimana dengan hadiah uangnya...?

Uang itu akan dikirimkan ke rekeningmu besok.

Terima kasih, terima kasih.

Ya, sampai jumpa. Terima kasih banyak.

Aku tahu kau sibuk... Aku minta maaf karena tadi aku tak bisa menghubungi Sun Mi sama sekali.

More Indonesian subtitles for Eighteen, Twenty-Nine

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left