Eloise (Eloise's Lover / Eloïse)

Eloise (Eloise's Lover / Eloïse) (Eloïse)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Eloises Lover 2009 1080p WEBRip x264 AAC id
د لخوا تبصره koleksifilmserial
Linx movi on https://t.me/glseriesmultisub/959

تګونه

webdl
په خپور شو: 2025-08-03
ډاونلوډونه: 67
د اوریدلو معیوبیت: No
FPS: 23.98

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Eloïse.

Eloïse,

Aku bermimpi aku mati.

Jangan khawatir,

itu cuma mimpi buruk, tapi sudah berakhir.

Eloïse...

Halo.

Iya, dengan saya sendiri.

Dia putriku. Kenapa?

Apa?

Ya Tuhan! Gimana keadaannya?

Aku segera ke sana.

Apa yang terjadi?

Dia tidak melihatnya.

Dokter akan segera kembali. Silakan duduk.

Biar aku bawakan itu.

Nggak, aku suka memakainya.

Itu liontin kesukaannya.

Di mana dia?

-Siapa? -Dia.

Kamu bicara tentang siapa?

Bukan siapa-siapa, bukan siapa-siapa.

Aku butuh kopi. Kamu mau secangkir?

Nggak.

Aku akan segera kembali.

Àsia.

Tahu nggak apa kata si bodoh itu? "Èrica,

aku belum siap untuk hubungan yang serius."

-Siapa juga yang minta? -Dia takut setengah mati.

Kenapa sih para cowok pikir kita mau yang begituan?

Kita kan juga ingin bersenang-senang.

-Dia itu menyebalkan. -Harusnya sudah aku tinggalin dari dulu.

Itu karena hormon mereka.

Iya, hormon mereka berbeda dan itulah kenapa mereka melakukan hal-hal ini.

-Lagipula mereka berbulu. -Coba lihat ketiakmu!

Bicara soal cowok...

Wah, kerennya!

-Jangan diliatin. -Dia sudah lihat kita dan sekarang melihat ke sini.

Awas, dia masih melihat.

-Kayaknya dia suka kamu. -Nggak.

Menurutku kamu bukan tipenya.

Tahun lalu dia pacaran dengan cewek yang lebih tua.

-Bohong, kamu ngarang aja. -Beneran.

-Hai, teman-teman. Hai, Àsia. -Hai, Nat, duduk sini.

Nggak, makasih. Kalian mau ikut nonton bioskop hari Rabu?

-Siapa saja yang pergi? -Dani, Ruben, dan aku.

Dengan senang hati, kan, teman-teman?

-Rabu jam 5, di sekolah? -Tentu.

Sip. Sampai jumpa hari Rabu.

-Dadah. -Dadah.

"Hai, Àsia." Kelihatan banget kan.

Kamu bakal nonton bioskop bareng dia!

Dan dia mungkin akan meninggalkan kita berduaan dengan teman-temannya.

Dani nggak jelek-jelek amat kok.

Tuh, si aneh datang.

Dia aneh banget.

Dia lahir di sekte pemuja alien.

Dia pernah pakai narkoba yang merusak otaknya dan sekarang dia jadi psikopat.

Makanya dia menjauh, karena dia bisa punya dorongan untuk membunuh.

-Bisa jadi dia sudah pernah. -Mustahil.

-Kenapa? -Dia bukan tipe seperti itu.

Justru karena itu aku tidak percaya padanya.

-Dia pernah hamil dan aborsi. -Tapi kan dia lesbian.

Mungkin dulu belum. Mungkin dia diperkosa.

Pasti, di sekte itu.

Ayo pergi, aku nggak mau pulang telat.

Jam berapa sekarang?

-Setengah sembilan. -Kapan dokternya datang?

Jam 10.

Aku mau cari makan. Mau kopi?

Eloïse, jangan menatap orang seperti itu.

Àsia.

Àsia!

Waktumu masih lama. Lanjutkan saja.

Sudah waktunya.

Akhirnya kamu akan membuatku bangga padamu.

-Kenapa hari Jumat lama sekali ya? -Dan akhir pekan cepat sekali?

-Nat, kita ada pertandingan. -Minggu lalu mereka membuat kita lengah.

-Mereka mencetak tiga gol. -Kita akan mencetak enam.

-Iya, tentu saja. -Jam berapa?

Aku harus bicara dengan Nora dan Èrica, tapi kurasa sekitar jam 10.

-Nanti aku kabari lewat pesan. -Oke.

-Sampai jumpa. -Dadah.

Satu atau dua gol untukku ya.

Maaf.

Tidak masalah.

-Maaf. -Terima kasih.

Mahasiswa Seni Butuh Model 8 April, Ruang 203, Seni Rupa

Halo.

-Kamu ke sini karena iklan itu? -Iya, tapi aku tidak tahu kalau kamu...

-Sudah dapat model? -Belum.

Kamu yang pertama dan mungkin yang terakhir. Aku tadinya mau pergi.

-Sampai jumpa. -Tunggu.

Kalau kamu di sini, berarti kamu tertarik.

Hanya karena penasaran.

Aku tidak akan jadi model siapa pun, apalagi...

Modelku.

Tentu.

Terima kasih sudah datang. Sampai jumpa lagi.

Bukankah kamu mau pergi?

-Aku mau jadi modelmu. -Aku tidak mau buang-buang waktu.

Aku juga.

Aku tidak tahu kenapa aku ke sini atau kenapa, tapi...

Aku ingin melakukan sesuatu yang impulsif, tak terduga, tanpa berpikir.

Aku ingin jadi modelmu.

-Pasti karena buku itu. -Buku apa?

Yang kamu baca di bar, itu yang membawaku ke sini.

Oke, ayo kita bertindak impulsif!

-Tos! -Tos!

Untuk kita!

-Untuk dua golku. -Jangan mulai lagi.

Aku berhasil lepas dari bek brengsek yang mengejarku...

Jangan biarkan dia minum lagi atau kita akan di sini sampai jam 4 pagi.

Lagipula kamu tidak punya kerjaan lain.

Apa? Saat itu aku sudah bisa membuat semua cowok di disko bertekuk lutut padaku.

Aku buang-buang waktu di sini. Seharusnya aku sedang cari gebetan.

Dan kamu bicara tentang para cowok?

Aku akui aku suka spesies kalian, sangat suka.

Dan kalau dia bukan temanku, aku sudah menggodamu.

Kurasa kita sudah cukup minum alkohol.

Lesbi.

Menjijikkan sekali!

Menurutku para lesbian punya pengalaman buruk dengan cowok.

Atau karena mereka terlalu jelek, seperti mereka berdua.

Pergi tunjukkan pada mereka seperti apa pria sejati itu.

-Dengan tiga cewek ini aku sudah cukup. -Memangnya bisa, bocah?

Kalau saja musiknya tidak membosankan, kita bisa menari.

Gin dan tonik.

Teruskan saja, nanti kau bisa menemukan minyak.

-Maaf. -Jangan khawatir.

-Apa kamu bersenang-senang kemarin? -Sangat.

Itu terlihat jelas.

Jelaskan padaku tentang ini semua. Apa yang harus aku lakukan, kapan aku bisa pergi...

Simpan saja untuk lain hari, suasana hatimu sedang buruk.

-Aku tidak akan buang-buang waktuku. -Tidak, tunggu.

Aku ingin bicara, tapi semalam aku tidak bisa tidur nyenyak.

Kata orang, manusia memangsa manusia lain.

Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang bisa dilakukan seorang wanita pada wanita lain.

-Kita lebih buruk dan mengira kita hebat. -Kompetitif dan pencemburu.

Ini bukan cemburu. Aku harap ini cuma cemburu.

Ini iri.

Ingin menjadi lebih baik dari orang lain, memiliki banyak hal dan omong kosong lainnya.

-Bagaimana caramu melakukannya? -Melakukan apa?

Di sekolah mereka mengatakan hal-hal buruk tentangmu.

Aku tidak percaya, tapi kalau itu terjadi padaku, aku tidak akan tahan.

Tapi kamu tetap tenang, seolah-olah kamu tidak peduli.

Bagaimana caramu melakukannya?

-Menangis sendirian. -Itu memengaruhimu?

Tentu saja. Kamu pikir aku terbuat dari apa?

Aku mencoba untuk tidak peduli, tapi itu tetap memengaruhiku.

Orang-orang terdekat kitalah yang paling menyakiti kita.

Aku menggambar paling baik saat orang-orang sedang tidak fokus.

Permisi.

Putri saya dibawa ke ruang operasi lebih dari dua jam yang lalu.

-Apa masih akan lama? -Nomor kamar berapa?

314.

Operasinya butuh waktu tiga jam. Seharusnya mereka sudah mau selesai.

Jangan khawatir, dokter akan datang untuk memberitahu Anda bagaimana hasilnya.

-Terima kasih. -Sama-sama.

-Masih pacaran sama Nathaniel? -Iya, sudah sekitar setahun.

-Dia pria yang baik. -Iya, dan sangat penyayang.

-Kamu kuliah jurusan apa? -Arsitektur.

Sekarang aku mengerti soal folder itu. Aku terkejut waktu kita bertemu.

-Jadi kamu juga menggambar. -Bukan hal yang sama, tapi iya.

-Kamu kenal dia? -Tidak.

Pernahkah kamu tersenyum pada orang asing?

Tidak, kenapa?

Tidak, hanya penasaran.

Àsia,

malam itu di disko

Aku melakukan sesuatu yang seharusnya tidak...

Aku mencium Èrica.

Aku tidak tahu kenapa, maafkan aku. Aku ingin jujur padamu.

Itu tindakan bodoh dan aku menyesal, tapi aku ingin kamu tahu.

-Maafkan aku. -Aku sudah tahu itu.

-Apa dia memberitahumu? -Tidak, aku melihatmu.

Sial!

-Kenapa kamu tidak bilang apa-apa? -Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

-Sial, maafkan aku. -Aku juga.

-Apa yang bisa aku lakukan agar kamu memaafkanku? -Sudah kumaafkan. Itu bukan...

Yah, aku merasa sangat buruk, tapi ya sudahlah, sudah lewat.

-Dan terima kasih atas kejujuranmu. -Tampar aku.

-Apa? -Aku pantas mendapatkannya karena kebodohanku.

Jangan konyol. Aku tidak akan menamparmu.

Sini.

Aku sayang kamu.

Aku tidak akan melakukan apa pun lagi untuk menyakitimu.

-Makasih. -Sama-sama.

Bodoh!

Aku punya sesuatu untukmu.

-Apa itu? -Kencan yang hilang. Ini untuk besok.

-Untukku? -Iya.

Manfaatkan dan pergilah dengan Nathaniel.

Kamu saja yang pakai. Pergi dengan orang lain.

-Harganya mahal sekali. -Pakai saja.

Tidak, berikan saja pada temanmu.

Tenang saja, aku senang kamu bisa memakainya.

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Katakan saja kamu akan pergi dan bersenang-senang.

Balet, malam ini? Aku tidak tahu.

More Indonesian subtitles for Eloise (Eloise's Lover / Eloïse)

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left