لومړۍ 200 کرښې.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.
Aku melihatnya.
Seseorang bersimbah darah.
Ini kasus pembunuhan.
60 HARI SEBELUM KEJADIAN
Direktur yang mencintai seni dan alam
meminta arsitek terkenal dunia
mendirikan Wastu Hyowon.
Bangunan utama bernama Cadenza.
Sedangkan bangunan tambahan bernama Rubato.
Kebun ini begitu indah di musim semi.
Cantik sekali, ya?
Donasi untuk Yayasan Ibu Tunggal berkembang pesat sejak tahun lalu.
- Baguslah. - Aku bersyukur.
Para ibu juga sangat hebat.
Mereka memutuskan untuk membesarkan anaknya sendiri tanpa suami.
Semoga mereka kuat sampai akhir.
Mereka harus melawan pandangan miring masyarakat.
Itu tak mudah dilakukan.
Karena itulah mereka hebat. Mereka memilih jalan yang sulit.
Kau ingin mengunjungi TK?
Tentu saja.
Ini kunjungan pertamaku semester ini.
Biar kuhitung.
Sudah lima tahun sejak kita bertemu dan dimulainya donasi itu.
Untuk hari ini, aku sendiri yang akan mengantarmu.
Terima kasih.
Halo?
Benar, aku mencari guru les.
Untuk iparku, bukan aku.
Bisakah dia dipercaya?
- Lepaskan aku! - Lepaskan dia!
- Jangan! - Lepaskan!
- Jangan begitu! - Sialan.
- Jangan begitu! - Tidak!
Apa yang kalian lakukan?
Keluar dari sini.
Apa yang kalian lakukan di TK ini?
Kami hanya melakukan tugas kami.
Apa tak malu di depan anak-anak?
Jangan halangi, kau bisa bermasalah.
Kau masalahnya.
Ini dari TK Dawoom.
Sekumpulan pria sembarangan masuk, menyerang, dan mengancam kami.
Cepat kemari. Mereka bisa saja kabur.
Bukankah ini tempat belajar?
Mereka harus diajarkan taat hukum.
Ayahnya punya banyak utang dengan rentenir.
Padahal adiknya ada tiga.
Sebanyak apa utangnya?
Pinjaman awalnya mungkin tak seberapa.
Namun, bagi orang yang kekurangan, uang tersebut
bisa membuat orang bunuh diri, bahkan membunuh orang lain.
Jadi, kau ingin menjadikan anak itu pembantu baru kita?
Dia tak punya tempat tinggal.
Kudengar dari Suster Emma, dia sangat rajin dan baik.
Bila dia sebaik itu, kenapa kau tak merekrutnya sendiri?
Aku juga sempat memikirkannya. Terlebih, dia seorang guru TK.
Namun, karena menyangkut Hyowon, aku perlu izin darimu.
Kau temuilah dia.
Sudah menemukan guru les untuk Ha-joon?
Ya. Seseorang yang sempurna.
Mungkin hari itu adalah awal mula
pembunuhan yang terjadi di Cadenza.
Kau bisa melihat sistem kasta dengan jelas di rumah itu.
Namun, sejak kedatangan wanita itu, semua menjadi berubah.
Sistem kasta tersebut mulai hancur.
LEMBAR RIWAYAT HIDUP KANG JA-KYEONG
PENDIDIKAN PENGALAMAN KERJA
TESIS
Anak yang akan diasuh adalah anak lelaki berusia delapan tahun.
Baik.
Ibunya adalah iparku.
Ya, aku tahu itu.
Aku dekat dengan nyonya dari Grup Iyeon yang merekomendasikanmu.
Kudengar kau mengajar anak-anaknya
hingga masuk ke sekolah asrama. Apakah benar?
Ya, itu benar.
Kau sudah punya banyak pengalaman walau usiamu baru 27 tahun.
PENGALAMAN KERJA
Kau juga lama menjadi asisten di sebuah TK.
Benar. Aku pintar menjaga anak kecil.
Aku punya tiga adik, adikku yang terkecil masih SD.
Bisa dikatakan, aku yang membesarkan mereka.
Bagaimana ini?
Apa mereka bisa berpisah denganmu bila kau tinggal di sini?
Kami kekurangan kamar di rumah kami, aku justru senang bisa di sini.
Kau sempurna untuk Ha-joon.
Aku akan beri tahu iparku.
Aku mengerti, Hi-soo.
Bagaimana bila kau bekerja di rumah kami?
Meskipun kualifikasimu melebihi syarat kerja,
tetapi aku sangat menyukaimu.
Banyak tamu yang sering ke sini.
Aku butuh pemandu muda yang menyambut tamu sekaligus menjadi sekretarisku.
Bila menerima tawaran ini,
kau bebas dari tugas pembantu.
Iparku baru saja mendapatkan guru les yang dia inginkan.
- Ada apa? - Jin-hee baru saja datang.
Aku tadinya ingin berbicara di sini, tetapi kita ke ruang kerjaku saja.
Silakan pergi ke bangunan tambahan sesuai rencana.
Jadilah guru les keluarga kami.
Baiklah.
Maafkan aku, Yu-yeon.
Sepertinya kau harus ke bangunan utama.
Baiklah.
Bila ada masalah saat bekerja di sana, kabari saja aku.
Baik, Bu.
Nona Kang.
Ya?
Payungmu.
Aku lupa bawa karena hujan berhenti.
Payung edisi terbatas?
Ini tiruannya.
Itu Louis de Belle.
Takdirlah
yang membawa kedua wanita ini ke tempat mereka yang seharusnya.
Namun, terkadang manusia tidak menyadari
bahwa takdir tersebut dibentuk oleh Tuhan.
EPISODE 1 ORANG-ORANG ASING
Apakah tempat itu surga atau neraka?
Apakah orang itu malaikat atau iblis?
Mereka tidak tahu sama sekali saat itu.
Salam kenal, Bu.
Namamu Kang Ja-kyeong?
Salam kenal. Aku Seo Hi-soo.
Sayang.
Kau pulang cepat hari ini.
Kenalkan guru les baru di sini.
Halo, namaku Kang Ja-kyeong.
Tolong rawat anakku dengan baik.
Aku akan bekerja sebaik mungkin.
Sampai jumpa nanti.
Dia orangnya pemalu.
Silakan duduk.
Silakan dimakan.
Anakku menyukainya, jadi, sering kubuatkan.
Ini enak.
Ha-joon suka memilih-milih makanan dan sangat pemalu.
Tolong rawat dia.
Baik.
Dia berjiwa bebas
dan mungkin terlihat kasar, tetapi sebenarnya tak begitu.
Baik.
Aku akan tulis semua kebiasaan, makanan kesukaan,
dan apa pun detailnya, jadi, pelajari saja.
Baik, Bu.
Kami ada makan malam keluarga hari ini.
- Baik. - Karena ini acara orang dewasa,
tolong jaga Ha-joon nanti.
Baik, Bu.
Pangeranku sudah datang.
Ibu!
Halo, aku Oh Soo-young.
Rupanya kau Ha-joon.
Salam kenal.
Halo.
Ibu, aku lapar.
Pangeranku tidak boleh kelaparan.
Hi-soo, desainer sudah datang.
Tolong siapkan kudapan Ha-joon untuk pukul 16.00.
Baik, Bu.
Ha-joon, ayo naik untuk cuci tangan dan ganti baju.
Baik.
- Dengan hanya melihatmu - Dengan hanya melihatmu
- Aku menginginkanmu - Aku menginginkanmu
Hatiku sangat sakit
Aku menginginkanmu
Ini tak seperti yang kuinginkan
Namun, karena air mataku yang terjatuh
- Perasaan cintaku - Perasaan cintaku akhirnya diketahui
Hatiku menjadi sedih karena ini.
Coba pilihkan lagu yang ceria.
Baiklah kalau begitu.
- Masa muda ini… - Lupakan.
Apa jadwalku selanjutnya?
Setelah kelas menyanyimu selesai, ada jadwal olahraga di pusat kebugaran.
- Di mana suamiku? - Di ruang kerja.
Masa muda ini
- Kembalikan kepadaku - Kembalikan kepadaku
Yang ini.
Ini juga.
- Bagaimana? - Cantik.
Sepertinya warna terang itu tidak boleh.
Bukankah seru mencoba sesuatu yang tak boleh?
- Aku pilih ini. - Baiklah, Bu.
Terlihat bagus, bukan?
- Siapa yang mengatur tempat kali ini? - Hi-soo.
Aku mengatur ulang tahun Ibu kemarin.
Kalau begitu, Ji-yong akan duduk di depan Ayah, bukan?
Baguslah. Bila kau di depan Ayah, dia pasti merasa tak enak.
Tensinya kembali naik.
Obat jantungnya pun sudah ditambah.
Aku juga tak mau duduk di depannya.
Tensiku juga tinggi.
Aku sudah sampai!
- Hei! - Cepat!
Cepat bergerak!
Biarkan terlihat.
No comments yet. Be the first to leave one.