لومړۍ 165 کرښې.
Episode 3: Menjadi Penguasa yang Tepat
Peringatan
Tubuh Anda sedang terpengaruh oleh hawa jahat relik.
Peringatan
Hal ini akan berdampak langsung pada kulit Perlindungan tubuh sangat diperlukan
Skill Dasar Penjarah Makam
Kepiawaian Tangan telah diaktifkan
Pencuri Licik
Berhasil mendapatkan titel dan mempelajari skill baru
Kepiawaian Tangan
Skill Dasar Penjarah Makam (4/4)
Keempat bakat yang sempat tertidur telah berhasil dibangkitkan sepenuhnya Anda telah bangkit sebagai Penjarah Makam yang sejati
Misi selesai
Hadiah akan diberikan setelah keluar meloloskan diri dari makam kuno
Kota Atsugi, Prefektur Kanagawa
Hotel Bisnis
Anda telah keluar dari makam kuno <Aktivasi Skill Dasar Penjarah Makam> Hadiah misi akan dibagikan
Sebelum hadiah dibagikan, silakan pilih opsi dengan hati-hati
Jalur Kendali
Jalur Keselarasan
Hadiah misi telah dibagikan
Peringkat? / Relik Habis Pakai Makanan Instan
Berhasil menahan hawa jahat relik dan memulihkan luka Menyadari keberadaan
Anda telah ditandai di dalam Catatan Masa Depan Masa depan Anda sedang dibaca
Catatan Masa Depan
Sasaki Yuka akan mati.
Kakak ganteng banget, sih, gilak. Syok abiez. Bikin dag-dig-dug kehabisan kata-kata. Habis ini mau minum boba bareng, enggak? Terus, Kakak udah punya pacar belum?
Gila. Syok Abiez...
Kakak ganteng
Dag-dig-dug
Mau minum boba, enggak?
Udah punya pacar belum?
Episode 4
Pencuri Masa Depan
Bingo!
Ini sudah pasti Fenomena Kofunisasi.
Makam kuno akan segera muncul.
Bagus. Tepat seperti ramalan.
Proses kofunisasi baru saja dimulai.
Aku tahu.
Lebih penting lagi, ada ramalan bahwa orang Jepang
yang merebut relik kapak itu sedang berada di dekatmu.
Lalu, entah apa maksudnya,
tapi kau diramalkan untuk "berhati-hati terhadap alkohol".
Jadi bajingan itu...
orang yang muncul di dalam ramalan?
Hawa jahat yang sangat pekat bertebaran di mana-mana.
Sepertinya sesuatu yang merepotkan akan segera muncul.
Kau tak apa-apa?
Makam kuno yang dipenuhi katana-katana yang hancur.
Ini makam kuno dari relik katana Jepang "Muramasa".
Muramasa adalah nama penempa katana yang aktif dari zaman Sengoku
hingga zaman Edo.
Karena ketajamannya yang luar biasa,
katana itu disebut mahakarya "Muramasa", tapi...
Mulai dari kakek, ayah,
hingga anak laki-laki keluarga tersebut, semuanya...
tewas ditebas oleh Muramasa di akhir hayatnya.
Muramasa telah membantai habis seluruh keluarga itu.
Katana yang terkutuk.
Makam kuno ini memiliki sifat yang sangat agresif dan memusuhi manusia.
Sudah dimulai, ya? Aku harus segera menyelesaikannya.
Mari bergerak.
Tunggu aku, Muramasa.
Astaga, sebenarnya apa-apaan ini?
Ah, sialan! Kenapa makam kuno ini besarnya bukan main begini?
Tidak ada waktu bermalas-malasan.
Ayo!
Makam kuno ini terlalu luas.
Bahkan dengan Kapak Emas pun, posisi relik masih tak bisa dilacak.
Orang-orang Republik Vent pasti sudah tahu posisinya.
Kalau tahu akan jadi begini,
harusnya aku membuntutinya diam-diam dan mencari kesempatan.
Jika dibiarkan, Muramasa bisa direbut.
Untuk saat ini, mari bergegas mencarinya.
Si berengsek itu, sebenarnya pergi ke mana dia?
Apa yang terjadi?
Tenanglah.
Papa, orang itu aneh sekali.
Hentikan!
Siswi SMA itu...
Dia telah dirasuki relik.
Jika seseorang ditebas katana itu, dia juga pasti akan dirasuki.
Hei, gelagatnya aneh.
Jika jumlah orang yang ayunkan katana bertambah,
situasi ini akan semakin tak terkendali.
Ternyata benar, dugaanku tepat.
Ini jebakan mekanisme, jembatan akan muncul
jika kita mempersembahkan korban ke dalam lubang.
Hei, apakah orang yang menjatuhkan kalian ke sini lalu kabur
adalah seorang pria dari Republik Vent?
Ya, benar.
Begitu dia menyanyikan lagu aneh dalam bahasa Vent,
tiba-tiba sebuah lubang terbentuk.
Setelah itu, dia mendorong kami hingga terjatuh ke sini
lalu kabur begitu saja.
Sip. Kalau dia memang baru saja di sini sampai tadi,
berarti masih ada kesempatan.
Nah, mari kita lihat. Aku coba pinjam kekuatan ini saja.
Apa yang kau lakukan?!
Gelang dengan motif tali tambang.
Apa isi wadah kotak ini adalah kue mochi?
Relik dari kisah "Kakak-Beradik yang Menjadi Matahari dan Bulan".
Kue mochi yang diminta harimau dari seorang ibu,
saat ia pulang setelah selesai berdagang.
Tali tambang kasar yang turun dari langit
untuk menyelamatkan kakak-beradik yang hampir dimangsa harimau...
Skill, ya?
Dengan ini, keempat-empatnya sudah lengkap.
Waktunya pas sekali.
Ikat!
Apa kalian tahu ke mana perginya orang Republik Vent itu?
Ah, ya.
Dia menyeberangi jembatan di atas lubang, lalu masuk ke gua.
Ternyata benar, pengguna relik ramalan yang memberitahukannya.
Tunggu.
Bisa tolong lakukan sesuatu dengan tali ini?
Kakak, ayo main denganku! Hei, ayo main!
Benar-benar, deh, yang namanya relik itu...
Ayo, cepat kembali ke sini.
Kenapa? Kenapa, coba?
Enggak, enggak mau! Aku masih mau main lagi!
Aku akan keluarkan kalian dari sini,
jadi bantu aku menangkap orang Republik Vent itu.
Dia penjahat yang sudah menjebak kalian,
jadi mari beri dia pelajaran yang setimpal.
Ya, jadi di dalam Relik Catatan Masa Depan tertulis tempatnya di sini.
Berhasil.
Nah, mari kita lihat.
Di mana kau berada, wahai relik yang manis?
Karena semua saksi mata sudah kubereskan,
misiku akan selesai begitu aku berhasil dapat Muramasa, tapi...
Ditambah, orang Jepang menyebalkan yang sudah menipuku waktu itu.
Aku juga harus mencari dan melenyapkan keparat itu.
Begitu Muramasa jatuh ke tanganku,
siapa pun yang datang sama sekali bukan tandinganku.
Ini kemenanganku!
Sialan! Apa-apaan ini?
Isinya cuma katana-katana rusak saja!
Di mana Muramasa berada?
Itu dia!
Bagaimana bisa mereka ada di sini?
Orang itu!
Hei, kau!
Takkan kumaafkan kau!
Beraninya kau coba bunuh kami!
Hei, tunggu dulu!
Jadi ini semua ulahmu?
Memangnya siapa lagi?
Sudah jauh-jauh datang ke sini, tapi tak bisa temukan relik satu pun...
Yah, kurasa beginilah level kemampuan pasukan kalian.
Nah...
Carilah reliknya, Kapak Emas!
Bagus sekali kau bisa menemukan diriku.
Jika ingin dapat kekuatan, biarkan aku mengisap darah segar sepuluh orang.
Dengan mengisap darah manusia, aku bisa mengembalikan wujudku yang sebenarnya.
Jika tidak, aku akan mengurung kalian di sini selamanya.
Apa ini? Suara siapa itu?
Relik jenis senjata tajam itu selalu saja merepotkan begini.
Apa itu yang kau sebut ujian?
Benar.
Apa yang kau tunggu? Cepat bunuh manusia-manusia itu!
Aku menolak.
Akan kuperlihatkan kepadamu apa itu Daya Kendali!
Hei, tu-tunggu!
No comments yet. Be the first to leave one.