لومړۍ 200 کرښې.
Ya, Mama?
Sudah mau sampai di terminal.
Tidak usah kirim kipas angin.
Ada AC di sana.
Mama nangis lagi?
Aku tahu Mama merindukanku, tapi Mama harus biasakan.
Kau tahu?
Kenapa Mama dan Ayah tidak senang,
dan memberiku seorang saudara?
Aku juga mau hidup di luar Baguio?
Sudah dekat terminal!
Sudah dekat terminal!
- Sudah dekat terminal! - Udahan dulu, Mama.
Aku mau turun dari bus.
Jaga dirimu! Aku menyayangimu!
Bagus!
Apa kabar? Kau sudah makan malam?
Malam!
Apa kabar? Bagaimana perjalanannya?
Kau sudah dapat tempat tinggal?
Apartemen ini bagus sekali.
Apa cuma 30 hari aku disini?
Benar. Sudah kebijakan perusahaan.
Tapi, jika kau sulit menemukan tempat tinggal...
Beri tahu saja, kami bisa bantu carikan.
Baik!
Besok pagi-pagi,
aku akan cari tempat.
Kurasa kau beruntung sendirian!
Biasanya, ada 4 temanmu sekamar.
Tapi, bulan depan ada 2 yang datang.
Keduanya dari Baguio.
Kau tetap tinggal sendirian!
Jadi,
kembali ke topik!
Ini cuma pertemuan singkat.
Aku cuma mau ingatkan saja. Tanggal-tanggal penting.
Jadwal pelatihanku juga sudah kuterima.
Benarkah?
Bagus!
Baiklah!
Tolong jangan lupa orientasi virtualnya.
Satu lagi.
Ada orang lain disana bersamamu?
Tidak ada. Cuma sendirian.
Kayaknya ada yang berkelahi?
Itu dari kamar lain.
Baik,
ada baiknya bicaralah ke mereka,
atau laporkan ke admin.
Baiknya pelatihnya tidak mendengar ini.
Atau bisa makin parah!
Pelangganmu,
selama panggilan uji coba dalam pelatihanmu.
- Aku mengerti. - Baiklah!
Aku ada pertemuan penting malam ini.
Jadi, aku akan kirimkan ke emailmu.
Dan, jika ada yang mau kau tanyakan, ping saja aku!
Oke?
- Oke. - Terima kasih!
Ada monster di ranjangku.
Ada apa denganmu?
Dasar bodoh!
Itu masalah rumah tangga orang.
Jangan ikut campur.
Oke?
Pak, tali sepatumu lepas.
Pak, kau baik-baik saja?
Pagi, Pak!
Kau sedang apa?
Lagi membersihkan ikan.
Tahu ikan apa itu?
Tidak tahu, Chef.
Siapa yang suruh orang dungu ini membersihkan ikan itu?
Aku, Chef.
Tahu ikan apa itu?
Tidak tahu, Chef.
Racun ikan ini bisa menghancurkan restoran ini.
Kalian sadar gak?
Kau perlu izin.
Untuk mengerjakan jenis ikan ini.
Ikan ini bisa meracuni orang-orang di restoran ini.
Makanya kau butuh izin, sebelum menyiapkan ikan jenis ini.
Dan aku sudah punya izinnya!
Makanya aku bosmu!
Ada pekerjaan tertentu yang cuma aku yang bisa kerjakan.
Aku bisa meracuni semua orang di sini!
Jika aku mau.
Dan camkan kata-kataku!
Kalian berempat memang bodoh.
Paman.
- Sudahlah. - Tony.
Tenanglah.
Kita bicara di sana.
Katakan.
Katakan apa?
Kau tidak akan kemari jika tidak ada tujuan, kan?
Jadi, jangan buang waktuku dan katakan yang mau kau sampaikan?
Aduh, ketahuan.
2 hari lalu ada yang kukirim ke emailmu. Tapi...
Yang jelas, kau belum membacanya.
Paman…
Ada yang mau kutanyakan tentang keuanganmu.
Kulihat ada penarikan besar dan...
semoga struk pembelianmu kau simpan?
Pembelian?
Tidak ada!
Jadi…
Tapi…
Kau menarik 10ribu tiap hari, kan?
Semuanya, dalam seminggu.
Kubilang tidak, kan?
Tidak!
Tapi, siapa yang mengambilnya?
Kau belum mengerti? Itu bukan aku.
Bila boleh mengingatkanmu...
aku yang biayai sekolahmu.
Lalu kupekerjaan.
Sebagai akuntanku.
Bukankah akulah yang harus bertanya?
Dan bukankah kaulah yang menjawabnya?
Tony.
Tony!
Selesaikan masalahmu!
Ya, Mama?
Aku mau kembali ke apartemen.
Jangan khawatir. Aku bisa usahakan sendiri.
Ya.
Jika aku butuh bantuanmu,
aku akan menghubungimu.
Oke? Daah.
Makanya aku pergi dari Baguio, untuk menjauhkan diri,
tapi masih ada saja yang menelpon.
Maafkan aku, nona.
Aku tahu itu bukan urusanku,
tapi kau sering bertengkar dengan suamimu membuatku khawatir.
Jika…
dia menyakitimu, dan kau butuh pertolongan,
ketuk saja pintuku.
Halo!
Bisa kau periksa suara ribut dari kamar sebelah?
Oke, terimakasih.
Pak, tolong buka!
Ya?
Malam, Bu.
Aku satpam.
Cuma mau memeriksa kau baik-baik saja?
Memangnya kenapa?
Ada yang menelpon dari penyewa lain.
Katanya ada teriakan yang berasal dari tempatmu.
Sepertinya ada yang bertengkar.
Siapa pun orang itu,
terima kasih atas perhatiannya, tapi kami baik-baik saja!
Sudah periksa tempat lain?
Aku mengerti, Bu.
Maaf.
Jika seandainya ada masalah, hubungi saja keamanan.
Sekali lagi aku minta maaf, dan selamat malam.
Terima kasih, satpam.
Kenapa kau laporkan?
- Menghubungi satpam? - Apa?
Menghubungi satpam!
Kaalu begitu beritahu mereka ada wanita ditempatmu!
Itu hobimu, kan?
Suka ikut campur kehidupan orang lain?
Maafkan aku, Nona.
Tapi itu sudah kelewatan!
Kau sudah mengganggu orang lain.
Aku juga tidak mau jadi saksi atas tindakan kejahatan.
Menakutkanku?
Mendengar suara mengerikan tiap malam!
Kau bisa jadi penulis cerita kriminal terhebat!
Tidak ada yang akan terbunuh, kecuali jika kau hubungi satpam lagi!
Bercanda!
Tapi...
Sebenarnya kau sedang apa di dalam?
Kau bisa mengintipnya lain kali.
Pagi, Pak!
Halo! Ada kabar baru?
Pak…
Minggu depan! Akan kubayar!
Apa-apaan, Tony!
Ini sudah berapa minggu?
Jika aku jadi kau, mobilku akan kugadaikan!
Jadi kau bisa membayarku!
Pak,
pamanku akan memberikannya padaku.
Aku cuma butuh waktu,
aku akan minta pinjaman dari pamanku...
dan langsung kusetor.
Bagaimana jika aku yang minta ke pamanmu?
Tony,
aku meminjamkanmu uang dengan mudah.
Malah balasannya, kau membuatku menunggu begitu lama!
Pak, aku janji akan melunasinya.
Masalahnya aku kalah besar kemarin.
Kalau begitu berhentilah berjudi, tolol!
Jika kau tidak bayar minggu depan,
tunggu saja kau akan menyesalinya!
Akan kubayar.
No comments yet. Be the first to leave one.