لومړۍ 200 کرښې.
Han Ji Wan!
Ji Wan!
Ji Wan.
Han Ji Wan!
Han Ji Wan!
Han Ji Wan!
Mengingat bagaimana kakakku meninggal...
Bagaimana mungkin aku bisa menemui Kak Kang Jin lagi?
Aku berencana untuk benar-benar memecatmu kali ini.
Itu satu-satunya cara Tim Manajer Cha bisa selamat.
Aku takut aku mungkin mulai menyukai Kak Kang Jin lagi...
Karena aku,
kakak Ji Wan meninggal dunia.
Dia jatuh sakit karena sulit baginya untuk menerima kehadiranmu.
Kesedihannya...
Kehadiranmu saja...
telah mempengaruhi tubuhnya.
Apakah kau tidak mengerti hal itu akan menyebabkan penderitaan dan luka bagi Ji Wan?
Apakah kau tidak mengerti juga?
Lepaskan dia. Hentikan.
Ji Wan tidak akan bisa melepaskanmu.
Anak bodoh itu... Biarpun itu diam-diam membunuhnya, dia tidak akan pernah bisa melepaskanmu.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Tim WISFC @ Viki
Ini sama sekali tidak sakit. Nenek melihat saya tertawa, kan?
Percayalah kata-kata saya, ini mudah sekali.
Sini. Karena sudah saya sudah memberi contoh,
Nenek harus melakukannya juga.
Nenek pasti berpikir saya amatir yang ceroboh,
tetapi biarpun saya tidak mengatakannya, karena saya akan terkesan seperti sedang membual,
saya mendapatkan beasiswa kembali semester ini.
Ini terkesan seolah saya semakin membual...
Makanya saya tidak ingin mengatakan ini,
tapi saya adalah yang terbaik di antara semua sukarelawan medis yang datang kemari.
Nenek, Anda beruntung.
Saya mengerti.
Kalau begitu, silakan.
Saya benar-benar tidak akan membuatnya terasa sakit sama sekali.
Saya berjanji.
Biarpun dari penampilan luar saya terlihat seperti orang lemah, tapi sebenarnya saya sangat kuat
dan saya sejak dulu senang mencuci.
Sampai-sampai nama panggilan saya adalah Mesin Cuci Manusia.
Makanya Nenek jangan merasa sungkan, kalau ada yang perlu di cuci,
letakkan saja di luar ya, Nek?
Apakah ada yang bisa aku bantu?
Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?
Aku bertanya pada pemilik Kafe.
Jadi ada yang bisa aku bantu?
Setuju?
Oke.
Maukah kau memberiku selamat?
Ingat tidak, aku memberitahumu tentang Kontes Pembangunan Museum Sejarah Alam
yang waktu itu?
Aku berhasil meraih juara pertama.
Benarkah?
Akan ada pengumuman secara resmi dua hari lagi,
tetapi mereka sudah memberi tahu aku sebelumnya.
Direktur di sana adalah kakak seniorku.
Selamat!
Itu hebat sekali.
Semua berkat kau.
Aku tidak melakukan apapun.
Kita sebaiknya menjemur ini sekarang.
Sini.
Satu, dua, tiga!
Selesai.
Aku bisa bernafas lega sekarang.
Jika proyek konstruksi ini diserahkan kepada kami, tinggal masalah waktu saja sampai aku bisa kembali membuka usaha sendiri.
Aku bisa membayar semua hutang bank dan hutang pribadiku sekarang.
Dan, aku bisa melaksanakan semua hal yang sudah aku rencanakan.
Ada apa?
Entahlah, sepertinya ada sesuatu yang masuk ke dalam mataku.
Jangan dikucek-kucek seperti itu.
Cepat duduk.
Kalau ada orang lain melihat kita, pasti mereka pikir kita sangat akrab.
Bagaimana sekarang?
Apakah masih terasa mengganggu?
Tidak.
Aku sudah merasa lebih baik sekarang.
Menakjubkan.
Lusa adalah hari ulang tahunku.
Maukah kau pergi makan bersamaku?
Lagipula itu bukan hari biasa... Itu ulang tahunku.
Baiklah.
Ayo pergi makan bersama.
Tetapi...
Bisakah kita makan daging?
Daging sapi?
Kau ingin makan siang di sini?
Apakah kau tahu seberapa mahalnya makanan di tempat ini?
Ah, ayo, ikut saja.
Selamat datang.
Ini cuma makan siang.
Ayo makan di kantin saja...
Di depan kantor kita.
Aku punya janji temu dengan klien sebentar lagi.
Pak Komisaris sedang menunggumu.
Apa?
Ayah Lee Woo Jung.
Pemilik Grup Beomseo.
Dia sedang menunggu untuk bertemu dengan kekasih putrinya.
Apa?
Kalau aku memberitahumu yang sebenarnya, kau pasti tidak mau datang.
Jadi aku berbohong sedikit, Bocah.
Ayo masuk, Cinderella.
Sesuai dengan latar belakang keluargamu, setidaknya tata rambutmu luar biasa.
Woo Jung bilang dia akan membunuhku kalau aku tidak berhasil membawamu.
Kau sudah dengar rumor bahwa dia tertarik padamu, kan?
Ternyata dia langsung menegaskan pada Pak Komisaris,
bahwa bila dia menentang dirinya berkencan denganmu juga,
dia akan pindah, beremigrasi ke negara lain saat itu juga.
Bahwa dia akan hidup sendiri dan tidak akan pernah kembali ke Korea.
Saat kau menjadi pewarisnya, jangan lupakan aku.
Sejak kita kuliah sampai sekarang, aku selalu setia kepadamu seperti seorang istri...
Kau tidak boleh melupakan itu, ya?
Tamunya sudah tiba.
Kau sudah sampai, Sayang?
Kemarilah, duduk.
Saya ada rapat dengan klien 10 menit lagi.
Jadi saya minta maaf atas ketidaksopanan ini, tetapi saya akan bicara sambil berdiri saja.
Hei.
Saya tidak tahu apa yang dikatakan putri Anda kepada Anda tentang saya,
tapi kami tidak sedang menjalani hubungan khusus seperti yang dirumorkan di kantor.
Dan tidak akan ada hubungan apapun juga di masa yang akan datang selain hubungan atasan dan karyawan
di antara kami.
Cha Kang Jin.
Jadi tidak peduli apapun yang mungkin akan Anda dengar mengenai kami di masa yang akan datang,
mohon Anda abaikan saja.
Sekali lagi saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Ada rapat yang harus saya hadiri, jadi saya mohon diri.
Cha Kang Jin.
Bagaimana mungkin kau bicara seperti itu di hadapan-? Dasar bajingan sombong!
Bagus sekali!
Tadi itu konsep yang sangat bagus sekali.
Aku tidak menyangka kau sanggup melakukan itu.
Kau benar-benar setingkat di atas Park Tae Joon.
Aku rasa ayahku sebenarnya suka pada sikapmu.
Entah karena alasan apa? Ya ampun. Apa dia sudah mulai tua?
Ya Tuhan.
Sepertinya dia sudah semakin tua.
Apa permintaan maafku masih belum cukup?
Permintaan maafku belum cukup?
Apa aku perlu minta maaf lagi?
Apa?
"Ciuman hari itu adalah kesalahanku."
"Jangan salah paham." Kau sudah memberitahu ini lebih dari ratusan kali.
Ketua Tim Cha, bukankah kamu ini seorang laki-laki? Apa kau tak punya ambisi?
Baiklah. Aku jahat, galak dan tua. Lebih dari itu, aku tidak terlalu cantik.
Bilang saja, aku tidak punya pesona sebagai seorang wanita. Tapi...
Kalau kau memilikiku, kau bisa memiliki BumSeo.
Grup BeomSeo yang hebat itu bisa jadi milikmu. Kalau saja kau mau menutup mata untuk memilikiku... Akan ada kesempatan agar aku menyukaimu.
Kalau aku lebih dulu bertemu denganmu, mungkin aku bakal menyukaimu sebagai seorang wanita.
Aku rasa seperti itu.
Apa artinya itu?
Bukan sebagai putri grup BumSeo, tapi sebagai seorang wanita, kau cukup cantik dan mempesona.
Bukan yang itu...
Bagian tentang jikalau kau bertemu denganku lebih dulu, kau mungkin akan menyukaiku.
Itu artinya, kau sudah memiliki wanita?
Apa kau sudah memiliki seseorang tuk dicintai?
Wanita seperti apa dia?
Kalau aku berusaha lebih keras, apakah mungkin untuk merebutmu dari dirinya?
Kalau aku berusaha lebih keras dan lebih baik, apakah mungkin bagiku, untuk merebutmu dari dirinya?
Setidaknya adakah 1% kemungkinan?
Tidak.
Kalau aku lihat, tak ada orang lain seperti Ketua Tim Park.
Dia bahkan membangun kantornya sendiri setelah keluar dari Grup BeomSeo.
Dia orang yang cakap, jadi pasti dia bisa kembali bangun berdiri dengan cepat.
Kau harusnya menerima dia saja. Bahkan surga pun tersentuh dengan kebaikannya.
Lihat Ketua Tim Cha. Tadinya aku pikir dia hebat, tapi ia mulai berkencan dengan Direktur Lee Woo Jung. Sekarang sudah setahun dia putus hubungan dengan kita semua.
Bagaimanapun, kenyataannya, untuk menikahi keluarga kaya, aku rasa dia perlu memperhatikan aktifitasnya...
Aku mau membuat Kimchi Buchimgae yang enak... Apa kau mau ikut, sekalian membuat tuak beras?
Akhir-akhir ini, aku tak punya kekuatan dalam tubuhku. Rasanya sakit semua dan berat badanku turun.
Jadi aku kesini untuk meminta ramuan herbal. Bukan untuk menemuimu Han JunSoo, tapi minta ramuan herbal.
Kenapa? Memangnya aku tak boleh bayar untuk minta ramuan herbal? Di negara bebas ini?
"Apa hanya ada satu klinik disini? Pergilah ketempat lain. Cancheong penuh dengan banyak klinik.
... itu yang bakal ia katakan... laki-laki berhati dingin itu.
Apa tak ada hal baik yang bisa aku ucapkan?
Kau bilang tak mau mengakui satu sama lain sampai kita mati?
Kau melakukan pertunjukan sendirian.
Maka kenapa kau lakukan itu? Mengaduk hatiku ketika aku bisa bertahan dengan susah payah.
Kenapa kau mengajakku ke Seoul? Kenapa kau mengajak aku berkencan?
Kalau memang bukan urusan kerja, kenapa kau memberiku sebuah harapan?
Dasar bajingan!
Bagaimana bisa...
kita bahkan tidak bertemu satu sama lain tanpa sengaja?
Aku ingin bertemu denganmu. Aku bisa jadi gila.
Kau sudah pulang.
Apa ada telepon masuk dari orang yang melihat iklan di koran?
Tak ada.
Apa kau masih sebegitunya membenci Ji Wan?
Ji Yong mati bukan gara-gara Ji Wan.
Ji Wan sangat terpukul sampai dia bilang, kakaknya mati karena dirinya
dan bilang ia telah mendorongnya masuk ke air, tapi itu takdirnya Ji Yong.
Hanya sejauh itu, takdir membawanya hidup. Sudah menjadi takdirnya Ji Yong sendiri.
Aku akan membuat teh.
Kita pesan saja.
Kita pesan kopi, yang sudah lama tidak kita minum, dari ruang teh.
Pesan kopi?
Ucapkan lagi?
Klinik Myung Eui, kliniknya Han Jun Soo memesan kopi?
Iya. Mereka hanya pesan 3 cangkir. Mereka juga minta kau sendiri yang mengirimnya.
No comments yet. Be the first to leave one.