More Than Family

More Than Family (애비규환)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

애비규환-More-Than-Family-WEB-DL-iQIYI
د لخوا تبصره ANANG2196
Sub Rapi 😂😂

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2020-12-30
ډاونلوډونه: 56
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Ujian simulasi bulan maret

bukankah pernah menguji puisi "Hymn to Constancy" dari Cheong Che?

Iya.

"Aku melihat sayangku dalam mimpiku."

"Wajahnya yang cantik perlahan-lahan menjadi pucat dan lesu."

Pada saat itu, apa inti utama dari kalimat tersebut?

Bukankah puisi ini ditulis untuk orang yang disukai?

Bukannya aku sudah bilang kau sudah salah menjawabnya?

Sayang di sini mengacu pada Raja.

Iya, benar.

Iya Raja

yang setia.

Ngomong-ngomong,

apakah menurutmu ini masuk akal?

"Aku lebih baik mati dan menjadi matahari terbenam."

"Demi menyinari jendela Raja."

Tidakkah menurutmu aneh mengatakan ini pada raja?

Benar.

Iya, benar juga.

Benar, 'kan?

Menurutku,

ini murni ajaran dari Konfusianisme.

Seluruh negeri ini tergila-gila pada Konfusianisme.

Kisah cinta yang baik-baik, diartikan sebagai kesetiaan pada raja.

Ini benar-benar diubah untuk menipu orang lain.

Namun, Guru Kim.

Jika Raja adalah orang sepertimu,

mungkin juga akan menulis puisi seperti itu.

Menurutku, orang seperti kakak

harus menjadi Presiden.

Tunggu sebentar.

Ya?

Kenapa?

Alat pengaman.

Aku takut jika aku membelinya, aku akan menggunakannya.

Kali ini, aku benar-benar ingin menahannya.

Betulkah?

Ini masih sedikit berbahaya. Lupakan saja.

Mari kita seperti ini saja.

Iya.

Benar, 'kan?

Itu agak berbahaya, 'kan?

Berpelukan begini saja, aku sudah senang.

Oh.

Aku juga sangat senang.

Mari sama-sama pergi ke rumah sakit besok.

Tidak masalah.

Bahkan jika pergi ke rumah sakit juga tak bisa digugurkan.

Sudah lima bulan.

Karena takut kedua senior akan berkata mau mengugurkannya...

Maaf!

Apa harus sampai seperti ini?

Apa rencanamu?

Siapa yang membesarkan bayinya?

Bagaimana dengan sekolah? Wisuda? Kerja?

Apa yang kau rencanakan?

Aku khawatir akan membuat kalian takut,

jadi aku membuat beberapa persiapan sebelumnya.

[Rencana Kim To-il untuk lima tahun ke depan, pernikahan dan studi, bagaimana bisa menggengam kedua-duanya?]

Mengapa harus memilih cara seperti ini?

Untuk mengurangi tekanan kita satu sama lain,

cara ini harusnya adalah pilihan yang terbaik, 'kan?

Itulah mengapa kau tak memilih untuk saling menghormati

dan menunjukkan keberanian sesaatmu?

Aku baru bertemu dengan pasangan yang diatur oleh Tuhan.

Semuanya hanya saja tepat pada waktunya.

Komentar dirimu ini terlalu berlebihan untuk dilihat.

Jadi kau ingin aku sangat cemas, sangat sedih, 'kah?

Meskipun aku tahu cepat atau lambat kau akan membuat masalah,

namun ini sudah terlalu realistis.

Bisa-bisanya kau membawa anak di bawah umur pulang.

Aku mengambil cuti setahun, bukan anak di bawah umur lagi.

Situasi membaik secara bertahap untuk mencapai situasi yang indah.

Bukan, apa yang salah dengan cuti sekolah?

Kulihat pemikiran kalian yang kolot terlalu parah.

Mengapa kau bisa cuti sekolah, Ho-hoon?

Karena bisnis ayahku, aku di Arab Saudi...

Sudah 20 tahun, sampai kapan kau akan bertindak arogan seperti ini?

Aku bilang mau memulai keluargaku sendiri.

Mengapa kalian begitu terkejut?

Ho-hoon, kau hanya mendengarkan segalanya darinya, 'kan?

Iya.

Kini, kalian tidak bisa hanya melakukan tindakan ini untuk mengatasinya sesaat.

Juga tidak berpikir berapa banyak pengorbanan yang akan dilakukan.

Jadi, pengorbanan sebesar apa yang telah kau lakukan?

Apa yang kau mengerti? Kau hanya pandai melawanku.

Kakak adalah jenius, 'kan?

Iya... Memang.

Kau memang telah melakukan banyak pengorbanan untukku.

Apa?

Sebelumnya, kau menjalani kehidupanmu dengan baik.

Tiba-tiba ada seorang putri sepertiku.

Bukan, maksudku bukan...

Karena kalian sangat enggan, aku akan pergi sendiri.

Aku pergi saja.

- Kak. - Hei!

Kak, ada apa denganmu?

Apa yang kau teriakkan?

Sepertinya, kau juga tahu kalau kau sudah melakukan kesalahan.

Kau ini sedang menyalahkan siapa?

Kau membuat masalah sampai begini, masih berharap kami merestuimu?

Jika aku anak kandungmu, kau pasti akan merestuiku, 'kan?

Kau...

Ada apa denganmu?

Kak, kak...

Tunggu... Tunggu sebentar.

Maaf telah merepotkan kedua senior.

Kak, tunggu sebentar.

Bisakah kita bersikap rasional dulu?

Kak...

Bagaimanapun juga,

seberapa baiknya jika menunggu sampai lewat ujian masuk perguruan tinggi.

Bukannya sabar dulu.

Paman, apakah kau di saat seumuran itu bisa menahannya?

Tentu saja tidak bisa.

- Bagaimana aku bisa menahannya? - Bagaimana bisa tahan?

Tidak bisa ditahan.

Ayah, ibu.

Ada apa?

Tidakkah kalian terlalu tenang?

Jadi mau gimana? Apa kita harus nangis?

Dasar.

Kami juga panik.

Namun, apa pun yang terjadi,

kau dan Guru Kim pasti sudah membahasnya sepanjang malam, 'kan?

Benar, 'kan?

Benar.

Karena itu terjadi karena suatu alasan,

maka aku percaya pada kalian.

Meskipun hal ini adalah hal yang membahagiakan,

namun kedua senior bisa sangat bahagia,

aku sungguh sangat senang.

Iya.

Ah, rupanya ini yang dimaksud.

Ada apa?

Apa kau masih ingat?

Apa?

Ketika kepala biara menamai Ho-hoon sebelumnya,

katanya dia akan mencapai sesuatu lebih awal.

Rupanya maksudnya dia akan membentuk keluarga.

Senang bertemu denganmu.

Aduh, sangat senang bertemu denganmu.

Iya.

Namun, orangtua Guru Kim sangat marah, bagaimana ini?

Nanti saat mengadakan pernikahan harus bahagia baru baik.

Mungkin karena anakku laki-laki, jadi, aku tidak berpikir ada apa-apa.

Namun, setelah anak itu lahir, mereka pasti akan sangat bahagia.

Akan memeluknya karena takut pecah, menahannya di mulut karena takut meleleh.

Iya.

Darah lebih kental dari air, mana mungkin tidak menyukainya?

Benar.

Bagaimanapun, pada akhirnya akan memegang tanganmu masuk ke pelaminan.

Aduh, ngomong-ngomong, kau tidak bisa melakukan ini.

Apa?

Memegang tangan pengantin wanita masuk ke pelaminan.

Ah, iya juga.

Aku tidak ada anak perempuan.

Sebelum amarah mereka reda,

kakak sepertinya harus tinggal di sini dulu.

- Tinggallah dengan tenang. - Tentu saja.

Tentu saja.

Kak.

Ya?

Benar, 'kan?

Tidak.

Aku ada tempat untuk tinggal.

Kenapa?

Kenapa lagi?

[Kantor Pendidikan Kota Metropolitan Daegu mencari Guru]

Aduh.

Begitu cepat sudah menemukan rumah untuk pengantin baru?

Kenapa kau pulang begitu cepat?

Aku pulang lebih awal, jika itu kau, apakah kau masih bisa melanjutkan kelasmu?

Kau mau ke mana?

Hei.

Aku memikirkannya sepanjang malam,

masih belum bisa menarik kesimpulan.

Mengapa harus sekarang?

Ibu.

Anda pikir aku bodoh, jadi, bersikeras ingin melahirkan?

Jadi...

Jadi mengapa kau melakukannya sampai begini?

Bisakah Anda...

Aku punya alasan untuk segalanya, tidak bisakah kau mempercayaiku sekali?

Apa kau tidak takut melahirkan anak perempuan sepertimu?

Apa yang harus ditakutkan?

Itu sebabnya aku mau melahirkannya.

Aku sungguh berharap kau dapat memahami,

kau tidak sepintar yang kau pikirkan.

Bagaimana kau akan menjelaskannya pada ayahmu?

Ibu, Anda urus saja.

Bukankah selalu seperti ini?

Aku akan mengirimkan kalian PPT, lihat saja nanti.

Aku sungguh...

Tidak meragukan kecerdikanmu.

Namun,

apa kau harus menemukan ayah kandungmu sekarang?

Bukankah kau bilang kau bahkan tak tahu namanya.

Pokoknya, aku tahu marganya Choi.

Selain itu, tidak tahu apa-apa lagi?

More Indonesian subtitles for More Than Family

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left