لومړۍ 179 کرښې.
Episode 2: Dia yang Ingin Menjadi Pemilik Relik
Galeri Seni Xiang
Skill Penyelidikan Pikiran Diaktifkan
Zat mencurigakan terdeteksi di dalam patung Buddha
Galeri Seni Xiang
Pak Ken
Dekode Andal
Berhasil mendapatkan titel dan mempelajari skill baru
Skill Dasar Penjarah Makam
Linguistik "Peringkat F" telah diaktifkan
Skill Dasar Penjarah Makam (2/4)
Penyelidikan Pikiran
Menyelidiki area sekitar dalam radius 1 meter
Linguistik
Meningkatkan skill rumpun bahasa
Kasus Pembunuhan Berantai Terjadi di Amerika
Kejahatan Kembali Dilakukan oleh Pengguna Relik
Perintis Makam Kuno
Berhasil mendapatkan titel dan mempelajari skill baru
Skill Dasar Penjarah Makam Ekskavasi Makam Kuno "Peringkat F" telah diaktifkan
Skill Dasar Penjarah Makam (3/4)
Penyelidikan Pikiran
Menyelidiki area sekitar dalam radius 1 meter
Linguistik
Meningkatkan skill rumpun bahasa
Ekskavasi Makam Kuno
Meningkatkan tingkat pemahaman mengenai makam kuno.
Pemeras Relik yang Licik
Berhasil mendapatkan titel
Daya Kendali meningkat
Daya Selaras menurun
Daya Kendali Relik: A+ (Pengendali Agung) Daya Selaras Relik: D- (Menindas)
Babu Gouriki Ryouga
Aksi Bakar Diri di Stasiun Kawasaki?!
Episode 3
Menjadi Penguasa yang Tepat
Mati kau!
Abang!
Ini kuambil.
Ah, pedangku...
Benda ini
dipakainya begini.
Hei!
Bajingan ini... benar-benar menusukku!
Bagaimana? Masih mau lanjut?
Barusan kau bilang apa?
Dihajar oleh orang sekelas Ryouga.
Lalu, apa?
Kau pikir
aku akan percaya perkataanmu?
Dia tiba-tiba gerakannya sangat cepat.
Benar-benar seperti orang berbeda.
Bahkan sorot matanya pun berbeda.
Lalu, berapa banyak uangmu diperas?
Itu, uang di buku tabungan, lalu...
patung Buddha.
Eh?
Apa-apaan kau ini?
Cepat rebut kembali itu sekarang!
Aneh sekali.
Di toko lain pun sama saja.
Harganya bahkan tak sampai 5.000 yen. Sebaiknya dibuang saja.
Arai sampai sepanik itu,
tidak mungkin ini barang murahan.
Zat mencurigakan?
Di bagian dalam?
Jadi begitu rupanya.
Sudah kuduga.
Benda ini bukan sesuatu yang bisa dijual ke toko barang antik biasa.
Oh, Ryouga.
Ah, Pak Ken. Ini aku.
Baik.
Mengenai hal itu, Ketua...
Baik.
Aku benar-benar mohon maaf.
Baik.
Siapa, sih? Aku sedang menelepon.
Ka-Kakak...
Penyelundupan dan pengedaran narkoba. Kami datang karena ada laporan.
Na-Narkoba? Kami ini pelaku usaha perdagangan barang seni.
Kami warga negara yang baik.
Semua bukti sudah terkumpul.
Barang selundupan itu kabarnya disimpan di dalam gudang.
Kenapa? Bagaimana bisa?
Bahkan soal gudang di Chiba juga.
Tapi untuk masuk ke ruang penyimpanan itu butuh kode PIN.
Gudang, maksudmu?
Apa ada buktinya?
Polisi bisa seenaknya menuduh?
Mengonfirmasi 600 barang seni di dalam gudang.
Narkoba ditemukan di semua barang itu.
Eh?
Ru-Ruang penyimpanan... katamu semuanya sudah dibuka?
Ikut kami baik-baik.
Padahal aku sudah buat kode PIN berbeda di tiap ruangan. Ini mustahil.
Waduh, Ibu Direktur. Tunggu.
Ini.
Ibu Direktur.
Ini akibatnya kalau tak hidup lurus.
Jangan-jangan, Gouriki?
Mau semerepotkan apa pun itu, kode PIN memang harus diganti berkala.
Kalau begitu, selamat menikmati waktu di balik jeruji besi.
Kurang ajar! Gouriki Ryouga sialan!
Akan kubalas kau!
Uang imbalan laporan 10 juta yen sudah ditransfer.
Jangan boros, pastikan kau menabungnya.
Dia khawatir berlebihan.
Dengan ini, modal awal sudah aman.
Sebaiknya aku pulang dan tidur sebentar.
Mulai besok, aku akan serius mencari makam kuno.
Seingatku, rumahku dulu ada di sini.
Jangan-jangan, makam kuno mendadak muncul?
Ini, aku beruntung atau malah sial.
Keadaannya jadi gawat sekali.
Apa-apaan, sih?
Tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Ya, aku baru saja sampai.
Bagus. Mulai laksanakan.
Pemerintah Jepang masih belum tahu soal makam kuno ini, 'kan?
Peledakan akan segera dimulai.
Sepertinya belum ada satu orang pun yang menyadari makam kuno ini.
Kalau begitu, permisi.
Halo.
Kau...
Jangan terkejut begitu, Linda Walker.
Ada urusan apa Tim Ekskavasi Republik Vent datang ke sini?
Setidaknya bukan untuk diceramahi orang yang datang jauh-jauh dari Amerika.
Tidak lelah karena jet lag?
Padahal kau begitu semangat mencuri barang orang lain, Rui Kenshi.
Kita berdua sama saja.
Jangan sok suci begitu.
Kalau kalian lengah, kami yang ambil relik itu.
- Percaya diri sekali, ya. - Ups.
CIA yang licik
Kau meremehkan jaringan informasi kami?
dan Tim Ekskavasi Republik Vent yang bodoh, ternyata sudah mencium keberadaan tempat ini.
Relik itu tak akan pernah kami serahkan ke kalian.
Tidak semudah itu.
Tapi tunggu, "peledakan"?
Informasi kalian juga bukan hal yang hebat.
Cara mereka yang tak tahu aturan perlakukan makam kuno,
artinya tak ada ahli asli di antara mereka.
Bagus.
Hei, ini...
Tidak salah lagi, ini Tomb Glyph.
Tomb Glyph, bahasa para relik.
Hebatnya, informasi detail tertulis jelas di berbagai sudut makam kuno ini.
Jadi, kalau membaca ini,
aku bisa tahu semuanya, dari pintu masuk sampai lokasi perangkap.
Wah, awal yang bagus.
Nah, mari kita baca.
Gagak itu baik sekali, ya.
Bagus. Artinya aku tinggal mengaktifkan dua sisanya, 'kan?
Di sebelah sini, ya.
Kalau begitu, mari kita masuk.
A-Apa itu?
Pintu masuk makam kuno tampaknya sudah terbuka.
Apa maksudmu? Pintunya terbuka?
Cara terbukanya mencolok sekali.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Seharusnya aku sudah menemukan sesuatu sekarang.
Bagus.
Tidak salah lagi, di sebelah sini.
Hm.
Ketemu.
Untuk saat ini, mungkin begini saja cukup.
Sepertinya ada tamu yang datang.
Malang sekali.
Siapa lagi kali ini yang menjatuhkan barang ke dalam kolam ini?
Hei! Aku di sini.
Memangnya tidak kelihatan?
Makhluk yang tidak berguna.
Nah...
Pedang emas atau pedang perak,
mana yang kau jatuhkan?
Relik di tempat ini bertema "Kapak Emas dan Kapak Perak".
Itu dongeng yang sangat terkenal.
Aslinya dari kisah "Hermes dan Penebang Kayu yang Serakah".
No comments yet. Be the first to leave one.