لومړۍ 200 کرښې.
[Kejadian berikut adalah karya fiksi. Nama, perilaku, dan tindakan karakter tidak terkait dengan institusi, organisasi, atau profesi mana pun, dan dibuat hanya untuk tujuan hiburan. Penonton dimohon bijak menyikapi]
Kali ini,
kamu tidak punya tempat 'tuk bersembunyi.
Tetap di sini, Pa.
Atau nanti kamu kena sasaran.
Akan kuberi kamu pelajaran.
Jadi?
Sudah nggak sok jago lagi, ya?
Lari di hitungan ketiga.
Dalam sekejap mata,
situasinya berbalik.
Apa yang kamu lakukan?
Jangan macam-macam. Aku penjaga di sini.
Makanya mereka menjulukiku Anjing Gila.
Aku selalu berbuat gila.
Apa kau tak tahu, bangsat?
Satu...
Dua...
Tiga!
- Hei! Kejar dia! - Berhenti!
- Duen! - Pergi!
Penjaga!
- Penjaga! - Berhenti!
Lepaskan aku! Apa-apaan ini?!
Diam!
- Lepas! - Tetap diam.
Kamu banyak akal, ya?
Lepas!
- Sepatumu! - Oh!
- Lepaskan aku! - Diam!
Lepas...
Oh...
Aku sudah memutuskan.
Panggil penjaga lain.
Seret dia ke sel kita.
Jangan lakukan di sini.
Ayo!
- Berhenti sok jago! - Sini!
Kubilang panggil penjaga!
Kode 17, situasi 200!
Apa?!
Kita harus bagaimana, Kak?
Bell!
Kita harus bagaimana?
Kita harus bagaimana?!
- Apa yang terjadi?! - Berhenti!
Tahan!
Hentikan mereka!
- Berhenti! - Tangan di atas kepala!
Ada apa ini?
Bagaimana para napi bisa keluar?
Berlutut.
- Berlutut! - Tiarap!
Dia melupakan sesuatu.
Berhenti!
Tiarap!
Turun!
Tiarap!
Tiarap!
Sekarang!
Kalian semua!
Tiarap!
Tiarap!
Tangan di belakang punggung!
Kamu senang sekali membuat masalah, ya?
Jadi apa yang sebenarnya terjadi?
Kamu tidak dengar pertanyaannya?
Apa yang terjadi?!
Para napi ini berkelahi di depan sel tadi malam.
Jadi bagaimana mereka bisa keluar dari sel?
Kamu baru keluar dari sel isolasi
dan sudah membuat masalah?
Kepalamu kenapa?
Mecahin jerawat.
Kamu pikir ini lucu, ya?
Baiklah.
Berdiri di sini sampai ada yang memberitahu kebenarannya.
Kamu, temui aku di ruanganku.
Bawa Napi Dao juga.
Aku menugaskanmu mengurus para napi,
tapi adik-adikmu malah berkelahi.
Napi menyelesaikan masalah satu sama lain itu bukan hal baru.
Penjaga yang tidak kompeten
- yang harus bertanggung jawab. - Kubilang waktu aku sampai di sana,
mereka sudah berkelahi!
Lalu bagaimana pentunganmu bisa ada di dalam sel?
Oh...
Kamu yang hampir mati dicekik si Anjing Gila, 'kan?
Kamu pasti dendam kesumat, 'kan?
Mungkin alasanmu memanggil bantuan
adalah karena kamu tidak bisa menangani Claire.
Omong kosong apa yang baru kamu katakan?
Mana mungkin aku melakukannya?
Pintu sel tidak terbuka sendiri.
Hanya penjaga yang bisa membukanya!
Kamu pikir kamu siapa, napi?
Aku ini penjaga, ingat?
Kalau kamu cuma penjaga tak kompeten,
kamu sama buruknya dengan tahanan sepertiku.
Pak, apa Anda akan membiarkan dia bicara seperti itu?
Mulutmu pantas merasakan pentunganku!
Hentikan!
Diam, kalian berdua.
Aku beri kalian kesempatan bicara jujur
sebelum aku periksa rekaman CCTV-nya sendiri.
Si Anjing Gila...
Dia punya kecenderungan kekerasan.
Aku hanya ingin memberinya pelajaran.
Tapi Deedee dan napi baru itu sudah berkelahi duluan.
Itu tak ada hubungannya denganku.
Aku sarankan memindahkan napi bermasalah ke tempat lain
supaya mereka tidak membuat masalah lagi di sini.
Aku setuju dengan saranmu,
tapi yang dipindahkan adalah kamu.
Kemasi semua barangmu.
Pak...
- Tapi para bangsat ini... - Diam!
Satu-satunya orang di sini yang membuatku pusing
tak lain adalah kamu!
Kamu mau mengundurkan diri
atau aku yang memecatmu?
Aku baru saja mengajukan permintaan keringanan hukumanmu.
Kamu tahu?
Kalau direktur sampai tahu soal ini,
kamu tahu apa yang akan terjadi padaku?
Dao...
Kamu benar-benar mengecewakanku.
Kalau hal seperti ini terjadi lagi,
jatah kunjungan keluarga untukmu dan adik-adikmu tahun ini
akan jadi yang terakhir kalian dapatkan.
Paham?
Bell?
Kamu baik-baik saja?
Bell.
Bell!
Lemah.
Kamu lihat, 'kan?
Claire menangkap Bell waktu dia jatuh.
Mataku nggak salah lihat, 'kan?
Iya, aku juga lihat.
Aneh sekali.
Biasanya dia tidak berinteraksi dengan siapa pun kecuali Pa'Porn.
Mungkin dia tidak sengaja jatuh ke arahnya.
Claire 'kan bisa saja menghindar?
Kalau aku jadi dia, sudah kuhajar anak baru itu di tempat.
Kejam sekali.
- Kalian semua, pergi dari sini! - Ya, Tuhan!
Baik, Kak!
Kecuali kalian berdua.
Dao...
Napi baru itu yang mulai.
- Kami cuma... - Dia yang mulai?
Dia yang mulai, hah?!
Kamu baik-baik saja? Kena, nggak?
Berhenti khawatirkan dia!
Duduk!
Baik.
Apa yang kubilang sama kalian?
Kalian boleh bikin masalah
tapi jangan sampai bawa-bawa aku!
Kalian menyuruh penjaga membuka sel malam-malam hanya untuk berkelahi?
Kalian pikir tidak ada yang lihat?!
Ada kamera!
Wichai bilang padaku...
Kalau kalian bikin masalah lagi,
jatah kunjungan keluarga tahunan kita akan dicabut.
Beraninya...
'Kan?!
Beraninya kalian?!
Ibu cuma bisa mengunjungi kita setahun sekali.
Kalian mau bagaimana kalau itu dicabut?
Kalian masih ingat
apa yang kubilang setelah aku ditangkap?
"Jaga Ibu
dan anakku!"
Tapi, kalian berdua malah berakhir di sini!
Aku sudah berusaha meminta
untuk mengurangi hukuman kalian.
Jangan kecewakan aku.
Ini semua gara-gara Bell.
Sudah baikan?
Bagaimana keadaanmu sekarang?
Biar aku percikkan air suci padamu.
Semoga membersihkan semua keburukan darimu.
Oh, Pa'Porn...
Aku baru saja memakaikan salep padanya.
Kamu malah menyiramnya dengan air suci itu.
Maafkan aku, sayang.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa, Pa.
Mungkin itu bisa membantu jadi lebih baik.
Kae?
Aku perlu bicara denganmu.
Sini.
Aku segera kembali.
Ada apa?
Apa barang yang kupesan habis?
Atau kamu mau aku cek ulang pesanannya?
Jujur saja.
Kamu naksir napi baru itu,
No comments yet. Be the first to leave one.