لومړۍ 200 کرښې.
Salam, Bu.
Ibu mungkin telah melupakanku, tapi aku takkan melupakanmu.
Minggu nanti, aku akan mempersembahkan pertunjukan terakhirku.
Ibu harus datang. Bawa David juga.
Katakan padanya bahwa aku bangga hingga saat ini
namaku joker.
Marina.
Kau masih ingat bahasa Hindi, 'kan?
Kau selalu menyaksikan setiap penampilanku.
Maukah kau melihat yang terakhir kalinya?
Kukirimkan tiket untukmu.
Meena.
Kau pernah menjadi milikku saat itu.
Kupersembahkan persembahan terakhirku. Maukah kau menyaksikannya?
Aku juga mengundang Tn. Kumar. Bawalah dia.
Diterjemahkan oleh : Rizky Orama
Twitter & Instagram : @rizkyorama
Dalam sejarah dunia sirkus, malam ini akan dikenang.
Karena setelah bertahun-tahun, kami persembahkan kembali
badut bernyanyi favorit kalian, Raju!
Kita tak tahu kemana dia selama 20 tahun terakhir ini.
Apa yang dia lakukan, apa yang dia hilangkan, apa yang dia dapatkan?
Hanya hati Raju yang malang yang tahu.
Tapi bagaimanapun keadaannya, semuanya tak penting lagi.
Kebahagiaannya, kesedihannya, kesenangannya, penderitaannya,
dia telah membawa kebahagian bagi banyak orang.
Dan ini adalah harta yang jauh lebih berharga dari segalanya.
Raju berkata bahwa ini adalah persembahan terakhir dalam hidupnya.
Namun bagiku pertunjukan Raju belumlah berakhir.
Karena ini bukan pertunjukan melainkan kehidupan.
Hadirin sekalian!
Kali ini akan kami tampilkan operasi berbahaya. Operasi hati.
Ini dr. Om Prakash. Dokter terhebat di India.
Dia memperbaiki hati yang patah.
Ini dr. Azad. Ahli bedah terhebat.
Dia memotong lengan orang dan mendapat biaya dari itu.
Hadirin sekalian, ini Dr. Rajendranath yang menyenangkan semua orang.
Tapi dia tidak senang dengan alkohol.
Dia akan membius pasiennya lalu mengeluarkan hatinya.
Kau ini hati atau manusia?
Pria dengan hati. Pria yang punya hati. Hati punya pria.
Kau sedang sakit. Kau akan dioperasi.
Dokter, apa yang terjadi padaku? / Penyakitmu sangat berbahaya.
Hatimu besar untuk dunia yang kecil.
Kalau begitu bedahlah dunia. Kenapa hati yang dibedah?
Karena tidak ada yang punya hati sebesar hatimu.
Lumayan besar!
Semakin membesar!
Ukurannya semakin besar!
Adakah yang melihat hatiku?
Ini hatimu.
Pak Dokter, hatiku sebesar ini?
Bahaya sekali jika kau punya hati yang besar.
Jika semakin membesar, seluruh dunia akan dihabisinya.
Seluruh dunia? Dokter, hatiku menghabisi dunia?
Tn. Mahendra, kau harus menghentikannya.
Dokter bilang jika dia melompat seperti itu, dia akan mati.
Kau membahayakan nyawa orang untuk sebuah pertunjukan?
Shersingh, Raju bukanlah orang biasa. Dia badut, seorang penghibur.
Dia hidup disini, dia mati disini.
Dia mati disini, dia juga hidup disini.
Jeena Yahan, Marna Yahan Disinilah aku hidup, disinilah aku mati
Iske Siva Jaana Kahan Tak ada tempat lain lagi untukku
Jeena Yahan, Marna Yahan Disinilah aku hidup, disinilah aku mati
Iske Siva Jaana Kahan Tak ada tempat lain lagi untukku
Ji Chahe Jab Humko Awaaz Do Kapanpun kau membutuhkanku
Hum Hain Wahin, Hum Thhe Jahan Dimanapun aku berada, aku 'kan selalu ada
Apne Yahin Dono Jahan Disini surga dan dunia bersatu
Iske Siva Jaana Kahan Tak ada tempat lain lagi untukku
Yeh Mera Geet, Jeevan Sangeet Ini laguku, senandung kehidupan
Kal Bhi Koi Dohrayega Akan senantiasa bergema hingga kapanpun
Yeh Mera Geet, Jeevan Sangeet Ini laguku, senandung kehidupan
Kal Bhi Koi Dohrayega Akan senantiasa bergema hingga kapanpun
Jag Ko Hasane Bahrupiya Untuk membuat orang bahagia
Roop Badal Phir Aayega Aku akan menghibur mereka
Swarg Yahin, Nark Yahan Disinilah surga, disinilah neraka
Iske Siva Jaana Kahan Tak ada tempat lain lagi untukku
Ji Chahe Jab Humko Awaaz Do Kapanpun kau membutuhkanku
Hum Hain Wahin, Hum Thhe Jahan Dimanapun aku berada, aku 'kan selalu ada
Apne Yahin Dono Jahan Disini surga dan dunia bersatu
Iske Siva Jaana Kahan Tak ada tempat lain lagi untukku
Guru baru akan datang hari ini. / Guru baru?
Kita tak tahu pelajaran apa yang akan dia ajarkan
Palingan aljabar atau geometri.
Aku bisa membayangkan seperti apa bentuknya.
Inilah dia, orang tua yang batuk-batukan.
Dia akan berkata, "Pergi sana, atau aku akan menghukummu."
Apa aku terlihat seperti ini? / Tidak, Bu.
Silahkan duduk semuanya.
Apa-apaan ini?
Si gendut tersandung.
Anak-anak, hari ini kita saling bertemu dalam tawa.
Semoga kalian selalu bahagia.
Tapi mudah sekali untuk mentertawakan orang lain.
Dan kau harus belajar mentertawakan dirimu sendiri.
Yang benar saja, Raju. Ada apa?
Tidak, Bu. Keadaannya sulit sekali.
Tak ada yang sulit.
Perhatikan aku.
Bu, aku merobek celanaku.
Ikut Ibu.
Jahitannya terlepas.
Siapa yang membuatnya?
Ibuku.
Jadi, ibumu pandai menjahit?
Dia juga membuatkan seragamku. Dia tak mampu membayar penjahit. Kami orang miskin.
Jangan katakan itu lagi!
Kau berhati besar dan bercita-cita tinggi.
Siapa yang menyebutmu miskin?
Siapa nama ibumu? / Hanya "Ibu".
Hanya "Ibu"?
Apa pekerjaan ayahmu?
Dia sudah meninggal.
Apa pekerjaannya sebelum meninggal? / Aku masih sangat kecil.
Aku sering bertanya pada ibuku, tapi dia tak mau bilang.
Tak mau? / Ya.
Dia tak mau cerita padamu?
Kemarilah, Nak.
Cobalah ini.
Ibu membuatkan baju untukmu. / Aku tak mau memakainya.
Kenapa? Ada apa?
Apa yang ayah kerjakan?
Ganti pakaianmu dan makanlah.
Tidak. Apa yang ayah kerjakan?
Ibu bilang ayah sudah bersama Tuhan.
Sebelum meninggal, apa pekerjaannya?
Katakan, Ibu!
Itu ayahmu!
Ayah adalah badut? Dia membuat orang tertawa?
Ya. Orang bilang dia pelawak terhebat di seluruh dunia.
Orang-orang akan tertawa jika melihatnya.
Sirkus adalah hidupnya. Dia selalu bernyanyi
"Hidup disini, matipun disini. Selain disini, kemana aku akan pergi?"
Sirkuslah yang memberinya hidup, sirkus juga yang membuatnya mati.
Ketika dia jatuh dari ketinggian, orang orang mengira
itu adalah aksi terbarunya.
Ketika dia menghembuskan napas terakhirnya, orang-orang bertepuk tangan.
Ibu, aku ingin menjadi pelawak juga.
Akan kubuat mereka tertawa.
Apa kau bilang? Kau ingin jadi pelawak?
Ayahmu membuat orang tertawa sementara aku menangis!
Dan kau ingin seperti itu?
Anakku.
Aku bekerja keras untuk menyekolahkanmu di tempat yang bagus.
Agar kau tak menjadi pelawak seperti ayahmu.
Agar mereka tidak mentertawakanmu.
Ibu ingin kau belajar dan menjadi orang hebat.
Agar dikenal, dan dihormati.
Agar kau mendapat hidup nyaman.
Kau ada disini?
Aku sedang berdoa sama sepertimu.
Dimana dan kapanpun aku melihat Kristus, Ia selalu tampak sedih.
Tak penah kulihat Dia tersenyum. Kenapa?
Akan kukatakan padamu, Raju.
Dia tampak sedih
sebab anak-anakNya di seluruh dunia bersedih.
Apakah kesedihanku membuatNya sedih juga?
Tentu saja. Karena Dia mencintaimu.
Aku takkan bersedih. Akan kubuat dia senang.
Minggu depan kita akan liburan. Bawa juga alat-alat musik.
Sekarang katakan, alat musik apa yang biasa kalian mainkan?
Kaukah yang bermain itu?
Kemari.
Mainkan lagi. / Tapi...
Mainkan lagi lagu itu.
Bagus sekali!
Coba mainkan irama yang lain. / Aku hanya tau yang ini.
Kau ingin belajar irama yang lain? / Tidak. / Kenapa?
Satu nada sudah cukup dalam hidupku.
Hei, kau filosofis sekali!
Maksudnya? Aku tak mengerti.
Tidak ada.
Adakah lagu yang memakai nada ini?
Ya. Ayahku yang menyanyikannya.
"Hidup disini, matipun disini. Selain disini, kemana aku akan pergi?"
Ini lagu sedih. Anak muda tak seharusnya bersedih.
Akan Ibu ajari kau lagu baru.
Hei, dengar!
Jangan ada yang berkelahi. Paham?
Berburulah tapi hati-hati.
Jangan tangkap teman kalian sendiri.
Kalian harusnya menangkap ayam hutan.
Ayam hutannya terbang, kalian yang terjebak.
Ibu, ini ayam hutannya.
Sungguh? Banyak sekali.
Ada berapa ekor?
8.
Lihat dengan benar dan berpikir sebelum bicara.
Teetar Ke Do Aage Teetar Dua ayam hutan ada didepan
Teetar Ke Do Pichhe Teetar Dua ayam hutan ada dibelakang
Aage Teetar Pichhe Teetar Ada didepan dan dibelakang
Bolo Kitne Teetar? Katakan ada berapa banyak?
Teetar Ke Do Aage Teetar Dua ayam hutan ada didepan
Teetar Ke Do Pichhe Teetar Dua ayam hutan ada dibelakang
Aage Teetar Pichhe Teetar Ada didepan dan dibelakang
Bolo Kitne Teetar? Katakan ada berapa banyak?
Bolo, Bataaon Ayo, katakan
Teetar Ke Do Aage Teetar Dua ayam hutan ada didepan
Teetar Ke Do Pichhe Teetar Dua ayam hutan ada dibelakang
Aage Teetar Pichhe Teetar Ada didepan dan dibelakang
No comments yet. Be the first to leave one.