لومړۍ 155 کرښې.
SEMUANYA, SERAANG!
Akhir Dunia
Berapa banyak kawan kita yg gugur?
14 player.
Gila.
Kita masih harus melewati 25 lantai lagi.
Mampukah kita mencapai puncak teratas?
Kirito-kun?
Kirito-kun, apa yg kamu...
"Immortal Object (Obyek Bukan Manusia)"?
A-Apa maksudnya ini, Komandan?
Sistem game ini sudah menset supaya HP-nya tak pernah
berada di zona kuning.
Ada 1 hal yg terus merisaukanku,
semenjak aku tiba di dunia game ini.
"Dimana dia bersembunyi selagi dia mengamati kita
dan mengatur setting dunia ini?"
Tapi rupanya aku melupakan 1 bagian psikologis yg sederhana.
Sesuatu hal dimana semua anak-anak gamer seharusnya tau.
Bahwa tidak ada hal lain yg paling membosankan
selain melihat saja seseorang memainkan sebuah game RPG.
Benar begitu kan, Kayaba Akihiko?
Maukah kamu menjelaskan bagaimana kamu bisa mengetahuinya?
Pertama kali aku merasakan ada yg salah adalah saat kita sedang berduel waktu itu.
Pada saat-saat terakhir, mendadak kamu jadi jauh terlalu cepat gerakannya.
Aku juga mengira demikian.
Itu suatu kesalahan yg tak disengaja.
Saat itu kamu bisa melampaui kekuatanku dimana saat itu
aku sedang berusaha melepaskan mode sistem over-assist (manual).
Iya, memang benar aku Kayaba Akihiko.
Dan sekaligus aku beritahukan,
Akulah bos terakhir dalam game ini, bos terakhir yg seharusnya kalian hadapi di lantai terakhir.
Sungguh menyedihkan.
Player terkuat justru mengkhianati kami dan menjadi bos terakhir?
Garis cerita yg lumayan bagus bukan?
Aku selalu mengira kalau kamulah player yg nantinya akan menghadapiku di lantai terakhir.
Senjata-ganda merupakan skill yg diberikan kepada player
yg memiliki waktu reaksi tercepat, yg nantinya seharusnya di set menjadi
salah satu Pahlawan yg menantang Si Raja Iblis.
Tapi ternyata kekuatanmu bisa melampaui yg kuperkirakan.
Yah, hal-hal tak terduga seperti inilah
bagian menyenangkannya dalam suatu MMORPG.
Loyalitas kami... Harapan kami...
Teganya kau... Teganya kau?
TEGANYA KAAU?!
Paralisis?
Kirito-kun...
Apa yg akan kau lakukan?
Membunuh kami semua, dan menutupi kejadian ini?
Tentu saja tidak.
Aku tak mungkin melakukan hal selicik itu.
Baiklah, kalau begitu...
Aku akan menunggumu di lantai terakhir,
di dalam Istana Ruby.
Aku telah banyak habiskan waktuku membentuk guild Ksatria Perjanjian Darah
dan banyak player di garis depan lainnya,
jadi sayang rasanya kalau aku meninggalkan semua itu begitu saja.
Tapi, aku yakin dengan kekuatanmu ini, kamu pasti akan bisa mencapaiku di sana.
Tapi pertama-tama...
Kirito-kun, Aku harus menghadiahi kamu karena telah berhasil mengetahui identitasku.
Aku akan memberimu 1 kesempatan.
Kesempatan?
Kesempatan untuk bertarung denganku satu lawan satu.
Untuk itu, aku akan menon-aktifkan status immortal object-ku.
Kalau kau bisa mengalahkanku, kau bisa menamatkan game ini.
Dan seluruh player akan bisa log out.
Bagaimana?
Jangan, Kirito-kun!
Untuk saat ini... Untuk saat ini, kita sebaiknya mundur.
Jangan meremehkanku.
Baiklah.
Ayo kita selesaikan ini.
Kirito-kun!
Maafkan aku.
Tapi aku tak mau melewatkan ini.
Kamu tak akan mati di sini kan?
Tidak, aku akan menang.
Aku akan menang dan menamatkan game ini.
Baiklah.
Aku percaya padamu, Kirito-kun.
KIRITO, JANGAN!
KIRITO!
Egil...
Terima kasih sudah membantu kelas swordsman selama ini.
Aku tau kamu pasti sampai memakai hampir seluruh uang yg kamu dapatkan
untuk membantu para player pemula untuk naik level.
Klein...
Aku minta maaf
telah meninggalkanmu pada hari itu.
SI-SIALAN KAU, KIRITO!
Jangan minta maaf...
JANGAN BERANI-BERANI MINTA MAAF PADAKU SEKARANG!
Aku tak akan memaafkanmu...
AKU TAK AKAN MAU MEMAAFKANMU SEBELUM KAMU MEMBELIKANKU MAKANAN DI DUNIA NYATA NANTI!
Baiklah.
Sampai ketemu di dunia nyata.
Maaf, tapi aku punya 1 permintaan.
Apa?
Aku memang tak berencana kalah dalam hal ini.
Tapi kalau sampai aku mati di sini,
Aku minta kamu berjanji menset Asuna supaya dia tidak mampu untuk membunuh dirinya sendiri, untuk beberapa waktu.
Baiklah.
KIRITO-KUN, JANGAN!
JANGAN LAKUKAN...
JANGAN LAKUKAN INI!
KIRITO-KUN!
Ini bukanlah duel...
Kita bertarung sampai mati di sini.
Iya.
Aku akan membunuhnya!
Dialah yg mendesain skill Senjata Ganda.
Sudah pasti dia mampu menangkis seluruh kombo yg sudah terprogram sebelumnya.
Kalau begitu aku harus mengalahkan dia dengan kemampuan manusiaku sendiri,
tanpa memakai skill pedang!
Lebih cepat!
Aku harus bergerak lebih cepat!
Maafkan aku, Asuna...
Setidaknya, kamu, harus tetap hidup.
Selamat tinggal, Kirito-kun.
Tidak, Asuna...
Ini tak boleh...
Ini tak boleh terjadi...
Maafkan aku.
Selamat tinggal.
Mengejutkan juga.
Padahal aku tidak memprogram dimana player bisa menetralisir paralisis sendiri.
Sepertinya hal-hal seperti ini memang terkadang bisa terjadi.
De nn y H A j 1 M E I d fL. Us S u bs C r EW
Selesai sekarang...
Aku percaya padamu, Kirito-kun.
Belum...
Masih belum!
Sudah cukupkah seperti ini?
Pada pukul 14:55, 7 November,
game telah ditamatkan.
Game telah ditamatkan.
Dimana aku ini?
Memulai Fase Terakhir
Kirito-kun?
Maaf.
Aku mati juga.
Bodoh...
Dimana kita ini?
Sungguh pemandangan yg indah.
Kayaba Akihiko...
Mainframe SAO, yg berada di basement lantai 50
di markas korporatku, sedang menghapus semua
data yg ada di tempat penyimpanannya.
Dalam waktu sekitar 10 menit lagi,
semua yg ada di dunia ini akan lenyap.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yg di bawah sana?
Kau tak perlu mengkawatirkan mereka.
Beberapa saat lalu,
6,147 player yg tersisa telah log out.
Lalu bagaimana dengan mereka-mereka yg sudah mati di game ini?
No comments yet. Be the first to leave one.