Never Stop Dreaming: The Life and Legacy of Shimon Peres

Never Stop Dreaming: The Life and Legacy of Shimon Peres

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Never Stop Dreaming 2022 NF WEB-DL
د لخوا تبصره MarBot
netflix retail.

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2022-07-13
ډاونلوډونه: 50
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Pertemuan luar biasa terjadi di Pemakaman Mount Herzl Israel

di Yerusalem pada 30 September 2016.

Peristiwa yang tak biasa sejak berdirinya negara Yahudi pada tahun 1948.

Acara itu dihadiri presiden dan perdana menteri, raja dan ratu,

pemimpin agama, dan pejabat internasional.

Mereka semua datang untuk menghadiri pemakaman Shimon Peres,

Presiden kesembilan Israel, perdana menteri tiga kali,

peraih Penghargaan Nobel Perdamaian,

dan salah satu negarawan tua paling dihormati dan dicintai di dunia.

Sehari sebelumnya, ribuan orang Israel baik tua maupun muda

dari semua lapisan masyarakat dan latar belakang

juga memberi penghormatan.

Mereka berkumpul untuk menghormati seseorang yang lahir di daerah

yang jarang didengar orang di Eropa Tengah.

Mereka berkumpul di negara yang secara resmi tidak ada

saat Shimon Peres mendarat di sana pada tahun 1934.

Dia adalah pemuda revolusioner yang visi masa depannya

mengejutkan mentornya, perdana menteri pertama Israel, David Ben-Gurion.

Dia adalah tokoh yang terkadang kontroversial di panggung politik.

Dia adalah elang yang membangun militer Israel

lalu menegosiasikan perjanjian damai dan menjadi merpati.

Aktif sampai usia 90-an, Shimon Peres bekerja bukan untuk kepentingan pribadi,

tapi untuk kepentingan negara yang dia bantu dirikan dan cintai

sampai dia meninggal.

Shimon Peres dijuluki pemimpi.

Ada kalanya julukan itu lebih merupakan kritik daripada pujian,

tapi pengkritik tak pernah menghentikannya untuk terus bermimpi.

Orang bilang aku pemimpi.

Itu benar.

Tapi apa itu salah?

Siapa bilang orang yang tak bermimpi itu benar?

Cara dia menjalani hidup dan pilihan yang dia buat

adalah berdasarkan gagasan bahwa mimpi adalah tempat semua berawal.

Mimpi, bukan fantasi.

Kurasa banyak orang terkadang menganggap skala impiannya terlalu utopis,

padahal dia tak bermaksud menjadikan itu sesuatu yang hanya ada dalam teori.

Baginya, semua itu adalah tentang menyatukan teori dengan penerapan praktis.

Shimon adalah orang yang suka bertindak.

Dia tak suka membuang-buang waktu.

Dalam visinya dan sebagai negarawan, dia melakukan hal-hal yang luar biasa.

Dengan pendekatan khasnya pada berbagai hal,

pendekatannya yang berbeda,

dia tak seperti yang lain.

Dia punya cara berpikir sendiri.

Orang-orang selalu takjub bahwa berapa pun usianya,

dia tetap terlihat sehat dan tetap punya pikiran muda.

Hal itu membuatnya berjiwa muda. Begitulah cara dia bekerja.

Dia bisa melupakan kekecewaan yang tak terbayangkan...

dan frustrasi terdalam.

Dia juga tak pernah menyerah pada siapa pun.

Kurasa dia tipe orang yang mengajarkan bahwa pemimpin harus optimis

dan memikirkan cara membuat hari esok agar lebih baik secara bersama-sama.

Dia terus berusaha memperbaiki kehidupan banyak orang.

Ada momen saat dia patah semangat, tapi dia tak akan biarkan hal itu

membuat dia mundur untuk melakukan apa yang dia sukai.

Kurasa optimisme mendasar yang dia punya dalam dirinya

adalah alasan kenapa dia tak seperti kebanyakan orang

yang optimismenya tampak memudar seiring bertambahnya usia.

Dia seolah-olah terus menarik energi dan...

menjadi semacam magnet.

Termasuk pada anak muda, seiring bertambahnya usia dia,

karena dia tak pernah kehilangan kualitas itu.

Dia diberi bakat dengan kemampuan mendengarkan orang lain

yang tak sepaham,

dan tetap bertekad mencari jalan keluar.

Presiden Peres adalah presiden penuh cinta dan kasih sayang.

Dia seorang pemberi, bukan penerima.

Kehidupan ayahku adalah perjalanan dari tanah lama ke tanah baru.

Dari era lama ke era baru.

Terinspirasi oleh para nabi kami, dia adalah penengah dalam pertentangan .

Di satu sisi, dia sangat realistis.

Di sisi lain, dia adalah pemimpi.

Bersikap optimis, positif, imajinatif,

pantang menyerah, dan selalu melihat masa depan...

adalah bagian dari visi dasarnya.

Aku tak punya kesabaran untuk duduk dan menonton.

Aku ingin ikut ambil bagian...

dan tentu ingin ikut dalam perjalanan menuju masa depan.

Aku tak suka duduk di kursiku

dan menunggu sepuluh tahun sampai sesuatu yang baru tiba.

Aku lebih suka mengejarnya, bertindak, berpikir, dan merasa takjub.

Tetaplah optimis, tapi jangan pernah puas.

Teruslah bermimpi.

MUNGKIN LAIN KALI AKU AKAN MENANG...

VISHNEVA, BELARUSIA

Shimon Peres terlahir dengan nama Shimon Perski

pada tanggal 2 Agustus 1923 di kota Vishneva,

dahulu berada di Polandia, sekarang bagian dari Belarusia, di dekat Lithuania.

Aku terlahir sebagai bayi yang sangat besar.

Aku adalah sensasi, bisa dibilang begitu.

Aku hampir membuat ibuku mati.

Sampai hari ini aku masih merasa bersalah soal itu.

Tapi begitu aku lahir, dokter memeriksaku dan dia bilang,

"Anak ini tak butuh apa pun, tak butuh vaksinasi."

Aku tak pernah mendapat vaksin selama hidupku.

Aku lahir di tempat yang mereka sebut shtetl , desa kecil untuk orang Yahudi.

Ada sekitar 1,000 penduduk.

Semuanya, tanpa terkecuali, adalah Zionis.

Bagi kami, Israel adalah mimpi.

Saat satu kotak jeruk datang dari Israel ke Vishneva...

itu adalah peristiwa terhebat bagi kami semua.

Jeruk itu ditata teratur dalam kotak...

dengan pengepakan rapi dari pelabuhan Jaffa.

Aromanya sungguh luar biasa.

Selama masa kecilnya di Vishneva, salah satu pengaruh terbesar Shimon Peres

adalah kakeknya, Zvi Meltzer.

Sebagai murid dari tokoh rabi yang legendaris, Vilna Gaon,

dia belajar di Sekolah Volozhin Yeshiva yang terkenal.

Dia adalah seorang rabi.

Dia hafal Alkitab, Talmud, dan yang lainnya.

Dia juga bisa bermain biola.

Dia mendidikku.

Kurasa aku cucu pilihannya.

Dia mulai mengajarku pada usia tiga atau empat tahun.

Dia mengajar satu halaman Talmud per hari.

Dia menyarankanku untuk membaca sastra Rusia.

Dia menyuruhku membaca The Brothers Karamazov karya Dostoyevsky.

Aku tak bisa tidur selama beberapa minggu.

Bayangkan, seorang anak disuruh membaca buku mengerikan itu.

Orang kedua yang sangat memengaruhi kehidupan masa kecilnya

adalah ibunya, Sara.

Dia pustakawan dan dia menanamkan dalam dirinya...

PENULIS BIOGRAFI RESMI SHIMON PERES

kecintaan akan buku dan sastra.

Dia menguasai tiga bahasa: Rusia, Yiddi, dan Ibrani.

Dia mengajari kami bahasa Yiddi klasik dan Ibrani klasik.

Begitulah keseharian kami.

Mengikuti jejak kakeknya,

Shimon muda sangat taat beragama, jauh melebihi ayahnya.

Kau tahu, di shtetl tak ada listrik.

Ayahku adalah orang yang cukup berada,

jadi dia membeli radio yang menggunakan baterai.

Pada suatu Sabtu, Shimon kembali dari ibadah hari Sabat

dan melihat ayahnya mendengarkan radio.

Aku menjadi marah dan merusak radio itu.

"Beraninya kau menyalakan radio itu di hari Sabtu?"

Jika kau ingin memahami karakter Shimon,

kau harus kembali ke masa saat dia berusia sekitar empat atau lima tahun.

Dia pernah ke rumah neneknya dengan anak lain.

Anak itu lebih kekar dan lebih kuat daripada dia.

Mereka bermain.

Anak yang satu membanting anak lain ke tanah.

Anak yang lain itu lebih kuat jadi dia membanting Shimon ke tanah.

Shimon bangkit dan berkata dalam bahasa Yiddi, " An andere mal ",

"coba lagi."

Jadi, mereka melakukan yang kedua.

"An andere mal."

Ketiga, keempat.

Akhirnya neneknya berkata, "Shimon, sudah cukup.

Dia lebih kuat darimu."

Shimon berkata, "Tidak, mungkin lain kali aku akan menang."

Itulah Shimon Peres sejak saat itu sampai hari ini.

"Mungkin lain kali aku akan menang."

Shimon Perski punya masa kecil bahagia.

Dia suka berenang di Sungai Olshansky yang mengalir di belakang rumahnya

dengan teman-temannya dan adiknya Gershon atau biasa dipanggil Gigi.

Hutan di sekitar Vishneva

memberi nafkah pada ayah mereka, Yitzhak, sebagai pedagang kayu.

Tapi di awal tahun 1930-an,

pihak berwenang Polandia mulai menarik pajak khusus

terhadap bisnis kayu Yitzhak Perski karena dia Yahudi.

Itu membuatnya hampir mustahil untuk menghidupi keluarganya.

Pada tahun 1932, dia memutuskan bahwa dia tak punya pilihan lain

selain meninggalkan Vishneva dan pergi ke Palestina, Tanah Israel,

di mana saudaranya dan anggota keluarga lainnya sudah pindah.

Dia membangun bisnis kayu baru di sana dan mengajak istrinya, Sara,

dan anak-anaknya begitu dia menghasilkan cukup uang.

Tidak lama setelah kepergian Yitzhak,

anggota komunitas Yahudi dibunuh secara brutal

oleh geng antisemitisme di salah satu hutan terdekat.

Ada fotonya di koran.

Kami semua cemas.

Mereka begitu cemas hingga memutuskan untuk pergi ke Palestina secepatnya.

Beberapa bulan kemudian, Shimon, Gigi, dan Sara

berkumpul di stasiun kereta di luar Vishneva.

Di antara yang datang ke stasiun untuk berpamitan

adalah kakeknya, Zvi Meltzer.

Dia berdiri di samping kami dan diam saja.

Saat keretanya tiba, dia mendekatiku, memelukku,

dan bilang padaku, "Cucuku, aku punya satu permintaan untukmu.

Tetaplah menjadi Yahudi."

Dia memelukku dan itu terakhir kali aku melihatnya.

MIMPI DIMULAI...

Sara, Shimon, dan Gigi tiba di Pelabuhan Jaffa

melalui Istanbul di Mandat Britania atas Palestina

pada musim panas tahun 1934.

Rasanya seperti tiba di planet lain.

Tak ada kesamaan antara Jaffa dan Vishneva.

Ayahku datang dengan perahu karena tak ada pelabuhan.

Dia datang dengan pelaut Arab.

Tapi kesan pertamaku setiba di sana adalah langitnya.

Selama hidup, aku belum pernah melihat langit sebiru itu.

Sinar mataharinya menghangatkan.

Aroma buah jeruknya seperti parfum.

Orang-orang tak berpakaian seperti kami.

Mereka berpakaian tipis.

Kulit mereka kecokelatan kena panas.

Mereka kuat.

Dan untuk pertama kalinya,

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left