Blue Story

Blue Story

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Blue Story 2019 480p WEB-DL x264 ind
د لخوا تبصره ndaseruag
Lengob SubsCrew - Maaf jika terdapat kesalahan terjemahan, maklum... Lengob

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
480p
480
په خپور شو: 2020-04-26
ډاونلوډونه: 17
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 180 کرښې.

Dua puluh satu remaja telah terbunuh.

Namun komunitas lain mulai berdamai

dengan tindakan kekerasan yang tak masuk akal.

Ada telepon yang memberi tahuku jika anakku ditembak di taman.

Itu tak normal.

...22 tahun ditusuk beberapa meter dari rumahnya.

Bukan seperti itu masyarakat...

Kita tak seharusnya hidup seperti itu

dalam masyarakat saat ini.

Setiap 14 menit ada kejahatan pisau...

melintasi Inggris dan Wales.

Malam ini,

kita bicara dengan orang tak bersalah yang terperangkap dalam baku tembak.

...untuk para korban yang berusia di bawah 17 tahun.

- Mengapa Anda membawa pisau 15 inci? - Karena itu besar.

Saya tahu, ketika saya bangun setiap pagi,

satu hari lagi tanpa dia.

Kejahatan pisau naik 34% dalam setahun.

Tentang perang kode pos yang terjadi antar geng.

Dia berumur 17 tahun.

Semua temanku sekolah di Roughton. Kenapa aku tak sekolah di sana saja?

- Timmy... - Hmm?

Kita sudah membahas ini.

SMP Borough sekolah yang sangat bagus.

Mereka memiliki laporan Ofsted yang luar biasa.

Tetapi bagaimana dengan semua temanku?

Kamu akan mendapat teman baru. Yang lebih baik.

Lebih baik dari si Kieron, Kiron, temanmu.

Hanya Tuhan yang tahu nasib mereka nanti. Selalu mendapat masalah!

Itu sahabatku. Aku takkan pernah melihatnya lagi.

Bagus. Kau akan bergegas? Ambil jas dan jaketmu.

Kamu sudah terlambat.

- Namaku Marco. - Aku Timmy.

Uh, Timmy!

- Timmy! - Ya!

Tendang itu! Tendang itu, Timmy!

Penerjemah: Upie Javiel

Gol itu, ya? Kau berhasil, sobat. Tak bohong, bung.

Kau sudah tahu aku dan Tim bermain seperti Neymar dan Mbappé.

Apa, siapa Mbappé?

Apa? Ayolah, kawan, itu pertanyaan konyol.

Tunggu. Jika kau mau lakukan itu,

- lakukan yang benar. - Ayo, tunjukkan padanya.

- Ayo! - Gerakan apa seperti ini?

Oh, terserahlah! Pergi dari sini, bung!

Sudah berapa halaman PR Sejarah yang kau kerjakan?

Aku kerjakan punyaku. Sudah selesai lima halaman.

Jujur saja, sobat. Aku lupa.

Ibuku bilang jika aku di hukum karena tak mengerjakan PR lagi,

aku tak mendapat uang saku selama sebulan.

Lihat? Aku tahu kau akan lupa. Aku kerjakan PR-mu untukmu, kawan.

- Berhentilah membual. - Ambillah, bung.

Kau sungguh mengerjakannya, bro? Bagus sekali!

- Lepaskan aku, bung. - Aku suka orang ini!

- Aku suka orang ini, kau tahu! - Gay!

- Diam, bung! - Undangan ke pestaku hari Sabtu, teman.

Tak semua diundang, jadi selamat yang masuk daftar

Wah, selamat. Selamat, kau tahu.

Kali ini kau tahu kami anak-anak bintang tahun 11, bung.

Sungguh beruntung jika kami datang.

Jika kalian tak datang, kalian akan ketinggalan.

Ini akan jadi pesta terbaik tahun ini.

- Ini dia, Timmy. - Terima kasih.

Dwayne. Kode pakaiannya: dewasa dan seksi, ya?

- Sampai jumpa hari Sabtu. - Jadi, mana undanganku?

Kau tahu kau tak perlu undangan. Pastikan kau datang.

Tak mau bilang. Aku akan pikirkan.

- Dia menaksirmu, bung! - Kau ada di hatinya, bro. Tak bohong.

Aku belum yakin, teman.

Hei... Hei, Leah.

Hei, Timmy. Kau mau ke pesta Karina?

Aku belum yakin. Bagaimana denganmu?

Ya. Tentu. Dia bilang itu akan keren.

- Kau harus datang. - Baik.

Kalau begitu, kemungkinan besar aku akan datang.

Maaf aku melewatkan telponmu kemarin. Aku keluar dengan ayahku.

Oh, tak apa-apa, aku hanya menelepon untuk melihat apa kau perlu bantuan merevisi.

Oh, terima kasih. Sebenarnya aku kesulitan dengan trigonometri.

Oh, itu mudah. Aku bisa membantumu dengan itu jika kau mau.

Ya, itu akan bagus.

- Hubungi aku nanti. Ya? - Baik.

Haruskah aku meneleponmu atau sms kamu atau WA kamu?

- Apa yang terbaik untukmu? - Tenang. Percayalah, kawan.

- Haruskah aku menelponmu? - Haruskah kirim sms pada mu?

- Haruskah aku FaceTime kamu? - Haruskah aku tweet kamu?

Semuanya lelucon untuk kalian, kawan.

Kau harusnya membantuku, bro.

Tidak, sebenarnya, kau cahayaku, kawan.

Bro, aku akan beritahu nanti dan bicarakan ini dengan benar

karena bicara di depan mereka adalah hal yang sia-sia.

Terima kasih. Katakan seperti kawan baik di mana salahku.

Ayolah, teman. Kau tahu aku ada untukmu.

Baiklah, bagus.

Tapi, saat kuhubungi nanti, haruskah aku menelponmu...

atau sms kamu atau teks kamu atau FaceTime kamu atau DM kamu atau apa?

Ha ha ha. Sangat lucu. Kalian memang pelawak.

- Aku akan ke kelas, bung. - Ya, ampun, bung.

Haruskah aku menelepon, haruskah aku kirim SMS, haruskah aku tweet?

- Apa kabarmu, kawan? - Bagus.

Baik, dengarkan.

Wanita ini tak menanggapiku, kau tahu?

- Aku kirim pesan sekarang. - Apa? Jangan.

Yo, sayang.

Kirimi aku fotomu dalam kondisi bugil.

Aku ingin melihatmu terlihat seksi.

Sudah berakhir. Kau membuatnya marah, ini sudah berakhir.

Tidak, dia membalas. Dia membalas.

Ya Tuhan! Ya, saudara! Lihat itu!

- Sobat, lihat ini. - Lihatlah pipinya.

Mads, lihat ini.

Persetan semua itu, bung!

Saluran teleponku tiga jam tak berfunsi, bung.

Aku butuh kedamaian, kau tahu.

Bilang apa Shanice di alat itu?

Shanice! Oh, dia menyambut.

Temanku suka foto-fotonya. Dia sedikit menyukai fotonya.

Aku sedang menunggu dia mengirim pesannya.

- Aku yakin dia kirim emoji mata. - Emoji mata.

Mata dan setan yang dirundung cinta. Lucu sekali, bung.

Oh!

- Dengar aku. Dia milik kita, bung. - Ya

Biar kulihat cewelk yang kalian bicarakan.

- Oi, oi, oi! Sial! - Tenanglah, bung.

Tidak, bro! Anak-anak Peckham!

Dimana? Dimana?

Oi, jangan lari!

- Oi, brengsek, kemari! - Apa yang kau lakukan?

Apa? Kemari!

Banci, ayo! Kemari!

Ayo, banci!

Kalian bukan apa-apa. Tak pernah kekurangan orang di sini.

Baiklah. Persetan permainan ini, bung.

- Ayo, mari kita hentikan. - Banci!

- Oi, kawan! - Kemari, kemari, kemari.

Hei, kawan, ini yang kubicarakan.

Mereka seksi, kan? / Mereka keren, bung. Berapa harganya?

- Masih satu fiddy. - 150?

150 kemahalan, bung. kau bisa beli dua sepatu Air Force dengan itu.

Aku sudah punya Air Force, bung. Tim, sumpah itu pacarmu.

Ya, itu dia. Dan dia bersama Shayanne, calon istriku.

Kau berharap, bro.

- Mm! Aku masih berharap. - Aku akan ke sana, bung.

Sumpah kau akan bilang kau akan menelponnya atau kirim sms atau sesuatu.

Hei, hei, tunggu, teman. Aku ingin menyapa calon Nyonya Adekalu.

Dan aku bukan orang bodoh. Aku takkan datang

dan bilang pada lelaki, "Oh, keren, biar aku berbagi denganmu."

Lihat yang dua ini. Datang dan pergi.

Aku urus yang rambutnya diikat.

- Kalian baik saja? - Oh, hei, Timmy, Hakeem.

- Kalian berbelanja untuk pesta Karina? - Apa-apaan ini?

Itu Marco. Kami cuma mengikuti. Hanya membeli sepatu.

Terus? Kalian bocah tak lihat aku dan temanku hendak...

bicara dengan dua cewek ini?

Tidak, tidak, kami tak pernah melihatmu, sumpah. / Baiklah. Enyah.

- Timmy, ayo pergi, bung. - Tidak, aku tak ke mana-mana.

- Kecuali kau ingin aku pergi, Leah. - Tidak, Timmy. Kau tak harus pergi.

Maaf, tapi ini teman-teman kami.

Dan aku tak bermaksud kasar, tapi...

Kami tak tertarik, jika ada yang harus pergi,

itu kalian.

Kenapa selalu orang mati yang mulai bicara?

Dia belum mati. / Jangan bicara dengan temanku seperti itu.

Atau apa? / Atau kau akan menyingkir darinya, bung.

Apa? Kau ingin kutusuk?

Aku tak takut padamu.

Kau tahu aku siapa?

Ya, kau orang Peckham, Skitz, kan?

Dia bukan dari daerah sini jadi dia tak mengenalmu.

- Dari mana asalmu? - Aku dari Deptford.

Bocah ghetto, ya?

Bukan, aku bukan anak ghetto, aku hanya tinggal di Deptford.

Beri pelajaran dia.

Tinggalkan dia sendiri.

- Katakan... - Timmy, lari!

Menyingkir dari temanku! Sedang apa kau?

Hei, apa kalian gila? Jangan membuatku menusukmu juga.

- Silakan, lakukan! - Tenang tenang.

Tidak, tidak. Aku akan tusuk bajingan kecil ini dulu.

Lalu aku akan tusuk banci kecil ini.

Lalu aku akan tusuk jalang mirip Mickey-Mouse ini!

More Indonesian subtitles for Blue Story

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left