لومړۍ 200 کرښې.
Lalu, siapa Han Woo Jung?
Dia putri siapa?
Apa dia putriku?
Aku bertanya kepadamu.
Siapa ayahnya Han Woo Jung?
Tidak ada alasan untuk menjawab pertanyaanmu.
Apa-apaan kamu?
Putrimu, Woo Jung, datang menemuiku.
Beri aku 30 menit saja.
Kumohon.
Keadaan kita tidak bisa seperti dahulu lagi.
Sebenarnya
aku enggan kembali seperti dahulu.
Mari
putuskan pertemanan kita.
Aku pun berteman denganmu bukan karena benar-benar menyukaimu.
Kukira aku akan tampak menonjol
karena kamu tampak naif dan baik.
Kita tidak bisa menghapus masa lalu meski kamu mengatakan ini.
Bisakah kita memutuskan pertemanan hanya karena kamu mengatakan itu?
Aku tidak ingin lagi mengenakan topeng di depanmu.
Aku lebih angkuh
an egois dari dugaanmu.
Aku bukan teman baik untuk gadis naif dan baik sepertimu.
Aku tidak peduli.
Apa?
Aku tidak peduli dengan yang kamu sukai.
Hwa Kyung, kamu
satu-satunya temanku.
Kamu ingat?
Saat kita ke taman hiburan, aku memukul sarang lebah.
Anak-anak lain sibuk melarikan diri.
Tapi kamu tetap bersamaku untuk melindungiku
dan kamu hampir meninggal karena itu.
- Bukan hanya itu. - Hentikan.
Kamu yang mengajarkan bahwa berdiri di depan mikrofon
membuatku bersemangat dan berusaha keras
untuk menggapai impianku.
Aku sampai ke titik ini karena ingin sepertimu.
Han Woo Jung.
Kamu ingat pria yang kusukai saat masih kuliah tahun pertama?
Kamu sangat marah saat tahu dia mendekatiku hanya untuk
mendapatkan nomor ponselmu.
Kamu membuatnya berlutut di hadapanku
dan meminta maaf kepadaku.
Saat itulah kamu mengatakan ini.
"Han Woo Jung."
"Jangan pernah lupa bahwa kamu sangat berharga."
Kamu bersungguh-sungguh.
Hentikan.
Kamu lupa?
Aku mengabaikan kematian ayahku demi menghadiri wawancara pekerjaan.
Aku juga tidak menghadiri upacara pemakamannya.
Kamu bertanya, "Kenapa tega melakukan itu?"
Aku memang tega.
Aku bisa meninggalkan ayah kandungku dan lainnya demi melindungi
posisiku dan yang kumiliki saat ini.
Aku juga tidak mengerti dan tidak bisa memaafkan itu.
Tapi aku tidak akan melepaskanmu karena semua alasan itu.
Aku tidak bisa kehilanganmu seperti itu.
Hwa Kyung.
Kamu sudah seperti keluargaku.
Keluarga tidak bisa terpisahkan,
tidak peduli mereka jahat atau baik
dan sesering apa mereka bertengkar.
Itulah arti keluarga.
Aku bukan keluargamu.
Ini omong kosong.
Hwa Kyung.
Hwa Kyung.
Tadi kamu minum.
- Biar kuantar. Berikan kuncinya. - Aku tidak membutuhkanmu.
Ayo.
Baiklah. Ayo.
Hwa Kyung. Dia...
Kumohon, biarkan aku mengantarnya.
Kamu yakin tidak apa-apa pergi begitu saja?
Bukankah dia temanmu? Apa ada masalah?
Seong Min.
Ya?
Ya, katakan saja kamu butuh apa. Aku akan membantu sebisaku.
Keluar.
Apa?
Aku tidak membutuhkanmu lagi, jadi, keluarlah.
Astaga, dia pasti cemas karena sudah bersikap kasar.
Apa?
Bukankah itu Do Bin?
Astaga.
Ada apa di antara mereka?
Kamu harus ke dokter.
Aku baik-baik saja.
Aku bisa pulang dan mengompresnya dengan es.
Aku akan mengantarmu. Ayo.
Aku tidak akan bicara dalam perjalanan. Ayo.
Kamu melihat mereka berdua?
Apa?
Ya.
Bagaimana menurutmu?
Bagaimana, ya?
Tampak seperti adegan dari film romantis.
Kenapa
Woo Jung menemuimu?
Dia datang karena mencemaskan Hwa Kyung.
Tampaknya dia anak baik.
Dia mengingatkanku kepadamu saat kamu masih muda.
Cukup.
Aku tidak ingin mendengar itu.
Biar kutanya sekali lagi.
Apakah Woo Jung
- ada hubungannya dengan... - Tidak.
Woo Jung
adalah putriku yang tidak ada hubungannya denganmu.
Itu tidak mungkin.
Dia sebaya dengan Hwa Kyung,
tidak mungkin kamu mengencani pria lain
dan mengandung anaknya.
Kenapa berpikir begitu?
Kamu juga selingkuh dengan Oh Yeon Hee saat kita pacaran
dan punya anak darinya.
Kenapa begitu yakin aku tidak akan melakukan hal sama?
Jika kamu bisa, kenapa aku tidak?
Kamu berbeda denganku.
Kamu wanita baik...
Aku tidak butuh penilaianmu.
Jangan pernah membicarakan
aku atau Woo Jung lagi.
Kamu tidak berhak melakukan itu.
Jangan menghubungiku lagi.
Kuharap kita tidak akan bertemu lagi meski hanya kebetulan.
Aku lega.
Hanya ototmu yang keseleo. Tulangmu baik-baik saja.
Hati-hati selama beberapa hari. Jangan memaksakan diri.
Terima kasih.
Berkat kamu, cederaku diobati.
Astaga.
Pegang yang erat.
Nona Malapetaka Berjalan.
Jika tidak menurut kepadaku dan jatuh lagi,
aku akan meninggalkanku di sini.
Terima kasih sudah mengantarku.
Apa terjadi sesuatu kepadamu sebelumnya?
Apa?
Kamu tidak usah memberitahuku jika tidak ingin.
Aku bertengkar dengan temanku.
Apakah Nona Shin?
Hubungan kalian renggang usai kejadian yang menimpa Pak Park.
Hwa Kyung sedang terluka saat ini.
Itu sebabnya dia ingin berlagak jahat
dan menjauhiku.
Kenapa kamu selalu mementingkan dia daripada dirimu?
- Apa? - Pikirkan saja.
Dia menjadi pewarta,
dan kamu gagal.
Kamu juga lebih mencemaskan dia daripada dirimu.
Hwa Kyung pantas lolos.
Bagaimana denganmu?
Aku bohong jika bilang tidak kecewa.
Tapi ini bukan akhirnya.
Ini berat, tapi aku tidak boleh menyerah sekarang
untuk diam saja merasa cemas dan berjuang dalam keputusasaan.
Aku hanya ingin yakin aku akan menemukan
kesempatan lain.
Apakah kamu
mau bekerja sebagai reporter?
Reporter?
"Kenangan yang Hilang" sedang menyiapkan episode spesial.
Kami harus membuat segmen tambahan, jadi, aku mencari reporter...
Ibuku membawakan program itu.
Mana bisa aku menjadi reporter di program itu?
Apa hubungannya?
Aku memberimu kesempatan sebagai penanggung jawab
karena yakin dengan bakatmu.
Orang tidak akan berpikir begitu.
Terima kasih tawarannya, tapi aku harus menolak.
Apa yang terjadi?
Kenapa kakimu cedera?
Biar ibu lihat.
Andaikan tidak ada Produser Yoon, keadaannya pasti buruk.
Kamu harus berhati-hati.
Kamu menemui Presdir Shin Myung Joon
dari Grup Miseong?
Bagaimana Ibu tahu?
Kamu tidak tahu dia seperti apa?
Dia mencoba membayar Pak Park untuk membungkamnya
serta menekan tim kami untuk menghentikan programnya.
Caranya memang tidak baik,
tapi dia melakukan yang seharusnya.
Mungkin dia ingin melindungi Hwa Kyung.
Lantas?
Kenapa bicara dengannya?
Aku cemas karena tidak bisa menghubungi Hwa Kyung.
Aku hanya menanyakan
keadaan dan keberadaan Hwa Kyung.
Kamu sudah menemuinya?
Tampaknya dia masih butuh waktu.
Setelah itu, kita bisa kembali...
Keadaannya tidak akan sama.
itu tidak mungkin, Woo Jung.
Ibu.
Bagi Hwa Kyung, kamu bukan temannya lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.