لومړۍ 155 کرښې.
Dunia Iblis.
Dunia para Demon yang merupakan makhluk spiritual,
sebuah dunia roh yang juga dikenal sebagai Alam Baka atau Neraka.
Hm?
Hei!
Kayaknya kamu bukan orang sini!
Mengganggu.
Sebagai makhluk spiritual, para Demon
akan bangkit kembali meski tubuh mereka dihancurkan.
Itu adalah karakteristik sekaligus batasan bagi mereka yang tak memiliki tubuh material.
Di dunia materi, para Demon
tidak akan bisa bermanifestasi tanpa wadah fisik.
Bagi mereka, mendapatkan tubuh fisik adalah ambisi yang paling didambakan.
PRIMORDIAL KUNING - JAUNE
Lama tidak berjumpa, Jaune.
Noir, kamu telah bermanifestasi?
Sekarang aku sudah punya nama, yaitu Diablo.
Tuanku Rimuru yang memberikan nama berharga ini.
Memberimu nama?
Benar.
Aku akan memberimu kehormatan untuk mengabdi padanya, Jaune.
Ha!
Berkhayalnya setelah mati saja, Noir!
Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime
LEGIUN HITAM
Rasakan ini!
Beraninya memandang rendah diriku!
Cih.
Betapa bodohnya, padahal sudah kutawari mengabdi pada Tuan Rimuru.
Kubunuh kamu!
Mustahil kamu bisa mengalahkanku yang sekarang.
Oh, jadi Rimuru yang memberimu nama?
Aku tidak terima kamu memanggilnya begitu.
Kamu mulai tertarik?
Bukan hanya luar biasa secara spiritual, wujudnya juga sangat mengagumkan.
Begitu berkilau, bening hingga tampak agung,
sangat kenyal, menyejukkan, dan menggemaskan!
Bening? Kenyal?
Benar!
- Beliau memiliki wujud slime! - Kenyal!
Oh? Slime jadi Raja Iblis?
Menarik juga.
Aku akan mengalahkannya setelah mengalahkanmu!
Kamu pikir bisa menang?
Aku akan memberimu tubuh asalkan mau mengikutiku.
Jaune, Violet, serta Blanc.
Kalian bertiga saling menghalangi untuk bermanifestasi,
dan saling menjatuhkan selama ribuan hingga puluhan ribu tahun.
Sungguh menggelikan.
Kalian menginginkan tantangan, kan?
Sekarang sudah sadar posisimu?
Aku akan mampir ke sini lagi, jadi persiapkan dirimu.
Sekalian ubah sikap kurang ajarmu itu.
Raja Iblis slime?
Sepertinya dia lebih menarik daripada Leon.
Kamu kalah.
Aku tidak kalah.
Masih ada lain kali.
Dibilang aku tidak kalah!
Hari-hari membosankan ini sepertinya akan berakhir.
Lupakan soal itu.
Balas dendamnya harus hari ini juga!
Sial, apa-apaan dia itu?
Kalau aku bukan Demon, aku bisa langsung lenyap!
Akan kucari, lalu kupukul dia.
Eh?
Itu dia!
Dasar, Jaune itu tidak ada kapoknya.
Lihat ke sini, sialan! Beraninya menyerangku tadi!
Nah, selanjutnya...
Kalian...
Apa benar sudah introspeksi diri?
"PRIMORDIAL UNGU - VIOLET" Belum, kan? Belum, sih.
Nona.
Baiklah, kita mulai.
Aku lagi sibuk. Bisa jangan mengganggu?
Noir.
Sudah kubilang namaku Diablo, Violet.
Hmph!
Menurutku kamu tidak terlihat sibuk.
Mereka telah menggagalkan rencana manifestasiku.
Aku lagi menghukumnya.
Manifestasi, ya?
Kebetulan.
Kalau mau mengabdi pada Tuan Rimuru, harapanmu akan terkabul.
Bisa jangan ikut campur?
Kamu tidak punya hak menolak.
Sudah jelas kamu tidak bisa menang melawanku, kan?
Kubunuh!
Jaune dan Blanc.
Aku menyampaikan ini pada mereka juga.
Mungkin keputusan mereka yang bijak akan mendahuluimu bermanifestasi.
Apa soal manifestasi itu benar?
Entahlah, biasanya dia tidak bisa dipercaya.
Kalau tubuhnya mengecewakan, tinggal bunuh saja semuanya.
Mereka berdua pikirannya simpel,
tapi Blanc tidak bisa dibujuk semudah itu.
Aduh, dasar bedebah itu.
Ah!
Itu dia, kali ini akan kutunjukkan kengerianku!
Ora, ora, ora!
Yah...
Aduh! Sakit banget!
- Tentunya dia tidak sebodoh itu, - Ah, sakit!
sampai tidak menyadari pesona Tuan Rimuru.
Ini...
Akhirnya ada yang bisa diajak diskusi.
Antarkan aku ke tempat Blanc.
Raja Hitam...
Kalau kutolak, aku akan bernasib sama dengan mayat-mayat itu.
Tapi, kalau membiarkannya masuk, hukuman sudah menantiku.
Inikah yang namanya terpojok?
Lama tidak berjumpa, Raja Hitam.
Tuanku...
ingin menemuimu.
Oh...
Ternyata kamu sembunyi di sini, Blanc.
PRIMORDIAL PUTIH - BLANC
Ternyata kamu sudah bermanifestasi, Noir.
Benar.
Namaku sekarang...
Diablo, kan?
Baguslah, pembahasannya jadi cepat.
Saat ini, aku sedang mengabdi sebagai bawahan Raja Iblis Rimuru.
Aku telah menorehkan pencapaian luar biasa!
Bahkan berkali-kali menerima pujian langsung dari beliau.
Karena itulah, Blanc,
aku ke sini untuk memberi tahu dirimu betapa indahnya mengabdi
di bawah kepemimpinan Tuan Rimuru.
Gawat, suasana hati tuanku...
Ra-Raja Hitam...
Diam dulu.
Kita temui dia.
Aku juga ingin bertemu dengannya.
Aduh...
Ah!
Tunggu!
Tolong jadikan aku bawahanmu!
Akan kulakukan apa saja! Jadi...
Setidaknya beri tahu namamu!
Boleh saja.
Namaku Diablo.
Salah satu Empat Petinggi yang setia kepada Tuan Rimuru.
Raja... Iblis... Rimuru?
Wah...
Raja Iblis Rimuru.
Sekretaris Kedua, Diablo,
telah kembali.
Selamat datang.
Syukurlah kamu baik-baik saja, meski aku tidak cemas, sih.
Sungguh perkataan yang indah! Akan saya ukir dalam hati!
Jadi, bagaimana rekrutanmu?
Berjalan lancar.
Untuk saat ini, ada tiga orang.
Mereka orang-orang yang saya anggap layak
No comments yet. Be the first to leave one.