لومړۍ 200 کرښې.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Mengenaiku di bagian yang sakit!
15 FILM CANDY BLACK YANG DIJAMIN AKAN MEMBUATMU TERTAWA
1. PIPPI SI KAUS KAKI BONG
2. KENCAN YANG BURUK
3. PERMAINAN SELESAI
4. PELAYAN DI CHATTANOOGA
5. BMX PINGSAN
Mengenaiku di bagian yang sakit!
BAYARAN $20 JUTA BERSEJARAH CANDY
CANDY BLACK ADALAH WARALABA EMAS
8. APA-APAAN
9. DIAM, SUSTER!
Mengenaiku di bagian yang sakit!
10. KAMPUS LINGLUNG
11. PAULY PING PONG
FILM TERLARIS
12. LEPAS KENDALI
13. DUNIA MANDY
14. KENCANGKAN PELANAMU!
Mengenaiku di bagian yang sakit!
Kita telat, jadi kami harus segera mendandanimu dan bersiap.
Dan ingat, ada sesi FaceTime dengan sutradara waralaba Sony yang baru.
Ada wawancara telepon dengan In Touch Weekly pukul 13.00.
Adegan pertama diperankan pengganti.
Kita baca semua revisi naskahnya saat makan siang nanti.
Tenang, nanti ada salad Kaisar tanpa crouton .
Kita akan melakukan cetakan wajah.
Kita perlu waktu untuk pemotretan.
Akan kumasukkan di jadwalmu.
Dokter akan memeriksa ruam dari prostetik yang kau pakai
dan memberimu suntikan B12.
Kau butuh latihan dialog saat dirias? Apa ada yang senggang?
Kami harus menata rambutmu dan meriasmu.
Kami harus menata rambutmu dan meriasmu sekarang, Nn. Black.
Persetan denganmu, denganmu, dan denganmu!
Persetan hidupku!
Baik, jeda dahulu.
Kita latihan tim pertama dengan pemeran pengganti.
Bersiaplah semua.
Baiklah, mulai.
Aku punya cincinnya.
Kuambil dari jari Nenek saat dia mati. Hampir mati.
Adikku di pesta. Dia tak tahu aku memilikinya.
Dia tak akan bisa dapatkan ini.
Mengenaiku di bagian yang sakit.
Baiklah, latihan selesai!
Baiklah, itu terlihat bagus.
Andy, bisakah kau coba tarik mundur sekitar 10%?
Agak lambat. Terima kasih.
- Maaf, Barbara. - Ya?
Aku kenal Candy dan dia akan berhenti di kursi,
jadi mungkin kita bisa memindahkan pembatasnya.
Tentu. Terima kasih, Paula. Akan kuberi tahu Cameron.
Terima kasih.
Apa Candy sudah di panggung? Ayo cepat.
Asisten sutradara satu bilang Candy tak mau ke sini.
Astaga!
Kau hebat di film terakhirmu.
Terima kasih.
Aku sebenarnya aktris.
- Itu bagus. - Jangan salah paham,
aku suka jadi pengganti.
Candy dan aku sudah bertahun-tahun bersama dan dia yang terbaik.
Namun, hasrat sejatiku adalah akting.
Apa rahasia suksesmu? Jika aku boleh bertanya.
Kurasa aku percaya batasan.
Batasan profesional antara pemeran profesional.
Itu mungkin seluruh filosofiku.
Aku hanya mencari agen akting…
dan apa kau mau…
Tidak… Aku harus…
Louis.
Louis, kau sebenarnya dibayar untuk apa?
Keluarkan klienmu dari karavannya dan bawa ke set.
Apa maksudmu? Aku suka Candy, tetapi aku tak bisa mengurus dia
selagi mengarahkan film ini dengan setengah kru.
Louis.
Kau mau aku bagaimana? Menelepon agen Melissa McCarthy?
Buat dia keluar dari karavan.
Candy, ini Louis!
Kawan, Barbara sudah memarahiku.
Kau tahu? Dia memang berengsek.
Lagi pula, sutradara itu kerjanya apa?
Menyuruh orang melakukan hal yang memang akan dilakukan,
lalu menerima pujian.
Jangan bekerja di film ini untuknya, bekerjalah untukku.
Untuk kita?
Karena aku percaya padamu. Ayolah, Kawan.
Kau juga berutang uang padaku dari film yang kau bintangi di Barbados
yang katamu lupa kau bintangi.
Bagaimana?
Tidak! Enyahlah!
Itu awal yang bagus.
Aku akan kembali ke set dan memberi tahu Barbara bahwa ini berjalan lancar.
Aku yakin akan melihatmu sebentar lagi.
Dasar…
Lakukan sesuatu.
Candy?
Candy, ini Paula, pemeran penggantimu.
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku mendengar Barbara bilang mereka akan memecatmu
dan menyewa Melissa McCarthy.
Semoga dia beruntung.
Masalahnya, aku tak mirip Melissa McCarthy.
Dia akan bawa pengganti sendiri dan aku akan dipecat, jadi…
kumohon keluarlah.
Kumohon.
Demi aku?
Baiklah, semuanya.
Ayo selesaikan ini.
Oke, cepat. Ayo!
Kamera sudah siap! Kita akan langsung ambil gambar.
Semuanya, riasan akhir.
Baik, ayo. Kosongkan setnya.
Kita sudah siap. Ayo.
Kita butuh tim pertama untuk bersiap.
Baik. Semuanya keluar dari set.
Siapkan papan klepnya.
Vivian, kami bisa melihatmu. Mundurlah tiga langkah.
Beri tanda. Terima kasih.
Dan…
mulai!
Aku punya cincinnya.
Kuambil dari jari Nenek saat dia mati.
Maksudku, hampir mati.
Adikku di pesta. Dia tak tahu aku memilikinya.
- Ya ampun! - Astaga!
- Berhenti! - Apa-apaan?
Apa-apaan? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tak pukul pakai botol?
- Dia memukul betulan? - Ya, dengan kucing marmer.
Maaf, aku belum sarapan.
Aku tak diberi sarapan. Aku bukan diriku tanpa sarapan.
Bisa minta makanan untuk tim pertama?
Kau baik-baik saja?
Tidak, Barbara, aku tak baik-baik saja!
Bagaimana perasaanmu jika ada si jalang bodoh
yang memukul kepalamu dengan kucing marmer?
- Aku tak menyadarinya. - Kau tak menyadarinya?
"Aku tak menyadarinya!"
Omong kosong!
Aku seharusnya menghajarmu.
Ini, Genius!
Ini kucing, ini botol.
Botol, kucing.
Satunya dipukulkan ke kepala dan satunya tidak. Paham?
Maafkan aku.
Jangan minta maaf. Berpikirlah!
Ini gula darahku. Aku belum sarapan.
Astaga, kau menyedihkan. Tolong ambilkan putih telur.
Pasti kau sedang diet, 'kan?
Kau tahu cara diet?
Makan piza dan endus kokaina.
Hei! Berengsek kalian! Jangan pergi saat aku bicara!
Jangan pergi saat aku bicara dengan kalian.
Apa harus kukerjakan semua tugas kalian?
Apa itu lebih baik?
Aku bisa membantu kalian dan kalian tak perlu melakukan apa pun.
Bagaimana jika…
Akan lebih baik jika kuambil botol ini dan kupukulkan ke kepalaku sendiri!
Akan kuurus ini.
Apa itu bagus? Ini tidak lucu!
Tak ada yang lucu!
Kalian tak boleh tertawa kecuali aku melucu.
Dan ini, bajingan, tidak lucu.
Candy, ayo jalan-jalan.
Louis, menjauh dariku
karena jika bukan karenamu, aku tak mau bintangi film sampah ini.
Maaf, Barbara, tetapi ini sampah.
Ini bukan sampah, ini memang film yang tidak biasa.
Ini sampah! Kau sampah, kau sampah, dan kalian semua sampah!
Mataku! Ya ampun!
Bagaimana bisa? Itu pasti pecahan kaca.
- Sial. - Ya ampun!
- Itu bukan salahku. - Tidak. Bukan.
Aku tak bermaksud…
Aku menghindar, maaf.
Aku menyasar dia, bukan dia.
Aku tadi menghindar.
Kau merekam ini dengan ponselmu?
Apa kau merekam ini?
Kau sudah mengirimnya? Apa sudah terlambat untuk kucegah?
Louis… Sial!
Sebarkan saja.
Ada skandal lagi.
Tidak. Dia baik-baik saja.
Itu kecelakaan.
Semua kru yang baru kuhina, aku punya pertanyaan.
Bagaimana jika kalian punya momen dalam hidupmu
yang tak ingin dilihat orang lain, lalu tersebar.
Ada yang tahu rasanya?
Karena saat kau putuskan masuk pekerjaan ini,
kau malah harus sebarkan lebih luas dan berkata,
"Ya. Hidupku seperti berada di meja ginekologi.
Lihatlah sampai ke hal paling pribadiku!"
Lihatlah, sinari agar lebih jelas.
Mari kita keluar, tenangkan diri. Mereka akan cari tahu apa dia bisa lanjut.
Sementara itu, bagaimana kalau kita bicarakan…
hal lain?
Sial!
No comments yet. Be the first to leave one.