لومړۍ 200 کرښې.
Juli 1994 Seoul
~ Saat yang telah kumimpikan, kini mulai dalam diriku. ~
Tolong dua bulgogi burger, satu burger spesial, dan 3 cola.
- Untuk 3 orang? - Ya.
Maka, akan lebih murah jika anda membeli 1 paket.
Paket bulgogi harganya 3350 won.
Paket spesial harganya 2250 won.
Jika anda memesan paket, totalnya akan menjadi 8350 won.
Cola dan kentang goreng sudah termasuk, jadi akan lebih murah seperti ini daripada memesan terpisah.
Apakah anda mau memesannya seperti ini?
Ya, tolong seperti itu.
Apakah anda punya 50 won?
Kembalian anda 1700 won.
Tapi, bukankah itu mobil anda?
Ya?
Sedang diderek sekarang!
Pelanggan selanjutnya.
Hei, bagaimana kau tahu itu mobilnya?
Aku tadi melihatnya turun dari mobil itu.
Penglihatanmu tajam. Bagaimana kau bisa lihat saat sibuk seperti ini?
Hei, kau dapat pesan pager.
Siapa ini?
Ini aku.
Siapa? Chil Bong?
Oh, ini nomor telepon stadion baseball.
Na Jung, apa kau sedang bekerja paruh waktu?
Ya.
Kenapa?
Menurutmu apa? Aku mau makan hamburger.
Apa kalian ada pesan antar?
Aku rasa kami tak bisa mengantar pesanan.
Kau harus pesan paling sedikit 20 kalau mau diantar.
Berapa yang mau kau pesan?
Lima puluh.
Bisa, kan? Bukan sekarang, tapi antarkan jam 7 malam.
Sampai nanti!
Oh... oh... Daah!
Lima puluh!
Hei! Aku dapat pesanan 50!
Wow, malam seperti ini cukup bagus selagi bekerja.
Kita bisa mengunjungi stadion baseball.
Memangnya bagus kalau bukan basket?
Hei! Di kampusku, baseball lebih terkenal.
Aigoo, omong kosong.
Apa kau tidak tahu angkatan legendaris '92?
- Aku tahu, kenapa tidak tahu? - Kau tahu?
Woo Ji Won dan Kim Hoon. Bukankah mereka angkatan '92?
Meski aku benci mengucap nama mereka,
si brengsek itu dari Univ. Korea, Jun Hee Chul, Kim Byung Chul,
bukankah mereka juga angkatan '92?
Termasuk mereka, mereka disebut angkatan legendaris '92, benar, kan?
Tidak, kau salah.
Bukan basket, tapi baseball. Baseball, fans gila basket.
Angkatan legendaris '92 itu baseball. Baseball.
Aku tidak suka baseball.
Apa yang mereka lakukan di bawah terik matahari dengan acuh setiap hari?
Lupakanlah. Antar saja hamburger dengan baik.
Hari ini, aku akan mencoba menemui Lim Seon Dong dan Park Jae Hong dan minta tanda tangan mereka.
Oh, atau paling tidak, aku harus bertemu Chil Bong.
Bagaimana kau tahu Chil Bong?
Bagaimana kau tahu Chil Bong?
Kenapa aku tidak tahu? Dia selalu datang ke rumah kostku.
Sepertinya kau juga memanggilnya 'Chil Bong'.
Bukan hanya aku, tapi seluruh Korea memanggilnya begitu.
Benarkah? Aku kira itu nama panggilan karangan ayahku.
Dari yang kudengar,
sepertinya dia pemain baseball yang cukup hebat.
Apa-apaan ini... Hei! Bicaralah yang masuk akal.
Kau tahu seberapa terkenalnya dia?!
Semua laki-laki tahu kalau Chil Bong adalah wakil dari Tim Nasional!
Benarkah? Dia yang memesan ini.
Tapi, kenapa dia belum keluar setelah menyuruhku menemuinya di sini?
Chil Bong akan keluar sendiri untuk mengambil ini?
Ya.
Ini hamburgernya?
Ya. Anda memesan 50 hamburger, kan?
Ya, tolong berikan padaku.
Oh, jangan! Ini berat! Berat!
Kami akan membawakannya untukmu.
Na Jung, apa yang kau lakukan? Ayo ke dalam.
Berikan padaku.
Terima kasih.
Wow...!
~ Oh, sayang, tolong lihat kedalam mataku. ~
~ Jadi aku bisa muncul di matamu. ~
~ Mari bicara jujur sekarang. ~
~ Tidak ada lagi rahasia. ~
~ Oh, sayang, tolong pejamkan matamu. ~
~ Meski kita memejamkan mata, ~
[Moon Dong Hwang: pelempar terkenal. Saat ini pelatih pelempar di Doosan Bears']
~ kita bisa melihatnya dengan hati kita. ~
[Park Jae Hong: pemain terkenal lainnya. Saat ini komentator di MBC]
~ Agar aku selalu bisa merasakan nafasmu, ~
~ Tetaplah di sampingku seperti sekarang, ~
Tunggu!
Ah...
Cola.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Apa semuanya mengambil satu? Berapa banyak sisanya?
24 orang.
24 orang mengambil satu dan 16 orang mengambil dua.
- Lalu, siapa yang belum mengambil? - Chil Bong.
Itu benar. Pemain tahun pertama Chil Bong belum mengambil satupun.
Haruskah aku membawakan satu untuknya?
Tidak, dia datang.
~ Oh! Oh! Selamanya. ~
Kau datang?
Tinggal punyaku, kan?
Aku merasa bersalah karena cuacanya.
Kau sudah kerepotan hari ini karena panas.
Tapi, apa kau terluka?
Kenapa kau diperban?
Oh, ini bukan apa-apa.
Aku sedang 'icing'.
Apa itu "icing"?
Apa untuk membekukan sesuatu?
Saat kau melempar bola,
otot bahu berkontraksi sebentar.
Jadi, agar bahu kembali normal, kau harus cepat mendinginkannya...
Bukan. Aku melakukan ini hanya agar terasa sejuk.
Mi Soo, berikan aku cola.
Oh.
Kau kenal dia?
Tentu saja! Dia teman dekat.
Ah.
Dia putri Pelatih Seoul Twins, Sung Dong Il.
Benarkah? Putri Pelatih Sung Dong Il?
Tapi kau tidak tahu tentang icing?
Hei, kau yang aneh karena tahu itu.
Berapa banyak gadis-gadis tahu tentang icing?
Benarkah?
Hei, cepat makan.
Jae Min sunbae sudah menaruh peluit di tangannya.
Na Jung.
Kerja paruh waktumu malam ini selesai jam 9 lagi?
Ya, jam 9 malam.
Ah, akhir-akhir ini sangat panas, banyak orang yang menjijikkan datang ke toko.
Makan pelan-pelan. Pencernaanmu bisa terganggu.
Aku sudah selesai.
Maka, tunggu di luar toko sebentar setelah kau selesai dengan pekerjaanmu.
Maksudku, ayo pulang bersama.
Sepertinya aku selesai setelah jam 9 malam.
Kalau begitu, aku yang menunggu.
Hei! Apa yang kau lakukan?!
Lepaskan icing itu dan keluar sekarang!
Ya!
Dia tidak bisa membiarkan juniornya istirahat.
Apa dia pelatih?
Kenapa dia bertingkah lebih dari pelatih?
Saat pelatih tidak di sini.
Jae Min sunbae menjadi pelatih.
Hei, tapi jika sunbae tidak di sini.
semua pemain di sini, mungkin akan pergi ke Space (cafe).
Na Jung.
Kau mau melihatku berlatih sebelum pergi?
Tidak, aku harus kembali ke toko sekarang.
Ah, benarkah?
Sampai jumpa nanti.
Cepat lari ke sini.
~ Oh, sayang, ~
~ tolong pejamkan matamu, ~
~ Meski kita memejamkan mata, ~
~ kita bisa melihatnya dengan hati kita. ~
~ Agar aku selalu bisa merasakan nafasmu, ~
~ Tetaplah di sampingku seperti sekarang. Oh, yeah! ~
Disaat baseball berarti segalanya bagiku,
ada seseorang yang membuat jantungku berdetak lebih cepat dan lebih panas daripada baseball.
Musim panas terpanas di sejarah telah dimulai dan
hidupku di usia 20 menjadi panas seperti musim ini.
Itu adalah musim panas tahun 1994.
Episode 7: Musim Panas Tahun Itu
~ Oh! Oh! Selamanya. ~
Saat cuaca sepanas kawah merebak,
pada tanggal 24, Seoul siang hari mencapai rekor 38.4 derajat Celsius,
yang secara resmi memecahkan rekor suhu tertinggi.
38.4 derajat di Seoul adalah suhu tertinggi sejak pencatatan rekor di tahun 1907, dan
merupakan rekor tertinggi dalam waktu 87 tahun.
Rekor 38.2 derajat tanggal 23 terpecahkan hanya dalam sehari.
Cuaca sangat parah di daerah metropolitan. Terdapat kekurangan AC dan kipas.
Dan terjadi pemadaman listrik, satu per satu, akibat penggunaan air yang berlebihan.
Banyak warga Seoul yang tidak tahan panasnya malam tropis, keluar ke Taman Sungai Han...
Pergi cuci sana dan bawa kembali anggur.
Ah, lalu kapan kau akan makan semua ini?
Aku bilang aku ingin makan anggur. Anggur.
Anggur? Grape? (bahasa Konglish/Korean-English)
Kenapa? kau tidak mau?
Apa maksudmu aku tidak mau? Aku menyukainya.
Apa kau tidak bisa lihat mulutku tersenyum begitu lebar karena menyukainya?
Cucilah perlahan di bawah air mengalir, dan jangan mencucinya terlalu lama.
Aigoo. Aku tahu. Aku tahu.
Tahan, tahan.
Ada bayi di perutnya. Ada bayi di perutnya.
Kencan rahasia dengan bos-nya...
meskipun aku tahu kalau atasanku sudah menikah,
karena wajahnya yang tampan dan pandai bercerita,
aku benar-benar jatuh cinta padanya.
Seperti hujan musim semi yang membasahi tanah...
Apa kau tidak akan minggir?
Tahanlah sedikit.
Jika aku tak begini, aku akan loncat-loncat karena panasnya membuatku gila.
No comments yet. Be the first to leave one.