لومړۍ 200 کرښې.
SEBELUMNYA
Jika ada yang bisa mengubah organisasi ini,
itu adalah King Lizard.
Jika sequid berhasil merebutnya, berikutnya Bumi.
Maafkan aku, Allen.
Halo, Nak. Lama tak bertemu.
Ini adikmu.
NOLAN GRAYSON SUAMI DAN AYAH PENYAYANG
Aku tak pernah mengenalmu.
Kau tak butuh dia.
Tolong aku!
Viltrum tahu Ayah pergi. Ayah akan dilacak.
-Apa itu... -Tentara Viltrumite.
Kenapa kupedulikan mereka?
Bertarunglah seperti Viltrumite.
Aku tak membunuh.
Ayahmu akan dieksekusi.
Kau lanjutkan misinya dan siapkan planet itu untuk kami.
Dia putra Kaisar yang lain.
Apa dia mati?
Dadanya bergerak.
Cairan merah apa itu?
Pasti darahnya.
Ada lubang di tubuhnya.
Kota...
Andressa.
Kami bisa mengantarmu ke sana.
Mark.
Nolan...
Di mana Nolan?
Viltrumite membawanya.
Maafkan aku.
Kota, orang-orangnya, semua salah kami.
Mark, kau menyelamatkan hidupku.
Juga adikmu.
Jika ayahku dan aku tak di sini,
semua ini tak akan terjadi.
Jika ayahmu tak di sini, aku tak akan punya anak.
Jika kau tak di sini,
kami berdua bisa mati.
Hidup Thraxan lebih singkat darimu.
Kami tak terbiasa menyalahkan,
kami hanya fokus ke depan.
Kami akan bangkit, Mark. Yakinlah.
Mark Grayson.
Hei! Nuolzot!
Aku punya kabar baik.
Kapal untukmu pulang sudah selesai.
Kau bisa kembali ke planetmu dan pusat belajar dan minummu.
Terima kasih. Aku belum bisa pergi.
Masih banyak yang harus dilakukan.
Kota ini akan segera utuh kembali.
Bangsamu pasti butuh kekuatanmu.
Banyak pahlawan di Bumi.
Mereka pasti bisa.
Lihatlah, keperkasaan Omnipotus!
Gemetarlah
di hadapan kekuatan superku!
Tidak.
Kaulah yang paling mengenal planetmu.
Permaisuri.
Nuolzot. Sudah beri tahu Mark?
Kupikir dia akan lebih senang.
Manusia sangat membingungkan.
Aku senang.
Ya, aku ingin bertemu ibu dan pacarku.
-Banyak yang harus dilakukan di sini. -Kau sudah cukup membantu.
Saatnya kau pulang.
Namun, ada satu lagi permintaanku.
Bawalah adikmu bersamamu.
Pulang ke Bumi.
Apa?
Apa maksudmu? Kau ibunya.
Mark, lihat aku.
Aku lebih tua dari pertama kau tiba.
Adikmu menua lebih cepat darimu,
tapi jauh lebih lambat dari kami.
Aku akan mati sebelum dia lancar bicara.
Jika Nolan ada, tak masalah. Dia bisa membesarkannya.
Namun, kini...
semua orang yang dia kenal akan mati.
Generasi akan berganti sebelum dia dewasa.
Ibu macam apa yang tega tinggalkan dia untuk hidup begitu?
Ayahku juga mengkhawatirkan itu.
Nolan mengubahku.
Kulihat kehidupan sekarang lebih panjang dari orang Thraxan.
Namun, aku tak bisa berumur panjang.
Bagi kau dan adikmu, itulah hidup yang harus kalian jalani.
Kuharap ayahku baik-baik saja.
Aku juga.
Namun, jika dia hidup, dia akan mencarimu, bukan aku.
-Tunggu, tidak, itu... -Waktuku bersama Nolan spesial.
Dia akan tahu...
hidupku berjalan semestinya.
Jangan lupakan aku, Nak.
Kelak, kuharap kau akan mengerti alasan Ibu melepaskanmu.
Kumohon.
Sebentar lagi, hanya ada kau baginya.
Dia akan butuh seseorang...
Terima kasih, Paul. Sampai besok.
Debbie.
Tunggu...
Aku hampir lupa.
Ini dari kami semua di kantor.
Karena menjual?
Begitulah.
Dengar...
Kami tahu...
Betapa sulitnya bagimu.
Namun, senang kau kembali.
Terima kasih.
Terima kasih, Paul.
Hei, Bu.
Mark.
Astaga, Mark. Sudah dua bulan!
Ibu berusaha tak khawatir, Cecil saja panik. Dia...
Siapa itu?
Lidah Ibu kelu.
Pagi ini, Ibu tak tahu Nolan masih hidup.
Ya, Ibu tak tahu apa ingin dia selamat...
Kini dia tinggalkan planet lain hancur
dan anaknya yang baru sedang duduk di dapur Ibu.
Viltrumite membawanya.
Ayah tak punya pilihan.
Omong kosong.
Dia tak harus ke planet itu.
Dia jelas tak harus mencari pasangan baru dan punya anak lagi.
Dia selalu lari dari kehidupan yang dia hancurkan.
Membiarkan orang lain membersihkannya.
Selalu begini.
Aku tahu.
Harus kita apakan dia?
Anak seusia itu masih butuh perawatan.
Dia bahkan tak punya nama.
Dia menua dengan cepat.
Sebentar lagi dia bukan balita.
Mungkin aku cuti setahun untuk menjaganya?
Apa? Tidak! Tidak boleh.
Aku sudah bolos dua bulan.
Lagi pula, nilai-nilaiku belum tentu tinggi.
Aku sering mengganti popok di perjalanan.
Bagaimana dengan Cecil?
Jangan.
Pasti ada pilihan lain.
Apa?
Kulitnya ungu.
Jangan ke orang asing dan aku masih ingin kuliah.
Namun...
Ibu benar, Ayah lari dari masalahnya agar diperbaiki orang lain.
Namun, dia adikku. Aku tak bisa tinggalkan dia begitu saja.
Itu sifat warisan keluargaku.
Jangan berhenti kuliah.
Ibu akan cuti beberapa hari untuk menjaga dia.
Kita pikirkan nanti.
Namun, gantilah popoknya sebelum kau pergi.
Periksalah penampakan itu.
Mungkin hoaks, tetapi jangan ambil risiko.
Laporkan dalam sejam.
Bisa kita bicara, Pak?
Kami sedikit sibuk, Donald, asal kau tahu.
Tolong sempatkan.
Semuanya keluar!
Kalian dengar.
Aku butuh ruangan ini.
Sekarang juga.
Baik. Bicaralah.
Setelah Omni-Man menggila tahun lalu,
kami ledakkan rumah pengawasan untuk menghentikannya.
Kau memicunya setelah semua orang dievakuasi.
Kau nyaris tak bisa selamat.
Lantas, kenapa aku tak ingat?
Kau syok. Kau terbakar cukup parah.
Terbakar?
Ini yang kau sebut terbakar?
Dengan hormat, Pak, apa yang kau lakukan kepadaku?
Dugaanku, aku masuk Ruang Putih.
Memang. Sebagian besarnya.
Lampu!
Apa itu?
Yang kami lakukan kepadamu.
Sangat canggih.
Mahal sekali.
Jauh lebih canggih dari yang lama.
Bagaimana bisa?
Kau beruntung.
Tubuh Omni-Man melindungimu dari ledakan dahsyat.
Saat kau diselamatkan, otakmu masih utuh.
Sisanya, entah ke mana.
Sisanya?
Cecil, aku ini apa sekarang?
Kau tetap dirimu.
Namun, lebih baik. Lebih kuat.
Hidup.
Aku tak ingat semua ini.
Semua orang tahu, tetapi aku tidak?
PTSD itu menyebalkan. Kau lebih baik tanpanya.
Maksudmu, untukmu.
Kau tak punya hak.
Apa maumu, Donald?
Kau lebih baik mati?
No comments yet. Be the first to leave one.