لومړۍ 200 کرښې.
"IMPIAN"
"Mati saja kau" "Dasar idiot"
Waktu istirahat sudah habis.
Waktu istirahat sudah habis.
Semua siswa, tolong ke bangku masing-masing.
"Kotak X-Game"
Tolong jangan.
Apa-apaan ini?
Tidak, tolong.
Kumohon.
Kumohon.
Maaf. Aku minta maaf.
Maafkan aku.
Kumohon!
"Game X"
Sedang apa Ryoko?
Ryoko?
Apa ini?
"Kau tahu tentang bunuh diri yang mencurigakan baru-baru ini...
dan kasus orang hilang?"
Rumor itu tersebar kalau mereka semua dalam kasus ini...
pernah menjadi pembulli.
Dan banyak yang bilang itu hanyalah mitos.
Ada media telah mengikuti rumor internet secara buta...
dan menulis artikel kalau pelakunya pernah dibulli...
di masa lampau yang kini balas dendam.
Namun, meski rumor hanyalah rumor...
aku yakin semuanya tidak salah.
Faktanya...
di pertengahan abad ke-13...
ada kelompok rahasia...
yang bertujuan untuk menegakkan keadilan.
Di Westphalia Jerman Barat...
saat pemerintah tak berkutik...
karena gangguan keamanannya...
warga membentuk kelompok rahasia mereka...
untuk menyeret penjahat ke pengadilan.
Itu St. Feme.
Terkadang pembicaraanya terbuka secara umum...
tapi biasanya...
diusung dalam pembicaraan rahasia.
Metode eksekusinya digantung.
Maaf.
Para terhukum digantung di pohon yang mudah dilihat...
dan kalimat itu disematkan...
ke batang pohon dengan pisau.
Kenapa kau lakukan itu? / Bodoh.
Sekarang pun, film sadis mudah ditemukan...
Kurasa film-film itu mungkin memuat semacam tujuan.
Apa ada hal lain? Semacam petunjuk?
Kami tak akan memberitahumu. / Kenapa tidak? Tolonglah.
Apa ini?
"Hukuman mati!"
Bagaimana menurutmu?
Kubuang saja.
Sampai jumpa.
Rikako.
Hei tunggu.
Aku menunggumu.
Kenapa kau ngobrol dengan gadis-gadis itu?
Mereka dari klub lamaku.
Mengajak mereka kencan grup lagi?
Kau terlalu paranoid.
Tahu gak, aku menolaknya tempo hari.
Jadi, kenapa tak angkat telponku?
Apa? Kau menelepon?
Kau...
Aku nanya kenapa.
Oh! Dari Chie.
Aku tahu kau berikan alamat emailmu.
Dia perempuan dari reuni terakhir, kan?
Masih suka, kan?
Hei, santailah.
Bukankah itu agak kejam?
Tanpa malu-malu, melihat pesannya di depanku.
Hideaki? Ada apa?
Tn. Morino.
Aku baru saja melihatnya di reuni.
Wali kelasku bunuh diri.
Dia tampak baik-baik saja 3 hari lalu.
Tn. Morino, silakan minum.
Hideaki.
Apa kerjaanmu?
Aku masih sekolah.
Bir kami habis. Ambilkan kami lagi.
Aku akan lulus tahun ini.
Seorang mahasiswa, ya? Kau tak boleh jadi mahasiswa.
Kau tidak pernah berubah, kan?
Tahun lalu aku menikah.
Reaksi macam apa itu? Aku bisa menikah, kan?
Koizumi.
Chie. / Sudah lama gak bertemu.
Bagaimana kabarmu?
Dia ketua kelas.
Ya. Kau tak ingat?
Tn. Morino, senang bertemu denganmu lagi.
Kau guru TK, kan?
Ya. / Dan kau sudah besar...
secantik istriku.
Kau tadi bilang apa? / Kau butuh kacamata baru, kan?
Chie.
Kokubo? Apa kabar?
Kalau kau, Chie... Tidak. Koizumi?
Pokoknya, jadi guru TK pas untukmu, Chie.
Kau peduli, bertanggung jawab, dan lucu.
Maaf, Koizumi.
Panggil saaj aku Chie. Aku juga memanggilmu Hideaki.
Sama seperti dulu.
Chie! Katsuragi sedang menunggumu.
Kau telat! Mau minum?
Katsuragi!
Kau sedikit berubah.
Bagaimana ceritanya kalian berkencan?
Nah...
Hideaki.
Chie. Kau datang juga.
Aku cuma persembahkan dupa.
Aku kasihan sama istrinya. Dia sangat tertekan.
Katanya mereka baru saja menikah.
Makanya rasanya aneh.
Pacarmu?
Aku Ishimatsu.
Tadashi Ishimatsu.
Ishimatsu? / Aku juga ada di reuni.
Benar, Ishimatsu. Kau sudah banyak berubah.
Aku baru saja bicara dengannya...
tapi tak bisa kuterima bunuh diri Tn. Morino.
Kayaknya dia sama sekali tak lakukan hal itu di reuni, kan?
Aku juga berpikir begitu saat kau kirim email padaku.
Kau pikir begitu juga.
Jadi tolong beri tahukan apa pun yang kau ketahui.
Kenapa? / Banyak pertanyaan...
yang perlu dijawab tentang bunuh dirinya.
Jadi, aku sudah bertanya kemana-mana.
Lalu...
Dia menghilang sejak reuni.
Maksudmu apa?
Kayaknya sesuatu terjadi tepat setelah reuni.
Sesuatu? / Contohnya...
mungkin saja dia ada masalah dengan teman-teman kita.
Shinjo dan Yoshiike?
Kau juga berpikir begitu? Mereka belum muncul.
Betulkah?
Hideaki!
Hideaki! / Kau baik saja?
Aku belum selesai.
Hati-hati.
Kau mabuk? Malam belum larut.
Shinjo, pesta yang bagus. Terima kasih sudah mengadakannya.
Ya. / Daah.
Kau memang anak nakal tapi ketua kelasku.
Ayo pergi. Hei, bawa dia.
Pergilah.
Kau sudah besar, Nak.
Hideaki, ikut kami.
Lupakan dia.
Tinggalkan anak sekolahan dan bersenang-senang dengan orang dewasa saja.
Aku tahu tempat yang bagus. Kutraktir.
Ayo pergi!
Itu terakhir kalinya aku melihat Tn. Morino.
Polisi menyelidikinya, 'kan?
Ya, tapi...
Mereka terlihat sangat mencurigakan.
Betulkah?
Temanmu, Shinjo?
Tidak! Bukan temanku.
Mereka sudah nakal saat kami masih kecil.
Yoshiike berkelahi di SMA...
dan berakhir di penjara remaja.
Kau tak bakal tahu apa yang akan mereka lakukan.
Sudah bunyi.
Hei.
Maaf. / Terserah. Ayo makan.
Ada kiriman datang.
Apa itu? / Bagaimana menurutmu?
Mungkin itu...
film porno?
Apa-apaan?
Mengerikan.
Tidak menarik. Aku harap ada yang lebih baik.
Itu cuma pria paruh baya yang menjerit.
Maaf.
Kau masih menontonnya? Kau suka yang beginian?
Apa yang dibicarakan profesor tempo hari?
Soal rekaman tentang pembunuhan.
Rekaman pembunuhan? / Ya pastinya.
Ini pasti palsu.
Lagi pula, kenapa tidak menginap malam ini?
Sudah larut. Rumahmu jauh...
dari stasiun, jadi bisa bahaya.
Mengabaikanku, ya?
Hei, Rikako.
Wangi banget. Kau mandi sebelum kemari?
Hideaki, lihatlah. / Apa?
Ini.
Ini, pantulan kaca ini...
Ya Tuhan! Ini film horor itu...
Sadako. / Tidak!
Itu wanita yang merekam ini.
Jangan menakutiku.
No comments yet. Be the first to leave one.