لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 31"
Hati-hati.
Sebentar. Akan kubawa barang kita. - Baiklah.
Astaga!
Astaga! Pergilah!
Astaga!
Eun Byul.
Astaga.
Ada apa? - Apa yang terjadi?
Eun Byul.
Astaga.
Eun Byul, sudah tidak apa-apa.
Astaga, Soo Chan. Sedang apa kamu?
Menurut Ibu bagaimana? Dia sedang memeluk Eun Byul.
Apa? - Apa?
Astaga.
Ya ampun. - Astaga.
Eun Byul, kamu baik-baik saja?
Tidak. Maksudku, ya.
Eun Byul, kamu baik-baik saja?
Ya, Ayah. Maafkan aku.
Eun Byul takut dengan anjing.
Begitu rupanya. Ayo kita masuk.
Hei, bokongmu baik-baik saja?
Ya, Nenek.
Astaga.
Ayo masuk.
Putri menantu Kakak luar biasa.
Belum pernah kulihat menantu yang melompat ke pelukan mertuanya
seusai berbulan madu.
Kakak juga baru melihatnya.
Kakak melihat wajah Kak Soo Chan?
Dia terdiam. Bahkan telinganya memerah.
Apa ini lucu?
Bukankah ini lucu?
Keluarlah dan sambut mereka.
Kakak, bagaimana rasanya memeluk putri menantu Kakak?
Berhentilah bercanda.
Orang-orang bilang ayah mertua pasti menyayangi putri menantunya.
Dia pasti nyaris terkena serangan jantung.
Jaga ucapanmu.
Aku sangat menantikan Eun Byul di rumah ini.
Astaga.
Kamu sungguh memesona.
Nenek, Ibu, dan Ayah, kami akan menjadi pasangan bahagia.
Aku masih harus banyak belajar, jadi, kalian harus mengajariku.
Aku akan belajar dengan cepat.
Santai saja.
Kalian bersenang-senang saat berbulan madu?
Ya. - Ya.
Ayah, maaf soal yang barusan. Pasti Ayah terkejut.
Dia pasti senang terkejut begitu 10 kali dalam sehari.
Seorang peri mendadak jatuh ke tangannya dari langit.
Bukankah begitu, Kakak? - Cukup.
Eun Byul digigit anjing galak saat masih kecil,
jadi, dia sangat takut dengan anjing.
Jujur saja, kami sebenarnya bisa berpacaran berkat anjing.
Dia melompat ke pelukanku untuk menghindari anjing.
Han Joo.
Itu rencana yang sangat bagus.
Kamu berpura-pura takut dengan anjing,
lalu melompat ke pelukan pria, ya?
Astaga, bibi menyukainya. Bibi akan menggunakan cara itu.
Bibi pikir Eun Byul seperti Bibi?
Kamu mengejek bibi?
Kamu bangga karena sudah menikah?
Memang tidak ada yang bisa dipercaya.
Kamu membuat wanita lajang ini sedih.
Jika kamu merasa sedih, menikahlah.
Kamu pasti lelah usai perjalanan. Beristirahatlah.
Aku baik-baik saja. Aku tidak lelah, Nenek.
Ada yang bisa kubantu, Ibu?
Kamu bisa beristirahat hingga makan malam.
Baiklah. - Baiklah.
Astaga.
Ibu tidak tahu apa pun tentang seleramu,
jadi, kami menyiapkan beberapa barang.
Jika membutuhkan hal lain, kamu bisa membelinya.
Kamarnya cantik sekali. Terima kasih.
Tentu.
Hei, tunggu.
Kamu mau ke mana?
Aku ingin melihat aktivitas Ibu.
Dia bilang kamu bisa beristirahat.
Aku ingin sekali memelukmu.
Astaga.
Saat ibuku menyuruhmu beristirahat, tolong lakukanlah.
Jika tidak, kamu tidak akan bisa beristirahat.
Keluargaku akan selalu mengganggu...
Permisi.
Maaf, apa bibi mengganggu?
Ada apa? - Kenapa menutup pintu
di cuaca sepanas ini? - Ini sama sekali tidak panas.
Melihat kalian memakai hanbok membuat bibi berkeringat.
Bukankah begitu, Eun Byul?
Ini hanbok musim panas, jadi, hanboknya tidak terlalu panas.
Sungguh?
Ada yang ingin Bibi katakan?
Kalian tidak mau bilang apa-apa kepada bibi?
Kalau begitu, baiklah.
Silakan lanjutkan.
Baiklah. - Apa maksud Bibi?
Omong-omong, - Astaga!
apa menikah itu menyenangkan?
Bibi!
Dia lucu sekali.
Han Joo. - Astaga!
Ya, Nenek.
Aku mulai merasa menjadi istrimu.
Astaga.
Ini cincin.
Nenek memberikan semua ini kepadaku?
Ya. Sebenarnya,
kami membawa semua ini ke Manchuria untuk keperluan gerakan kemerdekaan.
Tapi Korea merdeka setelah itu.
Maka, semuanya terselamatkan.
Nenek bermaksud memberikan semua ini kepada istri cucu pertama Nenek.
Ini barang-barang bersejarah.
Kamu menyukainya?
Aku sungguh bisa memiliki semua barang berharga ini?
Semuanya milikmu.
Ibu, Eun Byul tidak menyukainya.
Dia lebih memilih intan besar.
Ibuku sangat kuno. Mohon dimengerti.
Barang-barang ini tetap ada
setelah melalui momen-momen sulit.
Ini pasti
mengandung sejarah seluruh keluarga ini.
Nenek luar biasa.
Ayo wariskan semua ini dari generasi ke generasi.
Kamu bersungguh-sungguh?
Han Joo, dari mana asal istrimu?
Bintang.
"Klinik Ginekologi Goeun"
Anda ingin melakukan tes kemungkinan kehamilan?
Dia mengalami keram baru-baru ini.
Aku hanya cemas jika ada yang tidak beres.
Ibu, ini hanya gangguan pencernaan.
Bisakah Anda menunggu di luar?
Aku ingin berbicara dengan putri menantu Anda.
Kenapa? Aku tidak boleh mendengarnya?
Aku ibu mertuanya,
tapi dia menganggapku seperti ibu kandungnya.
Dia bagaikan putriku sendiri. Bukankah begitu, Geum Byul?
Tentu, Ibu.
Aku juga biasanya meminta orang tua menunggu di luar.
Mohon tunggu di luar.
Baiklah.
Apa yang hendak dia katakan?
Anda baru-baru ini mendapatkan resep pil KB
untuk pramenstruasi Anda.
Ya. Jangan sampai ibu mertuaku tahu.
Tolong rahasiakan ini.
Itulah alasanku meminta dia keluar.
Anda baru saja menikah beberapa bulan lalu,
tapi dia sudah meminta Anda mengikuti tes kehamilan?
Dia luar biasa sekali. - Ya.
Tapi dia orang baik.
Tidak ada masalah serius, bukan?
Ada hal yang tidak boleh ibu dengar?
Tidak ada masalah apa pun.
Aku hanya harus berusaha menghindari stres.
Ada hal yang membuatmu stres?
Dokter agak cemas.
Aku baru saja menikah beberapa bulan lalu,
tapi Ibu memintaku mengikuti tes kemungkinan kehamilan.
Dia menganggap Ibu sangat aneh.
Kedengarannya kamu setuju. Kamu setuju dengannya?
Astaga. Kedengarannya seperti itu?
Kamu sungguh setuju dengannya?
Ya.
Ibu membuatku stres.
Ibu, aku masih muda.
Aku dan Min Ho juga saling mencintai.
Akan ada kabar baik. Tenang saja.
Kamu menyuruh ibu berhenti membuatmu stres?
Aku menyakiti perasaan Ibu?
Ini hal sepele.
Sungguh? - Ya!
Ibu, aku ada rapat.
Aku harus kembali bekerja.
Sudah kudaftarkan tes kehamilan,
tapi dia malah memintaku tidak mencampuri?
Dia selalu tersenyum,
tapi terus mempermainkanku.
Jangan turut campur.
Berhentilah menggangguku.
Pasti sulit sekali.
Aku tidak mau ini terjadi lagi.
Aku tahu. Ada yang tidak beres.
Ibu berlebihan.
Tidak akan kubiarkan Ibu mengendalikanku.
Ini hidupku. Aku ingin hidup sesuai rencanaku
dalam hal pekerjaan atau pun anak.
Jika aku terlibat, itu rencana kita, bukan?
Ya, rencana kita.
Kamu harus membantuku.
Putri menantu juga bisa mengajari ibu mertua.
Kamu berniat mengajari dia?
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.