لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 1"
Aku masuk.
Baiklah, kamu masuk. Bagus.
Baiklah.
Kamu dicampakkan.
Menurutmu dia sungguh sibuk? Dia tidak mau makan bersamamu.
Jika kamu ganti sifku pekan depan, aku bisa menjodohkanmu.
Benarkah? - Ya.
Astaga, dia sangat seksi.
Tunjukkan gadis lainnya. - Bagaimana dengannya?
Dia? - Dia juga baik.
Hei, seorang penjaga keamanan turun.
Bagus.
Hei, rambutmu. Dia mungkin melihat rambutmu.
Semuanya aman di Galeri Satu.
Baiklah, kamu hebat. Bagus.
Aku di sini.
Baiklah. Ko Na Byeol menunggu di depan gerbang terakhir.
Sial. Buka saja.
Astaga, kamu sangat pemarah.
Aku bisa...
Aku membukanya sekarang.
"Dinonaktifkan"
Baik. Sekarang sudah terbuka.
"Pemeriksaan Proyek"
Baiklah. Aku memblokir sistemnya.
Hei, kamu membawa alat yang kuberikan, bukan?
Kamu tahu berapa malam aku harus bergadang untuk merancangnya?
Sangat sulit dan mahal untuk membeli alat itu.
Aku harus melewati banyak kesulitan untuk mendapatkannya.
Periksa saja apakah itu bekerja dengan baik.
Astaga, kamu cerewet sekali. Aku sebaiknya diam.
Memangnya dia cacing tanah? Apa-apaan itu?
Ini yang terakhir.
Astaga, Buddha tampak sangat kaya.
Aku akan membawamu ke tempat bagus.
Hei, permen karet yang kamu tempelkan terlepas.
Hei, cepat. Pergi dari sana.
Keluarlah dari sana sekarang.
Sekarang. Keluarlah.
Di sana!
Cepatlah.
Jangan.
Satu, dua... Hei, kamu kalah jumlah.
Na Byeol, mereka terlalu banyak.
Sial.
Na Byeol, kerja bagus.
Aku pergi. Ayo kita berpisah. Begitulah kita beraksi.
Kerja bagus.
Hei. Berengsek! Sial!
Aku akan membunuhmu, Jung Eui Sung!
Tolong periksa rekaman.
Apa yang terjadi di sini?
Baik, Pak.
"Lee Tae Joon, Samwha Life"
Semuanya bersiap...
Hei, kamu datang lebih awal.
Apa-apaan ini? Kalian membuat jaring laba-laba?
Pak.
Kamu harus memeriksa rekamannya.
Baiklah.
Ini membuatku gila.
Kalian tahu berapa uang yang kubayar untuk pajak dan keamanan?
Kenapa kalian membiarkan ini terjadi?
Lagi pula, apa pekerjaan kalian selain mengambil gaji?
Aku sebaiknya menelepon atasan kalian agar kalian dipecat.
Siapa kamu?
Hai.
Aku Lee Tae Joon dari Inspeksi Asuransi Samhwa Life.
Karena kamu punya polis asuransi yang mahal,
aku akan memeriksa secara menyeluruh.
Aku akan mengikuti protokol.
Hei, aku mencarimu.
Ayo pergi jika kamu sudah selesai.
Kudengar suami direktur galeri
adalah anggota dewan.
Jangan membuat masalah dan pergi saja.
Astaga, sulit dipercaya.
Kamu tidak pernah berubah, ya? Apa gunanya bicara denganmu?
Lihat ini.
Dia sudah mengeklaim pembayaran dua kali
dari berbagai perusahaan asuransi
dengan nama berbeda, putrinya, dan adiknya.
Tiap kali itu terjadi, dia mengubah nama galerinya
dan pindah ke area lain untuk mencuci uang.
Maksudmu dia pernah melakukan ini?
Lalu, kenapa dia tidak tertangkap sebelumnya?
Karena dia belum pernah bertemu denganku.
Aku ragu dia bisa mengambil gulungan itu di luar.
Orang yang berpura-pura dirampok adalah pencuri sungguhan
yang paling menakutkan.
Apakah semua berjalan lancar sesuai protokol?
Ya, aku sudah melihat-lihat galeri.
Aku penggemar galeri seni dan museum.
Bahkan saat berbulan madu, dia hanya mengunjungi museum.
Omong-omong, jalan di sini cukup menarik.
Jalan?
Cendekiawan Prancis bernama Georges Bataille pernah katakan ini.
Di galeri seni, ruang pameran dan karya seni
sama seperti piringan.
Namun, kisah galeri terbentuk dari gerakan
para pengunjung.
Itu artinya jalan di galeri seni
sangat penting.
Bagi arsitek galeri ini,
arsitek menginginkan pergerakan para pengunjung tidak dibatasi.
Itu artinya dia menghubungkan tiap ruang pameran
agar pengunjung bisa datang dan masuk ke sini dengan bebas.
Namun, hanya ruang pameran ini
yang memiliki satu pintu keluar, letaknya di sana.
Tidak seperti ruang pameran lainnya, tidak ada jalan keluar.
Jalan keluar itu.
Jalan keluar yang mungkin mengarah ke suatu tempat terhalang.
Itu tebakanku.
Aku akan tahu setelah memeriksa.
Patung-patung batu ini juga disebut penjaga desa.
Semua ini berdebu
kecuali yang ini.
Apakah ada yang menyentuhnya?
Bagaimana kalau aku menyentuhnya juga?
Tae Joon, sesuai dugaan.
Astaga. Biar kupanggil seseorang.
Mari melihat-lihat lagi.
"Leverage"
"Rumah Sakit Sangjung"
Apa yang dilakukan pria itu?
Lihatlah dia.
Lihat itu.
Hati-hati.
"Rumah Sakit Sangjung"
Itu Ayah!
Kenapa lama sekali? - Maaf aku terlambat.
Seon Kyu, ayah mencoba membeli hadiah untukmu,
tapi ayah harus langsung datang selepas bekerja.
Tidak apa-apa, lagi pula aku mau hadiah tertentu.
Hadiah apa?
Aku ingin pulang.
Bisakah kita pulang sekarang?
Seon Kyu, itu...
Tentu, ayo pulang.
Dokter bilang
kita bisa pulang setelah menjalani pengobatan.
Benarkah?
Ayah serius, bukan?
Ya. Tidak apa-apa, Seon Kyu. Lihat ayah.
Bernapas perlahan.
Seon Kyu!
Seon Kyu! Dokter!
Kamu baik-baik saja?
Seon Kyu! - Seon Kyu!
Seon Kyu!
Seon Kyu mengidap leukemia limfoblastik.
Itu artinya pengobatan kanker
dan cangkok ginjal tidak bekerja.
Itu juga menyebar lebih cepat.
Jika kita tidak bisa melakukan transplantasi sel,
adakah pilihan lain untuk pengobatan?
Maaf,
tapi masa hidupnya tersisa tiga bulan lagi.
Apakah sungguh tidak ada cara lain?
Mungkin sesuatu di Amerika?
Biayanya tidak penting. Aku pasti bisa menanggungnya.
Korea adalah salah satu yang terbaik untuk pengobatan leukemia anak.
Jadi, ke mana pun kamu pergi, hasilnya akan sama.
Apalagi, obat baru yang dibutuhkan Seon Kyu
masih dikembangkan di Mirae Biomedical.
Namanya Asana.
Obat itu memiliki hasil klinis terbaik,
tapi baru bisa digunakan sekitar dua sampai tiga tahun lagi.
Sayang sekali.
Ibu, ada apa?
Lihat ikan gulama segar ini!
Lihat! Ada donkasu.
Aku menginginkannya.
Ayo.
Ini dia.
Lihatlah ini.
Jangan beri tahu siapa pun aku memberikannya kepadamu.
"Rumah Sakit Dongyang"
Apakah makanan di sana lezat?
"Restoran Tionghoa Dongyang"
"Rumah Sakit Dongyang"
"Restoran Tionghoa Dongyang"
Ini enak.
Kamu dari mana?
Kamu dari kantor distrik?
Bukan.
Aku datang untuk alasan pribadi.
Aku ingin bertemu dengan dokternya.
Entah apa maksudmu.
Sebenarnya,
"Rumah Sakit Dongyang"
aku tahu tempat ini dari seseorang.
"Rumah Sakit Dongyang"
Beristirahatlah.
"Leukemia Limfoblastik"
Ini yang Seon Kyu miliki.
Siapa kamu?
Keluar sekarang juga.
Tunggu. - Keluar!
No comments yet. Be the first to leave one.