لومړۍ 200 کرښې.
DIPERSEMBAHKAN OLEH IDFL SUBSCREW
JEMBER, 21 JULI 2014
Aku bekerja sebagai pustakawan.
Aku sudah bekerja di sini selama 8 tahun.
7 bulan. 26 hari. 13 jam. 26 menit. 19 detik.
20. 21...
Aku membantu peminjaman, pengembalian...
dan mengorganisir buku di perpustakaan.
Memasukkan barcode dan penomeran membutuhkan kerja keras.
Kau harus berhati-hati.
Kurasa aku cocok melakukan ini.
Aku mencintai pekerjaanku.
Selamat siang.
Halo.
Mungkin, seperti yang kalian duga...
Aku naksir padanya.
Ini pertama kalinya bagiku.
Aku tak pernah melihatnya memilki kuku panjang.
Rambutnya tidak berantakan.
Dia selalu mengatur barang dengan rapi.
Di dunia yang dekil...
tidak higienis...
Mau?
dipenuhi kuman. Dunia kotor...
Dia suka steril. Lingkungan bersih.
Dan satu-satunya yang memahamiku.
Aku terus mencatat 100 hariku dengannya.
Apa yang kubeli dan apa yang kami katakan.
Mengenakan kemeja putih dari kamis lalu.
Dibayar 70 sen untuk bicara selama 2 menit 10 detik.
Kenapa terus mencatatnya?
Aku sudah bilang, aku menyukainya.
Tapi kenapa harus begini...
Aku pikir ini langkah yang diperlukan.
Jika kau menyukai seseorang, kau mengamati mereka.
Jadi, tentu saja kau mencatat semuanya.
Dan saat kau yakin dia orangnya...
Kau nyatakan perasaanmu. Biasanya.
Benar. Tentu saja.
Apa kau menyatakan perasaanmu?
Aku mengatur alarm.
:: PRIA TERENCANA ::
:: PRIA TERENCANA ::
Aku terbangun dengan segar dan tepat waktu seperti biasa.
Aku terbangun dengan segar dan tepat waktu seperti biasa.
Aku terbangun dengan segar dan tepat waktu seperti biasa.
Aku mengganti spreinya.
Dan memulai hari dengan bersih dan rapi.
Aku mandi sampai bersih.
Melakukan bersih-bersih adalah etika yang baik.
Melakukan bersih-bersih adalah etika yang baik
Hari ini Rabu. Dan di hari Rabu, Sky Blue.
Hari ini Rabu. Dan di hari Rabu, Sky Blue.
Aku mengambil catatanku...
dan selesai tepat waktu...
Aku menuju keluar pintu.
Aku menuju keluar pintu.
Semua berjalan lancar
Semua berjalan lancar
saat kau melakukannya dengan rencana.
Makan siang yang sudah lama kunanti.
Makan siang yang sudah lama kunanti.
Ya, aku pikir ini waktunya.
Aku telah mengamatimu selama 100 hari, Ji Won, dan mencatat...
Apa?
Apa-apaan ini!
Kau baik-baik saja?
Om!
Tunggu!
Kau melupakan ini!
Ini bukan bagian dari rencanaku.
Ini bukan bagian dari rencanaku.
Ini bukan bagian dari rencanaku.
Ini bukan bagian dari rencanaku.
Hei, Nak! Tunggu!
Nenek!
Ini bukan milikku.
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
- Apa dia menyakitimu? - Saya bisa menjelaskan.
Ada seorang nona di sini tadi siang.
Tapi dia bukan yang biasanya ada di sini.
- Kemana dia pergi? - Kenapa dengan dia?
Maksudmu Bibi So Jung?
Hah?
Selamat datang.
Aku sedang mencari seseorang.
Sebelum kadaluwarsa
Sebelum aku terlambat
Kau akan kumasukkan ke microwave
30 detik
Jangan khawatir
Kimbap segitiga
Yang kau butuhkan hanya 30 detik
Jangan menangis
Kimbap segitiga
Sekarang, masuklah ke mulutku
Ah...
Terima kasih.
Semacam lagu suram untuk hari yang baik, kan?
Sekarang, aku akan menyanyikan lagu terbaruku.
Judulnya,
'Pria Terencana'
Harimu dimulai dengan alarm
Alarm selalu tepat waktu
Terbangun karena alarm
Mandi karena ada alarm
Berangkat kerja karena alarm
Saat alarm berdering pada pukul 12:15 siang
Kau masuk ke toko
Di toko itu, dia selalu ada di sana
Kau ingin mengatakan perasaanmu padanya
Jadi kau mengatur alarm dan merencanakannya
Untuk membuat pengakuan yang sempurna
Jadi kau mengatur alarm dan merencanakannya
Untuk gadis satu-satunya yang persis denganmu
Seperti aku
Seperti dia
Seperti dia
Sepinya dirimu
Itu 'Pria Terencana'!
Dia 'Pria Terencana'!
Wow!
Pria Terencana!
Pria Terencana!
Pria Terencana!
Pria Terencana!
Pria Terencana!
Pria Terencana!
Itu masalah pribadi!
Tunggu! Om!
Tunggu! Om!
Tunggu!
Maaf. Aku membaca tanpa izin...
Tapi ini begitu menyenangkan, aku membaca semuanya.
Om!
Maaf.
Om.
Om?
Mau kubantu?
Aku sangat dekat dengan Ji Won.
Sungguh!
Lupakan kalau begitu!
Tapi dia menyebut namamu beberapa kali.
Seorang pria yang datang setiap hari pada waktu yang sama.
Apalagi yang dia katakan?
Tunggu!
Kembalilah!
Tunggu!
Kembalilah!
Kumohon?
Dasar wanita aneh. Membuat lagu dari ceritaku!
Intinya, begitulah aku bertemu Ji Won
Akhirnya!
Kau Han Jung Seok?
Ya, aku Han Jung Seok.
Aku tahu. Kau selalu datang di saat yang sama.
Dan meluruskan barang-barang dengan sempurna.
Ehm, ya.
Tapi...
Aku benci itu.
Apa?
Aku memulai terapi.
Kenapa kau tak mencobanya juga?
Terapi?
Aku nyaman dan bahagia dengan diriku yang sekarang.
Apa kau sungguh bahagia?
Saat tak punya teman untuk makan
dan mengatur alarm untuk semua hal?
Apa kau sungguh bahagia?
Tahu kenapa tanganku seperti ini?
Karena aku terlalu sering mencucinya.
Aku mencucinya ratusan kali sehari.
Aku bahkan tak bisa berjabat tangan dengan orang yang senang kutemui.
Aku tidak bahagia.
Aku tidak tahan hidup seperti ini.
Aku benci!
Aku akan hidup ngawur.
Aku takkan mencuci tangan.
Dan ini! Aku takkan membersihkannya!
Ji Won...
Tasmu.
Meski sekarang tak bisa.
Tapi aku akan berubah.
Aku tidak tahan dengan diriku yang sekarang.
Maafkan aku.
Tapi aku membencimu karena kau seperti itu juga!
Kak Ji Won!
Han?
Han Jung Seok?
Ya?
Babat sapi dan Soju cocok untuk hari seperti ini.
Om?
Mau melakukan ini?
Audisi band?
Bagaimana bisa dia menanyakan itu?
Ehm...
Bagaimana menurutmu?
Mana kutahu!
Kau peka terhadap musik
No comments yet. Be the first to leave one.