لومړۍ 196 کرښې.
"Episode 21"
Kepalaku sakit.
Ibu.
Ibu.
Ibu...
Apa dia menyukai bubur abalone?
"Ulang tahun Han Dol"
Choo Ja sudah kembali? Kenapa pintunya terbuka?
Sayang.
Ternyata kamu.
Maaf. Kukira Ibu di sini.
Jangan khawatir.
Dia sedang keluar.
Begitu.
Kamu baik-baik saja? Kamu cedera karena aku?
Haruskah kita ke rumah sakit? - Jangan khawatir.
Hanya gegar otak ringan.
Begitu. Kupikir aku telah memperburuk keadaanmu.
Maaf. Kamu pasti terkejut.
Tidak usah dipikirkan. Kukira kamu pencuri.
Maaf.
Hei.
Ada yang mau kuberitahukan kepadamu.
Ini bukan karena aku membencimu.
Secara pribadi,
aku sangat menyukaimu. Aku bersungguh-sungguh.
Aku tahu. - Apa?
Terima kasih.
Terima kasih telah mengingatku.
Aku tidak cukup mengerti. Apa maksudmu?
Ulang tahunku.
"Ulang tahun Han Dol"
Aku tidak tahu
itu hari ulang tahunku.
Kupikir aku ditinggalkan.
Tapi orang tuaku mengingatku dan mencariku.
Aku sangat bersyukur.
Apa yang mau kamu katakan kepadaku?
Itu...
Tidak.
Bukan apa-apa.
Aku butuh arak beras untuk membuat bubur abalone.
Aku akan segera memasaknya. Duduk dan tunggu saja di sini.
Baiklah.
Ini menyiksaku.
Aku bahkan tidak bisa mengatakan apa pun.
Choo Ja.
Dia pergi dengan mengetahui aku tidak akan mampu bilang apa pun.
Bagaimana dia bisa tahu?
Table for Two tidak mau menjawabku.
Keluargaku sedang kacau.
Ini gila.
"Makanan"
Halo?
Itu aneh, Joon Sang. Aku baru saja memikirkanmu.
Kalau sedang memikirkanku, kamu seharusnya menelepon.
Kamu sedang apa?
Kamu tidak bilang akan datang.
Aku memikirkanmu.
Kamu juga seharusnya meneleponku atau mendatangiku saat memikirkanku.
Kenapa kamu begitu sungkan?
Aku hanya sedang menatap kotak makan siangnya.
Omong-omong, akan kukembalikan nanti.
Astaga. Kukira kamu hanya memikirkanku.
Apa? - Bukan apa-apa.
Kalau begitu, makan ini dan pikirkan aku lebih sering.
Aku membuatkan pangsit setelah kamu bilang menyukainya.
Kamu sungguh membuatnya?
Ada tempat yang sangat bagus, dan aku belajar dari pemiliknya.
Kamu merasa tidak enak?
Tentu saja. Kamu selalu memberiku sesuatu.
Kalau merasa tidak enak, lain kali kamu bisa meneleponku lebih dahulu.
Kalau begitu, akan kukembalikan kotak makan siang bersama wadah ini.
Tapi mungkin butuh waktu.
Kamu sibuk? - Ya.
Aku tidak bisa menghubungi seseorang untuk acara kami.
Kamu tahu narablog bernama Table for Two?
Kurasa orang itu cukup terkenal di antara juru masak.
Entahlah.
Apa dia seterkenal itu?
Ya. Tidak ada yang bisa membuatnya tampil di acara.
Aku hanya harus menunggu sampai dia menghubungi lebih dahulu.
Kurasa kamu akan segera bertemu dengannya.
Apa?
Dia akan segera menghubungimu.
Makanlah pangsitnya selagi hangat.
Ini terlihat sangat tidak asing.
Rasanya juga mirip.
Kamu tidak suka bubur abalone?
Aku membuatnya karena Choo Ja bilang kamu harus makan dengan baik.
Kamu mau yang lainnya?
Ini terlalu berharga untuk dimakan.
Astaga.
Aku membuatkan banyak. Kamu boleh menghabiskannya.
Ini kali pertama.
Ini kali pertama seseorang memasak hanya untukku.
Ini terlalu berharga.
Ayah.
Ayah?
Itu agak...
Bukan apa-apa.
Sebaiknya kamu menghabiskannya.
Kamu harus pulih agar ingatanmu bisa kembali.
Makanlah.
Bagaimana?
Enak.
Aku harus pergi. Tetaplah di sini. - Apa
aku menjadi beban bagi kalian?
Apa?
Apa maksudmu?
Aku bisa tahu dari sikap adik-adikku,
dan tampaknya Ayah juga
tidak terlalu senang bertemu denganku.
Aku bisa pergi sekarang
kalau perlu.
Aku tahu kita keluarga, tapi aku tidak mau membebani.
Ayah bisa jujur denganku.
Tidak usah dipikirkan.
Kami harus merawatmu karena keadaan menjadi begini.
Aku harus ke toko sekarang.
Habiskan makanannya.
Aku juga akan pergi.
Ke mana? Kamu bahkan tidak sehat.
Aku akan mengambil koperku.
Tapi...
Kamu sebaiknya tidak terburu-buru.
Mungkin seharusnya kamu ke Amerika setelah ingatanmu pulih.
Lupakanlah. Kamu sebaiknya mengambilnya.
Kamu mungkin akan tinggal bersama kami selamanya.
Dia akan memberiku banyak masalah.
Akulah yang terkena gegar otak.
Kamu tidak perlu mengantarku.
Terima kasih, Sayang.
Aku harus mengantar istriku saat dia membutuhkan.
Bu Mo.
Halo, Bu Sa.
Lama tidak bertemu.
Siapa pria ini?
Suamiku mengantarku.
Ini suamimu?
Aku seharusnya sudah tahu. Memangnya kamu orang macam apa
bersama pria yang bukan suamimu semalam ini?
Ini Bu Sa dari kelompok sukarelawan.
Halo. Aku mendengar banyak tentangmu.
Benarkah?
Siapa yang memberitahumu tentangku?
Semua pengusaha mengenalmu.
Kamu sosok yang terkenal.
Uangku yang membuatku terkenal.
Kamu selalu bisa datang kepadaku kalau membutuhkan bantuan.
Aku akan memberikanmu penawaran bagus.
Semoga malammu menyenangkan.
Aku akan mengirimkanmu sopir. Bawa pulang itu saat sudah selesai.
Baik, Sayang. Sampai nanti.
Tunggu, Sayang.
Ada apa?
Posisi brosmu salah. Omong-omong, itu sangat indah.
Kamu yang membelikannya untukku. - Tentu, teruslah menyombongkannya.
Kita tidak bertemu pada sesi lalu. Apa yang terjadi?
Aku cukup sibuk dengan beberapa hal.
Lupakanlah.
Aku bukan orang yang sibuk. Tidak terjadi apa-apa.
Pimpinan Yoon pria yang tampan.
Anakmu pasti juga tampan.
Dia tidak terlalu tampan. Semua orang sekarang ini menawan.
Kamu merendah.
Dia akan menjadi menantu yang sempurna.
Andai dia bisa menjadi menantuku.
Kenapa bilang begitu?
Kukira putrimu akan segera menikah.
Benar. Aku mendengar beritanya. Selamat.
Omong kosong.
Apa maksud kalian? - Apa?
Itu tidak benar.
Putriku tidak akan menikah dalam waktu dekat.
Tidakkah kamu ingat pernah menyombongkan
soal memiliki menantu dokter andal?
Aku tidak menyombongkan apa pun.
Kalian semua tuli? Aku tidak mengatakan hal macam itu.
Astaga.
Para wanita tua itu. Astaga, aku sangat marah.
Semua ini salah Seok Hoon.
Dia menyeret Min Hee.
Kamu lihat betapa marahnya dia? - Itu sudah jelas.
Aku yakin pernikahannya berantakan
pada saat-saat terakhir karena dia rentenir.
Mungkin itu penyebabnya. Dia bukan sembarang rentenir.
Katanya dia memulai sebagai penagih.
Dasar para wanita kurang ajar itu. - Kamu serius?
Ya. Dia membuat orang frustrasi dengan tarif bunga yang tinggi.
Orang waras mana yang mau berbesan dengannya?
Dia sangat hina. - Itu mengerikan.
Jadi, karena itu tadi dia berpura-pura tidak tahu.
Dia mungkin akan mencari menantu lain.
Para wanita sialan.
Itu tidak akan berhasil. Tidak ada yang mau menikahkan putranya.
No comments yet. Be the first to leave one.