لومړۍ 200 کرښې.
Episode 13
Itu...
Itu...
Apa?
Ada apa?
Tidak apa.
Ini tempat apa?
Tempat ini?
Tempat yang banyak kenangannya.
Mari kita masuk.
Kau sedang apa?
Hanya melihat-lihat saja.
Banyak debu!
Hati-hati!
Ya.
Mengapa ada stiker Putri Raja?
Lee Seol!
Turunlah!
Aku datang!
Ini!
Yang ternikmat di dunia...
...kari.
Ini!
Tampaknya enak sekali.
Biar aku saja!
Ini sendok anak kecil?
Apakah ini milik Tn. P?
Apa?
Bukan milikku.
Sendok milikku adalah sendok emas.
Bila begitu kau benar-benar tak pernah kekurangan apa pun.
Saat kau masih kecil, apakah kau tinggal di sini?
Ya, beberapa minggu selama musim panas.
Kau bisa memainkan piano?
Sedikit.
Aku juga ingin belajar main piano.
Bolehkah aku makan memakai ini?
Ya.
Kau masih ingat 5 aturan yang pernah kukatakan dulu?
Akan kutambahkan aturan yang ke enam. Catatlah di dalam hatimu.
Mulai saat ini...
Selama kau berada di villa dengan Park Hae Young, kau harus melupakan semuanya.
Kau akan hanya melihat Park Hae Young.
Hanya memikirkan Park Hae Young.
Hanya mendengarkan kata-kata Park Hae Young.
Bila kau mengatakan hal yang kekanak-kanakan seperti...
"bolehkah aku meminjam bahumu?", Kau akan mati.
Ah! Sungguh!
Kekanak-kanakan?
"Aku suka mencium bau bakaran kayu."
Coba saja katakan yang tadi!
Pria macam apa yang berkata seperti itu?
Sangat kekanak-kanakan.
Apakah Profesor Nam yang begitu?
Ah benar-benar...
Mengapa kau memukulku?
Kukira aku benar.
Apakah itu...
...benar?
Kau harus dipukul lagi agar memperhatikan.
Benar, bukan?
Ada apa?
Cepatlah tidur, pejamkan matamu.
Kau ingin aku nyanyikan nina bobo?
Tn. P tak akan tidur ?
Bila begitu, aku takkan tidur.
Cepatlah tidur.
Bila kutatap matamu hari ini,...
...kurasa aku takkan bisa tidur.
Seol!
Lee Seol!
Lee Seol!
Lee Seol!
Kau sudah bangun?
Hawanya di sini nyaman sekali!
Kau belum mencuci muka, namun kau ke mana saja sejak pagi tadi.
Apakah kelihatan bahwa aku belum cuci muka?
Tentu saja!
Lihat ke sini.
Lihatlah air liurmu.
Apakah kelihatan bekasnya?
Benarkah?
Cepatlah.
Pergi ke situ.
Tak ada handuk di kamar mandi.
Ini.
Diam di sini.
Ah, mengapa...?
Sebentar.
Coba tutup matamu.
Ah, tapi...
Cepatlah!
Tutup matamu.
Nah!
Lebih bersih.
Setelah mencuci muka, kau lebih tampak seperti manusia.
Aku tak suka ini. Tak suka ini.
Hei, hei.
Hentikanlah.
Sekarang aku ahli mengerjakan ini.
Itu hadiah dari seseorang.
Hati-hati mengikatnya.
Mengapa?
Jangan bilang bahwa ada hubungannya dengan kenangan indah masa lalumu?
Ini dibelikan oleh orang itu untukmu? Orang yang tampangnya menjijikkan itu?
Bukan begitu.
Sebenarnya, teman Ayahku yang membelikannya.
Teman Ayahmu?
Apa?
Barusan kau bilang teman Ayahmu yang membelikan?
Apakah aku bilang dibelikan oleh teman Ayahku?
Ya.
Ah! Benar!
Teman Ayah!
Bila kuingat lagi, orang itu juga mentraktir daging panggang untukku.
Benar bukan? Itu sebabnya kau mengingatnya.
Bukan begitu.
Rambutmu sudah selesai.
Tunggu, ini rambut yang terlepas...
Ah, geli!
Geli!
Jangan begitu!
Ada apa barusan?
Apa yang kulakukan?
Sudah kubilang kau adalah Putri yang seksi.
Ah! Apa?
Putri seksi, apakah kau mau minum kopi?
Aduh,...
Kau sebenarnya sedang bicara apa?
Sungguh! Menuduh aku!
Aku tak kenal nomor ini.
nomor tak tercatat
Jangan jawab telepon yang tak kau kenal. Mungkin saja para wartawan.
Aku memberikan nomorku pada orang-orang saat melacak berita tentang ayahku.
Halo?
Ya, aku Lee Seol, yang pernah menghubungi Anda.
Apa?
Aku putra Ketua Park Dong Jae. Aku Park Tae Joo.
Kita sebaiknya bertemu. Kau bisa ke sini, atau aku yang ke sana. Kita harus bertemu.
Namun, aku tak bisa masuk ke Korea.
Jadi, kau yang harus minta pada Pak Ketua, agar ia mengizinkan aku masuk ke Korea.
Satu-satunya orang di Korea yang bisa meluluhkan hati Pak Ketua adalah kau.
Aku,...mengapa aku harus melakukan hal itu?
Aku, ingin pulang ke Korea, dan...
...kau ingin mengetahui yang sebenarnya.
Hal itu tak benar, bukan?
Tolong katakan padaku.
Apakah Anda yang menyebabkan Ayahku meninggal?
Kita bisa bicara saat bertemu nanti.
Tidak, aku ingin tahu sekarang.
Park Hae Young juga ingin mengetahui masalah ini.
Tolong katakan padaku.
Sungguh, tolong beritahu aku.
Aku tak membunuh Ayahmu.
Aku tak bisa berbuat apa-apa, bila kau tak percaya padaku.
Aku tak tahu harus bagaimana agar kau percaya padaku, namun itu yang kenyataannya.
Kejadian itu adalah sebuah kecelakaan.
Itulah sebabnya aku membawamu pulang bersamaku juga.
Anda datang menjemputku?
Kita bisa bicara lebih rinci saat bertemu nanti.
Halo! Halo?
Tolong jangan putuskan teleponnya! Halo?
Selamat datang.
Sini, aku akan mengajak Seol masuk.
Sini, ayo.
Masuklah.
Ayah.
Mengapa Ayahku tak datang?
Kapan ia akan datang?
Bukankah kau bilang ia akan datang setelah 10 malam?
Sekarang sudah lewat 10 malam..
10 malam sudah berlalu, lalu 10 malam lagi, dan 10 malam lagi.
10 malam, dan 10 malam lagi sudah berlalu.
Namun mengapa Ayahku tak datang?
Ayahmu takkan datang lagi.
Ayahmu sudah meninggal.
Kataku, Ayahmu sudah meninggal.
Tidak! Tidak! Anda berbohong.
Aku tahu, Anda berbohong!
Anda berbohong.
Bohong.
Ayah berjanji akan segera kembali.
Ayah sudah berjanji, bukan? Ayah janji!
Ayah!!
Ayah!!
Apa yang kau katakan?
Dompet itu palsu?
Yoon Joo sudah minta seorang ahli menelitinya.
Bagaimana bisa kau katakan bahwa ini palsu?
Aku yang membuat penelitiannya.
Aku menipu kurator Oh Yoon Joo.
Dompet yang asli ada padaku.
Mengapa kau lakukan itu, Profesor Nam?
Mengapa?
Putri Lee Seol, sebelum ia masuk ke istana, adalah mahasiswaku.
Sebab itu, kurasa diantara semua orang di istana ini,...
...yang paling mengenal Putri Lee Seol dengan baik adalah aku.
Lalu...
Aku menarik kesimpulan bahwa Lee Dan, bukan pemilik asli dari dompet ini...
Benda ini merupakan alat untuk menggagalkan pemulihan Keluarga Kerajaan, dan...
No comments yet. Be the first to leave one.