لومړۍ 200 کرښې.
Kau tak akan mencapai apa pun.
Apa maksudmu?
Putraku ingin aku mati.
Maka, jika aku mati,
hanya kau yang akan disalahkan.
Apa yang terjadi?
Tagon masuk sendiri untuk menyelamatkan Sanung Niruha.
Sendiri?
Sendiri?
Ya, dia masuk sendiri.
Sanung dalam bahaya.
Tak masuk akal.
Ayo pergi. Kita harus menghentikan dia.
Waktunya menepati janjimu,
pemimpin Serikat Arthdal.
Janji?
Kau sungguh putranya Asa Hon?
Akan kubiarkan kau dan suku Wahan pergi.
Rakyat Arthdal
berutang pada ibumu.
Aku berjanji sebagai pemimpin Serikat.
Ayah selalu cari cara agar selamat dalam situasi apa pun.
Tampaknya
ramalan Daraburu benar.
- Tepati janjimu... - Beraninya kau!
Kau dan Asa Ron yang licik itu
berkomplot untuk menyingkirkanku selamanya.
Pemimpin Serikat!
Beri tahu rakyatmu sesuai janjimu.
Bahwa kesatria Wahan melindungimu dari pria ini.
Kau pernah coba membunuh ibumu.
Kini kau mencoba membunuhku juga.
Aku hanya ingin hidup.
Tidak.
Jika itu tujuanmu,
kau sudah pergi saat itu.
Silakan tinggalkan Arthdal.
Tolong ampuni aku.
Biarkan aku tetap di Arthdal.
Akan kulakukan.
Akan kubunuh mereka.
Aku tahu caranya.
Pemimpin Serikat!
Buka jendelanya
dan umumkan.
Dia tak akan menjawabmu.
Kau...
tak tahu apa pun
tentang Sanung.
Tagon.
Kau sudah berdosa dengan mencoba membunuh ayahmu.
Rakyat Arthdal tak akan memaafkan itu.
Aku...
minta maaf.
Eunseom sungguh di dalam sana?
Ya, itu Eunseom.
Itu dia, 'kan?
Ya, dia kemari untuk menyelamatkan kita.
Kau datang menyelamatkan kami?
Kini kita bisa pulang dan makan lagi.
Tidak.
Jika Eunseom bunuh pemimpin mereka,
mereka akan balaskan dendamnya pada kita.
Eunseom.
Eunseom...
Putra Ayah berlutut di depan Ayah memohon maaf.
Tiap anak pernah berbuat salah.
Tolong maafkan aku dan tuntun aku lagi.
Ini putra yang sama
yang tadi mencoba membunuhku.
Kini, kau minta aku memaafkanmu dan memegang tanganmu?
Ya, Ayah.
Tolong pegang tanganku dan peluk aku
seperti waktu itu.
Maafkan aku. Astaga. Maaf. Itu salahku.
Menerimamu kembali hari itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku.
Aku lengah dengan cinta seorang ayah
dan memutuskan menjagamu, alih-alih membunuh atau mengusirmu.
Itulah penyebab momen ini.
Ya, Ayah.
Aku putra Ayah.
Daripada memihak dujeumsaeng hina itu,
peganglah tangan putra Ayah.
Kau pikir aku akan mengulangi kesalahanku?
Kali ini berbeda.
Aku tak memohon kasih sayang Ayah.
Berkuasa dan memerintah.
Gaegeol tak terpuaskan kita.
HASRAT
Jika Ayah bicara
sambil memegang tanganku,
keraguan rakyat tentang kita
akan lenyap bagai salju di musim semi.
Mereka yang mengelukan namaku
akan menyebut nama Ayah lebih dahulu.
Dahulu, hanya umpan balik buruk
yang diterima oleh Ayah.
Namun, kali ini,
kejayaan ada di hadapan Ayah.
Ayah.
Kini, aku dikenal memiliki kemampuan cenayang.
Jika Ayah sendiri menerima itu,
Asa Ron tak bisa memakainya untuk mengancam Ayah.
Pemimpin Serikat!
Buka jendela, lakukan janjimu.
Bilang putramu mencoba membunuhmu!
Lalu kesatria Wahan menyelamatkanmu.
Kubilang, buka jendela!
Jika Ayah lakukan itu...
Jika memilih mengkhianatiku,
Ayah pikir aku akan diam saja?
Akan kuhentikan dia dan melindungimu!
- Walau harus mati. - Dia tak akan menang dariku.
Ayah tahu kemampuanku.
Akankah aku...
bisa menghentikan dia?
Dujeumsaeng ini berbeda.
Dia cepat dan kuat.
Jika sedikit terlambat, aku bisa membunuh Ayah di depan semua orang.
Bagaimana...
aku bisa memercayaimu?
Pemimpin Serikat.
Ayah tahu kelemahan terbesarku.
Itu juga kelemahanku.
Ya, kebenaran itu bisa mencelakai kita berdua.
Mungkin...
tak ada alasannya
bagi kita untuk saling bertarung.
Sekali ini saja.
Kasihani aku sekali ini saja...
dan tolong
tuntun aku, Ayah.
Tidak.
Pemimpin Serikat.
Tak akan kubiarkan kau lakukan ini.
Akan kubereskan hewan ini.
Peganglah tanganku.
Lalu keluarlah
dan teriakkan namaku
sepenuh perasaan
seperti yang biasa Ayah lakukan.
Maafkan ayah.
Kau anak yang malang.
Ayah dahulu menyesal.
Kini pun masih.
Namun,
mestinya ayah bunuh kau sejak dahulu.
Ya.
Ayah seharusnya membunuhku
saat kukecil dan lemah.
Kulakukan.
Kulakukan.
Akhirnya kulakukan, Taealha.
Sesuatu telah terjadi.
Apa tepatnya?
Airuju,
apa yang kau tunjukkan?
Bagaimana bisa sejauh ini?
Kenapa dia begitu benci putranya?
Sanung Niruha.
Kenapa kau menyimpan kebencian besar kepada putramu?
Kau sungguh berpikir menangkap pemimpin Serikat
akan membantumu membebaskan sukumu?
Kau tahu tempat apa ini?
Kau tahu apa itu bangsa?
Bangsa?
Kau tak akan bisa menyelamatkan sukumu
karena tak tahu
tempat apa ini,
apa itu bangsa,
dan apa yang menggerakkan dunia.
Kau jelas tak mengerti.
Bagaimana...
Bagaimana kau...
Kau juga
tak tahu tentang ini.
Kaulah yang akhirnya akan membunuh sukumu.
Akan kuberi tahu semua orang
kau membunuh pemimpinmu.
Siapa yang akan percaya
jika tak bisa dibuktikan?
Lalu...
bagaimana dengan sukuku?
Mereka?
Akan dibantai.
Aku tahu
kau istimewa.
Kau tangkas.
Aku terkejut kau bisa
menirukan seni bela diri Pasukan Daekan. Namun,
situasinya tak sesederhana itu.
- Penjaga! - Siap!
Sodang dari Divisi Satu, Pyeonmi dari Divisi Dua,
Gilseon dari Divisi Tiga.
- Siap. - Siap.
DANBYEOK
Jangan menunggu lagi.
Kita akan masuk.
Namun, entah apa yang terjadi di dalam.
Sudah cukup lama.
No comments yet. Be the first to leave one.