لومړۍ 200 کرښې.
Setelah berhasil mengembalikan keberanian Morisaki,
Tsubasa dan Misaki memulai serangan mereka terhadap Meiwa FC.
Tidak mau kalah, Kojiro lalu mencuri bola dari Misaki dengan tackle yang kuat.
Dengan cara bermain yang kasar,
dia menyingkirkan semua yang menghalanginya dan mencetak gol dengan tendangan voli.
Pertandingan secara bertahap jadi persaingan antar gaya bermain sepakbola mereka.
Tak henti-hentinya, dua striker saling balas gol dengan hasil imbang sampai di saat terakhir.
Stadion dipenuhi dengan tepuk tangan yang keras untuk mereka berdua!
Pertandingan yang dimulai dengan duel antara Tsubasa-kun dan Hyuga-kun,
terus berlanjut sampai akhir.
Wah, Tsubasa-kun terpeleset dan kehilangan pijakannya!
Kesempatan!
Sekarang!
Hyuga-kun gagal menembak karena Tsubasa-kun berhasil membuang bola!
Dia pura-pura terpeleset untuk menjebakku!
Peluit akan...
I-Itu... Masuk!
Nankatsu kalah dalam pertandingan!
Sial...!
Dia... Menangis?
Kamu Kojiro Hyuga-kun, kan?
Aku kemari untuk mencarimu.
Wakey, 20 Juli 2018 Captain Tsubasa Episode 16
Bau rumput saat aku tersandung jatuh,
koronde toki no shibafu no nioi
langit biru tak berujung diatas
aogimita sora no ao hateshinakatta
Jalan berliku dan maju mundur ini
mayotte modori susumu kidô ga
adalah peta untuk mimpi tiada akhir kita
hateshinai yume o miru boku-tachi no chizu
Meski harapanku gagal mencapai tujuan
goal o soreta kibô ga atte mo
jika aku mundur, impianku takkan pernah tercapai
mata tachiagaru nara yume wa owaranai
No. 1! Majulah, lebih cepat dari siapapun
No. 1! dare yori hayaku kakenuke
Buatlah garis awal menuju panggung dunia dengan permainan cantikmu!
tricky na play de sekai e muke Start! Dash!
Lari & Lari!
Run & Run!
Cita-cita berdengung-dengung-dengung membuat kita terus bergerak
akogare dake ga boku-ra o chiri-chiri-chiri ugokasu yo
Berkobar-berkobar-berkobarlah tendangan kita!
mera-mera-mera iku ze kick o
Melompatlah dalam TV yang besar
tobidasô dodekai TV
INI ADALAH SEPAKBOLA AKROBATIK!
Aku? Di Sekolah Toho?
Seperti yang kau ketahui, Sekolah Toho
adalah sekolah terkenal yang fokus pada pengembangan pemain sepak bola profesional.
Kami sudah cukup yakin untuk mengundangmu.
Hyuga-kun, selain kemampuan sepak bolamu, kami juga sudah melihat
kepribadian serta lingkungan kehidupan sehari-harimu.
Jika kau bersedia bergabung dengan sekolah kami,
kami akan menanggung semua biaya sekolah dari SMP, SMA dan perguruan tinggi
yaitu selama sekitar 10 tahun dan semua itu akan dijamin oleh kami.
Benarkah?
Tentu saja.
Kalau kamu mau bergabung di sekolah kami,
kamu bisa fokus pada sepakbola yang sangat kau sukai ini.
Tapi, ada beberapa syarat.
Syarat?
Ya.
Kau bukan satu-satunya pemain yang kami perhatikan.
Sebelum turnamen dimulai, kami juga mengincar Tsubasa Ozora sebagai calon pemain depan.
Kami memutuskan untuk mengajak siapa pun yang memenangkan pertandingan itu.
Tentu saja pemenangnya adalah Meiwa.
Tapi untuk memutuskan siapa striker yang lebih baik antara kau atau Tsubasa-kun
kalau hanya dari pertandingan itu saja agak sulit.
Apa maksudmu?
Tidak mungkin aku kalah darinya!
Seharusnya sudah jelas kalau akulah yang lebih baik!
Kenyataannya, kami yang memenangkan pertandingan itu!
Kalau begitu maka menangkan turnamen ini.
Eh?!
Kalau kau memang sebaik seperti yang kau katakan,
buktikan dengan memenangkan turnamen ini.
Kalau kau berhasil melakukannya,
maka kami, Sekolah Toho, akan menawarkan padamu beasiswa sepakbola.
Apa kau serius?
Ya. Aku tidak akan berbohong.
Baiklah, kalau begitu akan kumenangkan turnamen ini!
Kalau kalian berhasil masuk ke posisi dua saja di babak penyisihan grup,
kalian akan melaju ke babak selanjutnya.
Ada kemungkinan kau dan Tsubasa akan saling berhadapan lagi.
Sementara itu, Nankatsu SC, dengan Tsubasa sebagai kaptennya,
tak menghiraukan kekalahannya dari Meiwa FC
lalu mengalahkan tim Osu SS dari Fukuoka dengan skor 9-0,
sekaligus menjadi kemenangan pertama mereka di babak penyisihan grup.
Kita menang! Kita menang!
Bagus, sekarang kita menang sekali dan kalah sekali.
Ayo kita terus bermain seperti ini, dan lolos di babak penyisihan grup ini.
Hehe...kalian itu terlalu naif!
Apa kau bilang...?
Pemenang dari Grup 1 adalah Meiwa dan kami, Hanawa!
Tim sepakbola yunior Hanawa dari wilayah Akita, kan?
Kami sudah bertanding tadi melawan Osu,
tim yang baru saja kalian kalahkan, dan kami mengalahkan mereka 10-0!
Mereka mencetak gol lebih banyak dari kita.
Hehehe...ya iyalah!
Bukankah mereka yang ada di peron kereta waktu itu?
Masao!
Operan yang bagus!
Benar, kerjasama mereka sangat bagus. Permainan kombinasi yang luar biasa!
Kami akan bertanding! Sebaiknya perhatikan pertandingan kami baik-baik!
Inilah pertandingan dari grup 1 antara tim sepakbola yunior Hanawa vs Shimabara FC!
Pertandingan akan dimulai dengan kick off oleh Hanawa.
Baiklah! Ayo maju, Masao!
Ya, Kazuo!
Kita berhasil!
Ya!
HANAWA SS 7 - 0 SHIMABARA FC
Hanawa benar-benar mendominasi pertandingan itu ya.
Mereka sangat hebat.
Sekarang aku jadi tidak sabar untuk bertanding dengan Hanawa.
Ya, aku juga tidak sabar menantikannya.
Harus menang ya!
Tentu. Lagipula Brasil sudah menungguku!
Keesokan harinya, Nankatsu memenangkan pertandingan-pertandingan mereka tanpa kesulitan,
dan catatan mereka sekarang adalah tiga kali menang dan satu kali kalah.
Ya, kita berhasil!
Ini yang ketiga!
Sekarang, mereka memulai persiapan untuk bertanding melawan Hanawa besok,
untuk menentukan tim yang akan lolos di babak penyisihan grup.
Tapi, sore itu, Meiwa vs Hanawa, 2 tim yang belum pernah kalah dari grup 1, bertanding dan hasilnya...
Ya! Kita berhasil!
MEIWA FC 5 - 5 HANAWA SS
Mereka imbang lawan Meiwa?
Sekarang, kalau kita tidak memenangkan pertandingan melawan Hanawa besok meski dengan hasil imbang saja,
kita takkan dapat melaju ke putaran final...
Akhirnya kita akan bertanding dengan tim Hanawa besok.
Kalau kita tidak memenangkan pertandingan ini, kita takkan bisa melaju ke putaran final.
Jadi, untuk mempersiapkan besok, sekarang kita akan mempelajari kekuatan tim Hanawa.
Semuanya, tolong ingat baik-baik pertandingan Hanawa dengan Shimabara FC.
Keunggulan tim ini terletak pada kombinasi pemain depan mereka, si kembar Tachibana.
Penyerangan Hanawa dipercayakan kepada mereka berdua,
sementara pada bagian lini tengah fokus untuk bertahan.
Hanya berdua saja, mereka bisa mengatur alur permainan.
Ya. Shimabara tak bisa berbuat apa-apa menghadapi mereka.
Kunci kemenangan Nankatsu adalah dengan mencari tahu bagaimana kita bisa
mematahkan kerjasama mereka berdua.
Aku sudah punya rencananya.
Tsubasa.
Ya!
Misaki.
Ya!
Aku memberi kalian berdua tugas!
Kita memikul tanggung jawab yang besar ya.
Ya.
Tapi, kurasa itu cara terbaik untuk mematahkan kombinasi mereka.
Mohon bantuannya besok ya, Misaki-kun.
Aku takkan membiarkan Hanawa mencetak satu golpun...
Kalian terkejut ya?
Kalian harus bergabung dengan kami juga!
Pertarungan bantal!
Baiklah! Ayo!
Aduh duh...!
Nishio-kun, maaf ya!
Goool...!
Kau benar-benar striker yang handal, Tsubasa.
Ah, berisik kau! Rasakan ini!
Bagaimana, Nishio!
Aku kiper yang bagus kan?!
Kalau berani coba katakan itu di depan Wakabayashi!?
Makan nih bantal!
Baiklah!
Rasakan ini!
Lemparan yang bagus!
Teman-teman, ayo kita kalahkan Hanawa dengan semangat seperti ini!
Ya!
Di akhir hari yang kedua turnamen ini,
kita sudah melihat pemain-pemain yang menjanjikan, bukan?
Kecuali kiper Nankatsu SC, Genzo Wakabayashi, yang tidak berpartisipasi.
Benar.
Dia kiper jenius yang memimpin SD Shutetsu meski masih kelas 5,
yang tahun lalu jadi juara tanpa kebobolan satu gol pun.
Tak ada yang bisa mendekati kemampuannya di generasi ini.
Bagaimana dengan Taichi Nakanishi dari Naniwa FC?
Dia kiper yang bagus juga.
Meski memiliki tubuh yang besar, dia secara mengejutkan lincah juga.
Namun, tetap tak bisa dibandingkan dengan Wakabayashi yang berkembang pesat.
Lalu bagaimana dengan para pemain gelandang?
Pemain yang juga menarik perhatianku adalah Taro Misaki-kun dari Nankatsu,
Hikaru Matsuyama-kun dari Furano dan Takeshi Sawada-kun dari Meiwa FC.
Akan kupertimbangkan Takeshi, murid kelas 4 itu dalam dua tahun lagi,
tapi Misaki-kun dan Matsuyama-kun adalah pemain yang ku inginkan.
Hikaru Matsuyama...
Bukankah teknik bermainnya kurang memadai?
Lebih dari sekedar teknik, dia punya potensi dan tekad yang kuat. Dia kapten tim sepakbola SD negeri
yang dia pimpin bisa sampai ke Turnamen Nasional.
Kita bisa mengembangkan tekniknya setelah dia mau bergabung.
Kemudian, Jun Misugi dari Musashi FC adalah yang paling menonjol dari semua gelandang.
Selain sebagai playmaker yang hebat, ia juga seorang scorer yang bagus.
Pelatih Kitazume mengatakan, ia ingin kita mengevaluasi kemampuan mereka mencetak gol.
Dan yang paling berharga adalah dua striker ini:
dari Nankatsu SC, Tsubasa Ozora dan Kojiro Hyuga dari Meiwa FC.
Kalau Tsubasa-kun, kita sudah mengincarnya sejak turnamen penyisihan wilayah Shizuoka,
dalam dua hari ia makin bersinar, dan dia masuk daftar teratas kita dalam turnamen ini.
Jika dia tidak sebagus itu, dia tidak akan layak bergabung dengan sekolah kita.
No comments yet. Be the first to leave one.