لومړۍ 141 کرښې.
SERIAL ANIME NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Blok Nol. Ini Blok A. Ganti.
Ini Blok Nol. Blok A. Ganti.
Aku punya konfirmasi visual Baki Hanma. Ganti.
Diterima. Lapor secara detail. Ganti.
Saat ini, regu tembak telah menangkap Baki Hanma.
Sepertinya kepala penjara memarahinya. Ganti.
Sepertinya omelan panjang.
Bersabarlah dan terus pantau situasi. Ganti.
Dimengerti.
Will akan terus mengawasi. Ganti.
Semoga berhasil. Selesai.
Kau berlagak tangguh.
Bahkan dalam situasi suram ini,
kau mengaku bisa seperti Tak Terikat, tak terikat siapa pun.
Apa aku benar berasumsi kau yakin bisa lolos dari situasi ini?
Tentu.
Menyenangkan sekali.
Pasukan penembak kini mengepung Baki Hanma. Ganti.
Baik sekali mereka. Ganti.
Bahkan sekarang?
Ya.
Aku ingin mendengar apa yang membuatmu yakin.
Kalau begitu, bisakah kau tunjukkan caramu kabur?
Sudah kumulai.
Apa?
Aku merusaknya tadi.
Kapan?
Saat kau memasuki areaku.
Dengan ini.
Mustahil.
Dan bukan hanya kau.
Keenam penembak di sini. Aku sudah mengambil kancing kedua mereka.
Apa?
Dengan kata lain, di sini.
Aku mengambil kancing dari titik terlemah torso.
Lama sekali.
Rencanamu berakhir dengan kegagalan saat kau mengepungku.
Keangkuhanmu, ditopang oleh senjatamu,
membuatmu masuk terlalu dekat ke areaku.
Bahkan sekarang,
jika ada yang menarik pelatuknya,
dan tak mengenai otak kecilku yang mengendalikan saraf motorik,
aku pasti akan bertindak.
Tentu saja, kalau begitu, aku akan mengambil lebih dari kancing.
Mungkin kutendang hancur selangkangan,
atau mencungkil tenggorokan,
atau menembus filtrum.
Bagaimanapun, setidaknya dua dari enam akan mati.
Ditambah, tak satu pun dari mereka di sini tahu lokasi otak kecil.
Apa yang kau pikirkan?
Satu tembakan di kepala atau jantung dan kau tewas seketika.
Itu lumrah.
Saatnya berhenti mendengarkan omong kosong anak ini.
Tembak lututnya dan beri dia pelajaran.
Mereka tak bisa melakukannya.
Sayang sekali, Kepala Penjara.
Mereka mengerti.
Mereka memahami fakta bahwa mereka sebenarnya sandera.
Kepala Penjara, aku tak mau merepotkan, tapi bisakah kau merangkulku?
Agar tampak ramah bagi siapa pun yang menonton.
Seperti dengan sahabatmu.
Sekarang!
Pemandangan bersejarah,
sandera bersenjata dikalahkan oleh penjahat tangan kosong.
Ya ampun.
Sekarang kita lihat tingkah kepala penjara.
Apa yang terjadi, Blok A?
Tak ada.
Semua orang pergi piknik.
Piknik?
Aku paham.
Kebaikan Kepala Penjara.
Buka!
Dengan arahan aneh kepala penjara, dua pintu yang tersisa
dibuka tanpa ragu.
Baki jelas Tak Terikat.
Permainan selesai.
Tahanan Baki Hanma kembali.
Pasang borgolnya.
Kau menghina kami?
Aku hanya ingin tahu apa aku bisa keluar.
Begitu rupanya.
Jadi, kau berhasil menjadi Tak Terikat?
Kau takkan memberiku selamat?
Mengingat posisiku, aku tak bisa melakukannya.
Pintu terbuka!
Pak.
Apa kau meninggalkan pelarianmu?
Bukan pelarian, lebih mirip tamasya?
Aku tak peduli!
Dia marah.
Oliva tak pernah marah.
Jalan-jalan bukan tujuanku.
Lalu apa tujuanmu?
Pak Oliva.
Apa kebebasanku mengganggumu?
Kau pikir kau setara denganku, Nak?
Pergi keluar sesukaku, tanpa menggunakan senjata.
Dan, kembali saat selesai.
Apa bedanya kau dan aku?
Michael.
Lepas borgolnya.
Aku hanya akan memberitahumu jika dia tak kembali dari tamasya.
Di Jepang ada pepatah, "Membakar kulit dengan jelatang."
Lawan semaumu, Nak.
Tak perlu melepasnya.
Apa?
Kau baru saja bertarung dengan Pak Guevaru dua hari lalu,
dan meski kau masih babak belur,
kau berpikir, "Lawanku anak-anak. Tak masalah."
Kau tak tahu berurusan dengan siapa!
Akan kubiarkan hari ini.
Ambil makanan, dan coba lagi!
Berani sekali mengatakannya kepada Tuan Tak Terikat.
"Ambil makanan, dan coba lagi!"
Aku paham.
Kau benar.
Aku belum sarapan.
Anggap saja pelupa.
Itu saran yang bagus!
Pasti sulit menjadi orang dewasa.
Sebagai Tuan Tak Terikat yang asli,
menanggapi tantangan dari Tak Terikat yang baru
merendahkan harga dirimu.
Jadi, kau menahan amarahmu
untuk menegaskan harga dirimu.
Kurang lebih begitu, bukan?
Tak ada orang dewasa yang mau dibodohi anak nakal.
Ada apa, Baki?
Aku hanya bilang aku lupa sarapan.
Pembicaraan tentang Tak Terikat yang asli dan baru,
kau bukan dirimu hari ini, Baki kecil.
Itu tak penting sekarang.
Aku tak peduli kau bebas atau tak bebas.
Aku hanya ingin menunjukkan kepada orang tua yang salah mengira
dia yang paling bebas di dunia.
Bahwa jika mau, aku pun bisa meninggalkan penjara.
Aku tak merasa tidak bebas sekarang.
Aku tak perlu keluar.
No comments yet. Be the first to leave one.