لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh: faridusman
LATAR TEMPAT, KARAKTER, DAN KASUS TIDAK TERKAIT DENGAN KEHIDUPAN NYATA
Karena hidupku seperti kertas putih ini, cuma ini yang bisa kutulis.
SELAMAT TINGGAL
Ada dua macam salam. Bye.
Juga
HALO?
Hello.
Perpisahan bisa menjadi awal untuk pertemuan baru,
atau mungkin perpisahan diperlukan agar pertemuan baru itu ada.
Ada pepatah dangkal seperti itu.
Bisa saja, jika ibuku tidak pergi dengan cara seperti itu,
Aku ingin mengucapkan selamat tinggal, hanya selamat tinggal!
maka saat itu aku takkan keras kepala./ Hei, mau ke mana?
Aku takkan turun dari mobil,
dan takkan bisa mendengar suara itu.
Jika semuanya berjalan seperti itu, aku takkan bisa meraih tangan anak sekarat itu,
dan anak itu
akan pergi dari dunia ini.
Sekarang, waktunya telah tiba bagiku untuk mengucap pamit lagi.
Akankah kali ini aku bisa melakukannya dengan baik?
SALAM BAGIAN 7
Kalau aku ada ini, apa yang bakal terjadi?
Kenapa ini ada padamu?/ Apa yang bisa kulakukan jika aku ada ini?
Aku yang pegang ponsel ini, jadi sebaiknya jangan main-main dengan siapa pun.
Ponsel ini sepertinya sedang dilacak.
Tapi polisi ada di sini...
Bagaimana ini? Kita menyembunyikannya di mana?
Malam itu, kau ingat keberadaan teman sekamarmu, Pyo In-sook?
Setelah kunjungan, aku menenggak obat tidur, lalu terlelap. Aku tak ingat apa-apa.
Ah, waktu itu, aku berjuang dengan penyakit tidur sambil berjalan.
Tidur sambil berjalan?/ Ya.
Di waktu selanjutnya, aku sudah tahu.
Kapan kau datang buat mencari tahu?/ Setelah hari itu.
Hari itu?
Ya... Setelah hari kunjungan.
Kenapa sehari setelah itu? Apa hari itu terjadi sesuatu?
Apakah gejala yang kau alami mulai timbul pada hari itu?
Tidak, terkadang aku berjalan di sekitar Hospice.
In-sook melihatku pada hari pertama dia datang ke Hospice,
tapi karena aku tidak ingat apa-apa... katanya dia merasa itu aneh.
Aku permisi dulu.
Ya./ Sinyal ponsel itu hidup.
Di Hospice dalam radius 1-2 kilometer. Cahaya Pagi.
Maaf mengganggu sebentar.
Kupikir sudah tadi.
Boleh kuperiksa tasmu?
Mau lanjut?
Apa yang terjadi di sini?
Ada kemungkinan bukti penting ada di Hospice ini, jadi aku sedang mencarinya.
Apa boleh aku menggeledahmu sebentar?
Anda tidak memerlukan surat perintah penggeledahan atau semacamnya?
Tersangka utama ada di sini.
Bukannya Anda bilang dia hanya saksi?
Apa?
Kenapa polisi?
Apa mereka juga mencariku?
Ya, aku mengerti. Aku akan belikan makanan yang enak.
Mereka reporter? Kenapa mereka begitu sepanjang hari? Hidup seperti itu memuakkan.
Hei, kurasa aku harus pergi.
Kita barengan, kuantar kau.
Saat mereka menunggu seperti itu?
Mereka sudah di situ sepanjang hari, bisa saja mereka bebas mengambil foto kita.
Ayo .
Orang yang menelepon tadi, yang nomornya 1, mereka orang di atas?/ Ya.
Siapa itu?
Itulah kita perlu cari tahu.
Selama kita ada ponselnya, mereka tak dapat buru-buru mengejar nenekmu.
Aku harus cari tahu pria macam apa dia, dan apa isi ponsel itu.
Tapi jika orang itu tertangkap, kau juga akan tertangkap.
Karena kau menerima bayaran untuk membunuh.
Aku tak peduli./ Tapi aku peduli.
Tapi apa sebenarnya yang membuatku percaya?
Apa seorang biarawati membantumu berbuat hal buruk?
Seberapa jauh perkembangannya?/ Oh hatiku.
Apa yang terjadi di sini?/ Apa seluruh pasukan muncul?
Sangat gila.
Baiklah semuanya! Silakan kalian menunggu di kamar kalian. Tolong kerja sama untuk penyelidikan.
Maksudku, kita harus tahu apa yang terjadi agar bisa bekerja sama!
Jika polisi berkerumun seperti itu– oh! Aku sangat takut!
Aku sudah dengar, ini ada hubungannya dengan kasus pembunuhan lumut mawar!
Apa? Pembunuhan? Siapa yang melakukannya?
Apa Woo-cheon? Tunggu, bukannya mereka bilang datang menyelidiki In-sook?
Tidak, tidak. Mereka saksi.
Tapi kenapa mereka saksi?/ Kenapa?
Kelihatannya kau gugup./ Kau pasti tahu, tapi kau tak kasih tahu.
Aku mengerti! Aku mengerti. Tunggu sebentar. Tunggu sebentar.
Ada rahasia, pasti ada rahasia.
Begini, pasien di sini sangat terganggu,
mungkin Anda perlu sedikit menjelaskan sejauh mana situasinya.
Jika Anda bisa sedikit memberitahuku tentang apa yang Anda cari...
Memberitahu detail tentang investigasi bersifat rahasia.
Apanya yang rahasia?
Semua yang Anda bicarakan sudah kami dengar dari situ!
Kasus pembunuhan lumut mawar terjadi di dekat rumah In-sook,
dan Woo-cheon ada di tempat pada hari itu.
Sebentar! Kenapa Woo-cheon ada di dekat rumah In-sook?
Sejak kapan mereka saling kenal?
Katanya mereka belum saling kenal./ Bagaimana kau tahu?
Putri dari pria yang meninggal itu adalah temanku.
Apa anak itu datang ke sini?/ Ya.
Dia datang untuk menemui In-sook./ Begitu?
Jadi artinya anak itu tahu dia ada di sini./ Apa?
Waktu kejadian saat itu hari kunjungan Hospice.
Apa ada di sini yang melihat keberadaan Pyo In-sook sejak malam itu?
Aku! Dia ada di kamarnya.
Tidak... hari itu, bukannya katamu kau melihat sesuatu?
Hari itu...
Hari itu...
Aku melihat mereka.
Astaga! Berisik sekali! Itu pasti Magdalena.
Katamu kau melihat tiga orang?/ Apa? Aku tak dengar!
Jadi kau melihat tiga orang?
Aku tidak tahu!/ Lalu apa yang mereka lakukan?
Mungkin mereka balik dari suatu tempat.
Hari itu kami ke klub.
Ke klub? Tapi Kang Se-yeon bilang dia tak ingat apa-apa sejak hari itu.
Ya, begitulah. Kami tahu dia mengalami tidur sambil berjalan, lalu dia tak ingat apa pun esoknya.
Ah! Aku juga posting foto hari itu!
Ini.
Jam 9:15.
Saat itu kau datang ke pesta?
Tidak, kami sedang keliling saat pesta dimulai. Apa jam 7 ya?
Apa ada panitia pesta yang bisa memverifikasi itu?
Temanku banyak yang datang,
tapi banyak orang, aku tidak tahu apa mereka mengingatnya...
Sahabatku yang adakan pesta ulang tahun itu anak dari seorang Jaksa Agung.
Namanya Ho-seon!
Ada. Ada.
Jika kita terjebak dalam situasi ini, kesalahan bisa beralih ke kita sebagai mantan narapidana.
Aku sempat terlibat narkoba. Cinta dan perdamaian. Jauh dari pembunuhan.
Bagaimana denganmu? Terlibat apa kau? Menyerang?
Ey.../ Perzinahan?
Jangan senyum.
Aku paling penasaran dengan Hyungnim kita.
Halo! Senang bertemu.
Senang berkenalan.
Ya, halo.
Aku Oh Jin-kyu yang bertanggung jawab atas penyelidikan.
Kau Direktur LE Group Koo Ji-pyo, kan?
Ada urusan apa? Kudengar kau tak membawa surat perintah penggeledahan.
Memang,
tapi aku tak bisa bicarakan lebih detail lagi sebab rahasia. Ini terkait dengan kasus besar.
Aku mohon pengertiannya. Maaf.
Hei, hei!
Oppa!/ Ya.
Sudah lama.
Kau kenal dia?
Ya. Kita lakukan itu.
Tidak keberatan meneleponmu nanti? Sampai jumpa.
Ada urusan apa?/ Maaf mengganggu.
Anda mencari di sini juga? Aku satu-satunya yang ada di ruangan ini.
Anda suka wine?
Wine di situ bernuansa vintage dan karena sudah tua, aromanya sangat enak.
Anda tahu kalau aroma memiliki pemicu ingatan yang paling kuat?
Hei! Kenapa masih di sini? Bukannya ini waktumu mengurus Young-ji Noona?
Kau baru saja meninggalkannya setelah selesai?/ Katanya kau akan menuju ke sana
jadi dia mempersilakanku pergi.
Mau ke mana?
Pekerjaan sukarela./ Sekarang tidak bisa.
Aku harus pergi./ Kami sedang selidiki sesuatu.
Atau kau bisa patuh./ Sudah waktunya beralih shift.
Aku tak bisa meninggalkan pasien sendirian./ Nanti saja.
Aku benar-benar harus pergi./ Jika kau masih begini, kami bisa membawamu ke kantor polisi.
Aku harus pergi./ Hei, tahan dia.
Apa yang terjadi? Oh tidak!
Tangkap dia!
Kau pasti suka wine?/ Ya! Saya suka wine!
Sebentar.
Ketua! Ada masalah! Cepat!
Noona!
Noona! Noona! Noona!
Noona! Buka matamu./ Minggir.
Noona!
Noona!
Cepat ke ruang dokter,
dan minta Dokter Jo untuk datang./ Baiklah.
Buka matamu!
Noona!
Young-ji.
Bagaimana ini?
Apa yang kalian lakukan? Kami semua di sini sedang sekarat.
Selidiki dengan tenang atau berhenti balikkan keadaan dan tolong pergi!
Jika dia mati, aku akan menuntut kalian.
Kalian tidak punya simpati.
Kalian tega melakukan ini meski dia keluarga kalian sendiri?
Tenanglah dan kembali ke kamar kalian.
Aigoo./ Bagaimana mereka bisa melakukan ini?
Kenapa dia pegang ponsel?
Po-ponsel?/ Tampaknya kau tidak tahu.
Kau tahu apa? Semuanya kacau karena kau tak tahu permintaan orang-orang.
Namun, para petinggi selalu lebih cepat sariku dalam hal informasi.
Aku melaporkan kepada mereka kalau wanita itu pembunuh yang sebenarnya
tapi apa yang terjadi sekarang setelah dia memegang ponsel?
Juga, mereka berdua berada di rumah perawatan yang sama.
Maka apa yang terjadi? Keduanya saling kerja sama? Kenapa? Sejak kapan?
Mereka bertemu secara kebetulan.
Kebetulan?
Kebetulan?
Lalu apa yang akan kau lakukan untuk ambil ponsel? Rencana apa yang kalian buat?
No comments yet. Be the first to leave one.