لومړۍ 200 کرښې.
Jendral Fu Zhen.
Maaf menyulitkanmu jauh-jauh kemari.
Tapi karena perbedaan, Jendral. Maafkan.
Ayo, minumlah tuak ini untuk menghangatkan tubuh.
Tuanku, ada tanda perbatasan di depan sana.
Sebentar lagi kita sampai setelah melewati gunung ini.
Semuanya, semangat! Jalan! / Siap!
Ada sesuatu di bawah salju!
Tenang!
Semuanya, tenang!
Jangan panik!
Lancang kalian membajak kereta penjara Yulinwei Zuoqin-ku!
Hukumannya mati!
Tenang!
Taktik Pedang Macan Naga!
Mundur! Berbalik!
Hadang leher!
Tebas!
Tak ada yang selamat di tanganku!
Tak ada yang selamat di tanganku!
Awas! Mundur!
Tak ada yang selamat di tanganku!
Bunuh!
Ke neraka kalian semua!
Matilah kau, monster!
Wah ini tak bagus, teknik yang tak biasa!
Sombong!
Kunlun.
Hentikan!
Perintah BuLiangShuai. Saat ini jangan bunuh dia.
=≡ PEDANG ANGIN ≡=-
terjemahan broth3rmax
Kenapa adik seperguruan masih diam saja?
Kakak seperguruan, 1 jam sudah lewat.
Kenapa kau tak bergerak?
Musuh tak gerak, aku tak gerak. Jangan bergerak seperti gunung.
Seranglah! Jangan kuatir.
Kehebatan akan memenuhi ruangan ini bila adik seperguruan mengeluarkan pedangnya.
Wah, keren, keren! Sangat keren.
Adik seperguruan, ini cuma pertandingan. Kenapa kau sungguhan?
Dasar bocah perempuan!
Sekarang saatnya.
Pedangku!
Kakak seperguruan, terima kasih telah mengalah.
Sekedar melihat
hasil yang kuajarkan padamu.
Jangan kalah untuk menunjukkan pengekangan. / Xiaobai, ayo pergi.
Hanya yang bisa rendah hati dan waspada yang akhirnya bisa berhasil.
Mereka bisa mengendalikan dunia. / Ayo, kumandikan kau.
Yaqing! Berhenti!
Kemana kau?
Kakak seperguruan. Kau tak apa-apa?
Bagaimana...
mengapa bertarungnya sebentar? / Ya, ya.
Yang benar saja, aku tak apa-apa.
Dia tidak menghormati yang tua dan kuat sebagai adik seperguruan.
Tapi sebagai kakak
aku tak tahan berbaik hati.
Omonganmu masuk akal.
Ya, masuk akal.
Ayo kita makan!
Guru! Qing'er menang lagi!
Kakak seperguruanmu selalu berbaik hati mengalah padamu sejak kau kecil.
Namun pedangnya hanya ditahan olehmu.
Sekarang, dia tak bisa berbuat apa-apa bila tak ingin sebaik itu, haha...
Terima kasih, guru begitu perhatian padaku.
Menurutku, pedangnya kakak seperguruan...
memang kekuatannya meningkat. / Tentu.
Jika kalian berdua bisa perbaiki jurus sedikit saja
agar melebur pikiran bersama Qi
tak lama lagi kalian akan mampu mempelajari teknik unik yang hanya ada di Sekte Pedang Sakti kita,
"jurus menebas angin".
Qing'er akan mengingatnya.
Selama bertahun-tahun kau ingin sekali turun gunung
untuk melihat dunia. Hari ini seorang guru
mengabulkan keinginanmu.
Sungguh?
Terima kasih, Guru. / Sini.
Kau harus sampaikan surat balasan ini secara langsung
pada ketua Sekte Tang,
Qi Suiwan.
Dia temanku selama bertahun-tahun.
Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengannya.
Percayalah, Guru. Akan kuserahkan sendiri surat ini padanya.
Karena kau masih muda dan lugu
saat keluar kali ini, maka jangan cari gara-gara sama orang lain.
Ingat, berhati-hatilah pada apapun.
Jangan khawatir, Guru.
Adik, katanya akhir-akhir ini manusia ular sering muncul.
Manusia ular itu begitu ganas.
Kejam.
Kau harus waspada saat turun gunung.
Deras sekali hujannya. / Ya, lebat.
Hujannya tiba-tiba saja sederas ini
tanpa ada pertanda.
Tak ada pilihan lain selain berteduh sekarang.
Ya, kau benar.
Sepertinya memang hanya Kuil Tianwang ini tempat berteduh kita dari hujan malam ini.
Ya, kita bertiga memilih mundur dari dunia persilatan
jelas bertujuan agar bebas dari perintah orang lain.
Aku harus berdoa pada Dewa-dewa ini.
Para Dewa
maaf telah mengganggu. Semoga kelak Dewa bisa melindungiku.
Siapa itu?
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Ayo, ah... Minum, minum, ayo.
Makan, makan. / Mari minum!
Kakak tak akan memukulmu.
Aku kakak seperguruanmu tak akan membual.
Aku pernah membunuh 20 bandit berkuda dalam semalam
lalu kabur. / Masa?
Oh, kenapa kau tak percaya?
Latihan jurus pedangku tak sia-sia.
Sudahlah. Sudah, sudah.
Cukup!
Pelayan! Ambilkan sekendi tuak yang enak!
Minum sebanyaknya.
Hmm, yang berkilauan itu bukan emas.
Kebetulan, sebentar lagi aku bisa bertemu para guru seperti Qi Suiwan.
Aku jadi tak sabar.
Terima kasih, kak. Minumanmu.
Pendekar wanita. Mari kita tanding persahabatan.
Xiaohong, saatnya berangkat.
Berhenti makannya, lihat muka lebarmu.
Sudah saatnya diet.
Sudah kubilang, aku bisa antarkan surat itu.
Aku juga sudah bilang, guruku meminta
surat ini harus disampaikan sendiri olehku kepada ketua.
Apa kau ketuanya? / Kalau begitu pulanglah.
Ketua lagi tak bisa menemui tamu sekarang.
Hey, apa-apaan ini?
Sebel banget.
Sekte sekecil ini, tapi ketuanya sok.
Tak sopan banget memperlakukan tamu jauh seperti aku ini.
Bahkan tak ada basa-basi.
Tak masuk akal.
Ada yang tak beres. Kurungan besi rusak lagi.
Kita harus bagaimana? Ketua mengamuk.
Kurungan besi? Ketua?
Kenapa ketuanya dikurung?
Ketua Qi adalah temannya guruku.
Aku tak bisa diam saja.
Tuan Muda. / Apa ini untuk ayah?
Ya.
Kami sudah panggang ini sesuai perintah.
Baik, lanjutkan.
Siap.
Tuan?
Tuan?
Sekarang waktunya makan.
Tuan?
Tuan?
Apa Tuan tidur? Ahh...
Ketua menggila lagi! / Oh... monster apa itu?
Sebaiknya aku pergi dulu.
Siapa kau? Kenapa kau menyelinap ke Sekte Tang?
Ini... ketua Sekte Tang, Qi Suiwan?
T...tunggu, tunggu. Jangan salah paham.
Namaku Yaqing, murid Sekte Pedang Sakti.
Guru mengutusku menyampaikan surat ini...
Dia menyuruhku menyampaikan langsung ke ketua.
Tapi kalian tak mau bekerja sama.
Itu sebabnya aku...
Oh, kau ini kakak Yaqing.
Aku adalah ketua muda Sekte Tang, Qi Huai.
Ayahku tempo hari masuk perangkap.
Tiba-tiba saja temperamennya berubah.
Maaf telah salah paham, kak Yaqing.
Maaf.
Begini... karena ketua...
lagipula
memberikan surat ini pada ketua muda sudah memenuhi tugasku
sama sajalah.
Aneh sekali. Beraninya mengancam ayahku untuk mematuhi perintah?
Apa rencanamu?
Tangkap dia!
Kalian salah paham!
Aku tak mau berkelahi!
Biarkan saja dia. / Tuan Muda,
mengapa kau biarkan dia pergi? Kesengsaraan guru kita
pasti ada kaitannya dengan dia.
Sudah pasti. Itu sebabnya kubiarkan dia pergi.
klan Tang dan klan Pedang Sakti pasti berseteru,
pasti berkaitan.
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA?
MAU ENA ENA BARENG ARTIS TERNAMA? YUK JOIN DISINI
Roti kukus!
Ibu, aku mau ini.
Pelan-pelan.
Pemerah pipi, kau mau yang ini, ya.
Pemerah pipi kualitas bagus.
Bos, aku ingin beli yang ini.
Mari mari.
Ini dia, hati-hati di jalan ya.
Menarik sekali rasanya turun gunung.
Tak heran kakak-kakak seperguruan berebut ingin keluar.
Bunga pir.
Nona bisa bawa kotaknya.
No comments yet. Be the first to leave one.