لومړۍ 200 کرښې.
[Pihak Liberal dan Konservatif dalam persaingan yang sengit di Joseon]
[Para Sarjana Konfusian yang mendukung kebijakan penyetaraan Kaisar Gojong...]
[ditembak satu per satu oleh penembak misterius yang menggunakan senapan jenis baru... ]
Dia... pasti akan muncul.
Kita pasti akan menangkapnya hari ini!
Ingat ini baik-baik!
Dia adalah seorang penembak!
Dia menggunakan senapan Barat!
Jangan goyah!
Selama kalian memiliki keberanian, kalian bisa menangkapnya!
Tuanku!
Kami telah menemukan lokasinya.
Bergerak!
'Mari kesampingkan perbedaan dan mari lindungi Joseon!'
Jangan tertipu oleh kata-kata itu.
Mereka tidaklah berusaha melindungi Joseon!
- Di Joseon... - Kalian pergi ke sana! Dan ke sana!
- Siap! - Siap!
Yang ingin mereka lindungi sebenarnya adalah kekuasaan mereka sendiri!
Memperdayai rakyat...
Itulah yang mereka bisa!
- Setuju! - Setuju!
Satu-satunya cara agar Joseon bertahan adalah dengan penyetaraan!
Perhatikan bagian pertama dari penjelasan ini!
Perhatikan apa yang terjadi pada politik pintu tertutup!
Joseon harus membuka pintu itu pada dunia!
Kita juga harus merangkul cara-cara baru di dunia!
- Setuju! - Setuju!
- Kita harus melakukan itu! - Setuju!
Joseon harus meninggalkan cara-cara tradisionalnya.
Masa depan Joseon tergantung pada seberapa aktif kita mempersiapkan diri
...menerima cara-cara baru di dunia.
Masa penyetaraan Joseon akan mengantar kita pada era baru.
Dan hadirin sekalian, kita harus menyambut era baru ini!
Harus ada yang merintis hal itu!
Mari bersatu!
Mari kita ciptakan Joseon baru!
Joseon harus...
- Senapan! - Guru!
Guru!
Awas, senapan!
Lari!
Bagaimana ini? Guru!
- Anda tidak boleh meninggal seperti ini! - Guru!
- Guru! - Guru!
Tuanku!
Tuanku!
Tuanku!
Tuanku. Anda baik-baik saja?
Joseon Shooter
:: Episode 1 ::
Hanya dalam satu bulan, kita telah kehilangan tiga nyawa!
Song Ha, Jeol Gang, dan belum lama ini, Hyeon Am!
Mereka adalah para sarjana yang kubawa ke dalam Istana!
Mereka adalah orang-orang yang diperlukan untuk mendorong penyetaraan!
Namun!
Apa yang kalian lakukan?
Bicaralah, Penasehat Kim.
Bukankah kau bertanggung jawab pada penyelidikan ini?
Yang Mulia.
Kami sedang berusaha semampu kami.
Kita akan segera menemukan pelakunya, anda tidak perlu khawatir.
Tidak perlu khawatir?
Hanya itu yang bisa kau katakan padaku?
[Kim Byung Jae: Penasehat Negara, Pihak Konservatif]
Kalian ingat ini baik-baik.
Pelakunya pasti akan ditangkap.
Dan jika ada komplotannya di antara kalian...
...kalian pasti akan terungkap!
Aku... akan membuktikan sumpah ini!
Yang Mulia, Anda benar.
Silakan lakukan.
Kami akan berusaha sebaik mungkin.
- Kami akan melakukan yang terbaik! - Kami akan melakukan yang terbaik!
Siapa yang tersisa sekarang?
Oh Kyung Lee Nam Joo, Yang Mulia.
Namun, keberadaannya tidak diketahui.
Maafkan hamba, Yang Mulia.
Meskipun hamba telah mengirimkan anak buah hamba di hari kematian Hyeon Am...
...dia... sudah menghilang.
Segera temukan dia. Dan lindungi dia.
Juga... temukan pelaku secepatnya.
Baik, Yang Mulia.
Ingat ini baik-baik.
Ini titah dariku.
Ini adalah tindakan dari orang-orang yang telah melanggar titahku.
Nyawa hamba taruhannya, Yang Mulia.
- Hati-hati. - Aku akan datang lagi lain kali.
Kenapa Anda sudah lama tidak berkunjung, Tuanku?
Cari kesemua tempat.
Setidaknya kita harus menemukan petunjuk kecil.
Tak peduli seberapa remehnya rumor tentang penembak itu...
...kalian tetap harus memastikannya!
- Siap! - Siap!
Jangan khawatir.
Aku akan mengambil bunga itu dari mulutmu dengan rapi.
Santai saja dan tutup matamu.
Sekarang, sekarang...
Semoga kalian semua membayar untuk pakaian nona itu.
Dasar tak tahu malu! Ini!
Ini!
- Ini! - Ini!
Apa yang kau lakukan?
Apa kau belajar mengayun pedang untuk bermain trik sulap?
Apa hebatnya sebilah pedang?
Jika bisa menghasilkan uang dari mengayunkannya...
...bukankah itu cukup?
Bisakah kau berhenti?
Jika sudah selesai bicara, aku akan pergi dulu.
Permisi.
Jangan pergi kemanapun seenakmu!
Ada banyak kasus berbahaya di Ibukota!
Ya, aku tahu.
Aku juga tahu Ayah sudah berpatroli selama sebulan...
...karena kau masih belum menangkap penembak itu.
Jangan cemaskan anakmu yang tak berguna ini.
Pergilah tangkap penjahat itu.
Aku permisi dulu.
Setidaknya jangan berpikir untuk bertindak gegabah.
Tindakan itu tak sesuai dengan status sosialmu.
Ini...
Ambillah.
Melihatmu menyamar sebagai seorang sarjana...
Kurasa itu bisa berbahaya.
Ambillah.
Kau tidak tahu apa yang mungkin terjadi di kota saat ini.
Terima kasih.
Tak perlu.
Berhati-hatilah, Tuan Sarjana.
Ya. Sampai berjumpa kembali, Nyonya.
- Ah! - Whoa!
Kau tidak apa-apa?
Maafkan aku. Apa sakit sekali?
Kurasa baru kali ini kita bertemu.
Dasar.
L e a v e s t
- Kudengar Oh Kyung sering datang ke sini. - Itu benar.
Tapi, akankah dia muncul di sini?
Orang-orang bilang bahwa Oh Kyung target pembunuhan berikutnya.
Tapi untuk memastikan, tolong berikan ini padanya saat dia datang.
Mengerti.
Kalau begitu, permisi...
Whoa!
Oh, kita bertemu lagi.
Baiklah, apa kau baik-baik saja tadi?
Aku baik-baik saja.
Kenapa denganmu!
Aku mengikutimu sebentar.
Dari gibang* hingga kemari.
* Tempat gisaeng menghibur bangsawan
Kudengar itu adalah tindak kejahatan jika para sarjana terlalu sering ke sana.
Dan kau akan dikeluarkan jika bertemu pihak berwenang.
Si... siapa kau?
Kenapa kau...
Aku penasaran.
Sebenarnya apa yang dilakukan pria mencurigakan yang berpistol ini.
Pengembara sepertimu sepertinya bukan seorang penembak.
Lalu siapakah dia?
- Lepaskan aku! - Baik.
Kami membutuhkan orang sepertimu.
Seorang mata-mata di Ibukota yang menyampaikan informasi!
Sampaikan ini pada sang penembak itu.
Aku ingin bertemu dengannya.
Jangan sembarangan menuduh orang!
Kau mau ke mana?
Brengsek...
Sialan...
Kenapa kau...
Lepaskan!
Berhenti! Atau kami akan membawa kalian ke biro polisi!
Kalian tunggu apa? Tangkap mereka!
- Siap. - Siap.
Apa? Astaga...
Duduk. Duduk.
Hei, hei, hei. Duduk.
Duduk kubilang.
Siapa orang-orang itu?
Setengah dari mereka adalah penipu dan setengahnya lagi adalah kuli angkut.
Kudengar mereka seperti itu karena merasa jenuh.
- Jenuh karena apa? - Berjuang mencari nafkah.
Ayo masuk.
Dasar...
Baiklah. Kau bilang kau menemukan petunjuk tentang penembak itu?
Ya, orang itu...
Aku takkan melepaskannya jika bertemu dengannya lagi!
- Biarkan saja. - Apa?
Anggap saja itu tak pernah terjadi...
...jika tidak, justru kau akan berhadapan dengan penembak sesungguhnya.
- Kau sebut dirimu polisi... - Memangnya polisi punya nyawa cadangan?
Ada hal-hal yang harus kau hindari.
Dia mempunyai senapan jenis baru.
Berbeda dengan senapan kuno.
Ini 100 kali lebih kuat dan lebih cepat. Lebih baik kau menghindarinya.
Bagaimana jika aku menangkapnya?
Nah...
Aku akan memberimu Myungeori!
Memangnya Myungeori itu milikmu?
Justru mau kuberikan karena bukan milikku!
Apa yang kau lakukan?
Kau yakin tahu caranya menghindar...
No comments yet. Be the first to leave one.