لومړۍ 200 کرښې.
Lalu dia menggandakan itu tepat sebelum pemilu berlangsung...
Kemudian membicarakannya lagi pekan lalu.
Situasinya sangat luar biasa.
Ingat, Hillary Clinton...
Menteri Clinton baru saja muncul...
Dan mengatakan Surat-surat dari Jim Comey dan ucapannya...
Adalah salah satu alasan dia kalah dalam pemilu.
Kini kita bilang dia dipecat karena keputusan itu.
Aku ingin membaca surat dari Presiden Trump...
Yang dirilis beberapa saat lalu.
"Direktur Comey, aku telah menerima surat-surat terlampir...
Dari Jaksa Agung...
Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat...
Yang merekomendasikan pemecatanmu...
Sebagai Direktur Biro Investigasi Federal.
Aku telah menerima rekomendasi mereka...
Dan dengan ini kau diberhentikan dan dicopot dari jabatanmu...
Berlaku segera.
Meski aku sangat menghargai kau memberitahuku...
Pada tiga kesempatan berbeda...
Bahwa aku tidak sedang diselidiki...
Aku tetap setuju dengan penilaian Departemen Kehakiman...
Bahwa kau tidak mampu secara efektif memimpin Biro.
Penting bagi kami menemukan pemimpin baru untuk FBI..."
Dua Puluh Lima Hari Kemudian
Tanggal 3 Juni 2017, Augusta, Georgia
FBI mendokumentasikan kejadian berikut dengan perekam suara.
Dialog dalam film ini diambil...
Sepenuhnya dari transkrip rekaman tersebut.
Ini rekanku, Wally Taylor.
Hei, apa kabar?
Hei.
Apa kabar?
- Baik. Apa kabar? - Baik.
Bagaimana harimu?
Cukup baik. Aku baru membeli bahan makanan.
Baiklah.
Biar kutunjukkan siapa kami.
Departemen Kehakiman AS Biro Investigasi Federal
Transkripsi Verbatim
Agen Khusus Justin C. Garrick
Agen Khusus R. Wallace Taylor
Reality Lee Winner
Baik, alasan kami datang hari ini...
Adalah kami punya surat perintah penggeledahan untuk rumahmu.
Baiklah.
Baiklah. Kau tahu ini soal apa?
Aku tidak tahu.
Baiklah.
Ini tentang kemungkinan salah penanganan informasi rahasia.
Astaga. Baiklah.
Jadi, sekali lagi, kami punya surat perintah.
Dengan senang hati akan kutunjukkan.
Aku ingin duduk...
Dan membicarakannya denganmu.
Membahas apa yang terjadi.
Membahas sudut pandangmu.
Tentu saja, kau sepenuhnya sukarela untuk bicara denganku.
Kita bisa bicara di sini atau...
Kantor kami berjarak sekitar lima menit.
Jika kau ingin bicara di sana...
Kita bisa lakukan keduanya.
Tidak ada bedanya bagiku.
- Baiklah. - Kau punya hewan peliharaan?
- Ya. Aku punya dua hewan peliharaan. - Karena kau sudah lama pergi...
Jadi, apa kita mungkin perlu membiarkan mereka keluar...
Dan menggunakan kamar mandi atau semacamnya?
Ya.
Keberatan jika setidaknya kumasukkan makanan yang mudah basi ke kulkas?
Kami juga bisa melakukan itu...
Tapi yang harus kita lakukan adalah...
Apa kau tinggal seorang diri?
Ya.
Baiklah. Yang harus kami lakukan adalah...
Kami harus masuk ke rumah dahulu...
Memastikan itu aman.
Ada surat perintah penggeledahan, jadi, kami akan melakukannya.
- Tentu saja. - Baiklah. Lalu...
Kami akan menahanmu di sini sampai melakukannya...
Dan begitu sudah aman...
Kita bisa mulai dari sana, ya?
Tentu saja.
Apa anjingmu ramah?
Baiklah... Dia tidak...
- Menyukai pria. - Baiklah.
- Jadi... - Jadi, itu masalah.
Ya.
- Dia mungkin mendatangimu... - Baik.
Tapi tak pernah menggigit siapa pun. Dia tidak agresif.
Dia hanya menyapa dengan menggeram.
- Baiklah. - Mungkin sembunyi di bawah mejaku.
Kau punya tali kekang?
- Aku punya. - Baiklah.
Aku bisa mengikatnya.
Jadi, kau mungkin bisa kami izinkan masuk ke sana bersamanya.
Kau tidak boleh menyentuh yang lain, tidak boleh melakukan hal lain...
Selain membawa anjingnya dan bawa ke sini.
Mengerti?
- Tentu saja. Aku mengerti. - Karena jika tidak...
Jika ada masalah, kami tidak akan melakukan itu.
Aku bisa memindahkannya langsung ke halaman belakang.
- Baiklah. - Baiklah.
Kunci rumah?
Kunci rumah.
Kami juga punya surat perintah untuk menggeledah mobilnya.
Kau punya ponsel?
Kami ambil itu dan lanjutkan dari sana, ya?
Namun, seperti katanya, kami sepenuhnya sukarela...
Sepenuhnya terserah kau...
Namun, kurasa mungkin akan sepadan dengan waktumu...
Untuk mendengarkan setidaknya sebentar.
- Jelas aku di sini... - Ya?
Kita bisa mencari tahu apa yang terjadi...
- Untuk patuh. - Baiklah.
Talinya dua meter di dalam pintu tempat aku meninggalkannya pagi ini.
Aku bisa memindahkannya langsung ke halaman belakang.
Apa ada senjata di mobil atau di rumah?
Di rumah, ya.
Apa yang kau punya?
Aku punya AR-15.
Warnanya merah muda?
Merah muda.
Baiklah.
Bagaimana kau tahu?
Aku punya Glock 9 di bawah ranjang.
- Serta... - Baiklah.
Kaliber 15.
Kau terdengar seperti rumahku.
Baiklah. Kalau begitu, kita baik-baik saja.
Baik. Pokoknya jangan coba meraihnya, lalu kita...
- Ya. - Ya.
Maksudku, kita semua saling mengerti.
- Ya. - Ya.
- Maksudku, itu sudah jelas. - Ya.
Kau bisa taruh... Ada area berpagar di mana kau bisa taruh dia.
Ya, dan kau tidak mengalihkan pandanganmu dariku.
Kami akan mengambilkan air dan semacamnya.
Ada satu pria lagi bersama kami.
Mungkin akan ada beberapa orang lagi yang langsung datang ke sini.
Pria Tidak Dikenal
- Hanya itu hewan peliharaannya? - Ada kucing.
- Dia akan langsung ke bawah ranjang. - Baiklah.
Sekali lagi, tidak suka pria.
Aku mulai melihat arahnya.
Ya, kalian semua bisa keluar. Kami menemukannya.
- Siapa namanya? - Mickey.
- Hei, Mickey. - Hei.
Namun, dia tidak tahu apa yang terjadi.
Sudah.
Kau tidak punya senjata atau semacamnya, bukan?
- Tidak. - Tidak ada di mobil?
Di mobil, tidak.
Hei.
- Tunggu. Tunggu sebentar. - Boleh kututup pintu untuk kucingku?
Baiklah.
Karena hanya itu yang kupedulikan sekarang.
Baiklah.
Jadi, satu-satunya yang hidup di sana adalah kucing?
Ya.
Tidak ada orang?
Tidak ada.
- Mereka dalam perjalanan? - Ya, mereka datang.
Kenapa kita tidak...
Kau mau menunggu di sini bersamanya sebentar?
Lalu Joe dan aku akan masuk.
Sekali lagi, kami punya surat perintah penggeledahan. Itu...
- Aku mengerti. - Dalam perjalanan.
Tidak apa-apa.
Mereka hanya memastikan...
Hanya memeriksa untuk memastikan tidak ada orang lain.
Tidak ada kejutan.
Tidak ada yang mengejutkan kami atau semacamnya.
- Ya. - Jadi...
Aku ingin membuat ini semudah mungkin untuk kalian.
Baiklah, kami juga.
Jadi, semoga bisa menjelaskan semua, bisa memecahkan semua ini...
Dan menyelesaikannya.
Berapa usianya?
Kami tidak tahu. Dia anjing yang seperti itu.
Aku paham, salah satu anjingku diselamatkan.
Saat aku mendapatkannya, dia tidak mau...
Hanya aku yang bisa menyentuhnya.
Jika ada orang lain datang ke rumah, terutama pria...
Dia akan kencing di mana-mana.
Namun, aku bisa menyentuhnya, dan tidak apa-apa.
Jadi, siapa pun pemiliknya dulu...
Benar-benar menyusahkan.
Ya, dia ditinggalkan di kandang dan selalu diabaikan.
Kenapa kita tidak...
Ayo ambil belanjaan, masukkan ke kulkas.
Lalu kami akan membawamu kembali ke sini, ya?
Apa itu...
Tidak, yang mudah basi sudah.
Seharusnya.
Tetangga.
Baiklah, tolong minggir. Di sana.
Ya, berhenti di sana.
Lihat ke atas sini.
Ada kucing di rumah.
Di ranjang atau di atas ranjang.
No comments yet. Be the first to leave one.