13 Commandments

13 Commandments (13 Geboden)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

13 Geboden S01E12 1080p WEB-DL DD 2 0 x264
د لخوا تبصره UFSIMV
EPS 12

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
په خپور شو: 2022-01-09
ډاونلوډونه: 20
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Jati diri Jacob Moreels, yang lebih dikenal sebagai Mozes

terungkap pekan lalu.

Namun, hari ini, kita tahu siapa pahlawan kisah ini sesungguhnya.

Peter Devriendt adalah polisi yang melacak tersangka pekan lalu.

Dia mengakhiri kasus Sepuluh Perintah

dengan mempertaruhkan nyawa.

Devriendt berhasil membunuh pelaku atas dasar pertahanan diri.

Dia jugalah yang membebaskan rekannya, Vicky Degraeve,

dari cengkeraman Moreels.

Kau ingat

saat Sara menelepon kita di tengah malam?

Dia menghadiri pesta dan berniat menginap.

Namun, saat teman-temannya mulai mengisap ganja, dia mau pulang.

Kita harus datang menjemputnya.

Usianya 15 tahun.

Itulah Sara kita.

Aku tak tahu apa...

Apa kesalahan kita, Peter?

Kita bercerai.

Pasangan yang bercerai bukan hanya kita.

Tidak semua anak masuk rumah sakit karena overdosis.

Kita bekerja terlalu keras.

Ya, kau yang begitu.

Tidak, Chantal, ayolah.

Kita berdua.

Sara dilepaskan terlalu cepat.

Aku akan berhenti kerja,

atau cuti tanpa digaji, entahlah.

Itu bukan solusi, Chantal.

Jika Sara ingin menemui Lou lagi,

tak ada yang bisa melarangnya.

Dia akan segera kembali ke sini.

Kita tak bisa membuatnya mengerti.

Putrimu keluar rumah sakit besok. Kau akan pensiun.

Namun, siapa yang akan bertindak?

Kapan giliranmu, Peter?

Ibu.

- Ibu menangis? - Ya, tak apa.

PONSEL FELIX ENAM PANGGILAN TAK TERJAWAB

Ya?

Ada yang penting?

Aku mau berterima kasih lagi.

Karena menyelamatkanku.

Kau sudah berterima kasih.

Kemari.

Tidak, tolonglah. Aku akan pergi.

- Pidato. - Pidato.

Itu...

Aku tak pandai berpidato.

Namun, baiklah.

Kurasa aku harus percaya...

kalian bisa menjalankan tugas tanpaku.

Kalian semua.

Seseorang harus melakukannya.

Mungkin orang berkata keadaan dunia di masa lalu lebih baik,

tapi kita tak boleh berpikir begitu.

Kita tak boleh berkata seperti itu.

Kita tak perlu bicara.

Kita bertindak saja.

Biarkan keadilan menang.

Mungkin terdengar bermuluk-muluk, tapi itulah yang harus kita lakukan.

Sebenarnya,

aku tak termasuk.

Kini, aku sudah pensiun.

Namun, jangan pernah melupakan

alasanmu menjadi polisi, ya?

Menyulang.

Halo.

Di mana ibumu?

Kau menggambar apa?

Teman-temannya Ibu.

Kau tak suka menggambar hewan,

bunga, atau benda cantik lain?

Kurasa para wanita itu cantik.

Kau tak punya PR?

Tidak.

Sungguh?

Ingin jadi apa setelah dewasa?

Pelacur, seperti ibuku.

Katanya, itu bisa menolong orang.

Ada cara lain untuk menolong orang.

Misalnya, menjadi perawat.

Atau dokter.

Itu akan membantu banyak orang.

Ya? Siap pergi?

Di mana Ibu?

Dia menelepon, tak bisa datang.

Aku harus menjemputmu. Kita temui ibumu nanti.

Ini.

Habislah kita, Kawan.

Sama sekali tak mirip aku.

Mereka akan segera melupakan kita.

Melupakan kita?

Kita menculik polisi.

Wanita jalang itu.

Kini lenganku berlubang.

Semoga gelmu manjur.

Jika kian parah, kau harus ke rumah sakit.

Itu terserah aku.

Mozes sial.

Dia mati dan kita membusuk di sini.

Kau sungguh percaya Moreels adalah Mozes?

Bagaimana bisa tahu?

Sa...

Nona?

Di mana Sara Devriendt, ruang 157?

Apa yang Ayah lakukan?

Ayah merasa bersalah, Sara.

Namun, ini jalan terbaik.

Kita akan pulang, bukan?

Ayah sudah janji.

Tentu saja.

Kau akan pulang, tapi bukan sekarang.

Temukan kedamaianmu lebih dahulu.

Tidak.

Sara.

Aku hanya ingin bersama Ayah dan Ibu.

Sara, jangan membuat keributan.

Kita akan masuk bersama-sama.

Kita berdua, ya?

Ibu tahu tentang hal ini?

Persetan kau.

Aku tak akan masuk bersamamu.

Sara.

Jika kau tak mau ikut ayah, mereka akan menangkapmu.

Ayah hanya perlu memberi tanda.

Tolonglah, Sara!

- Beri tanda saja! - Jangan lakukan ini!

- Panggil saja mereka! - Sara, tolonglah!

Bajingan!

Aku tak mau melihatmu lagi!

Selamanya!

POLISI

Kau bukan ayahku lagi!

Aku membencimu!

Ya, Chantal?

Peter.

Di mana dia?

Aku telah bertindak, Chantal.

Peter, di mana Sara? Di mana dia?

Di suatu tempat...

dia tak bisa melukai dirinya lagi.

- Peter. - Kulakukan demi dia, Chantal.

Chantal?

Aku hanya ingin kita mencurahkan waktu bagi putri kita,

dan mendampinginya.

Sara pun demikian.

Aku percaya padamu

sebab kau sudah pensiun.

Namun, kau tak berubah sedikit pun.

Sara harus sadar dia tak boleh terus begitu.

Ini satu-satunya cara.

Kita tak akan pernah bisa menyadarkannya.

Menyadarkannya?

Sara mengalami trauma, Peter.

Kau telah berubah.

Kau jadi lebih buruk.

Aku tak tahu kau bisa sekeji ini.

PENATU

Aku punya keluhan.

Jika soal detergen,

sudah kubilang noda bandel tak bisa hilang. Paham?

Bukan soal sabun, Nak.

PENATU

Ya?

Kenapa?

Terlalu keras untukmu?

Itu bisa membunuh orang, tahu?

Banyak hal bisa membunuh orang.

Apa-apaan?

Mungkin kau harus coba sendiri.

Felix.

Sedang apa kau di sini?

Kau mau apa?

Aku mau dirimu.

Aku tak mengenalimu.

Kau tak pernah mengenalku.

Kau hanya mencintai seseorang saat sedang kesulitan?

Maaf.

Vicky.

Apa kau akan terus hidup dalam masalah ini?

Ibuku bukan masalah.

Kau tak menikmati hidup, hanya bertahan.

Mau menyarap kasus kematian aneh?

Lou Dobbeleers, 22 tahun.

Tewas akibat overdosis.

Mereka temukan pil di mulutnya.

Bukankah seharusnya ditelan semua?

Kecuali seseorang menjejalkannya.

Ada retakan di tengkoraknya.

Kita menghadapi pembunuh yang ceroboh.

- Ada saksi? - Tidak.

Korban punya catatan kriminal.

Pengedar narkoba.

Ada yang balas dendam?

Membunuh pengedar dengan obatnya sendiri, itu agak dramatis.

Ayahmu sangat teliti soal dokumen.

Namun, jika hakim setempat bermurah hati...

13 Commandments subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 13 Commandments

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left