لومړۍ 200 کرښې.
Tolong!
Pemberitahuan Ketiga / Pemberitahuan Akhir
Selamat pagi./ Pagi, sayang.
Kau semalam begadang.
Hanya FaceTime teman.
Sudah selesai berkemas?/ Masih belum.
Kau sebaiknya memulai. Mungkin kita bisa berkemas besok.
Ibu benar-benar tak sabar untuk menyingkirkanku.
Apa? Tidak, bukan itu.
Ibu yakin? Karena ini terasa begitu.
Masih ada satu bulan sebelum sekolah mulai.
Ibu tahu.
Ibu hanya tahu jika berkemas selalu butuh lebih lama dari yang kau kira,
Dan ibu tak mau kau panik sebelum kau pergi.
Ibu akan merindukanmu setiap hari.
Itu akan sangat aneh kau tak ada di sini.
Tinggal di rumah sendirian.
Oke. Akan aku kerjakan. Aku janji.
Jangan khawatir, masih ada banyak waktu untukku panik.
Dasar sok pintar.
Ini tempat yang Ibu tunjukkan hari ini?
Seluar 70 hektare.
Tempat ini menakjubkan. Lihatlah pemandangan itu.
Apa itu bioskop film?
Benar, itu bioskop di rumah.
Tempat ini akan sangat menguntungkan untuk Ibu.
Ibu jual ini, itu akan memindahkan Ibu ke pasar penjualan kelas atas.
Belum lagi komisi yang akan ibu peroleh.
Ibu akan menjualnya. Aku tahu itu.
Tempat ini terjual dengan sendirinya./ Bicara memang mudah.
Bagaimana jika kita makan malam?
Ibu selesai pukul 17:00.
Oke, ada apa?
Apa maksudmu?
Kita tak pernah lagi makan malam di luar.
Ada acara apa?
Bukan apa-apa, hanya saja...
Kita tak banyak habiskan waktu bersama musim panas ini,
Dan kau akan pergi.
Lagi pula, dua gadis tak bisa keluar kota dan bersenang-senang?
Oke. Selama Ibu tak manfaatkan aku sebagai wanita pendampingmu.
Percaya aku.
Satu-satunya hal yang Ibu tertarik di pasar adalah sushi.
Oke, terdengar bagus.
Semoga berhasil hari ini. Ibu akan sangat luar biasa.
Terima kasih.
Jadi mereka akhirnya setuju untuk menjual?
Ya.
Kau tak tahu betapa keras usahaku untuk meyakinkan mereka.
Aku yakin. Selamat./ Terima kasih.
Ini hari pertama dipasarkan,
Jadi kau mungkin akan banyak melihat mobil asing.
Aku takkan terlalu melecehkan mereka. Tapi tak janji.
Kau tahu, ada banyak orang di sekitar sini...
...yang pergi selama akhir pekan.
Itu dilema dari memiliki beberapa rumah, benar?
Aku tidak tahu.
Aku pernah ke sana 1-2 kali hanya untuk memeriksa situasi.
Itu tanah yang besar.
Datanglah jika kau ada waktu. Aku akan memberimu tur.
Mungkin kau ingin memberikan penawaran.
Dengan gajiku?
Semoga berhasil./ Terima kasih.
Mari lakukan ini.
Halo?
Apa ada orang di sana?
Paul, Paul./ Maaf.
Aku tak bermaksud mengagetkanmu.
Hanya ingin memeriksa.
Memastikan kau tak butuh apapun sebelum hari besarnya.
Aku tak apa! Aku sudah sangat siap.
Cium itu?
Pepohonan pinus?
Beberapa penawaran, tanpa banyak pertanyaan.
Itulah yang terjadi.
Aku masih tak tahu bagaimana kau yakinkan mereka untuk menjual.
Aku berusaha mendapatkan proses penjualan ini sejak lama.
Aku beritahu mereka betapa panasnya pasar saat ini,
Apa yang akan aku lakukan untuk membantu mereka menjual.
Aku rasa mereka hanya ingin dengar yang sebenarnya.
Sungguh? Itu bisa dilakukan?
Aku harus mencobanya kapan-kapan.
Aku bisa cukup persuasif saat dibutuhkan.
Aku yakin itu.
Kau tahu, aku tak sabar untuk memilikimu di tim.
Setelah ini terjual, kita bisa memasarkan rumahmu.
Mungkin tak secepat itu.
Aku ingin Heather kerasan di sekolahnya terlebih dahulu.
Kau masih belum beritahu dia?
Aku tak tahu caranya.
Ini satu-satunya rumah yang pernah dia ketahui.
Aku paham. Aku tahu betapa itu berarti untukmu.
Tapi jangan biarkan itu menahanmu.
Kau tahu, seperti yang kita katakan kepada klien.
"Itu adalah yang mengisi rumah yang menjadikannya rumah."
Lagi pula, dari yang kau katakan kepadaku,
Dia kelihatannya anak cerdas.
Dia akan mengerti, dan dia pasti ingin yang terbaik untukmu.
Kami seharusnya makan malam nanti setelah pameran rumah.
Aku berencana memberitahu dia malam ini.
Itu harus.
Itu akan memberinya waktu untuk menikmatinya sebelum dia pergi.
Dan juga, kau tak ingin melewatkan pasar.
Bicara soal itu, aku juga ada janji yang harus aku urusi.
Tapi kabari aku sore ini.
Aku ingin dengar betapa mereka menyukai tempat ini.
Tentu, Bos!
Aku bersumpah! Dia seolah mendorongku keluar dari pintu.
Aku yakin bukan itu./ Begitu situasinya!
Seolah dia tak sabar agar aku pergi.
Kau sudah bicarakan itu dengannya?/ Belum.
Kau harus.
Beritahu dia jika kau merasa seperti itu.
Aku hanya tak mengerti kenapa dia begitu tak sabar untukku pergi.
Mungkin itu hanya mekanisme pertahanan. Coba pikir.
Pertama Ayahmu. Sekarang kau pergi kuliah?
Dia akan sendirian untuk pertama kalinya selama 20 tahun.
Itu hal besar.
Bicarakan itu dengannya.
Akan kulakukan. Kami akan makan malam nanti.
Terima kasih, kau yang terbaik./ Aku tahu.
Aku terus beritahu orang aku pantas mendapat acara bincang siangku sendiri,
Tapi mereka tak mendengarkan.
Satu putaran lagi?/ Tentu.
Selamat datang! Aku Susan.
Silakan masuk.
Totalnya 6,000 kaki persegi,
Serta seluruh fasilitas yang bisa kau bayangkan.
Ruang permainan.
Meja biliar dan shuffle board bagian dari rumah.
Cara bagus untuk membuat anak-anak sibuk berjam-jam.
Ruang penyimpanan anggur dengan suhu yang terkontrol,
Mampu menyimpan lebih dari 1,000 botol.
Properti ini awalnya pabrik anggur,
Jadi kebanyakan yang kau lihat di sini merupakan simpanan pribadi.
Ini kamar tidur utama,
Lengkap dengan kamar mandi besar.
Ini bioskop rumah dengan suara menggelegar,
Dan Wi-fi untuk streaming.
Semuanya dijaga oleh sistem keamanan kelas atas,
Dan CCTV nirkabel,
Dengan sistem interkom di seluruh properti.
Juga ada sakelar penguncian di sini,
Yang secara otomatis mengamankan seluruh jendela dan pintu eksterior.
Total 70 hektare tanah berpagar,
memastikan privasimu.
Kau takkan mendengar mereka, dan begitu juga sebaliknya.
Atau bayimu.
Terima kasih sudah datang. Aku senang kau menyukainya.
Minta agenmu untuk menghubungiku.
Sampai jumpa!
Astaga.
Hai!
Ibu pikir kita akan bertemu di rumah?
Aku tahu, tapi aku meminta Tracy mengantarku.
Aku harus melihat ini sendiri.
Wow.
Tempat ini luar biasa gila.
Ini bahkan lebih baik daripada gambarnya.
Ibu tahu, ini benar-benar sesuatu.
Jadi? Bagaimana?
Sangat bagus.
Beberapa orang bilang akan berikan penawaran.
Kita lihat saja siapa orangnya./ Itu bagus, Ibu.
Aku sangat senang untukmu.
Apa yang terjadi di luar sana?
Kami berpapasan dengan mobil polisi saat ke sini.
Mereka mengelilingi lingkungan ini.
Terjadi sesuatu, itu pasti.
Aku lapar. Bisa kita pergi?
Tentu. Biar Ibu berkemas.
Bagus.
Itu tak pernah mengecewakan.
Pembeli lainnya?
Kelihatannya begitu.
Ini lewat pukul 5. Ibu akan minta mereka untuk kembali.
Sungguh? Kenapa? Maksudku, Ibu di sini, mereka di sini.
Kenapa tak sekalian tunjukkan mereka. Siapa yang tahu?
Mungkin saja orang yang berani membayar lebih mahal.
Kau yang ingin menunjukkan rumah ini?
Tidak, itu sepenuhnya tugas Ibu.
Aku akan sembunyi di belakang selagi ibu melakukan urusanmu.
Hai. Kami harap kami tidak terlambat.
Kami kebetulan lewat dan kami harus singgah.
Pameran rumahnya selesai pukul 17:00.
Tapi tak apa. Silakan masuk.
Terima kasih. Aku janji kami takkan lama.
Ini ruang santai utama.
Ini memiliki rencana lantai terbuka yang langsung menuntun ke dapur.
Wow.
Lihatlah tempat ini.
Apa kau baik-baik saja? Kau berkeringat.
AC di mobil rusak.
Aku tak apa, terima kasih.
Tipikal, benar?
Ada sesuatu yang terjadi di luar sana.
Itu ketiga kalinya aku mendengar sirene.
Kami tidak melihat apa-apa.
Sungguh?
Biar aku berikan kau sisa turnya.
No comments yet. Be the first to leave one.