لومړۍ 200 کرښې.
Kasus ini jelas bunuh diri. Gagalnya perkawinan dan jalannya..
..proses hukum perebutan hak asuh anaknya, memorak-porandakan Tn. Shubroto.
Menurut polisi, bisa saja ini kecelakaan.
Tn. Shubroto sangat gelisah pada malam sebelum kejadian.
Ada yang mengatakan, dia juga berada di bawah pengaruh alkohol.
Shubroto Mukherjee gemar memancing. Sering habiskan akhir pekan dengan hobinya.
Hasil tes isi perutnya membuktikan Shubroto mabuk.
Ada kemungkinan ia tenggelam karena kondisi mabuknya.
Shubroto sangat baik di mata para kolega dan rekan reporternya.
Ia akan dikenang karena reportase murninya yang berani mengungkap kebenaran.
Tewasnya reporter terbaiknya mengagetkan segenap staf dan manajemen saluran Crime 24.
Keluarga Shubroto, terutama istrinya, belum berbicara pada media.
Dalam masa berkabung atas kematian Subroto ini..
Maaf!
Kematian Shubroto sangat mengejutkan bagi semua staf di Crime 24.
Karena Shuboto adalah sumber inspirasi kami.
Ia sosok ideal kami.
Kekuatan kami.
Kami sedih tapi juga bangga..
Bukan main! Perhatikan.
Aku pernah bertemu Shubroto di seminar media di Bangalore.
Halo. - Halo.
Kau sudah bicara dengannya?
Kau hanya mendapat 20 menit.
Cukuplah 20 menit, semua akan selesai saat itu.
Kau tahu Hotel Lucky di Safdarjung?
Akan kucari, tak masalah.
Satu lagi, dia minta 15.000.
15?
Katamu 10, dan sekarang 15?
Sekarang 15. Kau bisa sediakan?
Ada yang punya Rs. 5000 saat ini?
Sekarang? Kenapa kau mendadak perlu Rs.5000?
Untuk menaikkan grafik karirku dan membuat sensasi.
Aku tak punya! - Jika begitu, siapa yang bisa menolak?
Ini uangnya. - Terima kasih.
Siapa kini yang bisa menghalangiku jadi bintang media? Terima kasih.
Terima kasih atas keikutsertaannya dan kutemui kalian sebentar lagi. Terima kasih.
Ya, sudah kusiapkan Rs. 5000.
Rs. 5000 masih kurang, tak berharga.
Tapi..
Kuselesaikan sisanya besok.
Maka jadwal wawancara kita undur besok.
Baik, tunggu dulu.
Ya, Sayang.
Kau di mana, Sam?
Di jalan tol, kenapa?
Sam, ada apa di jalan tol?
Sepanjang jalan ada jalan tol, bukan?
Sudahlah, Sam, kau bisa datang? - Ke mana?
Sam, acara pembukaan?
Pembukaan apa?
Sam, acara pembukaan karya lukisan baruku.
Ahana, acaranya hari ini?
Sam, ada apa denganmu?
Sudah kurencanakan..
..acara ini sejak 2 minggu lalu. Kubahas semua detilnya denganmu.
Oh, Ahana, kukira acaranya besok. Sumpah!
Lupakan. Tinggalkan semua yang kau kerjakan dan kemarilah!
Aku tak bisa datang kini, ada urusan penting!
Sudah lama aku menunggu kisah ini.
Akhirnya kudapatkan hari ini. Aku harus ke sana dalam 20 menit!
lni kisah luar biasa, kau pasti suka!
Sam, lagi-lagi alasan yang sama!
Kisah yang luar biasa?
Rencanamu, karirmu?
Aku sekedar iklan, bukan? - Baik, Ahana, bisa kutelpon kau kembali?
Tak usah!
Baik, ambil juga arloji Titan ini.
Tak usah diperiksa. Itu selalu tepat waktu.
Aku selalu hitung uangnya dan pilih pelacurku.
Mikrofon. - Apa?
Itu mikrofon, untuk merekam suaramu.
Begitu.
Jangan sampai ada yang mengenali ini.
Baik polisi atau orang lain.
Jika ada, tamatlah bisnisku..
..dan riwayatmu. Mengerti?
Jangan kuatir, wajahmu tak akan kami liput.
Siap?
Apa pekerjaanmu?
Aku menjual obat fenil.
Tidak, yang sebenarnya!. - Sebenarnya?
Penembak bayaran.
Berarti kau membunuh orang?
Aku tak suka menyombongkan diri.
Berapa orang yang kau bunuh hingga kini?
Tak sangka ada yang bertanya begini. Tapi..
14!
14?
Belum lama dalam bisnis ini.
Kau merasa bersalah ketika atau sesudah membunuh orang?
Ya, tentu.
Semua orang pasti ada perasaan itu, tapi apa boleh buat?
Dan kau bunuh pria dan wanita?
Wanita, tidak! Bukan wanita atau anak-anak. Sudah aturanku.
Dan..
..bagaimana perasaanmu setelah membunuh seseorang?
Fantastis! Bukan main!
Sebelum membunuh, kau bilang apa padanya?
Soal itu, bervariasi! Macam-macam orang.
Ada yang tewas sakit jantung ketika melihat pistol..
..sebelum sempat kubunuh.
Ada yang mulai menangis ketika lihat pistol.
Memelas minta diampuni. Jangan bunuh aku!
Kubayar 2 kali lipat tapi mohon ampuni aku!
Gemas rasanya membunuh orang seperti itu.
Jari otomatis menekan pelatuk.
Dor, dor!
Dan ada yang diam saja.
Mata mereka kosong.
Menatapmu dengan pandangan sia-sia.
Susah juga membunuh orang macam begitu.
Kau pernah membunuh orang-orang penting?
VlP, siapa pun?
Ya, pernah.
Kenapa, ada yang istimewa dari mereka? - Tidak.
Aku cuma ingin tahu.
Ya, aku pernah.
Orang itu..
V.M Shukla.
Tapi..
Kurang sip! Dia langsung mati!
V.M Shukla?
Kau bunuh pengusaha industri, V.M Shukla?
Ya. Itu yang kukatakan.
Atas perintah siapa? Kau bisa memberitahu namanya?
Ini wawancara dan investigasi?
Ajukan pertanyaan konyol dan aku akan menembakmu.
Peluru masuk, otak keluar.
Kau tahu, bukan? - Ya.
Kau pernah membunuh sebelumnya?
Ya, pernah.
Beberapa kecoak, tikus.
Tapi bukan manusia.
Tak ada yang mau berbuat begini.
Situasi yang membuatmu tak berkutik dan kau tak berpikir panjang.
Kau hanya membunuh untuk keselamatan jiwa.
Perhatikan baik-baik.
Aku adalah bayang-bayangmu.
Orang yang membunuh setan, akan berubah menjadi sama.
Ya, aku pernah. Membunuh V.M Shukla.
Tunggu! Hentikan sejenak!
Ya, ya!
Sam, jika.. itu benar? - Memang benar.
Maka permainan usai.
Seperti kataku, suatu hari.. - Dan dia tahu, suatu hari ia akan mati.
Kalian tahu sesuatu?
V.M Shukla dalang penipuan lahan Sona dan Chattarpur..
..dan karena itu polisi tak suka kisahmu.
Tapi itu yang kita mau.
Makanya itu menjadi berita.
Buatlah liputan khususnya menjadi 2 bagian.
Berita utamanya adalah..
..'Pembunuh mengangkat suara di depan TV hari ini. Ia akan buka rahasianya'.
Menurutku, 'Kenyataan mengejutkan dari penembak bayaran', sepertinya bagus.
Apa pendapatmu, kawan? - Kurasa itu lebih baik. - Ya. - Itu bagus!
Unggah videomu ke dalam situs. Informasikan ke semua sponsor.
Dan aku ingin promosikan program siaran ini, akan ditayangkan tepat pukul 15.00.
Jadi, ayo,ayo! Ini saluran berita, bung.
Ini bukan rumah panti jompo! - Ya, bos. - Ayo!
Belum tentu ada kisah ini tiap hari. Jangan sia-siakan jerih payah Sam.
Anda pernah lihat wajah kematian?
Wajah yang membekukan anda. Kematian adalah akhir segala pertanyaan.
Pernah bertatap muka menanyakannya?
Mungkin tidak.
Bila pun ada, tak ada yang hidup mengabarkan jawabannya.
Tapi saya bertemu kematian sekaligus bertanya.
Dan saya masih hidup untuk menunjukkan jawabannya pada anda.
Anda bisa menemui kematian di mana saja. Seperti di bus, kereta, ruang bioskop, mal.
Karena meski dari dalam terlihat keji, tapi ia biasa saja seperti kita.
Namun, dia tetap sosok berbeda. Tak punya belas kasihan atau emosi.
Tak berjiwa, tak ada ampun. Benar-benar tak manusiawi.
Karena kode etik profesi, kami tak bisa tampilkan wajahnya pada anda.
Tapi yang akan kami tayangkan berikut ini akan mengejutkan anda.
Apa pekerjaanmu? - Aku penembak bayaran.
Berapa orang yang kau bunuh hingga kini? - Tak sangka ada yang bertanya begini. Tapi..
14!
Belum lama dalam bisnis ini.
Dan kau bunuh pria dan wanita? - Wanita, tidak!
Bukan wanita dan anak-anak. Sudah aturanku.
Ada yang tewas sakit jantung ketika melihat pistol..
Dia menyebutkan namanya?
Dia tak sebutkan namanya.
Kau bohong, bukan?
Jika aku bicara benar, apa kau percaya?
Kami bisa tahu dari matamu, kau berbohong.
Beritahukan nama dan alamatnya!
Dan juga nomor telponnya.
Dengar, dia tak memberitahuku namanya. Nomor atau alamatnya juga.
Dan orang yang memberi kontaknya, menelpon dari nomor yang berlainan.
Kau tahu, kasus pembunuhan V.M. Shukla?
Kau mengundang masalah pada proses penyelidikan kasusnya.
Mengundang masalah?
Investigasi kasusnya bahkan belum dimulai.
Kau tahu banyak soal kasusnya, ya?
Itu alasanmu membantu si pembunuh?
Dengar, Pak! Aku menjalani tugas jurnalis saja.
Siapa saja yang terkena cengkeraman sel khusus, akan sangat menyesal!
Kau ingin aku menunjukkannya?
No comments yet. Be the first to leave one.